NovelToon NovelToon
Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Xiao Yun : Anak Tanpa Qi

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Fantasi Timur / Kultivasi Modern
Popularitas:9.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Tianxu, setiap orang terlahir dengan kemampuan menyerap Qi untuk berkultivasi. Namun Xiao Yun, bocah yatim dari Desa Kabut, lahir tanpa memiliki Qi sedikit pun dan hidup sebagai bahan hinaan seluruh desa.
Setelah kakek angkatnya meninggal, Xiao Yun bertahan hidup seorang diri dengan mencari tanaman obat di Hutan Terlarang. Hingga suatu hari, sebuah kecelakaan membawanya ke Lembah Iblis — tempat ia bertemu roh petapa kuno bernama Luo Hai.
Tanpa disadari siapa pun, di dalam tubuh Xiao Yun tersegel kekuatan kuno bernama Nadi Kekosongan, kekuatan terlarang yang bahkan ditakuti langit.
Dari bocah tanpa Qi yang dipandang sampah, Xiao Yun memulai perjalanan untuk mengguncang dunia kultivasi.

{ Update setiap hari }

Mohon dukungannya 👍🏻⭐🔁

Terima kasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35 – Jejak Menuju Lembah Langit

Tak lama kemudian, ia memasuki sebuah kedai teh yang cukup ramai. Banyak pengembara dan pemburu beristirahat di sana sambil berbincang mengenai perjalanan maupun berita dari berbagai daerah.

Xiao Yun memilih duduk di sudut ruangan.

Sambil menikmati semangkuk teh hangat, ia mendengarkan percakapan orang-orang di sekitarnya.

"...katanya ujian penerimaan murid akan segera dimulai."

"...aku dengar banyak orang menuju Lembah Langit."

"...tahun lalu hanya sedikit yang berhasil lulus."

Percakapan itu segera menarik perhatian Xiao Yun.

Ia menoleh ke arah sekelompok pengembara yang sedang berbicara.

"Lembah Langit?" gumamnya pelan.

Luo Hai tersenyum tipis.

"Terus dengarkan."

Salah seorang pengembara berkata dengan nada kagum,

"Aku sendiri tidak berniat ikut. Katanya perjalanan menuju sana saja sudah sangat berbahaya."

Temannya mengangguk.

"Benar. Bahkan kalau berhasil tiba di Lembah Langit, belum tentu diterima sebagai murid."

"Namun kalau benar-benar berhasil masuk Sekte Langit Purba, masa depan seseorang akan berubah."

Mendengar nama itu, mata Xiao Yun langsung berbinar.

Sekte Langit Purba.

Nama yang pernah disebut Luo Hai sebelumnya.

Ia menahan diri agar tidak langsung menghampiri mereka.

Setelah beberapa saat, kelompok pengembara itu meninggalkan kedai.

Barulah Xiao Yun memandang Luo Hai.

"Guru, apakah mereka sedang membicarakan sekte guru?"

Luo Hai mengangguk perlahan.

"Benar."

Tatapannya tampak sedikit jauh, seolah sedang mengenang sesuatu yang telah lama berlalu.

"Lembah Langit merupakan pintu masuk menuju dimensi tempat Sekte Langit Purba berada."

Xiao Yun sedikit terkejut.

"Dimensi?"

"Bukan sekadar gunung atau lembah biasa. Sekte itu tersembunyi di dalam ruang yang terpisah dari dunia luar."

Xiao Yun akhirnya mengerti mengapa selama ini ia tidak pernah mendengar keberadaan sekte tersebut dari orang-orang biasa.

Ternyata letaknya memang tidak berada di tempat yang dapat dimasuki sembarang orang.

"Apa semua orang bisa masuk ke sana?"

"Tidak."

Jawaban Luo Hai singkat namun tegas.

"Hanya mereka yang memenuhi syarat yang memiliki kesempatan mengikuti ujian."

Xiao Yun mengepalkan tangan perlahan.

"Aku akan mencobanya."

Luo Hai menatap muridnya beberapa saat sebelum tersenyum tipis.

"Itulah yang ingin kudengar."

Setelah meninggalkan kedai, Xiao Yun kembali berkeliling kota. Kali ini ia lebih banyak memperhatikan para kultivator yang berlalu-lalang.

Beberapa mengenakan pakaian dengan lambang sekte kecil.

Ada pula yang berjalan sendirian sambil membawa pedang di punggung.

Dari cara mereka melangkah saja sudah terlihat perbedaan dibanding orang biasa.

Xiao Yun tidak berusaha mendekat.

Ia hanya mengamati.

Menurut Luo Hai, memahami dunia di sekitarnya merupakan bagian penting sebelum benar-benar terjun ke dalamnya.

Menjelang siang, ia kembali melewati papan pengumuman yang tadi sempat dilihatnya.

Di salah satu sudut terdapat peta sederhana yang menunjukkan jalur menuju beberapa kota di Kerajaan Yan Utara.

Salah satu garis mengarah ke sebuah tempat yang diberi tanda.

Lembah Langit.

Xiao Yun menghafalkan arah tersebut dengan saksama.

Meski belum berangkat sekarang, setidaknya ia telah mengetahui tujuan berikutnya.

Luo Hai mengangguk puas.

"Kau tidak perlu terburu-buru."

"Aku mengerti, Guru."

"Masih ada beberapa hal yang perlu kau persiapkan sebelum mengikuti ujian."

Xiao Yun kembali menatap ke arah utara, tempat jalur menuju Lembah Langit berada.

Di sanalah perjalanan berikutnya akan dimulai.

Dan di sanalah pula kesempatan untuk memasuki Sekte Langit Purba menantinya.

Pagi yang cerah menyelimuti Kota Batu Hitam ketika Xiao Yun kembali keluar dari penginapan sederhana tempatnya bermalam. Setelah sehari sebelumnya berhasil memperoleh berbagai informasi mengenai Sekte Langit Purba dan mengetahui bahwa Lembah Langit merupakan pintu masuk menuju sekte tersebut, kini pikirannya jauh lebih tenang. Ia tidak lagi berjalan tanpa tujuan, karena untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Desa Kabut, ia telah mengetahui ke mana langkah berikutnya harus diarahkan.

Meski demikian, Xiao Yun tidak terburu-buru meninggalkan kota.

Ia memahami bahwa dirinya masih memiliki banyak kekurangan. Perjalanan menuju Lembah Langit tentu tidak akan mudah, apalagi ujian untuk memasuki Sekte Langit Purba pasti jauh lebih sulit daripada apa pun yang pernah dihadapinya sejauh ini.

Luo Hai melayang di sampingnya sambil memandang keadaan kota yang mulai ramai.

"Keputusanmu untuk tidak langsung berangkat sudah tepat," katanya dengan tenang.

Xiao Yun mengangguk.

"Aku juga merasa kekuatanku masih belum cukup."

Luo Hai tersenyum tipis.

"Yang kurang darimu bukan hanya kekuatan, tetapi juga pengalaman menghadapi dunia kultivator. Lembah Langit dipenuhi para jenius dari berbagai tempat. Jika kau datang tanpa persiapan, peluangmu akan jauh lebih kecil."

Xiao Yun menerima nasihat itu tanpa membantah.

Ia tahu setiap perkataan gurunya selalu memiliki alasan.

Setelah meninggalkan jalan utama, Xiao Yun menuju sebuah tanah lapang yang berada tidak jauh dari Kota Batu Hitam. Tempat itu cukup sepi dan hanya sesekali dilalui para pemburu yang hendak memasuki hutan.

Begitu memastikan tidak ada orang lain di sekitar, ia mengeluarkan Pisau Naga Kuno dari pinggangnya.

Kilau logam tua itu tampak sederhana di bawah sinar matahari, tetapi Xiao Yun masih teringat jelas getaran halus yang pernah muncul saat menghadapi Pemimpin Kawanan Serigala Bulan Perak.

Meski rasa penasaran masih tersimpan di dalam hatinya, ia tidak lagi memikirkannya.

Seperti yang dikatakan Luo Hai, belum waktunya mengungkap rahasia pisau tersebut.

Yang harus dilakukan sekarang hanyalah menjadi lebih kuat.

"Mulailah," ujar Luo Hai.

Xiao Yun segera menarik napas panjang sebelum mengambil posisi.

Ia mengulang kembali setiap gerakan dasar yang selama ini diajarkan Luo Hai. Langkah kaki, cara mengatur keseimbangan tubuh, hingga ayunan Pisau Naga Kuno dilakukan berulang-ulang tanpa tergesa-gesa.

Tidak ada teknik yang rumit.

Tidak ada gerakan yang berlebihan.

Setiap ayunan dilakukan dengan penuh perhatian agar tenaga yang dikeluarkan tidak terbuang sia-sia.

Luo Hai mengamati semuanya dengan saksama.

"Jangan hanya mengandalkan kecepatan," katanya. "Musuh yang kuat tidak akan mudah tertipu oleh gerakan cepat. Yang menentukan kemenangan adalah ketepatan."

Xiao Yun mengangguk sambil terus berlatih.

Keringat mulai membasahi dahinya.

Namun ia tidak menghentikan latihannya.

Waktu berlalu tanpa terasa hingga matahari mulai bergerak ke arah barat.

Barulah Luo Hai mengangkat tangan memberi isyarat agar Xiao Yun berhenti.

"Cukup untuk hari ini."

Xiao Yun mengembuskan napas panjang.

Meski tubuhnya lelah, ia dapat merasakan bahwa setiap latihan membuat gerakannya menjadi lebih stabil dibanding sebelumnya.

"Itulah alasan seorang kultivator harus terus berlatih," ujar Luo Hai. "Kemajuan besar selalu berasal dari ribuan pengulangan yang terlihat sederhana."

Xiao Yun menyimpan kembali Pisau Naga Kuno ke pinggangnya.

Ia mengingat baik-baik setiap nasihat yang baru saja diterimanya.

Sebelum kembali ke kota, keduanya sempat berdiri memandang ke arah utara.

Pegunungan yang membentang di kejauhan tampak samar di balik kabut tipis.

"Lembah Langit berada di balik arah itu," kata Luo Hai.

Tatapan Xiao Yun mengikuti arah yang ditunjukkan gurunya.

Ia tahu perjalanan menuju tempat tersebut tidak akan singkat.

Namun untuk pertama kalinya, tujuan itu terasa begitu nyata.

"Bersabarlah," lanjut Luo Hai. "Masih ada satu hal lagi yang perlu kau lakukan di Kota Batu Hitam sebelum berangkat."

Xiao Yun menoleh.

"Apa itu, Guru?"

Luo Hai tersenyum tipis.

"Besok aku akan membawamu ke Pasar Kultivator."

"Di sana kau akan melihat dunia yang selama ini hanya bisa kau bayangkan."

Mendengar itu, rasa ingin tahu Xiao Yun kembali muncul.

Ia pernah melihat beberapa kultivator di kota, tetapi belum pernah memasuki tempat yang khusus diperuntukkan bagi mereka.

Tanpa disadarinya, semangatnya untuk mengenal dunia kultivasi semakin besar.

...BERSAMBUNG...

1
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
Rekomendasi
bang dul
terlalu banyak cerita perburuan binatang roh, ceritanya jauh dari dari intrik2 kehidupan manusia jadi terlalu sunyi dan monoton🙏🙏
Andi Akhasay: coba baca ceritaku kak
total 2 replies
Aman Wijaya
tambah lagi updatenya Thor 💪💪💪💪
Aman Wijaya
jooooz Xiao Yun lanjut terus aksimu
Aman Wijaya
semangat xiao Yun
Aman Wijaya
lanjut terus
Aman Wijaya
mantab Thor ceritanya lanjut terus semangat semangat semangat
Aman Wijaya
bikin penasaran Thor ceritanya lanjut terus semangat semangat semangat
Aman Wijaya
gaaas njeduk terus Thor lanjut
Aman Wijaya
lanjut 💪💪💪
Aman Wijaya
gaaas terus Thor semangat semangat
vanillastrawberry
aku padamu Mr😍
asri_hamdani
Sepertinya tidak ada paragraf yang menceritakan kemunculan tanda hitam tersebut
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: terima kasih koreksinya🙏🏻
kesalahan teknis auto koreksi keypad nya menyala,jeleknya keyboard handphone. 😅

segera di revisi.
total 1 replies
asri_hamdani
Sepertinya ada paragraf yang kurang.🤔
asri_hamdani
Ada yang aneh. Apa sebabnya dia jatuh kedalam jurang 🤔. Kesandung kelereng atau terpeleset 🤔?
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: ada yg tertinggal di notepad sudah di revisi kak.

makasih sudah di koreksi 🙏🏻
total 1 replies
Jojo Shua
up
Jojo Shua
7
Arinto Ario Triharyanto
muter-muter terus Thor, tinggal pake warisan, satset satset beres
Arinto Ario Triharyanto
lama, muter-muter mulu
💜⃞⃟𝓛 🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
ujian nya adalah pilihan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!