"Aku merindukan mu"
itulah ungkapan setiap malam. Kanza Mahendra
saat harus berjauhan dengan Rasyi Syakilla.
Gadis ceria yg berhasil mengambil hati manusia dingin. yg bahkan tak tersentuh. namun kini saat berjauhan hati Kanza selalu merindukan nya.
Setelah melewati banyak perjuangan. hingga kini mereka telah benar benar bersama. membuat Kanza ingin selalu bersama dengan wanita yg saat ini telah memenuhi hati nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiia sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 35
*
Kini sudah empat hari Kanza juga belum kembali, Rasyi yg mulai terus uring uringan dengan Nani dan pengawal karena rasa bosan nya.
Karena ingin mengurangi rasa jenuh nya. Nani dan pak Dhanu selalu ngajak Rasyi ke kebun samping villa tiap pagi dan sore tapi tetap dengan pengawal di sekeliling nya
Pagi ini Rasyi yg sudah siap siap menunggu Nani keluar vila. duduk santai di bangku taman dengan merasakan sinar matahari dan hawa dingin yg bercampur karena letak villa Kanza di puncak.
''Nyonya" panggil Nani
"sudah siap?"
"sudah ayo nyonya"
mereka pun berjalan ke samping villa. banyak berbagai macam bunga yg tumbuh disana sebenarnya Kanza tidak terlalu perduli soal tanaman. akhir nya pak Dhanu menyarankan menyiapkan taman bunga dan kebun sayur di sekitar villa.
"Bukankah mereka terlihat makin cantik Nani"
ucap Rasyi antusias dengan memetik beberapa mawar putih
para pengawal hanya membiarkan nyonya mereka memetik bunga sesuka hati nya. yg penting tuan mereka senang.
Setelah merasa capek bermain dengan bunga. Rasyi mengajak Nani duduk di bangku taman untuk menghias vas bunga
"Terlihat cantik nyonya" ucap Nani yg melihat susunan bunga Rasyi walaupun belum sempurna.
"Benarkah"
"iya, apa nyonya memang sangat menyukai bunga?"
"iya Nani, apa kamu tahu dulu waktu kecil aku punya cita memiliki toko bunga sendiri selain mendesain ruangan"
Dengan senyum ceria nya. Rasyi terus bercerita dengan Nani. tanpa menyadari ada sebuah mobil yg tak jauh dari vila mengintai berusaha mendapat kan poto wajah nya.
Pengawal yg sadar. langsung berlari dan menutupi wajah Rasyi dengan jaket mereka dan membawa nya langsung ke dalam dengan sebagian mengejar mobil tersebut.
Rasyi yg kaget. spontan teriak karena pengawal tiba-tiba menggendong nya.
"Apa yg kalian lakukan" bentak nya di dalam vila
"maafkan kami nyonya, tapi ada yg mengintai anda di luar. makanya kami harus membawa anda masuk secepat nya"
"Apa mereka kembali??" tanya Rasyi panik
"saya tidak tahu nyonya"
tiba-tiba terdengar suara tembakan. yg membuat Rasyi langsung berjongkok ketakutan dengan menutup kedua telinganya.
"Nani, ajak nyonya masuk ke dalam ruangan nya dan pastikan nyonya tidak keluar" perintah pengawal pada Nani
Pengawal pun langsung berlari keluar. untuk memastikan keadaan. sedangkan Nani yg menenangkan Rasyi berusaha mengajak nya bangkit dan membawanya ke kamar.
Rasyi yg kaget dengan suara tembakan seperti ketakutan. dan terus terbayang di kepalanya bagaimana tembakan yg terjadi di gudang beberapa hari yg lalu.
"Anda istirahat lah nyonya, saya akan carikan obat agar anda tenang" ucap Nani
Rasyi yg tidak menjawab hanya terlihat wajah panik nya. Nani pun mencari cari obat di dalam kamar Kanza. namun Nani tidak menemukan obat apa pun selain pil di dalam botol kecil yg ada di laci.
Karena bingung Nani hanya menelpon dokter Yudha untuk menanyakan obat yg dia temukan. tapi setelah dokter Yudha mengatakan obat yg di pegang nya tidak bahaya asalkan dosis nya pas. Nani memberikan nya pada Rasyi.
"Ini nyonya, minum lah obat nya"
"Nani, aku takut" ucap nya gemetaran
"nyonya tenang lah, saya dan pengawal tidak akan membiarkan mereka menyakiti anda"
"Kanza, dimana Kanza?" tanya nya yg mulai panik
"tuan Kanza akan kembali, yg penting nyonya minum dulu agar lebih tenang"
Rasyi pun langsung meminum obat yg di berikan oleh Nani. dalam beberapa menit saja Rasyi sudah lemas dan langsung tertidur. Nani pun membenarkan posisi Rasyi agar nyaman
Nani menutup semua gorden kamar dan mengunci setiap pintu dan jendela kamar agar aman. sebelum benar benar meninggalkan Rasyi agar tenang.
"Apa kalian menangkap nya??" tanya Nani yg menghampiri pengawal di luar
"Tidak, mereka sudah kabur jauh tapi salah satu dari mereka terkena tembakan kami" tegas pengawal
"aku takut mereka akan kembali, apa lagi saat tuan Kanza tidak ada disini. aku kasihan dengan nyonya" lirih Nani yg mendapat simpatik dari pengawal.
"Ya sudah, kita berdo'a saja semoga tuan Kanza kembali malam ini'' potong pak Dhanu
Mereka pun melanjutkan tugas mereka. hingga tak terasa malam sudah tiba. tapi Nani yg sedari tadi mondar mandir di kamar Rasyi masih bingung karena Rasyi masih belum juga sadar karena obat bius nya.
Sampai penglihatan nya menangkap sosok laki-laki yg berdiri tegap di pintu dengan beberapa orang di belakang nya.
"Tuan Kanza" sentak nya
"apa dia sudah tertidur??" tanya Kanza yg berjalan masuk melewati Nani dan mendekati Rasyi
"Maafkan saya tuan, saya memberikan obat bius pada nyonya sesuai dengan saran dokter Yudha tapi saya tidak mengerti kenapa nyonya bum juga sadar" jelas Nani dengan ketakutan
"Apa terjadi sesuatu disini??"
"tadi siang ada penyusup yg datang disini tuan, karena mendengar tembakan nyonya terlihat ketakutan jadi saya memberikan nyonya obat bius agar nyonya bisa tenang"
Kanza langsung melihat ke arah Edo, dan Edo yg paham tatapan tuannya memilih undur diri untuk memastikan semua aman diluar.
Kanza yg duduk di tepi ranjang membelai lembut wajah Rasyi yg masih tertidur. dengan tatapan sendu Kanza menempelkan punggung tangan Rasyi di pipi nya.
"Apa dia baik-baik saja disini??"
"nyonya baik tuan, beberapa kali juga nyonya terlihat ceria tapi jika mengingat anda beliau akan kembali merengek dan terus bertanya kepada semua kapan anda akan kembali" panjang lebar Nani melaporkan pada Kanza.
"Terima kasih Nani, sudah menjaga nya untuk ku"
"tidak tuan, ini memang tugas saya"
"tolong siapkan makan malam, biarkan aku yg menjaga nya disini" ucap Kanza
Nani pun yg mendapat perintah langsung turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam untuk tuan dan nyonya nya.
Berbeda dengan Kanza yg terus berusaha membangunkan Rasyi dengan mencubit cubit lembut pipi Rasyi.
"Bangun lah, bukan kah harus nya kamu menyambut kepulangan ku" ucap nya lembut
Namun kata kata Kanza seperti mantra bagi Rasyi. yg membuat nya menggerakkan tangan nya dan berusaha membuka mata nya. Kanza hanya menatap nya dengan senyum tulus nya. memastikan Rasyi akan menyebut namanya.
"Ka-Kanza" ucap nya pelan
"kamu sudah bangun??"
"ini beneran kamu, kamu sudah pulang?"
terlihat genangan air mata di mata Rasyi. Kanza membantu Rasyi duduk untuk melihat jelas wajah nya.
"Kamu udah pulang"
dengan memegang wajah Kanza. Rasyi menyangka ini masih mimpi. Kanza yg juga memegang wajah Rasyi mengusap air mata nya yg menetes dengan ibu jari nya.
"Maafkan aku, baru bisa kembali sekarang"
ucap nya lirih yg menarik Rasyi dalam pelukan nya.
"tapi kamu sudah pulang sekarang"
"iya, aku sudah pulang. terima kasih sudah menunggu ku"
dengan memeluk erat Rasyi. Kanza bisa merasakan detak jantung nya dan Rasyi yg berirama bersamaan.
Dengan mencium pucuk kepala Rasyi. Kanza melepaskan rasa rindu nya. dan juga rasa khawatir nya
"Apa kamu baik baik saja disini??" tanya Kanza yg melepaskan pelukan nya.
"iya, aku baik-baik saja"
"God girls" ucapnya dengan senyum
"apa yg membuat mu lama kembali??"
"aku akan ceritakan. tapi sekarang aku mau kita makan dulu. kamu pasti belum makan kan?"
"Baiklah"
"ayo" ajak Kanza yg menggandeng tangan Rasyi mengajak nya keluar kamar untuk turun kebawah.
"Nyonya"
sapa Edo dan beberapa pengawal yg memberikan nya bow
Namun Rasyi yg membalas nya dengan senyum ramah. malah membuat pengawal dan termasuk Edo salah tingkah karena takut di hukum Kanza karena melihat senyum wanitanya.
"Seperti nya mata kalian cukup terang malam ini"
sentak Kanza yg membuat anak buah nya kocar kacir berlarian langsung keluar vila meninggalkan Edo yg masih berdiri di tempat nya.
"Duduk lah" ajak Kanza dengan menggeserkan kursi untuk Rasyi
"terima kasih" ucap manja Rasyi
"Edo duduk lah, ayo kita makan bersama" ajak Rasyi
Tapi Edo yg menatap tuannya untuk meminta izin. malah membuat Rasyi menatap ke arah mata Edo. ada tatapan tidak suka Rasyi melihat ke Kanza.
"Ada apa?" tanya Kanza seolah tidak tahu
"apa kamu juga akan melarangnya makan disini??"
"nona Rasyi, aku bahkan belum mengatakan apa-apa pada Edo" bela Kanza pada dirinya
"Lalu, biarkan Edo bergabung dengan kita disini"
"sesuai perintah anda nyonya" ucap pasrah Kanza
Dengan melihat ke Edo. Kanza memberi nya kode mata agar langsung duduk. Edo yg paham langsung duduk di sebrang Kanza dan Rasyi.
"Saya tidak menyangka tuan, anda yg terlihat buas di mata lawan anda. malah bisa begitu patuh oleh seorang wanita"
ejek nya dalam hati. namun menunjukan senyum licik nya yg bahkan terlihat Kanza
"Edo, bukan kah sepertinya hidup mu menyenangkan. bahkan kau bisa tersenyum di meja makan" ketus Kanza
"Maafkan saya tuan"
"hey, sudah lah tidak bisakah kita tenang saat makan"
potong Rasyi kesal
Selesai makan malam Kanza membawa Rasyi kembali ke kamar.
''tunggu lah disini aku mandi sebentar''
ucap Kanza lalu berlalu masuk dalam kamar mandi.
Rasyi yg sendirian melihat sisi kamar yg banyak berubah berpikir heran
''kenapa di tutup semua'' ucap nya lalu Rasyi berjalan perlahan membuka gorden dan pintu balkon dan membiarkan angin masuk. dengan memakai dress nya Rasyi berdiri di depan pintu balkon merasa kan angin menghembus tubuh nya. tanpa sadar Kanza yg sudah selesai mandi melihat nya.
Dengan perlahan Kanza berjalan mendekati Rasyi. hingga memeluk nya dari belakang yg membuat Rasyi terkaget
''Bukan nya kamu akan masuk angin'' bisik Kanza di telinga Rasyi. yg membuat nya merasa geli
''Apa yg kau lakukan?''
''tidak ada, aku hanya mengikuti mu nikmati malam''
''benarkah''
namun Kanza makin erat memeluk perut Rasyi, namun Rasyi yg merasa ada rasa bahagia dalam hati nya. selain melihat Kanza kembali juga karena perlakuan lembut Kanza.
''Apa kamu tidak lelah Kanz?'' tanya Rasyi
''tidak, setelah melihat mu"
"kenapa kamu tidak pernah memberi kabar?"
"tapi aku selalu menanyakan kabar mu"
"benarkah, kenapa aku tidak tahu"
Rasyi membalikkan badan nya yg jadi berhadapan dengan Kanza.
"Aku selalu menelpon Nani untuk mengetahui kabar mu. bahkan apapun yg kamu lakukan hari ini" jelas Kanza dengan merapikan rambut Rasyi di wajah nya.
"Tapi kenapa mereka selalu bilang tidak tahu saat aku bertanya tentang mu"
"karena aku hanya menanyakan kabar mu. dan tidak pernah mengatakan kabar ku pada mereka. lagian aku juga melarang Mereka memberitahu jika aku menelpon"
"Kenapa?"
"karena aku tidak ingin. kamu tambah khawatir"
"tapi aku memang khawatirkan mu" ucap Rasyi sendu dengan memegang wajah Kanza.
"Aku akan baik-baik saja,bukannya aku sudah janji padamu"
"kalau gitu, mari berjanji kamu tidak boleh pergi jauh lagi"
ucap Rasyi dengan memberikan jari kelingking nya.
"Aku tidak bisa berjanji soal itu, tapi aku akan berjanji sejauh apapun aku pergi. maka kamu tetap akan menjadi rumahku"
"Ta-tapi"
"ssst, jadilah gadis yg baik saat aku tidak ada."
"baiklah" pasrah Rasyi
Kanza berjalan ke ranjang dengan duduk bersandar.
"bukannya ada yg ingin kamu tanyakan, kemarilah"
ucap Kanza dengan menepuk sebelah nya agar Rasyi mendekat.
Rasyi yg langsung menaiki ranjang dan meletakan kepala nya di dada bidang Kanza dengan setengah memeluk nya.
"Apa yg ingin kau ketahui??" tanya Kanza yg kini memainkan rambut panjang Rasyi
"Aku ingin tahu Aiden"
"Aiden"
"iya"
"baiklah, Aiden adalah adik ku. tapi kami tidak sedarah pertama kali aku menemukan Aiden itu di paris. saat usianya 7 tahun. apa kau tahu. Aiden memiliki sikap ceria dan berani seperti mu. sejak itu aku menganggap nya adik ku dan berjanji menjaga nya" jelas Kanza
"Lalu, apa kau sangat menyayanginya??"
"sangat, Aiden adalah orang pertama yg membuat aku ingin melindungi seseorang"
"Dan asal usul mu??" ragu Rasyi
"aku tidak tahu asal usul ku. tapi yg aku ingat dari umur yg tiga tahun hingga umur 12tahun aku tumbuh di panti asuhan bersama Aiden. hingga akhirnya kami melarikan diri untuk menjalani hidup di luar. dan bertemu dengan James papa nya Jordan''
''Jordan''
''iya, Jordan yg menangkap mu waktu dan membawamu ke gudang itu'' jelas Kanza
''Jika kalian hidup bersama dulu. kenapa kalian berseteru sekarang?"
"awalnya aku dengan Jordan dekat. sampai papa nya meninggal dan Jordan menjadi ketua dari mafia papa nya sikap nya berubah. dan terus mengejar ku karena dia tidak bisa menangkap ku Jordan selalu memburu orang-orang terdekat ku. makanya aku terpaksa menyembunyikan mu disini agar tidak tertangkap oleh nya. dan maaf kalau aku tidak mangatakan nya'' jelas Kanza panjang lebar
happy reading😊
mampir juga yuk keceritaku
RAIN BUKAN HUJAN
terimakasih