Cerita ini tentang cowok 'penakut' yang selalu ditolak sama cewek.
Dia bernama Dafa, dimana dia selalu berteman dengan cewek dan dengan mudahnya dia jatuh cinta. Entah beneran cinta atau karena merasa iri sama yang lain yang bisa dengan mudahnya mendapatkan pacar. Dafa tipe orang yang mudah terbawa perasaan, sehingga jika ada seseorang yang baik kepadanya dia langsung suka. Tetapi sayangnya, yang dekat dengannya rata-rata hanya menganggap dia sebagai teman tidak lebih.
Ikuti ceritanya dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nureti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35
Di rumah kak Malik.
Sebuah motor Suzuki Satria F150 dengan perpaduan warna hitam dan merah memasuki rumahnya.
Tok tok tok.
Om dan tante yang lagi nonton televisi, mendengar ada ketukan pintu. Tante langsung menuju ke sumber suara dan membukakan pintu.
"Eh Dicka, ada apa?" tanya tante.
"Tidak ada tan, cuma mau main saja. Sudah lama tidak main kesini." katanya.
"Oh iya sudah ayo masuk. Tante panggilkan Malik dulu." ucap tante.
Seseorang yang mengunjungi rumah kak Malik adalah Bayu Dicka. Dicka masuk rumah dan duduk di sofa. Sedangkan ibu menuju kamarnya kak Malik untuk memanggilnya.
"Malik itu ada Dicka." ucap tante di depan pintu kamar kak Malik yang terbuka.
"Mau ngapain?" tanyanya.
"Mana ibu tahu. Sudah sana temui dia. Ibu buatkan kopi dulu." kata tante menuju dapur untuk membuat kopi.
Kak Malik akhirnya keluar dari kamar dan menemui Dicka di ruang tamu.
"Ngapain lu kesini?" tanyanya.
"Main saja, sudah lama gue tidak main kesini." katanya.
"Ada angin apa yang membawa lu main kesini." kata kak Malik.
Dicka hanya tersenyum.
Tante datang membawa dua gelas kopi.
"Ini Dicka, tante buatkan kopi." kata tante.
"Iya ampun tante pakai repot-repot segala." katanya.
"Sudah di minum saja." kata tante.
"Iya tan, terimakasih." ucapnya meraih gelas kopi dan meminumnya.
"Iya sudah tante masuk dulu iya." katanya meninggalkan kak Malik dan Dicka.
"Lu belum jawab pertanyaan gue." kata kak Malik.
"Pertanyaan apa?" tanyanya pura-pura tidak ingat.
"Ada maksud apa lu main malam-malam begini." kata kak Malik.
"Baru juga habis isya, belum terlalu malam." katanya tersenyum.
"Terserah lu dah." katanya meminum kopinya.
Dicka juga bingung mau bilang apa ke kak Malik tujuannya dia kesini.
"Hmmm... gue..." katanya menggantung.
"Apa?" tanya kak Malik.
"Temenin gue ngapelin cewek." katanya langsung.
"Ogah, yang ada gue nanti jadi obat nyamuk." kata kak Malik.
"Please, gue minta bantuan lu." katanya.
"Siapa yang mau lu apelin? lalu apa hubungannya sama gue?" tanya kak Malik.
"Dia Nina. Dia bilang lu tetangga belakang rumahnya." katanya.
"Iya ampun jadi ini alasan lu main ke rumah gue?" tanya kak Malik.
"Hehe... iya gitu." katanya tersenyum.
"Pantas saja pakaiannya keren begini." kata kak Malik.
"Sudah ahh ayo keburu malam." katanya tidak sabar.
"Iya iya bentar gue ambil handpone dulu." kata kak Malik pergi ke kamar untuk mengambil handponenya.
Kak Malik pamitan dengan tante diikuti Dicka di belakangnya.
"Bu, aku pergi dulu iya. Mau nemenin ini Dicka ngapelin Nina." katanya melirik Dicka.
"Oh jadi kesini untuk itu." kata tante melirik Dicka.
"Iya tan do'akan." kata Dicka tersenyum malu.
"Pasti Nina juga menerima kamu Dicka. Secara kamu orang kaya." kata tante.
"Ahh tante tidak juga." kata Dicka.
Orang tua Dicka adalah peternak bebek sekaligus pengusaha telor asin. Kak Malik dan Dicka memang sudah lama berteman jadi tante sudah tahu keluarga Dicka. Kak Malik dan Dicka keluar rumah dan menuju motonya Dicka. Sebenarnya jarak rumah dari kak Malik ke rumah aku hanya berjarak lima meter. Hanya saja karena ini malam minggu Dicka kepengen ngajak jalan ke luar.
Di rumah aku.
"Eh Malik, ada apa kesini?" tanya ibu yang duduk di teras.
"Ini tan, ada yang mau ngapelin Nina." katanya melirik Dicka.
"Malam tante." ucap Dicka mencium tangan ibu.
"Oh iya sudah masuk saja, kebetulan di dalam juga lagi ada temennya Nina." kata ibu.
Kak Malik dan Dicka hendak masuk ke dalam rumah. Tetapi keburu aku dan Viana keluar rumah dan menatap kak Malik dan Dicka bergantian.
"Na, itu kan kakak kelas yang aku ceritain barusan." ucapku pelan supaya tidak kedengaran kak Malik dan Dicka.
Viana melirikku.
Aku memperhatikan kakak kelas itu dan melihat motornya.
"Kayak sering lihat motor itu." batinku.
Tiba-tiba sekilas aku mengingat ucapan Viana kalau waktu aku kelas satu dia kelas tiga.
"Oh iya aku ingat. Dia mantannya Citra." batinku.
Citra adalah kakak kelasku juga, seangkatan dengan Dicka. Aku mengingatnya, Dicka sering melewati rumah nenek untuk menemui Citra. Iya Citra tinggal dekat rumah nenek. Dicka sering melihatku bantuin nenek.
"Mau diem-diem disini saja, tidak disuruh masuk." ucap kak Malik.
"Iya Nina, suruh masuk ngapain berdiri disitu." ucap ibu.
"Eh.. hmmm.. iya ayo masuk kak." ucapku gugup.
Aku dan Viana kembali masuk ke dalam diikuti Kak Malik dan Dicka.
"Nin, gue balik dulu iya." ucap Viana.
"Ihh apaan sih, katanya mau ke tamkot." kataku mencegahnya.
"Sudah, lain kali saja." kata Viana.
Aku masih menggenggam tangan Viana supaya tidak meninggalkan aku sama dua orang cowok yang lagi duduk di sofa. Aku melirik Kak Malik dan Dicka.
"Kak, ada apa?" tanyaku ke kak Malik dengan masih menggenggam tangan Viana.
"Ini ada yang mau ngapelin lu." kata Kak Malik melirik Dicka.
Aku menatap Dicka dan dia juga menatapku.
"Gimana kalau kita ke tamkotnya bareng?" tanya Dicka masih menatapku.
Aku melirik Viana dan dia mengangkat bahunya.
"Sudah bareng saja dari pada itu tangan lu tidak mau lepas dari teman lu itu. Mending kita sekalian kesana bareng." kata kak Malik.
Aku langsung melepaskan tangannya Viana, sedangkan Dicka tersenyum lebar mendengar omongan kak Malik barusan.
"Iya sudah ayo ahh, gue keburu kelaparan." ucap Viana.
"Iya tahu tuh kelamaan mikir." kata kak Malik.
Dicka bersemangat karena semua berpihak kepadanya.
"Iya sudah ayo. Kenapa masih duduk saja." kataku berdiri dan berjalan keluar rumah menghampiri ibu.
"Bu, aku pergi dulu." ucapku menyalami ibu diikuti Viana.
"Tenang tan, Nina aku jagain. Kita pergi malam mingguan dulu." kata kak Malik.
"Iya sudah jagain anak tante." katanya.
"Siap tan, Nina sudah seperti adik aku sendiri kok." kata kak Malik tersenyum.
"Permisi tan." ucap Dicka mencium tangan ibu.
"Iya kalian hati-hati." katanya.
Aku dan Viana menghampiri motor Viana sedangkan kak Malik dan Dicka menggunakan motornya Dicka. Kita berempat meninggalkan halaman rumah. Cewek-cewek jalannya di depan sedangkan cowok-cowok di belakang.
"Gue kira chattnya dia yang tadi sore itu bohongan." ucapku diperjalanan.
"Emang dia ngechatt apa?" tanya Viana.
"Selamat malam minggu. Semoga kita bisa bertemu." kataku.
"Hmmm..." kata Viana.
"Iya pas baru kenalan juga dia bilang nanti main ke rumah kak Malik ahh, kali saja bisa ketemu katanya." ucapku ke Viana.
"Jodoh kali." kata Viana.
"Sembarangan." kataku.
"Iya buktinya kalian dipersatukan dengan nanti sekolahnya bareng, dia juga pasti lebih sering main ke rumahnya kak Malik untuk ketemu sama lu." katanya.
"Iya bukan berarti kita jodoh Viana." kataku.
"Hahah iya sapa tahu Nin." katanya.
Kak malik dan Dicka.
"Thanks iya Malik, lu sudah bantuin gue." kata Dicka.
"Santai saja. Tapi awas saja kalau lu sampai nyakitin dia" katanya.
"Lu tahukan gue nyari saja susah gimana mau nyakitin cewek." kata Dicka.
"Hahahah... apalagi gue, sampai sekarang masih jomblo." katanya.
"Iya lu deketin temennya Nina saja." kata Dicka.
"Ini saja gue lagi pusing ngadepin tugas akhir nanti, lu malah nyuru gue deketin cewek." katanya.
"Hahah iya biar ada penyemangatnya." kata Dicka.
"Itu pacar atau cheerleader." katanya.
"Hahah bisa berperan keduanya." kata Dicka.
Kita masih di perjalanan menuju taman kota. Karena ini malam minggu, jadi jalanan ramai sama anak muda yang ngabisin malam minggunya nongkrong di luar.
...****************...
jangan lupa mampir di karyaku juga ya
minding baca komik bobo
salam dari Barryneald :))
#Izin Thor
salam kenal 🤗
semangat berkarya 💖
jika ada waktu jgn lupa feedback ke karyaku "love in silence" dak tinggal kan jejak like dan comment mu sbg bentuk dukungan karayku 😘
Terima-kasih banyak.
jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🍇🍇🍇
kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos ☘️☘️☘️
tinggalkan like and comment ya 🥭