Sebuah kecelakaan yang hampir menewaskan Aditya dan Lastri membuat keduanya semakin dekat dan terikat satu sama lain. Pernikahan pun terjadi antara keduanya akibat desakan kedua orang tua Aditya.
Kecelakaan yang membuat Aditya kehilangan ingatannya mampu mencintai Lastri yang selalu ada untuknya. Namun, kebahagiaan itu sirna ketika Aditya mengingat semuanya dan sebuah peristiwa dimasa lalu yang disembunyikan kedua orang tuanya membuat Lastri kecewa dengan keluarga yang menyayanginya karena sebuah alasan dimasa lalu, peristiwa dimana kedua orang tuanya tewas secara mengenaskan di depan matanya hingga meninggal trauma yang amat dalam untuknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 (Bertemu Aileen)
...🍁 Jangan lupa ramaikan part ini ya...
...Happy reading...
...****...
Aditya sudah rapih dengan setelan kemejanya yang membuat pria itu semakin terlihat sangat tampan. Aditya keluar dari kamarnya dengan tak sabaran, ia membuka kamar Lastri begitu saja tetapi tidak ada Lastri didalam kamarnya, ia berdecak kesal karena Lastri. Lalu Aditya berjalan kearah dapur, langkahnya menjadi pelan saat Lastri berada di dapur dengan rambut yang di gelung hingga menampakkan leher jenjangnya yang membuat Aditya meneguk ludahnya dengan kasar. Sesuatu didalam dirinya entah mengapa bisa bangkit hanya melihat leher jenjang Lastri.
"Shitt.... Apa yang kamu pikirkan Aditya? Dia hanya gadis miskin yang hanya kamu manfaatkan untuk mendapatkan Aileen dan membuat Arsenio menderita. Kamu bahkan sama sekali tidak tertarik dengan dirinya bukan? Jadi sadar! Lastri bukan gadis yang kamu inginkan," batin Aditya memperingati dirinya sendiri.
"Ekhem..."
Aditya berdehem yang membuat Lastri melihat kearah Aditya. Sama hal nya dengan Aditya, Lastri juga menelan ludahnya dengan kasar saat melihat betapa tampannya Aditya sekarang.
"Saya lagi buatkan sarapan untuk Tuan. Tunggu sebentar ya!" ujar Lastri berusaha terlihat biasa saja.
"Tidak usah masak! Kamu lupa jika kita akan bertemu dengan Aileen sekarang? Dan saya sudah siap tapi kamu belum apa-apa sama sekali? Cepat mandi! Saya tidak mau Aileen menunggu kedatangan kita," ujar Aditya dengan dingin.
Lastri langsung menatap Aditya dengan sendu. "Baiklah. Saya ganti baju sebentar, Tuan!" ujar Lastri dengan perasaan yang begitu sesak menghimpit dadanya.
Lastri berjalan dengan perasaan begitu sesak, melihat wajah dingin Aditya untuk dirinya dan tatapan berbinar untuk Aileen membuat Lastri sakit hati. Namun, ia tidak bisa berbuat apa-apa.
****
Keduanya sudah berada di dalam mobil. Tak ada pembicaraan yang mereka lakukan semuanya pada pikiran masing-masing, bahkan Lastri ingin sekali waktu berlalu dengan begitu lambat agar mereka tidak bertemu dengan Aileen.
Bukan ia tidak suka bertemu dengan Aileen, ia juga merindukan sahabatnya tetapi ia hanya takut Aditya berbuat nekat yang akan melukai Aileen nantinya. Lastri juga takut Arsenio akan marah jika Aileen bertemu dengan mereka berdua.
Berbeda dengan Lastri, Aditya tampak begitu tak sabaran ingin bertemu dengan Aileen. Ia juga tidak mempedulikan perasaan Lastri saat ini bagaimana karena kepentingan saat ini adalah bertemu dengan Aileen.
Tak terasa mobil Aditya sudah berada di cafe dimana mereka sudah berbuat janji sebelum lewat pesan yang Aditya kirim melalui ponsel Lastri.
"Ayo turun!" ajak Aditya dengan begitu dingin.
Lastri tersentak, ia menatap sekelilingnya ternyata mereka sudah sampai.
Brak...
Lastri mengelus dadanya saat Aditya menutup pintu mobil dengan kencang, tak mau membuat Aditya marah Lastri akhirnya keluar dari mobil dengan perasaan yang tak karuan dan berulang kali Lastri menghela napasnya dengan berat, tangannya terasa dingin. Sungguh Lastri sangat ingin membawa Aditya pergi dari cafe ini sebelum mereka bertemu dengan Aileen.
Tetapi Lastri tidak bisa melakukannya karena Aileen sudah berada dihadapan mereka.
"Lastri!" panggil Aileen dengan melambaikan tangannya yang membuat Lastri mau tak mau tersenyum dan menghampiri sahabatnya bersama dengan Aditya yang tampak begitu bahagia bertemu dengan Aileen.
Lastri dan Aditya duduk bersama dengan Aileen. Lastri memeluk sahabatnya dengan erat begitupun dengan Aileen yang memang merindukan sahabatnya.
"Aileen perkenalkan ini Mas Aditya," ujar Lastri dengan tersenyum.
"Aditya!" ujar Aditya memperkenalkan diri dengan menjulurkan tangannya agar Aileen menyambut tangannya untuk bersalaman.
Aileen menyambut tangan Aditya dengan tersenyum. "Aileen. Saya tak menyangka ternyata anda adalah pacar sahabat saya," ujar Aileen memperkenalkan diri kepada Aditya.
Aditya tersenyum ramah kepada Aileen. Lastri mengamati perubahan sikap Aditya kepada Aileen yang membuat dadanya begitu sesak. Lastri terus mengamati Aditya yang terus membuka obrolan terhadap Aileen tanpa mempedulikan dirinya yang berada disamping pria itu, Lastri merasa ia tak kasat mata hingga Aditya asik mengobrol dengan Aileen.
Sedangkan Aileen merasa tak nyaman dengan Aditya, entah mengapa Aditya menatapnya dengan sangat aneh, yang membuat Aileen ingin segera pulang tetapi ia juga tak enak hati dengan sahabatnya. Karena sepertinya Aditya adalah orang yang begitu ramah hingga lelaki itu tak ada canggung terhadap dirinya sama sekali.
Tanpa ketiganya sadari ada yang mengamati ketiganya terutama Aditya dengan tatapan yang begitu sangat tajam dan dada bergemuruh hebat melihat Aditya mencoba mendekati istrinya, siapa lagi kalau bukan Arsenio, walaupun pernikahannya dengan Aileen hanya karena sebuah kesalahan tetapi tetap saja ia tidak suka melihat Aileen mengobrol dengan pria lain tanpa dirinya.
****
Aileen memasuki rumah dengan perasaan yang begitu sangat lega, pertemuan dengan Lastri dan Aditya tidak membuat hatinya senang sama sekali. Hingga ia melihat tatapan tajam mengarah ke dirinya.
"Senang bertemu dengan pria lain di luar sana?" tanya Arsenio dengan tajam.
Aileen meneguk ludahnya dengan kasar. "Aku bertemu dengan Lastri dan pacarnya Lastri, Mas. Namanya Aditya," ujar Aileen dengan jujur.
"Jangan pernah kamu bertemu lagi dengan Aditya. Dia pria yang tidak baik," ujar Arsenio dengan nada yang begitu tak suka.
Aileen mengangguk, ia tak lagi membantah ucapan suaminya. Aileen langsung berjalan ke kamarnya dengan perasaan yang tidak menentu. Sedangkan Arsenio mengepalkan kedua tangannya.
"Awas kamu Aditya!" gumam Arsenio didalam hati.
Arsenio tidak akan membiarkan Aditya masuk dan mengusik rumah tangganya walaupun perasaannya sekarang sedang terbagi antara Aileen dan juga Chelsea yang sudah kembali. Arsenio menyusul istrinya yang mungkin sedang bermain dengan anak mereka yang baru saja lahir.
****
Sedangkan Aditya hatinya begitu berbunga-bunga setelah bertemu dengan Aileen. Ia tampak tersenyum sampai Lastri begitu merasa sesak. Ternyata begini rasanya patah hati, seharusnya Lastri sadar diri tetapi hatinya tidak bisa diajak kompromi.
"Sepertinya kita harus membuat pertemuan rutin dengan Aileen setelah ini," ujar Aditya dengan tersenyum membayangkan wajah cantik Aileen, ia akan merebut Aileen hingga membuat Arsenio kalah dengan dirinya.
"Jangan, Tuan. Aileen sudah punya suami dan anak," gumam Lastri dengan lirih.
"Ck... Mereka itu tidak saling mencintai. Lagi pula gadis yang dicintai Arsenio sudah kembali bukan? Aku akan menghancurkan Arsenio setelah ini dan memiliki Aileen," ujar Aditya dengan menyeringai menatap Lastri dengan tajam.
"Tuan, jangan seperti ini saya mohon. Anda boleh menyiksa saya tapi jangan libatkan sahabat saya dalam hal ini," ujar Lastri dengan memohon.
"Saya tidak peduli! Masuk ke kamarmu sekarang atau saya akan lepas kontrol terhadap kamu sekarang juga," ujar Aditya dengan tajam.
Mau tak mau akhirnya Lastri berjalan ke kamarnya dengan menahan tangisannya. Ia memikirkan cara bagaimana membuat Aditya menghentikan semua rencananya, tetapi semakin memikirkan itu semakin membuat Lastri merasa pusing.
"Kenapa kamu jadi seperti ini, Mas?" gumam Lastri dengan sedih.
lanjut lg dunk up nya