NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Iblis Alexia

Reinkarnasi Ratu Iblis Alexia

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Akademi Sihir / Dunia Masa Depan / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Watashi Monarch

Genre : Action, Adventure, Fantasi, Reinkarnasi
Status : Season 1 — Ongoing

Kekacauan besar melanda seluruh benua selatan hingga menyebabkan peperangan. Semua ras yang ada di dunia bersatu teguh demi melawan iblis yang ingin menguasai dunia ini. Oleh karena itu, terjadilah perang yang panjang.

Pertarungan antara Ratu Iblis dan Pahlawan pun terjadi dan tidak dapat dihindari. Pertarungan mereka bertahan selama tujuh jam hingga Pahlawan berhasil dikalahkan.

Meski berhasil dikalahkan, namun tetap pahlawan yang menggenggam kemenangan. Itu karena Ratu Iblis telah mengalami hal yang sangat buruk, yaitu pengkhianatan.

Ratu Iblis mati dibunuh oleh bawahannya sendiri, apalagi dia adalah salah satu dari 4 Order yang dia percayai. Dia mati dan meninggalkan penyesalan yang dalam. Namun, kematian itu ternyata bukanlah akhir dari perjalanannya.

Dia bereinkarnasi ke masa depan dan menjadi manusia!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Watashi Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 - Rencana Pengelabuan

Keesokan harinya...

Alexia bangkit dari tempat tidurnya sambil meregangkan tubuhnya yang kaku. Hari ini merupakan hari ke-enam ia terbangun di tubuh seorang gadis manusia yang lemah.

Ia berjalan ke arah jendela dan menarik tirai gorden yang tertutup rapat. Tak lama, sinar matahari yang cerah dan menyengat mata pun langsung masuk ke dalam kamar.

Panasnya yang membakar kulit membuat Alexia berkata,

"Aku masih belum terbiasa dengan sinar matahari yang menyilaukan ini. Di dunia iblis bahkan tak ada matahari."

Setelah mengeluh, Alexia membuka pintu yang menuju ke arah balkon. Ia berjalan keluar untuk menikmati angin pagi dan melihat pemandangan alam yang cukup indah.

Namun, ada suatu hal yang menarik perhatiannya.

Dan itu adalah para prajurit baru yang sedang berlatih.

"Jadi tempat itu adalah lapangan pelatihan, ya ..."

Mereka berlatih pertarungan jarak dekat dan mempelajari cara menghindari serangan musuh. Instruktur pelatihan juga berkeliling memberi arahan agar para prajurit dapat menyesuaikan posisinya dan tak kehilangan momentum.

"Jangan mengandalkan kekuatan kasar! Baca pergerakan kaki dan ayunan pedang lawanmu sebelum menyerang!"

Para prajurit pun menjawab, "Baik, Instruktur Dio!"

Kebanyakan dari mereka adalah prajurit tingkat 1 dan 2 yang belum bisa menggunakan Aura. Sementara itu, di sisi lain, instruktur yang melatih mereka adalah prajurit tingkat 4 yang tampaknya sudah membangkitkan Aura.

Alexia menopang dagunya dan menghela napas ringan.

"Kenapa mereka hanya terobsesi pada pedang saja?"

Pedang memang senjata yang selalu digunakan dalam perburuan. Selain pedang, banyak senjata yang memiliki berbagai macam kegunaan besar untuk melukai musuh.

Meski begitu, senjata juga mempunyai kelemahan, yaitu durabilitasnya yang tidak bertahan lama. Jika ketahanan mencapai batasnya, maka senjata apapun pasti hancur.

Namun, semua itu berbeda kalau menggunakan sihir.

Mana adalah bahan bakar dalam mewujudkan sihir. Dan jika Mana seseorang habis ketika pertempuran, mereka dapat mengisi ulang dengan meminjam kekuatan alam.

Itulah mengapa sangat sulit untuk melawan penyihir.

"Ini membosankan," kata Alexia dan memalingkan wajah.

"Lebih baik aku fokus untuk meningkatkan kekua—!?"

Sebelum berbalik, Alexia tiba-tiba merasakan sesuatu.

Pandangannya langsung tertuju kepada instruktur yang bernama Dio. Entah kenapa, Alexia merasakan perasaan yang tidak asing setelah memperhatikannya lebih lama.

Dalam kebingungannya, Alexia pun berpikir.

'Dia baru saja naik ke tingkat 4 dan membangkitkan Aura, tapi mengapa dia bisa memberiku perasaan yang aneh?'

Alexia merasa bahwa keberadaannya mirip dengan iblis tingkat rendah, namun bagaimanapun Alexia melihatnya, dia adalah manusia biasa dengan Aura yang sedikit unik.

Tidak mungkin ada iblis di rumah keluarga pahlawan.

Itulah keyakinan yang dikatakan Alexia dalam pikirannya.

Dan saat Alexia memperhatikan latihan para prajurit, Siria tiba-tiba muncul di belakangnya. Dia masih mengenakan pakaian pelayan, tapi ada bercak darah di sudut gaunnya.

"Saya sudah mengeliminasi lima orang mata-mata yang ditempatkan di sekitar anda." kata Siria sambil berlutut di depannya. "Apa perintah anda selanjutnya, nona Alexia?"

Menurut pengakuan Siria, ada total lima mata-mata yang menyusup di rumahnya. Dua pelayan wanita, dua orang prajurit tingkat 1 dan satu orang lagi adalah prajurit kota.

Mereka memang bekerja sama, tapi tidak mengenal satu sama lain. Siria juga mulai mengetahui bahwa misi yang diberikan pada mereka berlima bukan hanya mengawasi Alexia, tapi juga mengawasi apakah dia akan berkhianat.

Oleh karena itu, Siria tidak menunjukkan pengampunan dan rasa bersalah setelah membunuh mereka. Selain itu, sekarang mereka bukan berada di pihak yang sama lagi.

'Seperti yang dikatakan oleh nona Alexia!' batin Siria dan mengepalkan tangannya. 'Mereka bertindak seolah-olah aku harus mati bersama nona Alexia di sini dan menjadi kambing hitam. Apa ini sudah direncanakan sejak awal!?'

Mengingatnya kembali membuat Siria sangat kesal.

"Apakah kamu sudah memberikan laporan palsu seperti yang kuperintahkan padamu?" tanya Alexia dan berbalik.

Siria tersentak dan menunduk dengan panik.

"Y-ya," Siria mengangguk ringan. "Saya telah memberikan laporan pada organisasi bahwa anda tidak dapat bangun dari tempat tidur akibat racun Mana Blocking yang mulai menunjukkan reaksi, dan organisasi sepertinya percaya."

Alexia tersenyum tipis dan berkata,

"Bagus! Dengan alibi ini, kau tidak akan dicurigai sebagai seorang pengkhianat untuk sementara waktu. Mereka mungkin akan mengirim satu atau dua orang lagi untuk mengkonfirmasi kebenaran dari surat yang kau laporkan."

Dengan menghilangnya beberapa assassin yang berada di sekitar Alexia secara tiba-tiba, orang yang bergerak di balik layar pasti bingung dan curiga. Agar perhatiannya teralihkan, Alexia perlu membuat skenario yang berbeda.

"Siria, bawakan aku pedang panjang dengan bilah sedikit lebih tipis dari belati." kata Alexia, memberikan perintah.

"Baik, nona Alexia." jawabnya dan hendak pergi.

Namun sebelum pergi, Alexia tiba-tiba saja berkata,

"Oh iya, bawakan aku juga pakaian kasual yang lain. Aku tidak suka yang warna putih, jadi cari yang warna hitam."

"Eh? Ah... b-baik, nona Alexia." jawab Siria, cukup bingung dengan permintaan anehnya, tapi dia merasa tidak perlu tahu tentang apa yang sedang direncanakan oleh Alexia.

"K-kalau begitu, saya akan menyiapkan semua hal yang anda minta sebelumya. Jadi, saya pamit dulu." ucapnya.

Siria berdiri dan melompat turun dari balkon. Alexia yang ditinggalkan sendiri, menoleh lagi ke belakang sambil menatap tajam ke arah instruktur pelatihan tingkat 4 itu.

"Aku punya firasat buruk."

****

Sementara itu, di sisi lain kediaman Swan...

Seorang pelayan pria melaporkan sesuatu pada seorang wanita cantik yang tengah menulis di meja. Dia tiba-tiba berhenti menggerakkan pena bulu setelah mendengar suatu informasi yang sangat membuatnya tidak senang.

Brakkk!

Meja dipukul dengan keras karena emosi.

"Putri dari perempuan itu masih belum mati juga?!" seru wanita itu dengan nada yang tinggi dan menekuk sudut bibirnya. "Hanya mengurus satu gadis kecil yang lemah kalian tidak bisa, apa kalian sungguh seorang assassin?"

"Maafkan kami, nyonya Hilda." kata pelayan pria dengan sikap yang cukup tenang. "Tapi anda tak perlu khawatir."

Pelayan pria itu tersenyum licik dan berkata,

"Saya mendapatkan informasi kalau racun yang anda beli dari kami mulai bekerja. Besok pagi, saya akan mengirim beberapa orang untuk memastikan kematian gadis itu."

Setelah mendengar kabar baik seperti itu, wanita cantik yang dipanggil nyonya Hilda menyeringai dengan lebar.

"Itu merupakan kabar yang sangat bagus." kata Hilda dan kembali bersikap anggun. "Aku muak setiap kali melihat wajah gadis kecil itu. Baguslah, dia akan mati esok pagi."

Wanita cantik itu adalah Hilda Iris Swan, istri kedua dari patriark keluarga Swan saat ini. Dengan statusnya yang berasal dari keluarga bangsawan kerajaan Bright, Hilda merupakan cucu Raja Bright VII yang lumayan disegani.

Kekuatan militer kerajaan Bright sedikit lebih lemah dari kerajaan Eldant, tapi ekonomi dan kemajuan teknologi di kerajaan Bright lebih berkembang dari yang diperkirakan.

Menjadi musuh kerajaan Bright tidak akan berakhir baik.

Itulah ungkapan yang sering digunakan oleh orang-orang untuk menggambarkan kekuatan kerajaan Bright. Tidak ada orang yang berani menyinggung maupun membuat masalah, jadi semua orang hanya bisa menghindarinya.

"Untuk kelangsungan rencana kami, gadis kecil itu harus mati!" kata Hilda dan tertawa, namun ia tiba-tiba merasa ada yang aneh dan berkata, "Ini membuatku tidak tenang sama sekali. Apakah ini hanya perasaanku saja atau ...?"

"Apa yang sedang anda pikirkan?" tanya pria tersebut.

"Jika aku tidak salah ingat, racun yang aku beli itu adalah Mana Blocking, kan? Itu adalah salah satu dari lima jenis racun paling mematikan. Seharusnya racun itu bereaksi lebih cepat dari obat, tapi ini sudah lewat dari satu bulan dan baru bekerja sekarang. Bukankah ini terasa aneh ...?"

"Jika anda berkata begitu, sepertinya ada benarnya juga."

Pelayan pria itu juga merasakan hal yang sama. Sekuat apapun tubuh seseorang, tidak mungkin ada orang yang bisa menahan racun Mana Blocking. Pasti ada sesuatu yang terjadi sampai racun itu tidak mempan pada target.

"Apakah racun yang kau beli dari pasar gelap itu palsu?"

"Tidak, nyonya." jawab pria itu dengan tegas. "Saya yakin racun Mana Blocking itu asli, karena saya sendiri sudah mengetesnya pada salah satu anggota organisasi kami."

Hilda pun bertanya, "Lalu kenapa reaksinya lama sekali?"

Pria itu pun menurunkan padangannya, sedang berpikir.

'Aku pikir hanya aku saja yang merasa kalau ini aneh.'

Setelah diingat kembali, pria itu pun semakin curiga.

'Menurut informasi yang diberikan oleh nomor 12, target menunjukkan tanda dan gejala dari keracunan. Apakah—tidak, ada yang aneh di sini. Aku yakin racun itu langsung bekerja setelah baru dikonsumsi. Apa jangan-jangan ...?!'

1
PORREN46R
spirit seperti roh gitu kan kak?
Cheonma: Sebenarnya sama aja sih,
total 1 replies
anggita
ikut ng👍like, iklan saja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!