NovelToon NovelToon
Aku Dia Dan Dirimu

Aku Dia Dan Dirimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang / Nikah Kontrak
Popularitas:2.7k
Nilai: 5
Nama Author: Erny Su

"Aku tidak pernah memaksa siapapun untuk mencintai ku, dan jika pun cinta segitiga ini tetap harus berlanjut maka aku akan pastikan bahwa aku akan menjadi pemenang nya. apapun yang terjadi nantinya." ucap Daisy yang sudah putus asa karena tidak bisa melepaskan diri dari cinta yang terus membelenggu nya.

Dengan luka dan tetes air mata gadis cantik itu melanjutkan langkahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erny Su, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Daisy pun langsung mengunci seluruh pintu yang memang terkunci secara otomatis dan dia hanya memastikan semuanya aman sampai saat ia berada di lantai dua dimana kamar nya berada.

Daisy tidak menangis, tidak juga melamun, dia langsung berbaring di atas ranjang empuk miliknya karena sudah merasa lelah dan tidak lama akhirnya matanya terpejam.

Sampai keesokan paginya, Daisy baru bangun dan dia sudah tidur selama hampir lima belas jam sejak kepergian Aksa sore kemarin.

Daisy pun langsung bersiap untuk pergi ke kuliah, keadaannya sudah jauh lebih baik saat ini bahkan dia sudah sarapan dengan sepotong tempe satu telur rebus yang dicocol dengan madu murni.

Setelah itu dia pun minum susu, sarapan sehat kaya akan vitamin dan probiotik pun sudah mengisi perut ratanya ini, Daisy yang kini sudah membawa tas dan juga kunci mobilnya itu pun sudah berada di garasi, diantara tiga mobil mewah yang tersisa dan salah satunya adalah pemberian sang ayah yang kini entah dimana.

Bahkan mobil itu masih terbalut pita dan Daisy tidak sekalipun menyentuh nya, Daisy menggunakan mobil sang Mama yang selama ini sering digunakan nya untuk berpergian dengan sopir nya.

Daisy pun menutup pintu garasi setelah mobil terparkir di luar garasi dan tidak lupa untuk mengunci nya.

Daisy pun langsung bergegas pergi meninggalkan rumah menuju kampus, sepanjang perjalanan dia fokus pada jalanan, Daisy tidak memikirkan apapun seakan tidak pernah terjadi apa-apa.

Sampai saat dia berhenti di pom bensin, dia yang hendak mengisi bensin pun memarkirkan mobilnya di sana tapi dia pergi keluar terlebih dahulu dan memasuki toko orange dengan terburu-buru dan hanya sepuluh menit dia kembali lagi ke mobil yang kini dia masuki dan Daisy pun ikut mengantri untuk isi bensin.

Saat giliran mobil Daisy, tiba-tiba tatapan Daisy bertemu dengan tatapan mata pria yang kemarin mendatangi nya, mereka sama-sama sedang isi bensin tapi di jalur yang berbeda.

Gadis cantik itu pun langsung mengalihkan pandangannya dari pria tampan yang kini terlihat sangat gagah dengan kacamata hitam nya yang bertengger di hidung mancung nya itu.

Daisy pun langsung memberikan card miliknya dan tidak lama bergegas pergi lebih dulu dari mobil Aksa.

Daisy tetap mencoba untuk fokus pada jalanan saat ini, karena dia tidak ingin mengalami masalah dijalan.

Dan tidak lama dia pun tiba di parkiran kampus, mobilnya terparkir cantik ditempat biasanya, suasana kampus masih sedikit sepi mungkin karena Daisy datang terlalu pagi dari biasanya.

Gadis cantik itu memutuskan untuk berdiam diri dulu di dalam mobil sampai saat ketikan terdengar samar-samar dari jendela mobil nya.

Daisy melirik kearah pintu dan membuka sedikit kaca jendela mobil nya itu, tatapan mata nya kembali bertemu dengan pria yang tadi bertemu dengan nya di pom bensin.

"Keluar,"ujar pria tampan itu dengan wajah datar nya.

"Maaf tuan saya tidak punya urusan apapun dengan anda,"ucap Daisy pelan.

"Saya tidak suka dibantah, keluar."ucap nya lagi dengan nada perintah.

Daisy pun langsung menghela nafas panjang kemudian ia keluar dari dalam mobil nya."Apa yang sebenarnya anda inginkan tuan, saya tidak"ucapan Daisy terhenti saat Aksa menarik tangan nya dan pergi begitu saja meninggalkan dua mobil milik mereka di parkiran kampus.

Aksa membawa Daisy menuju ruang dosen tanpa melepaskan genggaman tangan nya yang semakin erat di pergelangan tangan Daisy yang kini terus berusaha untuk melepaskan nya.

"Kamu harus bantu saya untuk menyelesaikan semuanya saat ini juga karena saya tidak punya waktu lagi untuk mengurus semuanya."ucap Aksa yang kini membuat Daisy tidak mengerti.

Gadis cantik itu pun bertanya."Apa yang harus saya urus tuan?"ujar Daisy.

"Pernikahan kita."ujar Aksa asal hingga langkah Daisy terhenti saat itu juga.

"Kenapa berhenti, ayo jalan saya rasa kamu tidak bodoh."ucap Aksa dingin.

Sampai saat mereka tiba di sebuah ruangan yang merupakan ruangan dosen,"Aksa kau disini, dan lihat kenapa kau datang bersamanya?"ujar seorang dosen yang merupakan anak dari pemilik gedung kampus tersebut.

"Aku datang untuk mengurus perpindahan kuliah Jeny, dan aku ingin kau mengurus nya dengan cepat, dan jika bisa sekalian dengan dia."ucap Aksa.

"Apa-apaan ini tuan, saya tidak akan pindah kuliah sekalipun orang lain memintanya."ujar Daisy tegas.

"Hmm...satu persatu bro."ucap pria bernama Kenzie.

"Urus punya Jeny dulu, aku akan menunggu nya di sini."ucap Aksa yang terlihat begitu akrab dengan pria yang juga memiliki ketampanan dengan porsi yang berbeda itu.

"Daisy apa kamu sudah lama mengenal nya?"ucap Kenzie yang kini menatap kearah tangan Daisy yang digenggam erat oleh Aksa.

"Kami akan menikah dalam waktu dekat,"ujar Aksa yang kini membuat Daisy langsung menyangkal nya.

"Tidak prof, kami bahkan tidak saling kenal."ucap Daisy yang kini membuat Aksa semakin mengeratkan genggamannya hingga Daisy meringis kesakitan dan Kenzie pun langsung berkata.

"Jangan paksa anak gadis orang bro, kasihan dia."ucap Kenzie lagi.

"Aku tidak memaksanya dan kami saling mencintai, tapi dia selalu menghindar dariku dengan alasan tak jelas."ucap Aksa yang kini melonggarkan genggaman tangannya, sementara Kenzie pria itu fokus pada laptopnya.

"Daisy sepertinya kamu ada kelas pagi ini dan tinggal beberapa menit lagi."ucap Kenzie yang kini membuat Daisy mengangguk.

"Pergilah sebelum terlambat." ucap Kenzie lagi yang sebenarnya ingin menyelamatkan gadis cantik itu dari teman kuliah sekaligus teman masa kecil.

"Terimakasih prof,"ujar Daisy yang akhirnya bisa melepaskan diri dari Aksa kini menatap tajam kearah Kenzie.

"Babe aku akan menjemputmu nanti ingat jangan keluyuran."ucap Aksa dengan tegas.

Sementara Daisy bahkan tidak melirik kearah Aksa, dan kini Kenzie kembali berbicara pada Aksa.

"Bro, jangan sampai kau menyakiti gadis baik-baik itu dengan menempatkan dia diantara kau dan calon istri mu itu."ucap Kenzie.

"Aku tidak mencintai calon istri ku, dan aku mencintai nya, apapun yang terjadi dia harus menjadi milik ku."ucap Aksa tegas.

"Oh my God, lalu apa yang akan kau lakukan saat ini?"ucap Kenzie.

"Bantu aku untuk bisa membuat dia bergantung padaku."ucap Aksa.

"Hmm... sepertinya itu akan sangat sulit mengingat dia bukan gadis murahan yang selama ini sering kita temui."ucap Kenzie.

Obrolan mereka pun berakhir setelah Kenzie selesai mengurus surat pindah untuk Jeny saat ini dibantu oleh asisten nya sehingga Aksa tidak perlu lagi bersusah payah untuk mengurus semuanya itu.

Sampai saat Kenzie mengantar Aksa untuk melihat dimana gadis yang sangat ia cintai berada. Daisy yang tengah fokus pada mata kuliahnya saat ini pun seketika langsung menghela nafas berat kemudian ia hembuskan sambil kembali fokus pada dosen pengajar yang kini tengah menyampaikan materi tersebut.

Sementara Kenzie hanya bisa geleng-geleng kepala kemudian menepuk bahu Aksa yang kini pergi mengikuti langkah Kenzie.

Aksa pun kembali berkata."Tolong jaga dia dari para mahasiswa yang ingin mendekatinya."ucap pria tampan itu.

"Apa kau fikir aku bodyguard nya, tapi baiklah asalkan bayaran nya jauh lebih besar dari yang tadi."ujar Kenzie.

Aksa langsung menatap tajam kearah pria yang kini terkekeh kecil di hadapan."Kau sudah terlanjur kaya masih juga butuh sumbangan?"ujar Aksa yang kini melirik kearah Daisy.

"Semua ini milik orang tua ku, dan aku akan ditendang dari kartu keluarga kalau aku tidak menikah dengan pilihan mereka."ucap Kenzie.

" Berarti kita senasib."ucap Aksa.

"Tidak kau masih punya banyak pilihan karena kau punya banyak harta peninggalan mommy mu."ucap Kenzie.

"Itu untuk istri tercinta ku."ucap Aksa sambil menunjuk kearah Daisy.

"Kau yakin dia cinta terakhir mu, kurasa Tiana jauh lebih baik dari nya dalam segala hal."ucap Kenzie.

"Aku tidak menginginkan dia, oh iya tolong batalkan seminar yang diadakan di luar kota, jangan biarkan istriku ikut kesana karena aku tidak ingin pertunangan itu berjalan dengan lancar."ucap Aksa.

"Apa kau gila, kau ingin mengorbankan dia? "ujar Kenzie.

"Setidaknya sampai daddy mengganti calon tunangan dan istriku nantinya, aku tidak suka pada Tiana."ujar Aksa yang kini melirik kearah Daisy untuk terakir kalinya sebelum dia pergi.

"Aku tidak setuju, jangan biarkan gadis baik seperti dia menjadi tumbal atas penolakan mu itu."ucap Kenzie.

"Kau lihat saja nanti."ucap Aksa yang pergi bersama Kenzie yang kini sengaja mengantar Aksa sampai ke parkiran.

Sementara Daisy baru menyelesaikan merangkum materi pelajaran hari ini, gadis cantik itu pun bubar dari jam pertama di kelas nya hari ini dan kini dia berada di kantin kampus.

Daisy benar-benar merasa kesepian saat ini karena Jeny tidak ada lagi bersama nya, dia teringat akan Tiana, dia pun mengirim pesan pada sahabatnya itu untuk bertemu sore ini.

Tidak lama dia pun mendapatkan balasan atas pesanan nya dari Tiana yang kini mengajak dia untuk mengantar dia ke butik.

Daisy pun menyetujui hal itu tanpa bertanya akan ada acara apa hingga temanya meminta ditemani untuk ke butik ternama itu.

Daisy pun langsung memesan makanan berkuah pedas saat ini seperti bakso dan juga dimsum yang dia cocol dengan saus pedas.

Disaat sepi seperti ini Daisy seakan ingin menangis, tidak hanya kesepian karena sang Mama sudah tiada, tapi sekarang bahkan sahabat terdekatnya sudah tidak ada disisinya begitu juga dengan Tiana yang mungkin tidak akan pernah lagi bertemu dengan nya setelah dia resmi menjadi istri dari Aksa nanti karena Aksa akan membawa dia tinggal di luar negeri sana.

Daisy tidak bertanya pada Tiana karena Aksa tidak mungkin salah bicara, jelas-jelas dia bilang akan menikah dengan Tiana sahabat Daisy dan Jeny.

Dia begitu anteng menikmati makanan berkuah pedas itu, sampai saat teman-teman nya berbicara tentang Fathan yang kini tidak lagi kuliah disana, padahal sebentar lagi pemuda itu lulus kuliah.

Daisy merasa bersalah atas keadaan pemuda itu, saat ini dia sadar bahwa semua itu berasal dari dirinya yang telah menolak Fathan setelah sekian lama pemuda itu mengejar cinta nya.

Daisy ingin berbicara pada Aksa siapa tau Aksa bisa membantu nya untuk membebaskan Fathan dengan cara apapun dia tidak ingin masa depan Fathan hancur begitu saja.

Mungkin itu bukan tangung jawabnya, tapi setidaknya dia harus mencoba untuk menolong Fathan semampunya.

Daisy pun menyudahi makan siang nya itu dan kembali untuk mengikuti kelas di jam kedua, hari ini terasa sedikit melelahkan bukan karena dia belajar lebih lama, tapi karena hidup nya yang terasa hampa.

Sampai saat jam kuliah berakhir Daisy pun bubar dari kelas nya, dia bergegas pulang dengan mobil sang Mama, karena setelah tiba di rumah nanti Daisy harus segera bersiap untuk pergi bersama Tiana.

Hari ini tidak ada jadwal bersih-bersih rumah karena rumah nya masih sangat bersih dan rapi, hanya saja cucian kotor miliknya sudah memenuhi keranjang cucian, rencananya dia akan mencuci sepulangnya dari butik nanti.

Daisy yang tiba di rumah pun langsung merapihkan barang-barang nya termasuk peralatan belajar nya di rak khusus, setelah itu ia pun langsung menuju kamar mandi dan mengisi bathtub-e nya dengan air hangat dan juga sabun aroma terapi yang ternyata sudah hampir habis, Daisy pun memeriksa seluruh perlengkapan mandi nya yang ternyata sudah hampir habis karena selama ini selalu ada yang menyiapkan semuanya itu, tapi sekarang tidak ada siapapun yang menyiapkan nya selain dirinya.

Daisy pun bergegas membersihkan diri rencananya dia akan berbelanja kebutuhan rumah setelah selesai bertemu Tiana nanti.

Daisy pun mengingat bahwa kartu ATM yang diberikan oleh sang papah masih ada di tangan nya, dia akan menggunakan itu, tidak peduli dianggap munafik tapi yang jelas dia harus bisa bertahan hidup sampai lulus kuliah nanti.

Setelah merasa cukup rileks dan fresh Daisy pun menyudahi mandinya itu, dan dia langsung bergegas masuk kedalam walk-in closed untuk berpakaian.

Sore ini Daisy menggunakan dress berwarna Nevi, dress yang hanya sebatas lutut dengan lengan tiga perempat itu pun terlihat sangat cocok di tubuh langsing nya itu.

Dia pun meraih laci penyimpanan yang merupakan tempat dimana dia menyimpan barang-barang berharga nya itu, dia meraih card pemberian sang papah yang nominalnya tidak sedikit itu, ada satu miliar saldo yang terdapat didalamnya.

Daisy akan berbelanja kebutuhan nya saat ini, dia tidak akan menggunakan tabungan miliknya peninggalan sang Mama.

Dia pun berangkat dengan mobil pribadi nya yang juga dibelikan oleh tuan Wijaya waktu itu.

Daisy pun kembali fokus pada jalanan sampai saat ia tiba di butik tersebut, dan saat dia turun dari mobil dia disambut Tiana yang sudah mengirim pesan pada Daisy bahwa ia sudah sampai di tempat tersebut.

Sampai saat Daisy dan Tiana berpelukan, tatapan matanya tidak sengaja bertemu dengan pria yang tadi pagi membuat dia kesal di kampus nya.

Ternyata benar Aksa dan Tiana akan segera menikah."Dy apa kamu baik-baik saja?"ujar Tiana yang menatap lekat wajah cantik Daisy.

1
Rosdiana Rosdiana
msh ada lanjutannyakh tor?
Syamsiar Samude
bingung ceritaxthor knpa Aksa dibikin jatuh hati sama daesy pdhl sdh mw brtunangan malas rasax lanjut baca bila sll bikn greget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!