NovelToon NovelToon
Istri Pengganti

Istri Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati
Popularitas:508k
Nilai: 4.9
Nama Author: @pelipena

Arini harus menjalani hidup sebatang kara ketika di tinggal neneknya untuk selamanya.

Rintangan untuk bertahan hidup di kota Jakarta yang besar, ditambah dengan rumitnya kisah cinta segi tiga membuat Arini harus menguatkan hatinya.

Kisah masa lalu yang kelam membuat Arini trauma akan percintaan. Namun Radit dan Bayu sepertinya berusaha sekuat tenaga mereka untuk menghancurkan sebuah dinding pembatas di hati Arini.

Lalu pada siapakah hati Arini akan berlabuh nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @pelipena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Merengkuh dalamnya hati seseorang tidaklah semudah dalam menumbuhkan cinta untuknya. Lambat laun takdir lah yang akan menjawab segala pertanyaan yang selama ini kau pikirkan. Jika memang takdir berpihak pada kita tentu seperti bak gayung bersambut, kebahagiaan yang nyata sedang menunggu kita. Namun jika takdir bahkan enggan menunjukan keberadaannya, kita seperti sedang di sebuah persimpangan jalan, tentu itu akan sangat membingungkan.

Raga Arini memang sedang di sana, bersama dengan Silvi sahabatnya. Namun hati dan pikiran Arini entah ada dimana. Silvi paham dengan kondisi sahabatnya itu sekarang, selain sedang dalam masa duka, ia pasti sedang gundah memikirkan keberadaan orang yang kini dekat dengannya.

Silvi juga tahu karakter seorang Ferdi, tentu saja dia baik, pada kawannya atau Arini pujaan hati Ferdi.

Bak hilang di telan bumi, ia tiba-tiba menghilang tanpa jejak, yang biasanya selalu cerewet menanyakan segala hal yang sedang di lakukan Arini, sekarang diam seribu bahasa. Bahkan untuk di hubungi saja sulit.

"Rin, dari pada bengong mending ikut aku aja yuk." bahkan Silvi yang biasanya ngomong sembarangan, di depan Arini dia kini menjadi lebih kalem.

"Kemana?" ucap Arini singkat.

"Jalan-jalan sore, pengin makan cilor aku dah."

"Ya udah yuk, aku juga bosen di rumah aja."

Mereka sepakat untuk pergi ke sebuah danau di dekat tempat tinggal mereka. Dengan menggunakan motor, hanya butuh waktu tempuh sekitar lima belas menit saja.

"Emang ada kang cilor disini?" tanya Arini.

"Tuh, gedhe banget tulisan 'cilor' nya woy." Silvi menunjuk.

"Aku nunggu di sana ya." Arini mengacungkan jarinya ke arah sebuah bangku.

"Wokehh."

Fokus Arini kini kembali ke ponselnya, sudah dari kemarin ia mencoba menghubungi Ferdi, namun tetap saja nihil. Pesan WhatsApp nya saja masih centang satu.

"Apa mas Ferdi nggak punya kuota ya." gumam Arini sambil mencoba panggilan keluar.

"Masih centang goreng rin?" tanya Silvi sambil menyodorkan hasil 'buruan' nya itu.

"Iya sil, nggak tau mas Ferdi kemana sekarang."

"Ya udah sih, kan ada aku."

Arini hanya tersenyum, mencoba untuk mengalihkan fokusnya sekarang.

"Rin tengok!!" Silvi mengagetkan Arini dari lamunannya.

Betapa terkejutnya Arini, saat melihat seseorang yang tengah di cari-cari olehnya ternyata sekarang tengah menikmati pemandangan dengan sepasang mata milik wanita lain.

"Wah parah rin, Ferdi selingkuh, ayok rin kita samperin." cerocos Silvi.

"Dia nggak selingkuh kok sil, kan kita memang nggak ada hubungan apapun." suara Arini bergetar menyaksikan hal yang sangat menyesakkan dadanya itu.

"Ya tapi kan..."

"Udahlah sil, aku nggak papa kok."

Saat Ferdi tengah sendiri, Arini memberanikan diri untuk menemuinya.

"Hai mas." sapa Arini.

"Arini!!" tentu saja Ferdi sangat terkejut melihat Arini tiba-tiba sudah ada di sampingnya.

"Apa itu alasan mas Ferdi menghilang." tanya Arini.

"Mas tidak bermaksud untuk menghilang dek, cuma.."

"Cuma kau tidak enak hati untuk jujur padaku?"

"Ini bukan kehendak mas Ferdi dek."

"Jelaskan saja mas."

Ferdi menengadahkan kepalanya ke atas, di pandanginya burung-burung yang sedang mengangkasa di langit.

"Mas Ferdi di jodohkan sama ibu."

"Apa benar oleh ibu?" Arini seolah tak percaya.

"Kau ingat saat terakhir kita bertemu, ibu menelpon mas untuk segera pulang, saat mas Ferdi pulang ibu langsung membawa mas pergi untuk melamar anak pak kades." sambil menunduk Ferdi menjelaskan semuanya.

"Jadi mas sudah tunangan dengan wanita tadi?"

"Iya dek." suara parau Ferdi menandakan jika sebenarnya ia juga merasa hatinya sakit.

"Selamat ya mas, semoga lancar sampai hari pernikahan kalian nanti."

"Tapi mas Ferdi sangat mencintaimu dek, yang ada di hati ini hanya ada kamu."

"Jika memang di hati mas Ferdi hanya ada Arini, tentu mas tidak akan melingkarkan cincin di jari manisnya bukan?"

"Maafkan mas dek, mas Ferdi tak kuasa menahan permintaan abah."

"Bila benar begitu, harusnya sekarang mas Ferdi juga tak kuasa untuk melukai hatinya."

"Dek.."

"Arini nggak papa kok mas, justru aku merasa senang jika sekarang mas Ferdi menemukan orang yang mampu memberi kepastian padamu mas."

Ini begitu menyesakkan dada, ketika Arini harus melepaskan orang yang ia sayangi. Melihatnya akan membina rumah tangga dengan wanita lain tentu akan sangat menyakitkan hati, namun ini juga merupakan salah satu konsekuensi yang harus Arini terima dengan lapang dada.

"Mas ini minumannya." wanita yang datang bersama Ferdi telah kembali.

"Makasih, oh iya dek kenalin ini Ayu. Calon istri mas Ferdi."

Deg... ini sama halnya seperti tersambar petir di cuaca yang sangat panas terik ini, kata-kata itu membuat hati Arini patah.

Wanita itu tersenyum dan mengulurkan tangannya.

"Ayu." katanya memperkenalkan diri.

"Arini." balasnya.

Raut muka Ayu yang tadinya senang mengenalkan diri pada Arini, kini berubah 180 derajat. Mungkin Ayu sudah tahu tentang kedekatan Arini dan Ferdi sebelum mereka melangsungkan pertunangan. Makanya sekarang Ayu menjadi tampak risih dengan keberadaan Arini di antara mereka berdua.

"Mas, aku pengin naik perahu." ucap Ayu dengan manjanya.

"Oh ya udah ayo dek." Ferdi mengiyakan permintaan calon istrinya itu.

"Ya udah adek beli tiketnya dulu ya, nanti mas nyusul." sepertinya Ayu memberikan sebuah kode pada Ferdi untuk segera menyelesaikan urusannya dengan Arini.

"Maafin mas ya dek, mas Ferdi nggak bisa memenuhi janji mas untuk selalu menjaga Arini selamanya."

"Sudahlah mas, lupakan saja. Mas Ferdi harus bisa ngebahagiain Ayu seperti yang mas lakukan pada Arini. Mas sudah memilihnya dengan sadar, jadi mas nggak boleh nyakitin hati Ayu. Dan sepertinya dia juga sangat tulus cinta padamu mas." Arini mencoba terlihat tegar.

"Walau berat, mas Ferdi akan mengingat yang adek katakan tadi, memang tidak bisa dengan cepat perasaan mas berubah. Namun mas Ferdi akan berusaha melupakan segala perasaan dan kenangan manis bersama mu."

Arini hanya tersenyum dan meminta berjabat tangan dengan Ferdi.

"Aku pamit ya mas, jaga diri baik-baik. Jangan lupa untuk selalu menjaga pola makan mu mas, ingat mas Ferdi punya magh. Lima waktu jangan sampai telat juga mas." Arini berusaha menahan air mata di sudut matanya agar tak mengalir bebas di pipinya.

Ferdi hanya diam saja, mematung dan bahkan tak berkedip saat Arini menjauh dari pandangannya.

...

Perjalanan kembali di lewati Arini dengan murung, bahkan sepatah katapun tak mampu ia dengar. Pikirannya sangat kacau sekarang.

Hati yang selama ini ia rawat dan selalu ia pupuk dengan kasih sayang yang melimpah kini patah lagi, tak berdarah namun sangat sakit.

Pergilah kasih, lakukanlah apa yang ingin kau lakukan. Jika dia tak bisa membahagiakanmu, kau boleh sesekali melihat chat percakapan awal kita semua di media sosial.

Dan terimakasih untuk segala kenangan indah yang pernah kita lalui bersama.

1
Aabece
1. riweuh nya. bawa koper, bawa eyang. 2. guru tk itu sarjana loh, jauh-jauh ke jekardah jadi cleaning service, balik lagi ke sekolah, kan kepseknya pernah nyuruh balik. 3. berita ferdi tunangan dengan anak kades harusnya sih udah nyebar, namanya juga desa, berita besar nggak mungkin tersembunyi.
Nita Dahlan Aek
lnjut
Siti Amenah
tamara jahat
Siti Amenah
lanjut seru nie
Siti Amenah
lanjut thor
Siti Amenah
mungkin saudara kembar mamanya
Siti Amenah
lanjut
Aiur Skies
udah dong Arini, kamu sama Bayu ajah, mana keluarga nya mendukung dan sayang sama kamu 🥰🥰🥰🥰
Aiur Skies
ngakak baca part ini🤣🤣🤣🤣🤣
Aiur Skies
Team Arini ❤Bayu saat ini🤣🤣
Aiur Skies
ya Alloh, kasihan amiitz tega Radit,,, mustinya tegas dong mengantarkan meski cuma dean komplek, wah typical Cowoq gak bisa tegas menjaga dan melindungi "yg dekat disekitarnya yg memang patut dijaga" tanpa membantah Mamanya, pake cara berkelas lah ngerayu Mama nya
Aiur Skies
sakiiitz😔😔
Aiur Skies
wouw,,,, klo camer begini, gue mending dukung Arini vs Bayu 😂😂😂🥰🥰🥰🥰🥰💃💃💃💃💃
Aiur Skies
klo rumah dikampung mungkin sdh beberapa kali nganter, tapi rumah di Kota kayanya baru sekali ini deh🤩
Aiur Skies
jangan jangan Mamanya Cindy alias istrinya Radit😅😅😅😅
Aiur Skies
astaghfirullah,,,, jangan salahkan jilbab atau tidaknya, tapi salahkan "manusia" pelaku nya yang tidak bisa kita samakan, krn agama pada intinya mengajarkan kebaikan 🙏🏻
Aiur Skies
klo dah tahu begini mah, acara-acara kaya reunian gak usah dateng, ngapain nganggep temen yg cuma lihat kulit luar kita ajah, bye bye bye in aja💃💃💃💃💃💃
Aiur Skies
masih meraba-raba ceritanya nih, kd sinopsis nya antara Ferdy, Arini dan Radit,,, ini muncul Ardan dan Bayu wkwkwkwkwk kita Lanjooot bacaaa😅
Aiur Skies
banyak orang dr kampung berakhir tragis dan ngenes nasibnya di Ibukota ya gara-gara begini nih, modal nekad tanpa punya kenalan dan tujuan yg jelas,,,, miris
Aiur Skies
bocah, kenapa gak lanjut ngajar TK aja sayang, bukannya BuKepSek membuka pintu lebar2 klo dikau mau balik ngajar lagi😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!