NovelToon NovelToon
The Girl Who Likes Me

The Girl Who Likes Me

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:245.4k
Nilai: 5
Nama Author: Elkuna

Sebuah tragedi berhasil merenggangkan hubungan persahabatan di antara Juni dan Risa, sehingga membuat keduanya harus berpisah untuk sementara.

Setelah sama-sama melalui tahun yang berat, Juni dan Risa mengalami perubahan drastis.

Juni yang dulunya gendut dan ceria berubah menjadi tampan dan pendiam. Dia hanya baik kepada satu gadis bernama Amelia.

Pada semester kedua di tahun pertama Juni kuliah, dia dikejutkan dengan kedatangan Risa sebagai mahasiswi baru. Bagaimana tidak? gadis itu menjadi lebih agresif dan tomboy dari biasanya. Risa bilang dia datang kembali untuk mendapatkan cinta dari sahabatnya.

"Aku mencintai Amelia, titik!"- Juni.

"Aku akan melakukan segalanya untuk membuat Juni jatuh cinta kepadaku."- Risa.

Visual ada di Bab 35 ya!

Harap maklumi kalau dari segi cerita dan penulisan masih banyak kekurangan. Karena ini novel pertama saya. Semoga kalian suka!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elkuna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 - Gadis Yang Hilang

Sekolah diliburkan karena tanggal merah yang berjejer di kalender. Kala itu Juni tengah bersantai di rumahnya. Dia mengunyah camilan keripik singkong sembari menonton acara televisi kesukaannya.

Ceklek!

Sofi membuka pintu kamar, dia terlihat berpakaian rapi yang dilengkapi dengan tasnya.

"Kemana?" tegur Juni ketus.

"Mau jalan-jalan dulu bareng temen!" jawab Sofi sambil berjalan melingus pergi. Kedua kakak beradik itu pun saling tak acuh satu sama lain.

"Aarrrgg..." Juni mengeluarkan sendawanya seraya mengelus-elus bagian perutnya.

Drrt. . . Drrt . . . Drrt

Ponsel Juni bergetar, dia pun segera membuka ponselnya.

Jun nih aku lagi otw ke rumah mu.

Ternyata pesan itu dari Risa, yang sedang berada dalam perjalanan menuju rumahnya.

Oke.

Juni membalas pesan Risa dengan singkat. Kemudian melanjutkan memakan camilan-nya lagi.

Tring. . Tring . . Tring

Juni berdecak kesal, karena suara ponselnya begitu mengganggu waktu santainya. Alhasil dia pun langsung mengangkat panggilan tersebut tanpa melihat nama orang yang tengah meneleponnya.

Juni : Kenapa lagi Ris?

Fadli : Pake Assalamualaikum kek kalau jawab telepon dari orang tua!

Jun : Eh Ayah ya! aku kira Risa yah! (Cekikikan)

Fadli : Pas banget ngomongin Risa! dia ada di rumah ya?

Juni : Belum sih, tapi dia lagi otw kesini!

Fadli : OTW?! (Dengan nada tinggi)

Juni : Lagi dalam perjalanan kesini maksudnya Ayah . .

Fadli : Ohh. .

Juni : Emang . . (Tut. . Tut. . Bunyi telepon dimatikan).

Juni memasang wajah datar dan kembali memasukkan keripik singkong ke mulutnya.

***

"Hei Jun! aku bawain bakso nih!" Risa mengagetkan Juni yang tengah fokus menonton televisi.

"Loh! kapan datangnya? kok aku nggak dengar suara pintu?" Juni membulatkan matanya.

Risa menyeringai, "Melamun ya?" ucapnya.

"Biasalah, kerjaan seniman!" balas Juni. Risa memajukan bibir bawahnya, untuk sekedar mengejek sang sahabat secara tidak langsung.

"Sini! berikan baksonya!" sambung Juni berusaha meraih kantong pelastik yang dibawa Risa.

"Nih!" Risa tersenyum tipis.

"Jun, gitarmu udah diperbaiki ya?" tanya Risa yang penasaran saat memperhatikan gitarnya Juni.

"Iya, kemaren udah dibenerin bokapku!" ungkap Juni sembari berjalan ke dapur untuk mengambil mangkok.

***

"Bakso sudah siap... udah main gitarnya nanti aja!" Juni membawa dua bakso yang sudah dimasukkan ke dalam mangkok. Risa pun segera melepas gitar yang dia coba mainkan, dan langsung melahap bakso ke dalam mulutnya.

"Ris, coba lihat ini!" ujar Juni seraya memperlihatkan rekaman video perkelahian Risa dan Dina di ponselnya.

Risa sontak berdecak kesal, "Aku udah lihat!" ucapnya, menggeleng pelan.

"Viral banget! kenapa bisa kelepasan gitu sih!" keluh Juni dengan kekehnya.

"Tanya Dina tuh temennya Amel, sensitif banget tuh orang. Ah kesel!" Risa mengernyitkan dahi. Dia terlihat masih kesal terhadap perlakuan Dina terhadap dirinya.

"Sebenarnya kalau dipikir-pikir itu memang salahnya Dina sih, dia nggak seharusnya membesarkan masalah sampai begitu," imbuh Juni sembari menyeruput kuah bakso yang hampir habis.

"Iya kan?!" Risa yakin.

"Tapi kenapa kau-pakai acara lempar uang segala? berarti kamu juga salahkan?" Juni menatap ke arah sahabatnya.

"Ada benarnya sih, aku nggak bisa ngendaliin diri waktu itu Jun... udah ah! jangan bicarain itu lagi dong!" geram Risa, yang kemudian mendengus kencang.

"Berarti kalian berdua sama-sama salah kan?" Juni mencoba memastikan.

"Mungkin," jawab Risa santai. Juni hanya menatap tajam Risa, berharap mendapatkan respon yang lebih pasti. Namun tampaknya sang sahabat sama sekali tidak hirau dan beranjak pergi ke dapur.

***

🎶

Mengapa hidup begitu sepi?

Apakah hidup seperti ini?

Mengapa 'ku selalu sendiri?

Apakah hidupku tak berarti?

Coba bertanya pada manusia

Tak ada jawabnya

Aku bertanya pada langit tua

Langit tak mendengar

🎶

Risa menyanyikan lagu Langit Tak Mendengar dari band favoritnya Noah, diiringi Juni yang juga ikut bernyanyi memainkan gitar kesayangannya.

Tring . . .

Juni mengakhiri petikan gitarnya dan segera menyandarkan tubuhnya ke sofa.

"Lagu ini persis seperti hidupku!" celetuk Juni seraya memandangi langit-langit pelafon rumahnya.

"Duh. . Duh . . Baper nih!" ejek Risa.

"Kamu kali yang lebih baper, waktu nyanyi lagunya aja mukamu bisa berubah gitu! serius amat!" balas Juni dengan kekehnya. Risa kembali mencubit lengan Juni sekuat tenaga, dan berhasil membuat lelaki tersebut merengek kesakitan.

"Aduh!... jangan-jangan lenganku berdarah nih!" keluh Juni sambil menggulung lengan bajunya untuk memperlihatkan bagian lengannya.

"Ah lebay, nggak sakit pun!" kritik Risa.

"Sakit tahu!" pekik Juni.

"Nggak lah, aku cuman pakai kekuatan 30% aja tadi!" Risa tak ingin mengalah.

"Juni! Risa! jangan teriak-teriak!" Ibunya Juni tiba-tiba menegur dari dalam kamar.

"Iya Mah!/Iya Tante!" Juni dan Risa menyahut bersamaan.

"Ya sudah, nih coba rasain!" ucap Juni melanjutkan kembali perdebatan, sembari mencubit lengan Risa.

"Nggak sakit tuh!" respon Risa santai.

"Oke!" Juni pun semakin menguatkan tenaganya.

Perlahan Risa mulai menyeringai. Raut wajahnya menampakkan dirinya tengah menahan rasa sakit. Karena sudah tidak tahan, gadis itu pun langsung membalas perbuatan Juni dengan menjambak rambutnya.

Ceklek!

Suara pintu depan terbuka, Juni dan Risa segera menoleh ke arah sumber suara. Dan seketika menghentikan perdebatan mereka.

"Halo. . ." sapa Fadli pelan.

Juni langsung berdiri dan mendekati Fadli yang sedang membawa beberapa kantong pelastik hitam ditangannya. Seperti biasa, dia selalu mendapatkan buah tangan dari ayahnya.

"Ada Risa ya? nggak bosan liat muka Juni terus kamu!" sapa Fadli pada Risa.

"Sebenarnya udah bosan banget Om! cuma dia nggak punya teman selain aku. Jadi, ya begitulah Om . . ." gurau Risa.

"Salah Yah! dia malah yang nggak punya teman," celetuk Juni seraya memasukkan donat bawaan sang ayah ke dalam mulut. Hal itu sontak membuat Risa langsung melotot ke arahnya, hingga membuat dirinya terkekeh malu.

"Risa bisa kita bicara?" ucap Fadli tiba-tiba. Risa dan Juni pun memasang raut wajah bingung, ketika mendengarnya.

"Iya?" balas Risa.

"Ya sudah ikut Om ke ruang kerja!" suruh Fadli sembari berjalan ke arah ruang kerjanya.

"Aku boleh ikut?" Juni berlari mengikuti ayahnya dan Risa. Fadli pun langsung menganggukkan kepala, untuk mengiyakan keinginan anak sulungnya tersebut.

***

Risa melangkahkan kaki ke ruang kerja Fadli. Dia tertegun melihat ruangan yang sebenarnya tidak pantas di sebut ruang kerja. Tempatnya sempit dan sesak, dengan kertas dan buku-buku yang menumpuk. Berbeda sekali dengan ruang kerja milik kedua orang tuanya yang lebih luas dan rapi. Meskipun begitu, dia tetap menyukai rumah Juni yang sederhana itu.

Fadli menyuruh Risa duduk di sofa yang sudah penuh dengan koyakan. Entah siapa pelaku yang mengoyak sofa tersebut sampai bagian busanya sudah terlihat.

"Dina Anggita satu sekolah sama kalian kan?" tanya Fadli sambil melayangkan pantatnya ke sofa.

"Iya yah, kenapa?" Juni lebih dulu menyahut, karena penasaran.

"Dia sudah belum pulang ke rumah sejak hari kamis!" jelas Fadli singkat.

"Hah?" Risa merasa kaget.

"Yang bener Yah?" Juni memastikan.

"Iya, makanya aku mau tanya sama Risa, karena hari itu kalian terlibat perkelahian kan?" tukas Fadli, menatap gadis yang sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri itu.

"Ris!" Juni menyenggol Risa dengan sikunya. Karena gadis itu tampak mematung dan tidak menjawab pertanyaan Fadli.

"Anu Om, setelah kejadian itu aku langsung pulang..." ungkap Risa.

"Benarkah?"

"Ceritakan saja semuanya Ris, jangan takut... karena kami butuh petunjuk yang detail agar bisa lebih cepat menemukan Dina," ucap Fadli yang mencoba meyakinkan Risa. Gadis itu pun mengangguk pelan, dan menceritakan perkelahiannya dengan Dina secara detail pada Fadli.

"Apa kamu melihat sesuatu yang mencurigakan waktu itu?" tanya Fadli.

"Entahlah Om, aku sedikit lupa, tapi aku akan mencoba mengingat lebih detail lagi. Nanti kalau sudah ingat aku pasti akan kasih tahu," balas Risa.

"Apa Ayah sudah bisa mengira Dina kenapa dan dimana?" Juni kembali bertanya.

"Mungkin dia menginap di rumah temannya," Risa mencoba berpikir positif.

"Iya Yah, bisa aja dia bertengkar sama keluarganya lalu kabur dari rumah!" Juni menyahut. Risa pun langsung mengangguk karena setuju dengan pendapat sahabatnya.

"Ayah dan teman-teman berharap begitu, tapi yang membuat kami khawatir adalah karena akhir-akhir ini semakin banyak anak remaja yang hilang, dan masih belum bisa ditemukan," jelas Fadli dengan wajah sendunya karena kelelahan.

"Mudah-mudahan Ayah segera bisa menemukan penjahatnya," ungkap Juni mencoba menenangkan sang ayah.

"Iya Om, orang jahat nggak akan bisa sembunyi selamanya!" Risa mengukir senyuman tipis. Fadli pun merespon dengan mengangguk pelan sembari membalas senyuman gadis yang sedang duduk di depannya.

1
💜LAVENDER💜
Aku hadir Thor ☝😁
💜LAVENDER💜: Iya Kak, sama2😁
total 2 replies
re
Salah satu cerita favorit yg tak terlupakan ngak bosan baca lg, antara senang dan sedih pas tamat
Elkuna: wah kak makasih ya😍, aku terharu banget🤧, ternyata ada org yg mau bc ulang novel ini. padahal menurutku ceritanya jauh dari sempurna 😅
total 1 replies
Hayaku Gaya
Wihhh!!! Honey Moon! Lukisan Risa selalu best dah.! Maknanya sampe ke sini.. 😘
Huff, ending deh.. aku bakal kangen kamu Jun.. eh, sama kamu juga kok Ris.. tapi dikit wkkw canda ris ✌️😆
Hayaku Gaya: Waduh bener juga. Bisa kena santet onlinenya Risa waduh Ris pis pis ✌️😆
total 2 replies
Hayaku Gaya
Wih abis wisuda nikah deh... wuhu! Dede bayi aku menunggumu haha. 😆
Hayaku Gaya
Kejar restu ayah Jun.. ayo!!!
Hayaku Gaya
Waduh waduh.. Tom relain aja ya... berat nih...
Hayaku Gaya
Nah kan nyesel deh dah buang .. waduh
Nguhuhu, aku ikutan nangis..
Tom.. bersiap kecewa 🤐
Sin Cera 😉
Masih kurang thor 😗 kurang hbs nikah, punya anak 😗😗 cerita anaknya klo mau d tambah juga boleh thor 😂
Elkuna: jgn macam2 kau patkay 😒😒😒
total 1 replies
Sin Cera 😉
duh dah tamat aja thor. cerita setelah pernikahannya mana?? belum juga punyaa anak😗sekalian cerita anaknya yaa thor buat bonus 😂
Sin Cera 😉
uwuwu risaa ama juni. tom gimana thor kasian amat deh nasib dia 😂🤣 tapi dia gak penting lah yaw jadi abaikan aja komen netijen ini 😂🤣🤣
Sin Cera 😉
astoge udin tom sama aku aja 😂🤣
K.A
Tapi Thor ceritamu yg judul nya psychopat meets indigo gak bisa ku baca dong🤧aku baru 15 thor😭 tapi gpp tetap aja nanti ku baca🤣🤣
Elkuna: wkwk, dasar kamu, baca aja asal jgn ditiru 😂
total 1 replies
K.A
End end end, bangga thor aku ingikut cerita mu dari awal sampe akhir😆
Elkuna: uwuw, makasih bnyk ya lili, dah meluangkn wktu buat komen terus. lope lope buat kmu
total 1 replies
re
Bisa ditambah pas hamil dan ngidam mungkin hehe kan penasaran hebohnya mereka
Elkuna: btw mkasih ya kak, udah mau nyempetin baca dan komen. lope lope deh 🤣
total 2 replies
re
Ya sah juga
re
Semoga semua rencana tercapai
re
Lanjut
re
Ya risa sih terlalu emosi akhirnya tanpa pikir panjang terimaTom, semoga nanti tdk trjd lg
K.A
End dong besok, end dong...
Ada seaseon dua gak thor?
Elkuna: untuk season 2 nya mau othor pikirin dulu yaw 😆
total 1 replies
Noer Row_ling
lanjut 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!