Rate 21+
Scrol kebawah.
Amanda Rahayu, Seorang Nanny yang di hadapkan akan takdir cinta yang rumit.
Ketulusan cinta dan kasih sayang yang dia berikan untuk Gisela, Nona kecil asuhannya. Membuat dia bukan hanya mendapat balasan cinta dan kasih sayang dari Gisela, Namun juga, dari Tuan Muda Sergio Putra Kaana, Daddy Nona kecil asuhannya.
Pertemuan cerita singkatnya dengan Salman, Hingga terjadinya sebuah kesalahan yang menyisakan benih di dalam rahim Amanda.
Sergio yang mengetahui akan kehamilan Amanda, justru mengikatnya dengan Ikatan suci pernikahan dan membuatnya tetap tinggal sebagai Istri untuknya dan juga Nanny untuk putrinya.
Kemanakah, Takdir cinta akan membawa sang Nanny, Ikatan suci pernikahannya dengan Gio, atau Ikatan darah dagingnya dengan Salman??
Perjalanan cintanya semakin rumit saat Amanda mengetahui bahwa antara Gio dan Salman terjalin Ikatan Persaudaraan yang erat.
Mampukah ketiganya melewati rumitnya cinta di antara mereka,?
Berakhir dengan bahagia kah? Atau Ikatan yang terjalin itu justru akan tercerai berai??.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nasiroh Iroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ikutlah bersamaku
[Dora , ada yang ingin aku bicarakan denganmu, mari bertemu]
Itulah bunyi pesan yang membuat Amanda gelisah sepanjang pagi, Apa yang harus ia jawab untuk membalas pesan itu. Bebarapa kali panggilan tak terjawab mendarat diponselnya yang sengaja tak ingin ia angkat
[Apa kau sibuk hari ini, kenapa tidak membalas pesanku, kau juga mengabaikan panggilanku, apa aku mengganggu pekerjaamu]
Pesan masuk kembali diponselnya lagi - lagi Amanda hanya membacanya, Dia masih tidak tahu harus menjawab apa, Amanda terus memandangi ponsel ditangannya
Dia kembali melihat nomor ponsel di panggilan masuknya pada tengah malam itu, Dan sejak malam itu tidak ada lagi panggilan masuk dari nomor yang sama, ada perasaan sedih yang tiba-tiba dia rasakan melihat nomor ponsel itu
'Maafkan aku Tuan' gumamnya sambil terus melihat ponselnya
Lalu dia mulai mengetik pesan dan mengirimnya.
Di Panti Asuhan
Pagi hari suasana di Panti Asuhan sangat ramai,Anak- anak mulai keluar dari kamarnya masing menuju meja makan lalu duduk di kursi masing-masing menunggu waktu sarapan dengan tertib
"Selamat pagi Adik-adik, sudah mandi semua" tanya Tari yang tengah menyiapkan sarapan dimeja makan menyapa anak-anak Panti yang sudah tidak sabar menunggu waktu sarapan karna perut mereka yang mulai bernyanyi
"Sudah Kak Tari" ucap anak-anak Panti serempak
"Bagus..." ucap Tari sambil tersenyum dan mengacungkan ibujarinya tinggi keudara
"Kalo sudah mandi semua mari kita mulai sarapannya, Sekarang siapa yang giliran memimpin do'a" ucap Tari lalu duduk dikursinya
Dan seorang anak laki-laki mengacungkan jari telunjuknya keudara, Lalu menengadahkan kedua tangannya diikuti seluruh pengisi meja makan dan mulai memimpin do'a dengan suara lantang dan suasana khidmat, Mensyukuri rezeki yang Tuhan berikan dengan makanan sehat yang telah tersaji dimeja
Kehangatan yang tercipta di Panti Asuhan ini membuat setiap penghuninya merasa selalu bersyukur dan berbahagia karna walaupun mereka tidak memiliki ikatan darah tapi mereka semua saling menyayangi, saling berbagi dan saling menjaga satu sama lainnya, sehingga mereka tidak pernah merasa kurang kasih sayang meskipun mereka tidak tau dimana orang tua kandung mereka, Dan di Panti ini mereka memiliki kasih sayang yang lengkap
Setelah sarapan usai anak-anak kembali keaktifitasnya masing-masing meninggalkan Tari dan juga Bu Saidah dimeja makan
"Bu, kemarin Tuan Salman dan Amanda ada acara apa kemari" tanya Tari sambil membersihkan meja makan
"Kau mengenal Amanda?" bukannya menjawab Bu Saidah malah balik bertanya
"Tidak, hanya sekali bertemu" jawab Tari menoleh pada Bu Saidah
"Mereka mengadakan acara syukuran Empat bulanan bayi mereka"ucap Bu Saidah
"Apa??" tanya Tari dengan terkejut dan menghentikan aktifitasnya
"Jadi Amanda tengah hamil" ucap Tari dengan terbata lalu menoleh pada Bu Saidah
"Kenapa kau seperti terkejut , ada apa?" tanya Bu Saidah menghampiri Tari dan menatapnya dalam
Tari kemudian menceritakan bagaimana Tuan Salman dan Amanda berpisah di halte busway, mereka saling menunggu dan berharap akan pertemuan takdir untuk dapat mempertemukan mereka kembali
Hingga pada malam itu dia yang telah memberikan barang yang dititipkan untuk Amanda dari Salman, Lalu dia meninggalkan Amanda untuk kembali bekerja, tapi dia yang merasa tak tega memutuskan kembali menemui Amanda dan pada saat itu dia melihat Amanda tengah dipeluk seorang pria
Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tapi seketika membelelalakan matanya melihat kembali pria yang memeluk Amanda ternyata bukan Tuan Salman yang seperti dalam pikirannya
"Mungkin pria itu teman Amanda yang sedang berusaha menghibur, Tapi sekarang mereka sudah bersama dan lagi ada malaikat kecil ditengah-tengah mereka, Semoga mereka selalu bahagia ya Bu," ucap Tari sambil tersenyum menatap lurus kedepan
"Amiin..." ucap Bu Saidah mengamini ucapan Tari
"Semoga dengan hadirnya Amanda dan Calon Cucunya bisa menambah semangat kesembuhan bagi Mommy Tuan Salman" ucap Bu Saidah dengan menyeka sedikit airmatanya yang menetes
"Mommy Tuan Salman" Tari mencoba mengulangi kata-kata terakhir Bu Saidah
"Bukankan Nyonya Shanum telah meninggal dunia" lanjut Tari menatap Bu Saidah dengan tanda tanya
"Nyonya Shanum bukan lah Ibu kandung Tuan Salman, Tapi Nyonya Shalimar Adik kandung Nyonya Shanum lah Ibu kandung Tuan Salman" ucap Bu Saidah dengan menggelengkan kepala
"Jadi Tuan Salman bukan Putra Kandung Tuan Kaana" ucap Tari mengernyitkan dahi
Bu Saidah hanya menjawab dengan anggukan kepala
Disini lah Amanda berada, Di sebuah taman dekat sekolah Gisela, Dia duduk dengan gelisah sambil memainkan jari-jari diatas pangkuannya menunggu kedatangan seseorang
Setelah berpikir dengan keras , Amanda akhirnya memutuskan untuk menemuinya kembali, cepat atau lambat dia harus jujur tentang statusnya saat ini, Dia harus mengatakan kebenarannya
Dia bisa merasakan ketulusan diri Salman dalam mencintainya, tapi dia juga tidak bisa membohongi perasaannya yang selalu merasa nyaman saat berada dekat dengan suaminya
Hingga sebuah suara membuyarkan lamunannya, Amanda lalu menoleh dan melihat seseorang yang ditunggunya telah datang
"Maaf membuatmu menunggu,apa kau sudah lama menunggu" ucap seorang pria lalu duduk di sebelah Amanda
Amanda hanya menjawab dengan senyuman dan anggukan menatap pria itu
"Salman , Ada yang ingin aku katakan" ucap Amanda setelah menarik nafas panjang menatap Salman
"Iya aku juga ingin mengatakan sesuatu" ucap Salman tersenyum bahagia menatap Amanda
Amanda yang melihat senyuman itu semakin merasa sedih dan bersalah
Salman yang melihat Amanda diam tidak berbicara apapun lalu mengambil kedua tangan Amanda dipangkuan dan menggenggamnya erat
"Amanda, Ikutlah bersamaku" ucap Salman menatap dalam Amanda
Amanda masih diam sambil mengernyitkan dahi
"Aku harus kembali ke negara A , Mommy sedang menjalani pengobatan disana, aku sudah meninggalkannya terlalu lama, aku mengkhawatirkan keadaannya"
"Mommy" ucap Amanda penuh tanya
"Iya, Mommy menderita penyakit tumor otak, Itulah alasan kenapa aku terlambat menemuimu waktu itu, Mommy membutuhkan tanda tanganku sebagai walinya untuk melakukan operasi"
"Aku ingin menemuimu tapi aku juga tidak bisa meninggalkan Mommy dan menjalani operasi sendrian tanpaku, aku segera menemuimu setelah operasi selesai dan Mommy baik -baik saja, tapi ternyata aku terlambat" jelas Salman
"Dan sekarang keadaan Mommy sudah lebih baik setelah menjalani Kemotheraphy di negara A"
"Mommy ingin bertemu dengan menantu dan juga cucunya, Semangatnya untuk sembuh semakin bertambah dengan hadirmu dan juga bayi kita" ucap Salman sambil mengelus perut Amanda
"Jadi Amanda, aku ingin mengajakmu kenegara A bertemu Mommy dan menjalani kehidupan kita selanjutnya bersama disana, Ikutlah bersamaku Amanda"ucap Salman memohon
"Maafkan aku Salman ,Maaf , tapi aku"ucap Amanda terhenti karna tangis sudah tidak bisa dia bendung lagi
"Kau menangis, Maafkan aku, jika kau belum siap untuk ikut bersamaku karna pekerjaanmu , aku akan menunggumu, kau bisa pikirkan dahulu, aku tahu ini sulit untukmu , aku akan menunggumu sampai kau benar-benar siap, aku tidak akan memaksamu untuk ikut bersamaku, jadi berhentilah menangis , aku mohon" ucap Salman lalu menyeka airmata Amanda yang sudah membanjiri pipinya itu
"Salman aku" ucap Amanda
"Sudahlah, kau pikirkan dlu aku akan menunggumu sampai kapanpun, dan kau harus ingat itu" ucap Salman menghentikan ucapan Amanda dan terus menyeka airmata Amanda
"Salman" ucap Amanda terkecat
"Amanda" ucap Salman dengan lembut
"Salman aku sudah menikah, Maafkan aku" ucap Amanda dengan mengambil tangan Salman dipipinya dan menatap Salman dengan berderai airmata
"Apa"??
"Kau, sudah menikah" ucap Salman dengan dada yang seperti sesak
"Maafkan aku Salman"ucap Amanda menggenggam tangan Salman
"Tapi bagaimana bisa Amanda, kau mengandung bayiku, aku yang akan menikahimu" ucap Salman balas menggenggam tangaan Amanda
tapi yang ngasi Vote kok dikit yaa
semangat Kakak