NovelToon NovelToon
Noda Dan Luka

Noda Dan Luka

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Single Mom / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:189k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Sebuah Noda di masa lalu membuat Vania harus menanggung semuanya sendiri saat pria yang membuat Noda dan Luka dalam hidupnya itu memilih untuk pergi dan meninggalkan tanggung jawabnya. Vania benar-benar banyak berkorban. Hingga dia harus pergi jauh dari kota tempat tinggalnya dulu.

Sagara Werden pergi ke luar kota untuk menyiapkan resepsi pernikahan dan istrinya yang sempat tertunda. Namun dia harus di kejutan ketik bertemu dengan Wanita di masa lalunya yang pergi dan menghilang dari hidupnya tanpa memberi dia alasan yang jelas.

"Kau telah membuat Noda dalam diriku dan luka yang masih membekas sampai sekarang" Vania

"Aku mencarimu selama ini, tapi kenapa kau pergi begitu saja tanp memberiku kabar apapun?"

Entah apa yang sebenarnya telah terjadi di masa lalu. Semua jawabannya ada di Noda dan Luka... Jangan lupa Like komen di setiap chapter.. dan berikan bintang rate 5

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 #Hidupku Sudah Kacau Tanpamu#

Vania menatap anaknya yng terlelap, mengelus kepala anaknya dengan lembut. Vania mengingat hal yng terjadi tadi di ruko. Tentang Gara yng sudah mengetahui tentang keberadaan Gevin. Vania tidak akan siap jika suatu saat nanti Gara akan mengambil Gevin dari kehidupannya. Vania tidak akan yakin jika dia bisa hidup tanpa Gevin dalam hidupnya.

Ibu akan selalu menyayangi dan mempertahankan kamu agar tetap bisa berada disini, bersama Ibu.

Vania benar-benar tidak akan membiarkan Gevin diambil oleh Gara, meski Gara memang Ayah kandung Gevin.

Cup...

Vania mencium kening Gevin dengan penuh kasih sayang. "Ibu menyayangi Gevin, tetaplah bersama Ibu, Nak"

Vania  berlalu keluar dari kamar, menghampiri Ibu dan Jenny yang ada di ruang tengah. Vania ikut bergabung disana.

"Gevin sudah tidur Va?"

Vania mengangguk. "Sudah Kak,dia masih sedikit hangat tubuhnya, suhu tubuhnya belum benar-benar kembali normal. Barusan dikasih obat lagi"

"Tadi siang Gevin terus menanyakan Ayahnya Va, seolah dia punya firasat jika Ayahnya memang berada disini"

Ucapan Ibu  benar-benar membuat Vania semakin bingung saja. Dia tidak mungkin memberi tahu Gevin jika Ayahnya memang sudah berada di kota ini. Karena dengan begitu, sama saja Vania telah menyerahkan Gevin pada Gara. Sementara dia tidak bisa jika Gevin harus pergi dari hidupnya dan akan diambil oleh Gara.

"Apa tidak sebaiknya kamu beri tahu Gevin tentang Ayahnya Va? Setidaknya Gevin tidak akan terus bertanya tentang Ayahnya jika dia telah bertemu dengan Ayah kandungnya"

Vania menghela nafas berat, lalu dia menggeleng pelan. "Aku hanya takut jiks nanti Gevin akan dibawa oleh Ayahnya, Kak. Karena aku tidak akan pernah siap untuk kehilangan Gevin"

"Tapi setidaknya Gevin akan tahu siapa Ayahnya. Kalau pun nantinya Ayah Gevin akan mengambil Gevin dari kamu. Semuanya tergantung Gevin, tapi aku rasa Gevin juga tidak mungkin mau meninggalkan kamu. Dia sangat menyayangimu"

Vania tidak menjawab apapun, dia hanya sedang bingung saat ini. Tidak tahu akan seperti apa jika Gevin mengetahui tentang keberadaan Ayahnya. Mungkinkah Gevin tetap akan memilih Vania dan tidak akan meninggalkan Vania hanya demi bisa tinggal bersama Ayahnya.

Semalaman Vania benar-benar tidak  bisa tidur. Dia terus memikirkan tentang Gevin dan Gara. Hinggapagi ini dia kembali ke toko bung untuk bekerja, dia menjadi kurang bersemangat dalam bekerja.

Jenny datang satu jam lebih telat karena dia yang baru membeli bunga-bunga baru dari perkebunannya langsung. "Vani, mobil yang membawa bunga pesanan Nona Yunita akan segera datang kesini,  kamu ikut ya untuk memastikan bunga sampai dengan aman. Dan Nona Yunita juga meminta untuk kamu sekalian merangkai bunga itu dan memasangnya. Tenang saja, dia memberikan tips tambahan kok"

Vania menghela nafas pelan, dia lupa jika hari ini adalah acara resepsi pernikahan Gara dan istrinya. Dan kenapa harus dia juga yang terlibat diacara  resepsi ini. Kenapa mereka harus memesan bunga dari toko ini. Rasanya Vania sangat ingin menyalahkan takdir pertemuannya dengan Gara di waktu yng seperti ini.

"Kak, apa tidak bisa Kakak saja yang mengantarknnya. Aku sedikit tidak enak badan, takutnya akan memuat kacau nanti karena pkerjaanku yang tidak benar"

"Ohh, kamu sedang tidak enak badan, yaudah tidak papa biar aku saja yang mengantar bunganya. Kamu istirahat saja disini sambil menjaga toko"

Besyukur karena Jenny yang begitu baik dan mengerti keadaan Vania. Membuat Vania bisa lolos hari ini agar tidak bertemu dengan Gara ataupun istrinya.

Maafkan aku Kak, karena sudah membohongimu.

Akhirnya Jenny yang pergi untuk mengantar bunga.Sampai di tempat lokasi acara, Jenny langsung menurunkan bunga-bunga segar pesanan Yunita waktu itu. Lalu dia masuk dan mencari Yunita untuk menanykan rngkaian bunga seperti apa yng di inginkan custemer nyaini.

"Maaf Nons, itu bunganya sudah sampai dan ingin dirangkai seperti apa dan akan di pasang dimana?"

Yunita yang sedang merangkul lengan suaminya langsung menoleh pada Jenny dan tersenyum padanya. "Ohh sudah sampai ya, yaudah kamu rangkai saja llau dipasang si setiap sudut ruangan"

"Baik Nona kalau begitu, saya akan segera melakukannya"

Gara menatap pada Jenny, lalu menatap ke belakang gadis itu. Berharap jika Vania akan muncul disana. "Kau datang sendiri?"

Jenny beralih menatap Gara, lalu dia mengangguk. "Ya,Tuan saya datang sendiri. Teman saya sedang tidak enak badan, jadi dia tidak bisa datang kesini. Makanya saya yang menggantikannya"

Gara mengangguk mengerti mendengar ucapan Jenny barusan.

######

Vania tersenyum saat pelanggan setia toko bunga ini datang. Prria tampan dengan kacamata yang selalu bertengger di hidung mancungnya, semakin membuat pria itu terlihat tampan.

"Datang lagi, hari ini mau membeli bunga apa?"

Hildan tersenyum,dia memang terbiasa datang seminunggu sekali ke toko bunga ini untuk membeli bunga dan membawanya ke makan mendiang istrinya. "Apa saja, istriku memnag sangat menyukai bunga. Dia menyukai bunga apapun"

Vania tersenyum dan dia mulai memilihkan beberapa bunga lalu merangkainya. "Ini Kak, terima kasih karena sudah membeli bunga di toko kami"

Hildan tersenyum, lalu dia mengamilkn satu tangkai mawar putih dan memberikannya pada Vania. "Seperti biasa, bunga untuk penunggu cantik di toko ini"

Vania tersenyum, lalu dia segera mengambil bunga itu. Mencium aroma wangi dari bunga mawar putih yang diberikan Hildan. Memang setiap kali membeli bunga, pasti Hildan akan memberinya setangkai bunga mawar putih untuknya.

"Terima kasih Kak"

Hildan mengangguk, lalu dia membayar bunga yang dibelinya sekaligus dengan bunga yang diberikan pada Vania.

"Yasudah aku pergi dulu ya"

"Iya Kak, terima kasih"

Sementara seseorang yang sedang berdiri tidak jauh dari toko bunga jelas melihat adegan itu. Tangannya mengepal erat. Lalu setelah melihat pria itu pergi,dia segera berjalan ke arah toko bunga.

"Penunggu cantik di toko ini. Cih"

Vania langsung menoleh pada sumber suara yang tiba-tiba muncul. Terdiam mematung ketika melihat sosok pria yang mengganggu fikirannya semalam.

"Mau  apa kau datang kesini lagi? Apa kau tidak puas mengganggu hidupku selama ini"

Gara mendengus kesal dengan kedua tangannya dia masukan ke dalam saku celana yang dia pakai. "Pria lain yang datang kesini dengan jelas menggodamu saja, tidak kau larang. Kenapa ka melarang aku untuk datang kesini dan menemuimu"

Vania menghela nafas pelan, dia tahu bagaimana  Gara yang sangat pencemburu. Tapi saat ini pria itu masih cemburu padanya. Rasanya tidak mungkin karena memang Gara yang sudah memiliki istri dan tidak mungkIn Gara masih mencintainya. Karena jika dia masih mencintainya, mana mungkin Gara memintanya untuk pergi dari kehidupannya.

"Gara, aku mohon untuk tidak mengganggu kehidupan aku lagi. Aku sudah dengan susah payah menata hidupku kembali selama ini. Jadi, tolong jangan mengacaukan lagi hidupku"

"Aku tidak akan mengacaukan hidupmu, karena hidupku sudah sangat kacau tanpamu selama ini"

Bersambung

1
Jeni Safitri
Coba aja pala gara setuju dna menerima baik vania pasti todak akan kejadiankan, seharusnya papa gara begitu menyadari vania anak dr org yg dia bunuh krn merampok memyesali dna berbuat kebaikan utk vania
Jeni Safitri
Jangan" perampokkan yg terjadi di rumah vania dulu adalah papanya gara yg sengaja utk bunuh ortu vania krn persaingan bisnis
Jeni Safitri
Ck.. Knp gara ngak lgsg jatuhkan talak 3 ke yunita di depan ortu nya jadi mrk ngak bisa lg menghalangi proses perceraian di pengadilan
Indah Alifah
ssemua karya author seru lho
Nita.P: makasih loh udah mampir.. jangan lupa dukungannya ya..
total 1 replies
Indah Alifah
kdri awal rada2 berat konfliknya aku suka clbk yah👍
Surati
bagus 🙏🙏
Sumarni Tina
mantap nasehat kak Jenny
Suherni Erni
Perebut itu dirimu yunita..klu dibilang perempuan murah ya dirimu.menjijikkan
Sarah Andry Ani
knp tdk jujur sj si vania itu sm gara agar dis tdk tersiksa sendiri
Ida Widiawati
gavin dapat donor ginjal dari siapa ya...
Saira
Luar biasa☺
uyhull01
slmat atas klhiran nya Va,,
uyhull01
ta ampun Gar kmu ini ada ada aja masih sempet kah berpikir kjlasan masa depan🤣🤣🤣
uyhull01
slmat atas kehamilan kdua ya Va,
uyhull01
good job Va,,
Yuni Yanti
gara memang toop lanjut thooor
uyhull01
Va bnar apa kata Jenny ,
mungkin itu calon adik Gevin hadir,
uyhull01
Kmu ykin Va akn bercerai dgan Gara ??
uyhull01
Hahhh akibat ke egoisan mu Pa liat Gara sma Vania jd korban nya,
uyhull01
puas kah pa dri awal papa ingin mnghancurkan Vania dan Gara ??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!