NovelToon NovelToon
Sovereign Asura

Sovereign Asura

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Akademi Sihir / Epik Petualangan
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ilfar Aksara

‎"Aku akan menanggung semua kebencian di dunia ini sendirian."

‎Kalimat itu lahir saat dadamu ditembus cahaya.
‎Duniaku runtuh seketika tanpa suara,
‎Meninggalkan kepal tangan yang mengutuk semesta.

‎Kau adalah detak jantung dari raga yang pincang,
‎Satu-satunya alasan bagi sepasang kaki untuk pulang.
‎Kini, kau terbujur kaku di bawah langit yang menghitam,
‎Membuat seluruh kenyataan ini tak lagi berarti untuk dipandang.

‎Dunia yang membiarkanmu mati adalah dunia yang salah,
‎Maka biarlah sejarah kukoyak hingga menyerah.

‎Aku akan membangun surga di atas puing yang bersimbah,
‎Tempat di mana bayangmu tak akan pernah lagi berdarah.

‎Dunia sihir ini tidak akan bisa dihancurkan hanya dengan kegelapan yang ada di dalamnya. Sebelum mencapai tahap kedua di mana dunia terbebas dari siklus kebencian, seseorang harus menjadi target bagi dunia.

‎"Seseorang harus memikul semua rasa sakit dan dendam itu sendirian, dan akulah orangnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ilfar Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 5 - Mereka Yang Disebut Sage Api

‎Seminggu sejak kejadian di Hutan Sihir Emberhold , Ashura tidak berangkat ke akademi.

‎Jari Ashura masih gemetar ketakutan saat mengingat bagaimana ia hampir lepas kendali di Hutan Sihir Emberhold. Kenangan pahit saat di Xyrus, membuat Ashura takut melukai orang-orang disekitarnya.

‎Ashura pun berniat meninggalkan Kerajaan Flameheart, namun saat melewati jalanan kota, suara gemuruh penduduk yang mengetahui kepulangan Kaira Leywin membuatnya ikut melihat bersama kerumunan orang yang menyambut kembali sang Raja Sihir Flameheart.

‎"Kaira, ada banyak hal yang ingin kutanyakan padamu!" Ashura menatap tajam Kaira Leywin yang dikawal penyihir terkuat Kerajaan Flameheart.

‎Ashura pun mengikuti rombongan Kaira menuju Istana Regialis. Tanpa sepengetahuan orang-orang, Ashura menyusup menjadi salah satu pengawal Kaira Leywin setelah mengambil seragam penyihir istana dari pengawal yang lengah dan dikalahkannya.

‎Banyak hal yang ingin Ashura tanyakan kepada Kaira karena tidak mungkin ada orang yang ingin menerima keberadaan dirinya, bahkan keluarganya sendiri saja sudah melakukan percobaan pembunuhan berulang kali terhadap dirinya.

‎"Yang Mulia Raja telah kembali!" seru penjaga istana.

‎"Sampaikan pada Tetua Ignis untuk melakukan rapat segera!" ujar Kaira Leywin kepada para penjaga istana.

‎Situasi di perbatasan berhasil diatasi, namun gejolak yang segera terjadi membuat Kaira Leywin ingin mengetahui dalang dibalik semua ini.

‎Istana Regialis pun ditutup, diluar istana sejumlah Penyihir Tingkat Emperor berjaga termasuk Ashura.

‎"Aku tidak dapat mendengar pembicaraan mereka jika seperti ini!" keluh Ashura karena ingin mengetahui tujuan Kaira Leywin.

‎Saat Ashura hendak berjalan ke dekat pintu istana, tekanan mana yang penuh intimidasi memenuhi halaman istana.

‎Sejumlah penyihir berkeringat dingin saat mengetahui pemilik mana tersebut, mereka semua langsung memberi hormat kepada sosok pria paruh baya yang memegang sebotol minuman dan cemilan.

‎"Bukankah itu Tuan Eter? Tetua Ignis termuda yang telah menolak menjadi Raja Sihir!" ucap salah satu penjaga istana.

‎"Aku dengar Tuan Eter telah menolak sebanyak lima kali..." sahut penjaga lainnya.

‎"Inikah kemampuan dari Tuan Eter Phoenix!"

‎"Aku tidak dapat menggerakkan tubuhku!"

‎Menyadari hal tersebut, sosok pria paruh baya bernama Eter Phoenix tersebut menekan mana dan tertawa, karena tidak sadar tindakannya membuat para penjaga panik.

‎"Maaf, maaf, aku sedikit kesal karena waktu santaiku terganggu!" ujar Eter Phoenix.

‎Para penjaga disana tersenyum canggung, mana yang dilepaskan Eter Phoenix sangat mengintimidasi dan membuat mereka sadar perbedaan kekuatan antara penyihir biasa dan seorang Penyihir Sage.

‎"Aku perlu satu pengawal untuk menemaniku." ujar Eter Phoenix sebelum ia menunjuk penjaga istana secara acak.

‎"Kau, penjaga yang paling muda, bawakan cemilanku didepan gerbang dan masuk kedalam bersamaku!"

‎Secara kebetulan Eter menunjuk Ashura, kesempatan itu digunakan Ashura untuk bergabung kedalam pertemuan.

‎"Apa dia sengaja memilihku? Aku tidak peduli, aku akan menggunakan kesempatan ini untuk mengetahui tujuan mereka."

‎Ashura pun membawa cemilan yang dimaksud Eter dan terkejut saat melihat tas berukuran besar, yang semua isinya cemilan.

‎"Cepatlah!" seru Eter dan membuat Ashura segera bergerak.

‎Saat Ashura masuk ke dalam Istana Regialis, pemandangan pertama yang dia lihat adalah lukisan seekor naga api yang membakar hangus sebuah kota, dan deretan foto Raja Sihir Kerajaan Flameheart.

‎Didalam ruangan itu, Ashura melihat Kaira Leywin yang sedang duduk bersama Tetua Ignis lainnya.

‎Tetua Ignis di Kerajaan Flameheart dikenal sebagai penyihir terkuat Kerajaan Flameheart dan melayani Raja Sihir.

‎Di kerajaan lain, Tetua Ignis dikenal dengan sebutan Sage Api karena kemampuan mereka yang kemungkinan setara dengan Sembilan Penyihir Agung.

‎"Tetua Eter, kenapa membawa seorang penjaga kemari?"

‎Seorang wanita yang seumuran dengan Eter menegur dan menatap tajam Ashura.

‎"Tetua Lumiya, dia hanya menjalankan perintahku. Aku hanya ingin mengajaknya saja." Eter membela diri sebelum meminta cemilan kepada Ashura.

‎"Sebaiknya kita mulai. Aku ingin mengajari cucuku sore ini, aku tidak punya waktu untuk mengobrol dengan kalian." ujar pria yang seumuran dengan Eter dengan bekas luka dimata kirinya.

‎"Apa yang ingin kamu sampaikan, Yang Mulia?"

‎Kaira Leywin pun memberitahu bahwa kemungkinan besar, Kerajaan Flameheart dan Kerajaan Earthborn akan kembali berperang seperti dahulu.

‎"Pangeran Earthborn ditemukan telah tewas dan mereka menuduh kita sebagai pelakunya..."

‎Kaira Leywin menjelaskan jika Raja Earthborn menuduh Hawk sebagai orang yang membunuh anaknya, namun Kaira Leywin yakin jika orang yang melakukan itu bukanlah Hawk.

‎Gencatan senjata telah dilakukan dan kedamaian yang sedang berlangsung tidak akan bertahan lama.

‎Jika peperangan terjadi, maka sudah dipastikan akan banyak kerugian, selain banyaknya penyihir dari kedua kerajaan yang menjadi korban, kekuatan militer kedua kerajaan pun akan melemah.

‎Raja Earthborn meminta kepada Kaira Leywin akan melakukan gencatan senjata, jika Kaira Leywin memenuhi tiga syarat yang mereka ajukan.

‎Syarat pertama adalah Kerajaan Flameheart harus keluar dari anggota  Dewan Sihir Agung, dengan jaminan Kaira Leywin mengundurkan diri sebagai anggota Sembilan Penyihir Agung.

‎Syarat kedua, Kaira Leywin harus menyerahkan anak dari Leon Leywin yang bernama Eleana Leywin kepada Kerajaan Earthborn untuk menjadi istrinya.

‎Syarat ketiga adalah Kaira Leywin harus memberikan kontrak familiar dengan hewan magis mitos yaitu Phoenix Api kepada Kerajaan Earthborn.

‎Mendengar hal itu, Tetua Ignis yang berjumlah empat orang menyadari betapa seriusnya masalah ini.

‎Namun satu orang terlihat santai menikmati cemilan setelah menyadari ada yang janggal.

‎"Kau terlihat santai, Tetua Eter?" ujar kakek tua berambut putih kepada Eter Phoenix.

‎"Apa kau menyadari sesuatu?"

‎Eter Phoenix pun menatap kakek tua yang kemungkinan merupakan penyihir terkuat di Kerajaan Flameheart setelah Kaira Leywin.

‎"Tetua Vipera, kau pasti menyadarinya bukan?" Eter Phoenix tersenyum sebelum memberitahu jika Raja Earthborn tidak mungkin meminta syarat ketiga.

‎"Aku telah mengenal orang itu sejak lama. Tidak mungkin dia menginginkan Phoenix."

‎Kakek tua berambut putih itu pun menatap tajam Eter, kakek bernama Vipera ini pun mengalihkan pandangannya ke Kaira Leywin.

‎"Bagaimana menurutmu, Nak Kaira?" Vipera bertanya.

‎"Aku rasa diriku sependapat dengan Tetua Eter, Kakek Vipera." ujar Kaira.

‎"Kita tidak bisa membiarkan Phoenix Api jatuh ke Kerajaan lain! Jika harus berperang dengan Earthborn, maka kita harus melakukannya!" sahut pria dengan bekas luka dimata kirinya.

‎"Selain itu, dia menginginkan Eleana menjadi istrinya. Orang tua pikun itu ingin gadis kecil, aku rasa otaknya sudah tidak beres!" ujar Tetua wanita bernama Lumiya Scale.

‎"Eleana itu cocoknya dengan cucuku, hahahaha!" pria dengan luka dimata kiri menanggapi.

‎"Tetua Burn, jangan bercanda..." sahut Kaira dan ikut tertawa kecil.

‎"Aku serius, Yang Mulia-"

‎"Serpens, aku yakin orang itu terlibat dengan semua ini! Aku sangat mengenal orang itu."

‎Suasana ruangan pun menjadi tegang saat Eter menyebut nama Serpens. Nama yang lama tidak terdengar itu merupakan nama seorang pengkhianat Kerajaan Flameheart.

‎"Serpens? Orang yang menjadi rival dari Kakak Leon..." Kaira pun mengingat sosok Serpens dimasa lalu

‎Vipera langsung menatap Eter dan tersenyum, "Bukankah anak itu sudah mati, Eter?"

‎"Seharusnya Raja Sihir Keempat sudah membunuhnya?" Pria dengan dengan luka dimata kiri bernama Burn Fervorock mengerutkan keningnya.

‎"Ya, aku juga berpikir seperti itu." Eter berkata dan menjelaskan jika ia bertemu dengan Raja Sihir Keempat saat berkelana.

‎"Raja Magus Magnus yang memberitahuku. Aku sendiri menyadari jika tidak semudah itu membunuh darah dagingnya sendiri. Terlebih dia anaknya sendiri."

‎Mendengar penjelasan Eter, Tetua yang lain sulit untuk percaya karena mereka semua melihat sendiri bagaimana Serpens berakhir ditangan Raja Sihir Keempat, Magus Magnus.

‎"Kita kesampingkan hal itu, Tetua Eter. Aku sudah menyuruh Pasukan Bayangan, Aeterna untuk mengawasi anak yang dibawa pulang Kaira. Bukankah anak itu memiliki sihir es."

‎Vipera kembali menjelaskan jika Aeterna juga mendapatkan informasi bahwa Ashura merupakan anak dari Kaisar Xyrus dan seorang penyihir wanita yang pernah dijuluki sebagai Ratu Es.

‎"Kaisar Xyrus dan Ratu Es, katamu?" semua orang diruangan itu terkejut, namun tidak dengan Kaira Leywin.

‎"Kedamaian di Kerajaan Flameheart tetap terjaga jika kau tidak membawa anak itu, Kaira."

‎"Aku jamin, Ashura tidak mungkin membunuh Pangeran Earthborn karena aku mengawasinya dan dia tidak pernah keluar dari Ibukota."

‎Kemudian Vipera mengeluarkan Batu Penglihatan dan mengalirkan mana pada batu tersebut.

‎Seketika batu tersebut memancarkan cahaya yang membentuk gambar di udara, menampilkan Ashura yang bertarung dengan Saga dan lepas kendali di Hutan Sihir Emberhold.

1
Green Nord 1927
Wani!!!
Bontang FC
Lanjut Wal 💪
Jakarta Stay High
enjooooooy 👍
Republik Orange
hiks hiks
The Horizon
jincurikiii
Maung Bandung
Inget Narutooo
Cimol
Lanjuttt
Alia Chans
keren✍️
Indialys Emberwind: Kakak juga keren👋
total 1 replies
Protocetus
Min bagus cover yang kmrn 🥲
Indialys Emberwind: Disuruh ganti Thor sama pihak Noveltoon 🤣
total 1 replies
Haikal Blues
Lanjuttt💪
Ahmad Qoyum
🔥🔥🔥
Ahmad Qoyum
pelan-pelan, jangan hancurkan masa depan sikecil
Protocetus
Let's go Thor!
Indialys Emberwind: Siap Thor
total 1 replies
Endri Ningtyas
lanjut💪
Haikal Blues
Cool
Haikal Blues
gokillll
Goat: super gokil
total 1 replies
Ahmad Qoyum
Jangan koit dulu thor, ada anak istri yang harus di nafkahi
Ahmad Qoyum
Gas thor
Indialys Emberwind: Gracias por leer, amigo, Decul🤣
total 1 replies
Ahmad Qoyum
💪💪💪
Endri Ningtyas
novelny sihir tpi inget anime sedih/Sob/
Indialys Emberwind: Enjoy reading, Kakak. Semoga suka ya hehe🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!