"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siraman Untuk Penganggu
Sebelum membaca, jangan lupa mampir ke karya baru author yang liris jam setengah 11 hari ini!!!!
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Logan seraya menatap Athena yang mendekatinya.
"Makan malam. Kau belum makan, aku tidak mau ada tambahan pasien yang sakit." Ujar Athena menyerahkan semangkuk Risotto.
"Kau membeli nya?"
"Makan saja. Itu tidak ada racunnya. Aku tidak sebodoh itu untuk memberikan mu racun di saat seperti ini." Seketika mata Logan membola dan menatap Athena dengan tajam.
"Jangan menatapku begitu. Aku kan sudah bilang, tidak ada racun atau apapun. Tidak percaya?" Athena mengambil sendok dan mengambil sedikit Risotto di depannya dan memakan nya.
"Lihat? Aku baik-baik saja. Tidak ada bahaya. Tapi kalau kau tidak mau, ya sudah. Untukku saja, aku...."
"Setelah memberikan kepada seseorang kau mengambil nya lagi? Apa itu baik?"
"Banyak gaya, ini! Makanlah!" Athena kembali meletakkan mangkuk Risotto itu dan melanjutkan membersihkan wajahnya. Baru saja Athena mengambil kapas dan bersiap mendaratkan di wajah, dia justru melihat Logan yang hanya duduk tenang menatap nya tanpa berniat menyentuh makanannya.
"Ada apa lagi? Kenapa belum makan juga? Apa kau ingin mommy datang dan bertengkar dengan ku karena tidak memberikan putranya makan?"
"Suapi aku."
"Hah?" Tanya Athena, dia memastikan telinga nya tidak salah dengar.
"Kau bilang apa?" Tanya Athena kembali.
"Suapi aku, tanganku rasanya lemas sekali." Ujar Logan memperagakan tangannya yang terkulai di atas meja. Manik Athena berkedip-kedip menatap nya.
Melihat tidak ada respon dari Athena, Logan mencoba menggerakkan tangannya. Mengambil sendok di samping nya dan....
"Cukup! Aku saja, kau membuat keadaan menjadi berisik." Athena menghela napas mengambil sendok yang Logan jatuhkan.
"Itu sudah kotor....."
"Belum Iima menit! Ini masih bersih, hanya perlu dilap sedikit dan.... Siap untuk dipakai! Buka mulutmu!" Ujar Athena.
"Itu kotor Athena! Tidak mau! Tolak Logan."
"Ok, aku ambilkan yang baru." Athena melangkah kecil menjauh sedikit dari Logan dengan sendok ditangannya. Dia menatap Logan sejenak yang memunggunginya seperti anak kecil yang sedang merajuk.
"Ingin sendok baru? Ini, sendok barunya." Tanpa diduga, Athena memberikan j1latan pada sendok itu sehingga basah dan mengkilap. Athena kembali berbalik mendekati Logan. "Ini, sendok barunya.
"Sekarang buka mulutmu." Logan langsung menurut.
"Enak kan?"
"Lumayan." Jawab Logan, Athena m3ndesah kecil seraya menyuapi Logan. Kalau dipikir-pikir, kenapa juga dia mau melakukan nya. Oh tidak! Dia hanya tidak ingin ada masalah sekarang, dia benar-benar lelah sekali. Tubuhnya terasa sangat lelah setelah melewati perjalanan panjang. Dia tidak ingin ada keributan sekarang.
"Sudah, sekarang minumlah." Saat tangan Athena dan Logan bersentuhan. Wanita itu tersentak, bukan karena hal lain. Tapi dia merasakan suhu tubuh Logan lebih hangat darinya.
"Kau demam?" Athena langsung memeriksa kening Logan.
"Kau demam!"
"Aku hanya lelah, nanti juga sembuh." Ujar Logan mencoba merebahkan tubuhnya.
"Kau pergilah. Aku ingin istirahat." Seharusnya Athena marah, tapi dia merasa harus merawat Logan.
"Kalau terjadi sesuatu padanya itu juga buruk bagiku." Athena mengambil air hangat dan kain ke dalam kamar.
Dengan telaten, Athena melepaskan kemeja Logan yang kusut. "Aku bukan Athena yang mudah tergoda lagi." Ujarnya pada diri sendiri saat bertemu dengan pemandangan indah bagian atas Logan yang sempurna.
Athena mencelupkan kain ke dalam air hangat yang dibawanya dan mengompres dahi, ketiak dan lipatan lengan Logan secara bergantian.
"Tidak begitu tinggi." Athena melihat termometer yang selesai memeriksa suhu tubuh Logan.
"Dasar, kau bisa tumbang juga ternyata. Menyebalkan, pemarah. Tapi aku juga seperti mu, tapi sekarang kau sedang lemas, jadi aku tidak akan menganggu mu. Sembuh lah cepat, supaya aku bisa kembali berdebat dan membuat mu kesal!"
"Wah, lihat! Siapa yang datang?"
"Aku mau bertemu Logan!"
"Eits! Tidak sopan sekali. Kau ingin melihat suami orang tanpa izin dari istrinya?"
"Aku tidak ingin berdebat. Aku ingin bertemu dengan Logan....."
"Aku tidak izinkan! Lagipula suamiku sedang sakit. Dia baru saja istirahat."
"Kau bohong!"
"Bohong? Untuk apa? Kau datang seperti ini dan mencoba menerobos masuk ke kamar ku. Kau pikir kau siapa?"
"Aku hanya ingin bertemu dengan Logan."
"Dan aku tidak izinkan! Jadi pergilah, sebelum aku memberikan mu pelajaran!"
"Hanya karena menjadi istrinya bukan berarti kau bisa.... Haah!" Wajah Miranda seketika basah kuyup.
"Air hangat ini untuk membuat mu sadar kalau suamiku sedang sakit! Jadi pergilah!"
"Kau menganiaya diriku?"
"Aku akan laporkan pada Tante Jennifer."
"Ya, laporkan saja! Aku tunggu!" Miranda pergi dalam keadaan basah kuyup.
"Akhirnya, dia menampakkan dirinya juga. Kau ingin membuat laporan? Kita lihat siapa yang akan dilaporkan!"
Bersambung.....
Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰 🙏 🥰