“Ck..!! Kenapa aku bisa lupa!!!” rutuknya sambil melempar sembarangan botol air mineral yang dipegannya dan tanpa sengaja botol air mineral itu menganai kepala salah satu cowok yang sedang berkumpul di depan Elisan.
“Mati aku!” gumam Elisa saat pria yang terkena lemparan homerun nya tadi berjalan ke arah nya.
Dan dari muka pria itu sangat jelas kalau dia sangat marah.”Padahal tidak sengaja kan?” batin Elisa.
“Milik mu?” tanya Pria itu sambil mengarahkan botol yang Elisa lempar tadi ke arah Elisa.
“Sepertinya iya.” Aku Elisa mau tidak mau. Mau bohong juga percuma, jelas banyak saksi yang melihatnya.
Pria itu menatap Elisa dengan tatapan geram sambil membuka botol air mineral itu dan dengan tatapan tajam dan penuh kemarahannya dia menuangkan air itu di atas kepala Elisa. “ini baru sepadan.” Ucap nya tersenyum smirk.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#7
“Lepaskan aku Zico! Atau aku akan teriak!” Ancam Elisa.
“Kau teriak sekalipun aku tetap tidak akan melepaskan mu! Semua orang di kampus ini sudah tahu kalau kau adalah pacar ku Elisa!” Zico menarik kuat tangan Elisa.
“Apa perlu aku beritahu semua orang di kampus ini apa yang kau dan Sania lakukan? Baru kau akan melepaskan tangan ku?” bentak Elisa dengan mata melotot. Dia merasa jijik Zico memegang tangannya.
“Kau tidak akan berani melakukan itu! Sebab kalau sampai orang lain tahu, pasti kau juga akan merasa malu.” Ujar Zico.
“Malu?? Kenapa aku harus malu?? Kau yang selingkuh! Dan aku yang malu? Otak mu dimana Zico? Apa kau lupa membawa ke kampus??” semburnya pedas.
“Kalau aku tidak mencintai nya dengan sepenuh hati ku, akan ku tampar wajah cantik nya itu!” gumam Zico dalam hati.
“Jaga bicara mu, Elisa!” Zico semakin menguatkan cengkraman tangannya pada Elisa.
Elisa yang di cengkram kuat tangan nya oleh Zico spontan mengangkat kaki nya, lalu menggunakan lututnya menyerang area perut bawah Zico, membuat laki-laki itu mengaduh kesakitan.
“Kau-“ Zico melepaskan tangan Elisa dan memegang perut nya yang baru saja disapa manis oleh Elisa.
“rasa kan!!” seru Elisa dan meninggalkan Zico begitu saja.
“Dan Ya! KITA PUTUS!!!” seru Elisa yang berbalik badan sebentar kemudian lanjut berjalan lagi.
Alhen yang melihat semua kejadian itu dari layar monitornya auto menelan saliva nya.
Jhon pun bahkan sampai berdehem beberapa kali.
“kayaknya doi gak bisa dicekik bos!” Ujar Jhon kemudian.
“Hmmm.. kau benar Jhon.” Jawab Alhen tersandar di kursi nya.
“Diserang pun sepertinya juga tidak bisa.” Lanjut Jhon lagi,
“Benar! Dari cara nya menyerang sepertinya dia paham bela diri.” Ujar Alhen dengan tatapan kosong.
“Kau sepertinya harus pakai cara yang biasa kau gunakan untuk menghabisi orang-orang tertentu bos. Tidak bisa main hiaaat,,hiaaat.. lalu mati mah ini!” ujar Jhon.
“Sepertinya benar Jhon!” Sambung Alhen, tidak menyangka kalau Elisa bisa bela diri seperti itu.
Dan rasa takut cewek itu seperti nya juga tidak ada. “Pantas saja dia berani menampar ku dan menyiram ku kemarin di taman.” Gumam Alhen pelan.
Kini Alhen sadar kalau target nya bukan lah seorang gadis lemah yang bisa segera dia antarkan ke akhirat.
“Jadi sekarang bagaimana?” tanya Jhon.
“Kita ikuti saja dia. Kita lihat kemana dia. Begitu ada kesempatan kita habisi.”Ujar Alhen.
“Tidak perlu rencana khusus atau gimana gitu bos?” tanya Jhon lagi.
“Perlu, tapi -tunggu dulu! Kenapa tadi kau tidak ada mengatakan pada ku kalau ni cewek bisa bela diri??” tiba-tiba saja Alhen teringat tadi Jhon tidak ada menginformasikan hal itu pada nya.
“Ya.. karena memang tidak ada bos. Di data mana pun milik nya, memang tidak ada tertera kalau dia bisa bela diri atau pun pernah mengikuti cabang bela diri apapun.” Jhon memberikan pembelaannya.
“Kalau begitu dari mana dia bisa bela diri seperti itu?” tanya Alhen pada Jhon.
“Youtube kali bos.” Jawab Jhon asal.
“Masa iya lewat youtube aja bisa sepaham itu?” Alhen jadi ragu dengan jawaban yang Jhon berikan.
“Ya sudah, kita ikuti saja dia. Pelan-pelan, Jangan sampai ketahuan.”Ujar Alhen.
“Kau yakin naik mobil bos?” tanya Jhon.
“Kalau gak naik mobil, lantas naik apa lagi??” tanya Alhen pada Jhon.
“Tapi seperti nya dia jalan kaki bos! Gak naik kendaraan apapun.” Jawab Jhon.
“Benarkah? Jalan kaki? Gadis sepertinya jalan kaki?” Alhen benar-benar tidak percaya kalau Elisa akan berjalan kaki.
“Benar bos. Dia masuk ke arah keluar dari kampus, tapi sepertinya tujuan nya adalah pujasera yang ada disekitar area ini.” Jhon langsung memperlihatkan map posisi Elisa saat ini.
“Kalau begitu aku akan turun. Kau parkir jangan jauh-jauh dari tempat itu.” Perintah Alhen.
“Apa tidak sekalian bawa racun bos? Mana tahu kau bisa menyusupkan racun ke makanannya.” Saran Jhon. Lama bersama Alhen, otak komputer Jhon mulai tercemari.
“Kau benar juga! Aku akan gunakan kesempatan ini untuk meracunnya. Di tempat sebesar itu maka akan sulit untuk membongkar pelaku nya.
Alhen pun mengambil stok racun yang dia dapat dari Saka dan memasukkan botol racun itu ke dalam saku nya.
"Makanlah yang banyak Elisa .. karna ini akan jadi hari terakhir kali nya kau makan makanan di dunia ini." Seru Alhen tersenyum puas.
Alhen pun turun dari mobilnya dan mengejar Elisa. Tapi tentu saja Alhen tetap menjaga jarak dari Elisa. Jangan sampai Elisa sadar dia ada di belakang.
"Marker Jhon..." Pinta Alhen dan tidak lama sebuah masker pun keluar dari sebuah celah di dashboard mobil nya
"Thanks..." jawab Alhen.
***
Sajeen jangan lupa Besitieee.. pastikan kamu booming like dan komen...serta vote dan gitf!! Biar kak Upe semangat nulis nye