NovelToon NovelToon
Mendapatkan Hati Sang Antagonis

Mendapatkan Hati Sang Antagonis

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Tamat
Popularitas:448.8k
Nilai: 5
Nama Author: sang senja

Karya pertama ku. jangan ada plagiat di antara kita❌❌❌


Apa jadinya, jika sang putri mafia, bertransmigrasi ke dalam sebuah novel cinta remaja. Menjadi tokoh figuran sebagai sahabat sang Antagonis wanita.
Yang akan mati di bunuh oleh sang Antagonis pria.
Sang antagonis pria, yang di gambar kan sangat terobsesi dengan sang protagonis wanita.
Dia yang akan membunuh sang antagonis wanita beserta kedua sahabat nya.
Namun sang Antagonis pria pun mendapat kan akhir yang buruk.
Mampu kah sang penjelajah waktu ini, merubah alur novel asli?
Atau, dia akan mati sama seperti di novel yang pernah ia baca?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi gagal

Hari itu, Ardiansyah bertekad untuk mengunjungi kediaman sahabatnya. Tentu saja, tujuan kedatangannya bukan sekadar bersilaturahmi. Ia juga ingin mencari celah untuk mencelakai Amelia.

Kedatangan Ardiansyah disambut hangat oleh Sean. Saat mereka melewati ruang keluarga, pandangan Ardiansyah langsung tertuju pada sosok yang selama ini ingin ia singkirkan.

Amelia.

Gadis itu sedang asyik menonton serial drama Tiongkok favoritnya. Di atas meja tersedia berbagai macam camilan yang menemaninya bersantai. Ia tampak begitu menikmati waktunya hingga sama sekali tidak menyadari kehadiran Ardiansyah.

Melihat pemandangan itu, Ardiansyah tersenyum sinis. Kilatan rasa muak dan jijik melintas di matanya.

"Hidupmu saat ini mungkin terasa menyenangkan."

"Berhasil memainkan drama murahanmu hingga Sofia diusir dari rumah ini."

"Tapi kita lihat sampai kapan kau bisa bersantai seperti itu."

"Karena malaikat mautmu akan segera datang menjemput."

Gumaman itu hanya terdengar di dalam hatinya.

Setelah itu, Ardiansyah berlalu begitu saja mengikuti Sean menuju kamar.

Namun tanpa ia sadari, Amelia menangkap kilatan jahat yang sempat tertuju padanya.

Sebagai putri seorang mafia, Amelia sudah terbiasa hidup di tengah ancaman. Sejak kecil, ia dilatih untuk peka terhadap lingkungan sekitar, terutama terhadap sesuatu yang berpotensi mengancam nyawanya.

Matanya sedikit menyipit.

"Siapa lelaki itu?"

"Kenapa aura membunuh yang ia keluarkan begitu kuat?"

Ia mencoba mengingat-ingat.

Namun tidak ada satu pun memori milik pemilik tubuh yang mengenal pria tersebut.

"Tidak ada ingatan tentang dia."

"Tapi aku yakin. Aura yang ia keluarkan tadi adalah aura membunuh."

Amelia mengalihkan pandangannya ke arah punggung Ardiansyah yang semakin menjauh.

"Apa dia Ardiansyah?"

"Malaikat maut yang menyebabkan kecelakaan itu?"

Semakin dipikirkan, semakin masuk akal.

"Kalau benar dia..."

"Sial sekali hidupku."

"Malaikat mautku ternyata berada sangat dekat dan bebas berkeliaran di sekitarku."

"Pantas saja kecelakaan itu bisa terjadi dengan begitu sempurna."

Amelia tersenyum tipis.

"Sepertinya aku harus lebih berhati-hati."

*

*

*

Sore harinya, rumah keluarga Sudibyo terasa sangat sepi.

Bagaskara masih berada di kantornya. Sementara sang istri masih sibuk mengurus butik miliknya.

Sean berada di kamar, berkutat dengan tugas-tugas kuliahnya.

Sedangkan Amelia juga sedang berada di kamarnya.

Di saat yang sama, Ardiansyah berdiri di dapur.

Kebetulan seorang pelayan sedang melintas sambil membawa nampan berisi potongan buah dan segelas jus stroberi.

"Mbak, itu untuk siapa?" tanya Ardiansyah basa-basi.

"Oh, ini untuk Non Lia, Den," jawab pelayan itu sopan.

"Oh begitu."

Ardiansyah tersenyum ramah.

"Mbak, boleh minta tolong?"

"Tolong ambilkan saya minum dulu. Saya benar-benar haus."

Pelayan itu tampak ragu.

"Mohon tunggu sebentar, Den. Saya antar pesanan Non Lia dulu, ya."

"Sebentar saja, Mbak."

"Saya benar-benar haus."

"Tolong, ya."

Setelah berpikir sejenak, pelayan itu akhirnya mengangguk.

"Baiklah, Den."

Ia pun meletakkan nampan di atas meja sebelum berjalan menuju area dapur untuk mengambilkan minuman.

Begitu pelayan itu menghilang dari pandangan, ekspresi Ardiansyah langsung berubah.

Cepat-cepat ia mengeluarkan sebungkus bubuk kecil dari saku celananya.

Dengan gerakan terlatih, ia menuangkan bubuk tersebut ke dalam jus stroberi milik Amelia.

Bubuk itu langsung larut tanpa meninggalkan jejak.

Ardiansyah segera menjauh dan berpura-pura tidak melakukan apa pun.

Beberapa saat kemudian, pelayan tadi kembali membawa segelas minuman untuknya.

"Ini, Den."

"Terima kasih."

Pelayan itu mengangguk lalu kembali mengambil nampan berisi buah dan jus sebelum mengantarkannya ke kamar Amelia.

Melihat punggung pelayan yang menjauh, Ardiansyah menyeringai puas.

Kali ini, Amelia tidak akan bisa lolos.

*

*

Sementara itu, di dalam kamar.

Amelia sedang membuka sebuah album foto lama.

Ia memperhatikan satu per satu foto yang tersimpan di dalamnya.

Yang menarik, jumlah foto pemilik tubuh bersama kedua sahabatnya jauh lebih banyak dibandingkan foto bersama keluarganya sendiri.

Amelia menghela napas pelan.

Dari ingatan yang ia dapatkan, keluarga Sudibyo memang terlalu mengabaikan putri mereka.

Seburuk apa pun sifat pemilik tubuh sebelumnya, gadis itu tidak pantas menerima perlakuan sedingin itu.

Mungkin jika kecelakaan tersebut tidak pernah terjadi, keluarga itu tidak akan pernah menyadari kesalahan mereka.

Tok!

Tok!

Tok!

"Permisi, Non."

"Saya mengantarkan pesanan yang Non minta."

Suara pelayan terdengar dari balik pintu.

"Masuk saja, Bik."

"Tolong taruh di meja."

"Baik, Non."

Pelayan itu meletakkan nampan lalu keluar kembali.

Amelia tersenyum kecil.

Meski dikenal manja dan suka membuat masalah, Amelia asli selalu diajarkan untuk menghormati orang lain.

Status sosial tidak pernah menjadi alasan baginya untuk merendahkan seseorang.

Karena itu pula para pelayan di keluarga mafia sangat menyayanginya.

Saat Amelia hendak mengambil gelas jus stroberi tersebut, hidungnya langsung menangkap aroma yang tidak biasa.

Gerakannya berhenti.

Matanya menyipit.

Lalu perlahan sebuah senyum sinis muncul di wajahnya.

"Heh..."

"Bocah kemarin sore."

"Mau bermain-main dengan kakak?"

Amelia mengangkat gelas itu dan mengamatinya.

"Dia tidak tahu kalau aku sudah ahli mengenali racun sejak kecil."

"Meski aromanya sudah sangat samar."

Ia terkekeh pelan.

Bagaimana mungkin Amelia tidak ahli?

Kakak keduanya adalah seorang dokter jenius yang terobsesi mengembangkan berbagai macam obat dan racun.

Sejak kecil, Amelia dipaksa mengenali ratusan jenis racun.

Bahkan kakaknya pernah membuat seorang pria lumpuh selama seminggu hanya karena berani menggandeng tangan adik kesayangannya.

Karena itulah kemampuan Amelia dalam mendeteksi racun berada jauh di atas orang biasa.

Bahkan racun yang tidak berbau dan tidak mengubah rasa sekalipun sering kali masih bisa ia kenali.

Menjadi putri tunggal keluarga mafia bukanlah hal yang mudah.

Sejak kecil, percobaan pembunuhan sudah menjadi bagian dari hidupnya.

Mulai dari makanan beracun, bom mobil, penembak jitu, hingga penculikan.

Semua pernah ia alami.

Dibandingkan itu semua, tindakan Ardiansyah terasa seperti permainan anak-anak.

Amelia kembali meletakkan gelas tersebut.

Matanya memancarkan kilatan licik.

"Jadi kau memilih menyerang lebih dulu, Ardiansyah."

"Sayangnya, kau memilih lawan yang salah."

Alih-alih membuang jus itu, Amelia justru mengambil ponselnya.

Ia memotret gelas tersebut dari berbagai sudut.

Setelah itu, ia mengambil kantong plastik bening dan menyimpan gelas tersebut dengan hati-hati.

Bukti.

Di dunia mafia, bukti adalah senjata paling berharga.

Dan Amelia tidak pernah menyia-nyiakan senjata yang sudah berada di tangannya.

Senyumnya semakin lebar.

"Tidak."

"Terlalu mudah kalau aku langsung membongkarnya."

"Permainan ini baru dimulai."

Amelia lalu mengambil jus lain dari kulkas mini di kamarnya dan sengaja meninggalkan gelas beracun itu di atas meja.

Ia ingin seseorang melihatnya.

Ia ingin Ardiansyah berpikir bahwa racunnya telah berhasil diminum.

Sore itu, Amelia berjalan turun menuju ruang keluarga.

Di sana Sean dan Ardiansyah masih duduk bersama.

Saat melihat Amelia muncul dengan wajah segar dan sehat, Ardiansyah langsung membeku.

Matanya melebar.

Wajahnya berubah pucat.

Tidak mungkin.

Seharusnya racun itu sudah bekerja.

Minimal Amelia akan terlihat pusing atau mual.

Namun gadis itu terlihat baik-baik saja.

Bahkan terlalu baik.

Amelia sengaja menatapnya beberapa detik.

Kemudian tersenyum manis.

Senyum, yang membuat bulu kuduk Ardiansyah meremang.

Karena untuk sesaat, ia merasa seolah sedang ditatap oleh seekor predator.

Bukan mangsa biasa.

Melainkan seorang pemburu.

1
Rosmianti
Amel jodoh yg lebih dewasa Thor CEO mgkn😁
Erna Ladi Yanti
mampir thor🙏
Indah Rahayuni
Ok
shesil
obsesi bukan opsesi
shesil
vila bukan fila
Sashimi Bee
kakak, klo ada bahasa asing baiknya dicek di kamus biar penulisannya benarrr 💪
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ: terimakasih saran nya Kaka 💕
total 1 replies
Restu
good
Restu
terimakasih thor ceritanya.👍👍
Restu
mampir'. thor
Hadi Mulyono
ceritanya bagus cuma agak lama berbelit .endingnya jg kurang pas agak ngambang .tp suka nikmati ceritanya
Hadi Mulyono
yg cewek foto Lusi yg cowok dilan wang
Hadi Mulyono
Amelia tunjukkan siapa dirimu sebenarnya
Hadi Mulyono
ayo sesama mafia bertemu ..blm tau Amelia anaknya mafia jg
Hadi Mulyono
benci banget SM Sofia ..ga tau diri
Dyta Kusnani
jujur crta awal nyampe akhir bagus bgt ,, TPI kok ending jelek ya ,, hrusnya ending nya pernikahan Amelia n Ardiansyah
cowettttttt
yg aku aneh itu sama otak cowok nya kan tau emang si Sofie bukan anak Mereke dan masih ortu ..klu d usir wajar ..atau kasih lah kemewahan sama si Ardi ini bukan malah mau harta org
cowettttttt
gila nya ini iklan d NT banyak banget sekarang
Siti Aisyah
/Puke/
Kikin
ok
Diana Wati
jujur aja alurnya bagus, tapi banyak banget typo dan tanda baca yg nggk sesuai, pengolahan katanya juga kurang. semoga untuk selanjutnya lebih bagus dan rapi lagi thor 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🍾⃝ s.sͩᴇᷞɴͧᴊᷡᴀͣ: terimakasih kaka atas masukannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!