NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Pedang Yang Terlupakan

Kebangkitan Kaisar Pedang Yang Terlupakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: hajdhts

"Seribu tahun lalu, aku adalah puncak dari segala ilmu pedang. Kini, aku hanyalah sampah yang dihina oleh keluargaku sendiri."

Ling Chen adalah seorang pemuda dari keluarga cabang yang lemah dan tidak memiliki bakat dalam kultivasi pedang. Di dunia di mana kekuatan pedang adalah segalanya, ia menjadi bulan-bulanan, dikhianati oleh tunangannya, dan hampir tewas di tangan saudara sepupunya sendiri.

Namun, di ambang kematian, segel kuno di dalam jiwanya hancur. Ingatan sebagai Kaisar Pedang Surgawi, penguasa semesta yang pernah ditakuti oleh para dewa dan iblis, bangkit kembali. Dengan teknik "Sembilan Tebasan Langit" yang telah lama hilang dan pedang karatan yang ia temukan di gudang tua, Ling Chen memulai langkahnya untuk menagih hutang darah.

Satu per satu genius yang sombong akan ia tebas. Kerajaan yang dulu mengkhianatinya akan berlutut di bawah kakinya. Langit mungkin melupakannya, tapi dunia akan segera tahu bahwa sang penguasa telah kembali untuk merebut tahtanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hajdhts, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 5: Tarian Maut di Hutan Pedang

Kabut di Hutan Seribu Pedang mendadak berubah menjadi kemerahan, membiaskan sinar matahari senja yang mulai tenggelam di balik cakrawala.

Suasana yang tadinya sunyi kini pecah oleh suara derap langkah kaki yang terburu-buru dan teriakan komando yang membelah keheningan.

Puluhan murid Sekte Awan Biru, yang dipimpin oleh Grand Elder Zhao, telah mengepung area tempat Ling Chen bermeditasi.

Ling Chen tetap duduk bersila, tidak bergerak sedikit pun.

Di sampingnya, Serigala Perak Langit mengeluarkan geraman rendah, bulunya berdiri tegak memancarkan energi perak yang tajam.

Namun, dengan satu tepukan pelan dari tangan Ling Chen, serigala itu seketika tenang.

"Tetaplah di sana," bisik Ling Chen. "Jangan biarkan darah kotor mereka mencemari telur itu."

Kedatangan Sang Algojo

BUM!

Tanah bergetar saat Grand Elder Zhao mendarat dari udara, menciptakan retakan besar di bawah kakinya.

Pria tua itu mengenakan jubah putih yang megah, namun wajahnya tampak mengerikan karena amarah yang meluap.

Di belakangnya, tiga orang Penatua inti dan tiga puluh murid elit mengepung segala arah.

"Ling Chen! Beraninya kau, seorang sampah keluarga kecil, melukai murid dan Penatua sekteku!" suara Grand Elder Zhao menggelegar, mengandung kekuatan Qi yang sanggup membuat daun-pohon perak di sekitar mereka bergetar hebat.

"Berlututlah sekarang, hancurkan basis kultivasimu sendiri, dan aku mungkin akan membiarkan mayatmu dikubur dengan layak!"

Ling Chen perlahan membuka matanya. Ia berdiri dengan gerakan yang sangat halus, seolah-olah gravitasi tidak berpengaruh padanya.

Ia memegang pedang hitam karatan itu dengan santai di tangan kanan, ujungnya terseret di atas tanah berbatu.

"Sekte Awan Biru selalu saja sombong," ucap Ling Chen datar. Matanya yang biru safir menatap tajam ke arah Grand Elder Zhao.

"Kalian datang sejauh ini hanya untuk mengantarkan nyawa? Baiklah, hutan ini memang sedang butuh pupuk tambahan."

Pertempuran Dimulai: Kecepatan Melampaui Cahaya

"LANCANG! Serang dia! Habisi anggota tubuhnya, jangan biarkan dia mati dengan cepat!" perintah Grand Elder Zhao.

Sepuluh murid elit bergerak serentak. Mereka adalah kultivator Alam Pengumpulan Energi tahap akhir.

Mereka membentuk formasi "Jaring Awan Biru", melepaskan puluhan tebasan energi biru yang saling silang di udara, mengurung Ling Chen tanpa celah untuk melarikan diri.

Namun, Ling Chen bahkan tidak mengangkat pedangnya untuk menangkis.

Langkah Rahasia: Bayangan Tak Berjejak.

Dalam sekejap, tubuh Ling Chen seolah menjadi transparan. Puluhan tebasan energi itu melewati tubuhnya seolah-olah ia hanyalah ilusi. Detik berikutnya, ia sudah berada di tengah-tengah formasi murid tersebut.

Sring!

Hanya satu ayunan horizontal yang sangat cepat. Tak satu pun dari murid-murid itu yang bisa melihat kapan Ling Chen mencabut pedangnya.

Hening sejenak. Kemudian, sepuluh kepala jatuh ke tanah secara bersamaan, diikuti oleh tubuh mereka yang ambruk bersimbah darah. Tidak ada teriakan. Hanya kematian yang instan dan bersih.

Grand Elder Zhao terbelalak. "Apa?! Teknik gerak macam apa itu?"

Tekanan Sang Kaisar

Para Penatua yang berdiri di belakang Zhao mulai berkeringat dingin.

Mereka menyadari bahwa informasi yang mereka terima salah besar. Ini bukan sekadar pemuda yang mendapatkan keberuntungan; ini adalah monster yang memakai kulit manusia.

"Jangan hanya berdiri! Gunakan Formasi Pembantai Dewa!" teriak salah satu Penatua.

Tiga Penatua inti melompat ke udara, membentuk segitiga di atas kepala Ling Chen.

Mereka melepaskan Qi mereka secara maksimal, menciptakan sebuah tekanan gravitasi yang sangat besar yang mencoba menekan Ling Chen hingga hancur ke dalam tanah.

Ling Chen mendongak, senyum tipis menghiasi wajahnya.

"Formasi Pembantai Dewa? Nama yang terlalu besar untuk teknik sampah seperti ini. Biar kutunjukkan pada kalian apa artinya 'Membantai' yang sesungguhnya."

Ling Chen mengangkat pedang hitamnya ke arah langit. Energi hitam pekat mulai menyelimuti bilah pedangnya, bercampur dengan petir biru yang menyambar-nyambar.

Teknik Kaisar Pedang: Tebasan Penghancur Bintang!

Ia mengayunkan pedangnya ke atas dengan satu gerakan kuat. Gelombang energi hitam raksasa berbentuk bulan sabit melesat ke langit, membelah formasi gravitasi ketiga Penatua itu seolah-olah itu hanya kertas tipis.

BOOOMM!

Ledakan dahsyat terjadi di udara. Ketiga Penatua itu terlempar ke arah yang berbeda. Dua di antaranya meledak menjadi kabut darah di udara, sementara satu orang jatuh dengan tubuh yang hancur tak berbentuk di depan kaki Grand Elder Zhao.

Duel Puncak: Kaisar vs Grand Elder

Kini, hanya Grand Elder Zhao yang tersisa di barisan depan. Wajahnya yang tadinya merah karena amarah kini berubah menjadi pucat pasi. Ia menyadari bahwa ia sedang menghadapi kematian.

"Siapa... siapa kau sebenarnya?" tanya Zhao dengan suara gemetar.

"Kekuatan ini... tidak mungkin dimiliki oleh seseorang dari wilayah kecil ini!"

Ling Chen melangkah maju, setiap langkahnya membuat aura di hutan itu semakin mencekam.

"Aku adalah orang yang kalian lupakan. Aku adalah takdir yang kalian remehkan."

Grand Elder Zhao, dalam keputusasaannya, mengeluarkan sebuah pil berwarna merah darah dan menelannya.

Seketika, auranya meledak, menembus batas Alam Fondasi dan menyentuh puncak Alam Inti Emas. Kulitnya memerah, dan pembuluh darahnya menonjol keluar.

"Kalau aku harus mati, kau akan ikut bersamaku!" Zhao melesat maju, pedangnya memancarkan cahaya putih yang menyilaukan, membawa seluruh sisa hidupnya dalam satu serangan bunuh diri ini.

Ling Chen hanya menghela napas. Ia memegang pedangnya dengan kedua tangan sekarang.

"Kau bahkan tidak layak melihat teknik keduaku," bisik Ling Chen.

Saat pedang Zhao berada hanya beberapa inci dari tenggorokannya, Ling Chen melakukan gerakan menusuk yang sangat sederhana.

Namun, di mata Zhao, seolah-olah ada ribuan pedang dewa yang turun dari langit, mengunci setiap inci ruang di sekitarnya.

Puff!

Pedang hitam Ling Chen menembus tepat di tengah dahi Grand Elder Zhao.

Seluruh energi yang tadinya meledak-ledak di tubuh Zhao seketika padam, seolah ditelan oleh lubang hitam.

Ling Chen menarik pedangnya. Tubuh Grand Elder Zhao jatuh berlutut, matanya masih terbuka lebar namun kehilangan cahayanya.

Sang penguasa wilayah itu telah tewas dalam kehinaan.

Ling Chen menyarungkan pedangnya kembali. Hutan itu kini benar-benar merah oleh darah murid-murid Sekte Awan Biru. Ia berbalik dan berjalan kembali menuju tempat Serigala Perak dan telur misterius itu berada.

"Bersihkan tempat ini," perintah Ling Chen pada serigala itu.

"Jangan biarkan bau sampah ini mengganggu meditasiku."

Serigala perak itu melolong panjang, sebuah lolongan kemenangan yang bergema ke seluruh wilayah Jombang, memberi tahu dunia bahwa sang Kaisar telah kembali, dan siapa pun yang berani menantangnya hanya akan berakhir sebagai debu di bawah kakinya.

Di kejauhan, sisa-sisa murid yang berhasil melarikan diri berlari dengan ketakutan, membawa kabar yang akan mengguncang seluruh kekaisaran: Kaisar Pedang telah bangkit.

1
Nanik S
Giliranku menunjukan permainan yang sesungguhnya👍👍👍
Nanik S
Ganggu orang makan saja... Dasar Pak Tua ..ganti baju dulu🤣🤣🤣
Nanik S
Ceritanya bagus tapi gak hidup sama sekali karena susunan kata saja ditulis aja ..banget .... Loh.....harusnya ditulis yang pas Tor
Siti Hodijah: makasih masukannya
total 1 replies
Nanik S
Lanjutkan dan kata katanya banyak kurang pas
Nanik S
Dikit dikit kata banget... cari kata lain yang Pas Tor
Siti Hodijah: contohin dong kak
total 2 replies
Nanik S
Sebagai masukan .. kata subuh dijaman dulu itu tidak ada Tor
Siti Hodijah: jadi sarannya gmnaa kaka
total 2 replies
Nanik S
Kemana lagi Lin Chen dan Mu Rong
Nanik S
Ada kata yang kurang .. salah satunya Oky dan adalagi Tot
Nanik S
Shiiip
Nanik S
Sang Kapten yang mau menyetor Nyawa ke Lin Chen
Nanik S
Jelas Beda Jiwa Kaisar yang berada didalam tubuh Lin Chen
Nanik S
Maaantaap Poooool
Nanik S
IPasukan bayangan yang berkhianat di kekaisaran
Nanik S
Keluarga Kekaisaran...benua Tengah
Nanik S
Kyuuuuu habis semua
Nanik S
Liontin Mu Rong bersonasi dengan batu peninggalan ibunya
Nanik S
Mu Rong... siapa gadis ini sebenarnya
Nanik S
Segel di Liontin Giok
Nanik S
Habis sudah harapan hidup Yan Ran wanita licik dan Munafik
Nanik S
Bantai semua Aliansi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!