NovelToon NovelToon
Jodoh Emily

Jodoh Emily

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Patahhati / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bundew

Emily Aditya yang patah hati karena ditinggal menikah oleh pacar masa kecilnya sedang berusaha untuk menata hati dan move on.

Hingga akhirnya, gadis 23 tahun yang bekerja sebagai ilustrator tersebut bertemu dengan Galendra Biantara, manajer di kantor penerbitan tempat Emily bekerja.

Galen yang hidupnya terlampau perfeksionis, kerap berdebat dengan Emily yang cuek dan sembrono. Galen selalu mencari-cari kesalahan sekecil apapun yang dilakukan oleh Emily, yang tentu saja hal itu membuat Emily menjadi sebal.

"Jadi cewek itu yang rapi! Rambut diikat kalau ke kantor, pakai baju yang rapi!" -Galendra Biantara-

"Barang sudah rapi kok masih dirapikan lagi, Pak?
Bapak OCD, ya?" -Emily Aditya-

Apakah sifat berseberangan Emily dan Galen akan bisa menyatukan mereka?
Atau malah membuat permusuhan mereka berdua semakin abadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

JANGGAL

Rachel menepuk punggung Sean saat motor yang dikendarai oleh Sean baru saja berbelok ke gang rumah Rachel.

Sean segera menghentikan laju motornya dan membuka kaca helm.

"Ada apa?" Tanya Sean pada Rachel yang sejak dari apartemen tadi hanya diam dan tak mengobrol dengan Sean sedikitpun.

"Aku turun disini saja. Terima kasih," ucap Rachel yang ternyata sudah turun dari motor Sean.

Rachel memberikan helm yang tadi ia kenakan masih tanpa menatap wajah Sean dan gadis itu langsung berjalan meninggalkan Sean begitu saja.

"Rachel!" Panggil Sean yang merasa sangat bersalah pada Rachel.

Tak ada jawaban.

Rachel terus saja berjalan meninggalkan Sean dan menyusuri jalan perumahan sambil menundukkan wajahnya. Langkah Rachel terlihat sedikit tersaruk dan gasis itu sesekali meringis menahan nyeri di pangkal pahanya.

Sean hanya bisa menatap punggung Rachel hingga akhirnya sahabat baik Emily itu berbelok ke sebuah rumah yang berjarak tiga rumah dari tenpat Sean berhenti.

Rachel membuka pagar besi di depan rumah bercat putih tersebut dan langsung menghilang ke dalam pagar.

Sean menyalakann mesin motornya dan melajukannya perlahan menuju ke arah depan rumah Rachel.

Pagar sudah jembali tertutup rapat, dan teras rumah Rachel juga sudah sepi. Sepertinya Rachel memang membawa kunci rumah dan langsung masuk ke dalam.

Apa gadis itu akan kena omel dari papa dan mamanya?

Setahu Sean, Ayah Rachel yang juga adalah seorang dokter lumayan protektif pada sang putri.

Ah, semoga orangtua Rachel belum bangun.

Nanti saja Sean menghubungi Rachel karena mungkin sekarang gadis itu masoh marah pada Sean.

****

"Rachel, darimana?" Tanya Mama Eve yang langsung membuat Rachel berjenggit kaget dan menghentikan langkahnya.

Tadinya Rachel pikir, Mama atau Papanya belum bangun karena langit masih gelap.

"Kau tidak pulang semalaman dana ponselmu mati. Kau darimana?" Tanya Mama Eve sekali lagi.

"Rachel.... Rachel menginap dirumah Emily, Ma!" Jawab Rachel setenang mungkin.

Rachel tidak mau membuat Mama Eve curiga. Dan alasan menginap di rumah Emily sekaku bisa menjadi senjata utama, karena Mama Eve dan Papa Steve pahama bdtul kalau Rachel berteman baik dengan Emily.

"Lalu kenapa pulangnya pas langit masih gelap begini dan tidak menelepon Mama atau Papa saja minta dijemput?" Tanya Mama Eve sekali lagi.

"Iya tadi kebetulan bareng sekalian sama Om Satria yang berangkat pagi-pagi. Rachrl pikir, Mama dan Papa juga belum sampai rumah," jawab Rachel masih dengan nada yang tenang.

Mama Eve mengusap lembut kepala sang putri seraya tersenyum.

"Ya sudah, kamu istirahat lagi sana, kalau masih mengantuk!" Titah Mama Eve pada Rachel.

"Iya, Ma," jawab Rachel yang segera melangkah mebuju kanarnya sambil sedikit meringis karena pangkal pahanya yang masih terasa perih.

Sean merobek mahkota Rachel dengan sangat kasar semalam.

Rachel menggeleng-gelengkan kepala berusaha mengusir bayangan kejadian semalam yang terjadi diantara dirinya dan Sean.

"Rachel! Kenapa jalanmu seperti itu?" Tanya Mama Eve heran pada cara berjalan Rachel yang sedikit aneh.

Rachel menelan salivanya denag susah payah dan otaknya berpikir keras tentang alasan yang akan dia berikan pada Mama Eve kali ini.

"Rachel semalam jatuh, Ma!" Jawab Rachel tergagap.

"Jatuh? Bagaiamana bisa? Ada yang terluka?" Cecar Mama Eve khawatir.

"Rachel kepleset dan kaki Rachel saja yang sakit sedikit. Tapi semalam udah di urut sama Tanta Naya, jadi sudah mendingan." Jelas Rachel pada sang Mama.

"Nanti ke rumah sakit biar diperiksa, ya!" Ujar Mama Eve yang langsung membuat nafas Rachel serasa tercekat di tenggorokan.

Rumah sakit?

"Nggak usah, Ma! Rachel istirahat saja, dan mungkin akan membaik nanti setelah bangun tidur," jawab Rachel sedikit tergagap.

"Baiklah kalau maumu begitu. Tapi kalau masih sakit dan jalanmu masih belum normal begitu, Mama akan membawamu ke rumah sakit!" Mama Eve mengajukan syarat.

"Iya, Ma! Rachel masuk kamar dulu!" Pamit Rachel selanjutnya yang langsung membuka pintu kamarnya yang berada di sebelah kamar kedua orangtuanya.

Rachel segera masuk ke dakam kamar, menutup dan mengunci pintu, lalu bersandar dibalik pintu sambil berurai airmata.

Rachel menangis dalam diam di dalam kamarnya.

Rachel bingung sekarang.

****

Rachel pendiam.

Namun setelah kejadian di apartemen Sean, Rachel menjadi semakin pendiam dan irit bicara.

"Pulang bareng, yuk, Chel! Sean mau jemput sebentar lagi," tawar Emily pada Rachel yang semakin irit bicara.

"Nggak usah, Em!" Tolak Rachel cepat.

"Aku mau langsung pulang saja. Mau ngerjain tugas!" Sambung Rachel mencari alasan.

"Tugasnya kan cuma sedikit, Chel!" Ujar Emily sedikit merasa janggal pada perubahan sikap Rachel beberapa minggu belakangan.

Rachel selalu menolak saat Emily mengajaknya pergi atau jalan terutama saat ada Sean.

Rachel seolah sedang menghindari bertemu dengan Sean.

"Itu mobil Sean sudah datang! Ayo bareng aja, Chel!" Paksa Emily seraya menggamit lengan Rachel.

Mobil Sean berhenti di dekat Rachel dan Emily, dan si empunya mobil segera menurunkan kaca jendela.

Rachel segera membuang pandangannya dan enggan menatap pada Sean yang Rachel yakini sedang menatap ke arahnya saat ini.

Rachel memang langsung memblokir nomor Sean setelah sampai di rumah pagi itu. Dan Rachel sebisa mungkin menghindari untuk bertemu Sean.

"Ayo, Rachel!" Paksa Emily pantang menyerah

"Aku akan naik taksi saja, Em!" Tolak Rachel bersikeras.

Rachel melambaikan tangannya pada taksi yang melintas dan segera naik ke dalam taksi tersebut.

"Aku duluan, Em! Bye!" Pamit Rachel sedikit tergesa pada Emily.

Taksi sudah melaju meninggalkan area kamlus dan meninggalkan Emily yang kini masuk ke dalam mobil Sean dengan sedikit mencebik.

"Rachel jadi aneh belakangan ini. Udah pendiam akut, irit bicara, nggak pernah mau diajak kemana-mana juga. Apa Rachel marah sama aku ya, Sean?" Tanya Emily meminta pendapat dari Sean.

"Mungkin Rachel sedang ada masalah, Em!" Jawab Sean sedikit melamun.

"Kamu juga kalau aku ajak membahas tentang Rachel, pasti melamun begitu. Kalian berdua kenapa, sih?" Tanya Emily sekali lagi merasa tak paham.

"Aku nggak melamun! Aku sedang memperhatikan jalan," kilah Sean mencari alasan.

Emily hanya memutar bola matanya dan memilih untuk tak menyahut lagi. Suasana hati Emily sedang berantakan karena sikap Rachel yang semakin aneh dari hari ke hari.

****

Beberapa bulan berlalu.

Mama Eve merasa curiga pada perubahan bentuk tubuh Rachel belakangan ini.

Rachel sedikit menggemuk, terutama di bagian perutnya. Dan gadis itu jadi gemar memakai baju longgar kemana-mana seolah sedang menyembunyikan bentuk perutnya yang terlihat membuncit dengan tidak normal.

Mustahil Rachel hamil.

"Mama kenapa?" Tanya dokter Steve pada sang istri yang terlihat melamun.

"Rachel, Pa!" Jawab Mama Eve lirih.

"Rachel kenapa?"

"Papa merasa ada yang aneh nggak sih dengan bebtuk tubuh Rachel? Dia terlihat sedikit gemuk beberapa bulan ini." Tangan Mama Eve membentuk tanda kutip.

Dokter Steve terkekeh,

"Ya baguslah, Ma! Berarti gizi Rachel terpenuhi ddngan baik. Anaknya jadi gemuk kok mama bingung begitu."

"Tapi gemuknya Rachel itu sddikit aneh, Pa! Masa perutnya saja yang mengalami perubahan? Lengan dan kakinya hanya berubah sedikit ukurannya," tutur Mama Eve masih merasa bingung.

"Masa, sih?" Kali ini raut wajah dokter Steve sudah berubah serius.

"Papa perhatikan saja nanti pas anaknya pulang!" Ujar Mama Eve memberikan saran.

"Siang, Ma, Pa!" Sapa Rachel yang ternyata panjang umur sekali.

Baru dibicarakan sudah sampai di rumah.

"Siang, Rachel!" Balas papa Steve seraya memperhatikan dengan seksama bentuk tubuh Rachel yang siang ini mengenakan blouse warna hitam dan rok sebetis.

Papa Steve langsung fokus pada perut Rachel yang memang terlihat sedikit buncit.

"Rachel masuk kamar dulu, Ma, Pa!" Pamit Rachel selanjutnya sebelum menghilang ke dalam kamar.

"Papa lihat sendiri tadi?" Tanya Mama Eve meminta pendapat sang suami setelah Rachel tak terlihat lagi.

"Sebaiknya mama tanya baik-baik ke Rachel. Kita bawa ke rumah sakit untuk periksa kalau perlu," ujar dokter Steve pada Mama Eve.

"Iya, Pa!"

.

.

.

Membosankan, ya?

Berbelit-belit?

Konfliknya itu-itu terus.

😔😔

Terima kasih yang sudah mampir.

Dukung othor dengan like dan komen di bab ini.

1
Sri Darmayanti
iparnya
Fi Fin
sungguh ide konyol ketemu bertiga cuma tambah mau nyakiti Emily
Ran Aulia
😂😂😂😂
Ran Aulia
awalnya kirain akan jadi sad story ternyata oh ternyata 😂😂😂😂👍👍👍👍👍

terimakasih author 😍😍😍👍👍👍
kika
ih aku penasaran thor itu knapa nona mia yg super kaya bos besar jdi malah buka kafe bgitu?
kika: ho, mungkin memang kyara yg lbih berhak sbnrnya ya thor krn kyara yg memang beneran kturunan mama alin...mknya mama mia melepas prusahaan...bisa dipahami...makasih thor...
total 2 replies
kika
bukanya mamanya punya prusahaan gede, kok galen malah jdi manager, gak langsung jd CEO gtu...
Dewi Isti
klu sean sm rachel lngsung tak skip
Dewi Isti
benci sean sm rachel mlss
Sulaiman Efendy
YG SERU NNTI INI KISAH PRCINTAAAN ANAK SEAN & RACHEL, DGN ANAK ALVIN & GHEA.. YG BIKIN BINGUNG MREKA SATU BUYUT GMNA..???
Sulaiman Efendy
DARI NOVEL KISAH ANAK2,, KISAH BENNEDICT RAINER & AYUNDA ZHIA WIJAYA YG JDI PAVORIT NO 1... NO 2. KISAH LIAM & YUMI.. NO.3 BLM KU TENTUKN, KRN MSH 3 NOVEL LGI, KISAH GHEA, ALVIN & TIARA, TRUS KISAH VALERIA, DN KISAH AUDREY & KYLE..
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
TTP MNDERRITA LO SLAMA 2 BLN GK BSA CELUP2, TRUS MLM LO HRS IKUT BRGADANG IKUT URUS BAYI LOO
Sulaiman Efendy
NGGAK BOSAN.... NYANTAI AZA BACANYA
Sulaiman Efendy
OPA ANDRI DLU YG ASSISTENNYA OMA ALINA... OPA ANDRI CINTA DLM DIAM SAMA OMA ALINA...
Sulaiman Efendy
KAKEK BUYUT GALEN, PAPA NYA OMA ALINA... MIA ITU ANAKNYA OPA ANDRI... SDGKN KYARA ANAK OMA ALINA & OPA ANDRI.... OPA ANDRI DUDA ANAK SATU WAKTU NIKAH SAMA OMA ALINA...
Sulaiman Efendy
RESIKO SUAMILH, SAPA SURUH HAMILI ISTRI, TIAP WANITA PNY MOODEN HORMON YG BRBEDA DGN KHAMILANNYA ...
Sulaiman Efendy
SABAR GALEN, NTAR HBIS HAID. TU RAHIM WANITA, BIASANYA LGI SUBUR, LO GEMPUR LAGI....😂😂😂😂😂
Sulaiman Efendy
GK JDI STYLE 69,, ENAK BANGET TUU....😋😋😋😋😋😋
Sulaiman Efendy
HUKUMAN ENAK2 LH EMILY, MASAK GK FAHAM..😁😁😁😁
Sulaiman Efendy
ALHAMDULILLAH, WAKTU KECIL DLU, WAKTU MSH DIKEYAKINAN LAMA (NASRANI), KAMI YG HIDUP DIKAMPUNG SUKU DAYAK HRS MANDIRI.. JDI SDH TRBIASA MASAK, DN MASAKNYA PKE KAYU BAKAR, JDI KAMI HRS RAJIN2 CARI KAYU BAKAR, DN RAJIN2 JEMUR PADI.. KLO UNTUK SAYURAN KAMI NANAM SENDIRI..KLO MAU MKN IKAN, KAMI HRS MNCING DI SUNGAI, KLO MAU MKN IKAN LAUT, HRS KE KOTA KABUPATEN BUAT BLNJA YG AKSESNYA JAUH, ATAU TEKADANG ADA PNJUAL KLILING PKE MOTOR DARI KOTA KABUPATEN MSUK K KAMPUNG2, JAJAKN DAGANGN KBUTUHAN DAPUR.. INTINYA HIDUP DI KAMPUNG BUAT DIRI CPAT DEWASA,, KRN SDARI KECIL DIDIDIK MANDIRI.. AKU KABUR KE KOTA SETELAH NAIK KELAS 3 SMP, DN KLAS 1 SMEA, AKU HIJRAH KE ISLAM.. AKU KABUR KE KOTA KRN PATAH HATI KRN CINTA K WANITA YG MSH SATU BUYUT, KAMI DISUKU DAYAK MMG GK BSA NIKAH DGN GADIS YG MSH ADA IKATAN KKERABATAN.. SPRTI KASUS NOVEL SASHA & ALLEGRA, JIKA ALLEGRA ANAKNYA SEAN & RACHEL, SASHA ANAKNYA SIAPA? KRN AKU BLM BACA NOVELNYA, BRU SINOPSINYA
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!