NovelToon NovelToon
Cinta Tak Selamanya Pahit, Marco!

Cinta Tak Selamanya Pahit, Marco!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Marco Maverick membenci wanita cantik. Trauma masa lalu membuat CEO jenius yang hobi bertingkah kocak ini lebih memilih melajang, menyawer live TikTok, dan mengasuh anak sahabatnya. Bahkan saat menyelamatkan wanita mempesona di klub malam, Marco menolaknya mentah-mentah.
Penasaran dengan satu-satunya pria yang berani mencampakkannya, Isabel nekat menyusup ke hidup Marco. Putri konglomerat yang sedang buron itu menanggalkan kemewahannya dan menjelma menjadi 'Lia', sekretaris berpenampilan cupu dan kusam.
Ironisnya, Marco justru menolak pesona Isabel dalam wujud aslinya, dan perlahan jatuh hati pada kesederhanaan Lia. Namun, tak ada kebohongan yang abadi. Ketika topeng sang sekretaris terbongkar, luka lama Marco kembali menganga, menghancurkan semua rasa percaya yang baru tumbuh.
"Apakah seru mempermainkan hatiku, Lia?"
Saat bahaya masa lalu kembali mengincar nyawa Isabel, sanggupkah ia meyakinkan pria itu bahwa cinta tak selamanya pahit, Marco!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Di sebuah kamar motel murah yang berbau apek di pinggiran kota, ketukan pelan terdengar tiga kali di pintu. Isabel yang sedang duduk memeluk lutut di atas kasur tipis langsung menegang. Tangannya refleks menggenggam asbak kaca di nakas sebagai senjata.

"Ini aku, Hugo. Buka pintunya, Bel," terdengar suara bisikan pria dari luar.

Isabel menghembuskan napas lega. Ia bergegas membuka kunci ganda pintu itu. Seorang pemuda berpakaian serba hitam dengan topi bisbol yang ditarik rendah masuk dengan tergesa-gesa. Ia melempar sebuah ransel hitam ke atas meja, lalu menyodorkan segelas kopi hitam panas pada Isabel.

"Kau benar-benar gila, Bel," gerutu Hugo sambil melepas topinya. Pria itu adalah teman masa kecil Isabel sekaligus seorang peretas data independen yang sangat bisa diandalkan. "Kabur dari rumah tanpa membawa kartu kredit, ponsel, atau perhiasan sepeser pun? Ibumu pasti sedang mengerahkan seluruh anjing pelacaknya sekarang."

"Kalau aku membawa satu saja kartu kreditku, Ibuku atau si brengsek Bryce itu akan melacak posisiku dalam waktu lima menit," sahut Isabel dingin. Ia menyesap kopi hitamnya. Kepahitan kopi itu tak sebanding dengan kepahitan hidupnya tadi malam.

"Aku butuh perlindungan, Hugo. Tempat di mana kekuasaan ibuku dan uang keluarga Bryce tidak bisa menyentuhku. Apa kau sudah mendapatkan profil pria yang kuminta?"

Hugo menghela napas panjang. Ia membuka ranselnya, mengeluarkan sebuah map manila tebal, dan menjatuhkannya ke atas meja.

"Marco Maverick," ucap Hugo sambil menunjuk map itu. "Lulusan terbaik universitas ternama, tangan kanan Noah Elian Alexander si penerus satu-satunya Alexander Group dan Wiliam Group. Dan, sekarang Marco sedang menjabat sebagai CEO Wiliam Group. Latar belakang keluarganya luar biasa. Ayah dan ibunya juga punya jabatan yang sama pentingnya di Alexander Group."

Isabel membuka map itu. Lembar pertama menampilkan foto Marco yang sedang tersenyum konyol ke arah kamera, sangat kontras dengan setelan jas mahalnya.

"Wiliam Group dan Alexander Group," gumam Isabel, matanya berbinar penuh perhitungan. "Mereka adalah predator puncak di kota ini. Keluarga Bryce mungkin berkuasa di dunia bawah tanah, tapi mereka tidak akan berani mencari masalah dengan entitas raksasa seperti Alexander Group dan Wiliam Group."

"Masalahnya, Bel, targetmu ini... sangat aneh," tukas Hugo sambil menarik kursi kayu dan duduk berhadapan dengan Isabel. "Kau tahu apa yang kutemukan saat meretas log aktivitas pribadinya?"

Isabel mendongak. "Saham gelap? Skandal korupsi? Wanita simpanan?"

Hugo tertawa hambar. "Bukan. Riwayat transaksinya dipenuhi oleh tagihan puluhan juta setiap malam hanya untuk membeli koin TikTok."

Kening Isabel berkerut dalam. "TikTok?"

"Ya. Pria jenius yang menolakmu mentah-mentah di kelab malam itu menghabiskan uangnya untuk memberi gift singa berjoget dan paus terbang pada wanita-wanita seksi yang sedang siaran langsung," jelas Hugo sambil memutar bola matanya. "Tapi ironisnya, di dunia nyata, dia tidak pernah sekalipun terlihat menggandeng wanita. Bersih. Tidak ada skandal asmara sama sekali. Orang-orang di bursa saham bahkan bergosip kalau dia punya orientasi menyimpang."

Isabel terdiam. Ingatannya kembali ditarik pada kejadian di lorong kelab malam. Ia ingat betul bagaimana sorot mata Marco saat menatapnya.

"Dia bukan penyuka sesama jenis, Hugo," ucap Isabel pelan namun yakin. "Aku melihat matanya saat dia mendorongku. Tidak ada ketertarikan, benar. Tapi yang kulihat bukan karena dia menyukai pria. Matanya justru menunjukkan... rasa muak. Seolah kecantikanku ini adalah sesuatu yang menjijikkan dan merepotkan baginya."

"Mual melihat wanita secantik dirimu?" Hugo menggeleng tak percaya. "Fiks, dia pasti punya trauma parah. Tapi jangan biarkan wajah konyol-nya menipumu, Bel. Minggu lalu, dia menghancurkan dua anak perusahaan kompetitor dalam semalam tanpa ampun. Dia membiarkan musuhnya merasa menang di pagi hari, lalu membuat mereka bangkrut total di sore harinya. Dia sangat berbahaya."

"Bagus," potong Isabel cepat. Ia menutup map itu dengan tatapan penuh tekad. "Justru pria berbahaya seperti itulah yang kubutuhkan untuk melindungiku. Jika aku bisa bersembunyi di bawah sayapnya, Ibuku tidak akan berkutik. Aku akan memanfaatkannya."

Hugo bersedekap dada, menatap sahabatnya dengan tatapan skeptis. "Pertanyaannya, Yang Mulia Ratu, bagaimana caramu masuk ke dalam perusahaannya? Jangankan menjadi orang kepercayaannya, kau bahkan sudah diusir saat mencoba menawarkan diri di kelab malam. Dia benci wanita cantik. Dan wajahmu ini..." Hugo menunjuk wajah Isabel, "...terlalu menarik perhatian."

Senyum tipis perlahan terbentuk di bibir Isabel. Senyum yang penuh dengan kelicikan seorang pewaris bisnis.

"Dia benci wanita cantik? Dia mengusirku karena parfumku?" Isabel bergumam retoris. Ia menatap Hugo dengan mata berkilat. "Kalau begitu, aku akan menjadi wanita paling tidak menarik, paling kusam, dan paling menyedihkan yang pernah dia temui seumur hidupnya."

Hugo mengerjap. "Maksudmu?"

"Aku butuh identitas baru, Hugo. Buatkan aku ijazah dan riwayat hidup palsu. Namaku... Magnolia. Panggil saja Lia." Isabel berdiri dan mulai mondar-mandir. "Lalu, carikan aku kacamata tebal. Kacamata kuno yang bingkainya besar. Cari baju-baju bekas yang ukurannya dua kali lipat lebih besar dari tubuhku. Dan aku butuh sesuatu untuk membuat kulitku terlihat gelap dan kusam."

"Kau mau menyamar jadi gadis cupu? Bel, kau pikir ini drama televisi?!" protes Hugo, setengah tertawa.

"Wiliam Group tidak sembarangan menerima karyawan, apalagi dengan penampilan seperti itu. Mereka punya standar!"

"Apakah mereka sedang membuka lowongan?" tanya Isabel tak peduli.

Hugo membuka tabletnya, menggeser layar beberapa kali. "Secara teknis, ya. Sekretaris pribadi Marco Maverick, seorang wanita tua yang sangat galak bernama Nyonya Brenda, dikabarkan akan pensiun bulan depan. Kabarnya Nyonya Brenda sedang mencari kandidat rahasia untuk dilatih sebelum dia pergi."

Langkah Isabel seketika terhenti. Matanya membulat sempurna. Ia menoleh menatap Hugo dengan napas tertahan.

"Siapa namanya tadi? Nyonya Brenda?" tanya Isabel, suaranya sedikit bergetar. "Brenda Winata?" tebaknya.

Hugo mengerutkan kening. "Ya, Brenda Winata. Kenapa? Kau mengenalnya?"

Tawa renyah tiba-tiba meluncur dari bibir Isabel. Tawa yang terdengar sangat lega, seolah Tuhan baru saja membuka jalan tol untuknya. Ia menjatuhkan diri kembali ke atas kasur.

"Ini bukan kebetulan, Hugo. Ini takdir," ucap Isabel dengan mata berbinar. "Nyonya Brenda adalah mantan sekretaris pribadi Ayahku. Dia bekerja untuk keluarga Ramsey selama belasan tahun sebelum Ayah pergi memperluas bisnis ke Eropa. Dia adalah satu-satunya orang di rumah itu yang tahu betapa menderitanya aku di bawah tekanan Ibuku."

"Tunggu, tunggu," Hugo mengangkat tangan, mencoba mencerna informasi itu. "Kalau dia kenal denganmu, penyamaranmu akan percuma, kan? Dia pasti langsung tahu kalau kau adalah Isabel Ramsey si pewaris yang sedang kabur!"

"Justru itu kuncinya," jawab Isabel tajam. "Aku akan membiarkan Nyonya Brenda mengenaliku. Aku akan memohon padanya untuk menerimaku. Nyonya Brenda benci Ibuku, dia pasti akan membantuku bersembunyi. Tapi..."

Isabel menatap pantulan dirinya di cermin retak yang menempel di dinding motel. Gaun merah mewahnya, riasannya yang sempurna, dan rambut bergelombangnya yang selalu dirawat di salon mahal.

"...di depan Marco Maverick, dan di depan seluruh karyawan Wiliam Group, Isabel Ramsey telah mati," lanjut Isabel dengan nada rendah dan absolut.

Ia mengangkat tangannya, lalu dengan gerakan kasar, ia mengusap riasan di matanya hingga berantakan. Ia menarik rambutnya dan menggulungnya asal-asalan.

"Mulai besok, yang ada hanyalah Lia. Gadis miskin, penakut, berpenampilan buruk rupa, yang sangat butuh pekerjaan." Isabel menoleh pada Hugo. "Kau bisa membantuku merombak wajah ini malam ini, kan?"

Hugo menatap sahabatnya itu selama beberapa detik. Ia bisa melihat keputusasaan sekaligus tekad baja di mata Isabel. Gadis ini benar-benar mempertaruhkan segalanya untuk lepas dari ibunya.

Sambil menghela napas pasrah, Hugo menutup tabletnya dan berdiri.

"Baiklah, Nona Lia," ucap Hugo menyerah. Ia berjalan menuju pintu. "Aku akan pergi ke pasar malam mencari kacamata tebal, wig rambut keriting kaku, bedak kusam termurah, dan baju oversize untukmu. Jangan ke mana-mana, dan jangan buka pintu untuk siapa pun sampai aku kembali."

Isabel mengangguk mantap. "Terima kasih, Hugo."

Begitu pintu tertutup, Isabel kembali menatap cermin. Ia menyentuh pipi kirinya yang masih berdenyut nyeri akibat tamparan ibunya. Rasa sakit itu menjadi bahan bakar yang sempurna untuk rencananya.

Kau benci wanita cantik, Tuan Maverick? batin Isabel, memikirkan wajah konyol Marco. Mari kita lihat, apa yang akan kau lakukan jika wanita paling jelek dan menyedihkan masuk ke dalam duniamu.

1
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
Muft Smoker
mau jdi kutu rambut di hidup Marco yx Alana ,,
oooh tdk bisaaa ,, anda gx liat tuh calon pawang ny udh ngeluarin tanduk dari kening ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
ryuka
lanjuuutttt thoooooerr
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
ryuka
eeeaaaa.. eeaaaaa...
Dew666
🩵
Muft Smoker
dag dig dug nyeesss yx kalian 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
😅😅😅
ryuka
ayooo semangattt marco & liiaaaaaa 🔥🔥🔥🔥🔥
Muft Smoker
si Marco mau di tinggal Mak kedua ny ,,
semangat Marco ,,
semangat liaa or Isabella ,,
Sastri Dalila
😅💪💪
Sastri Dalila
🥺🥺🥺
Sastri Dalila
😅😅🤣🤣
Sastri Dalila
🤭💪💪👍👍🤗😅
ryuka
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣 siapa yg kalah duluan ya tjoorrr
aisyah
se trauma itu ya Mar😔
kejam banget sih itu memang cewek 😡
Muft Smoker
🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣pelayan d resto sebelah konon🤭🤭 ,,

jgn bermimpi bisa dapetin Marco Alana ,, pawang skarang ganas meski belum resmii ,, tp ttap hati2 ,,
Sastri Dalila
👍👍👍👍👍 bagusssssss
ryuka
duuhhhh semangat marcoooo 👍👍👍👍
Muft Smoker
lanjuuuuut kak ,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!