“Aku harus bertahan hidup.”
Karena harus membiayai kuliah adiknya, Aluna Kim mendatangi teman ibunya dulu. Tidak disangka ternyata imbalannya adalah harus menikah dengan anak bungsu teman ibunya tersebut, yang ternyata adalah cinta pertamanya.
Cerita tentang jalan takdir yang menyatukan Aluna Kim dengan Kang In Joo dalam mengarungi bahtera pernikahan yang penuh dengan kisah manis dan perjuangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eva IM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35 Kang In Joo
Apa alasan kita jatuh cinta? Aku rasa kita bisa jatuh cinta karena sesuatu yang sederhana
***
Wanita yang sangat ku cintai tiba-tiba menghilang ketika kami sepakat untuk berkomitmen dalam bahtera rumah tangga atau menikah. Kukerahkan seluruh tenaga yang ku punya untuk mencarinya, tapi hasilnya nihil. Yang aku dapati adalah dia lari dengan seorang laki-laki asing. Ditengah carut marut hidupku datanglah seorang wanita yang tidak tahu malu menjadi istriku. Alasannya klasik sekali, karena uang. Cih.. menjijikkan.
Desakan ibuku untuk menikahinya tidak bisa ku bendung lagi, kenyataan bahwa ibuku tahu jika wanita yang sangat aku cintai meninggalkan aku. Terpaksa aku menyetujuinya, tidak ada lagi jalan keluar selain setuju.
Aku mengenalnya, ya aku ingat wanita itu. Gadis kecil yang pernah menjadi tetanggaku ketika kami tinggal di Indonesia. Tapi tidak ku sangka ternyata dia menggunakan cara licik untuk naik pangkat, dengan menggoda keluargaku agar bisa menikah denganku. Licik sekali. Dengan alasan kesulitan ekonomi untuk membayar uang sekolah adiknya, wanita itu datang kerumah besarku meminta bantuan kemudian menawarkan dirinya sebagai imbalannnya, tidak ada bedanya dengan wanita jalang di club malam.
Tidak sudi aku menerima dia sebagai istriku, apalagi menjadi ibu dari anak-anakku. Kuputar otakku untuk mencari cara menyingkirkan wanita itu. Aku membuat perjanjian dan surat perceraian dalam jangka waktu satu tahun, untung saja wanita itu menyutujui. Sesuai dengan prediksiku bahwa dia hanya butuh uang keluargaku dibandingkan statusnya sebagai istri. Walaupun wanita yang aku cintai entah dimana tapi cintaku tidak akan berubah, aku yakin suatu saat nanti dia akan kembali. Jika wanitaku kembali, akan langsung kutendang wanita ular yang menjadi istriku sekarang.
Dua bulan berlalu, hubunganku dengan wanita itu tidak berubah. Aku menghindarinya, dan dia juga tampak takut padaku. Usahaku sukses.
Ditengah-tengah sikapku yang tidak peduli padanya, dia terus saja menunjukkan sikap yang bertolak belakang dengan yang aku pikirkan. Ketika aku memberinya kartu ATM yang isi nominalnya melambung, sepeserpun tidak disentuh olehnya. Rasa bingung menguasai diriku, walaupun aku bersikap dingin dan ucapan yang sinis, wanita itu selalu tersenyum dan sabar menghadapi sikapku. Aku rasa ada yang salah pada diriku, aku merasa tertarik dengan kepribadiannya. Bahkan ketika ku suruh keluar dari tempat kerjanya, wanita itu juga menurut. Lagi-lagi sikapnya itu membuatku terkejut. Aku kira dia akan memberontak tapi nyatanya tidak. Menarik, simpulku.
Suatu ketika tiba-tiba aku mendapat telpon dari rumah utama kalau istriku, ya wanita itu ada disana sedang memasak untuk makan malam bersama. Setelah telpon ku tutup aku langsung menuju kesana, aku penasaran apa motif wanita itu datang kerumahku. Fakta yang aku dapat membuat mataku terbelalak, ternyata ibuku yang mengundangnya untuk makan malam, dan semua masakan yang tersaji dimeja makan sekarang adalah hasil buatnnya. Ditambah lagi kepribadiannya yang mudah akrab dengan keluargaku membuatku kagum. Perlakuan keluargaku juga berbeda pada wanita itu, tidak seperti perlakuan yang diberikan kepada wanita yang aku cintai. Keluargaku memang tidak menyukai wanita yang aku cintai tapi menggap itu wajar, toh aku yang menjalani bukan mereka. Tapi melihat keakraban keluargaku pada wanita yang menjadi istriku sekarang aku merasa ada yang berbeda pada hatiku, hatiku merasa nyaman.
Aku rasa aku yang jatuh kepada pesona wanita itu. Ternyata jika diperhatikan, wanita itu cantik, sangat cantik. Mata coklat khas orang Asia mampu membuat orang yang melihatnya jatuh kedalam pesonanya. Bentuk tubuh yang langsing dan tinggi serta bentuk badan yang ideal sesuai dengan tipeku. Baru pertama kali ini aku benar-benar tergoda dengan wanita selain kepada wanita yang aku cintai. Melihatnya menggunakan gaun tidur dengan belahan dada yang rendah membuat Mr. P ku menegang seketika. Fakta inilah yang membuatku merasa sudah terjerat.
Setiap hari bertemu dan bertatapan dengannya, aku merasa semakin terjerat oleh wanita itu. Fikiranku terus saja terbayang akan sosoknya. Terbitlah rasa cemburuku ketika aku melihat wanita itu tertawa lepas dengan orang lain tapi tidak denganku. Apalagi orang yang membuatnya tertawa itu laki-laki lain bukan diriku. Chris nama laki-laki itu, aku rasa laki-laki itu menyukainya tapi tidak punya kesempatan lagi karena wanita itu sudah menikah.
Rasa cemburuhku dipaksa bergejolak hebat ketika kau melihat wanita itu terlihat sedang duduk berdua dengan laki-laki itu, Chris. Kulihat tangan Chris menggenggam tangan wanitaku. Amarah menyelimuti seluruh diriku ketika wanita itu mengatakan perceraian. Aku sadar ketika aku jatuh pada pesonanya aku merasa tidak ingin melepaskannya, dia milikku, dia wanitaku. Amarah sialan itu mampu membuatku melakukan perbuatan yang irasional, bangsat! Aku menyakiti dia. Aku benar-benar tidak bermaksud begitu, aku hanya sedang cemburu dan marah, tidak pernah bermaksud untuk menyakitinya.
Kepandangi wajah pucat wanitaku. Aku membenci diriku sendiri yang bodoh. Sudah dua hari wanitaku tidak sadarkan diri, aku selalu menemaninya. Bahkan semua urusan kantor aku pending karena hal yang terpenting sekarang adalah kesembuhan wanitaku. Aku merasa akan mati jika dia tidak kunjung membuka matanya. Senyumannya menjadi candu untukku. Aku sepenuhnya telah jatuh cinta pada wanitaku, istriku, yang kelak aku ingin dia menjadi ibu dari anak-anaku.
Bayangan wanita yang dulu ku cintai tersapu bersih dengan kehadiran wanita yang ada disampingku sekarang, dialah belahan jiwaku, jantung hatiku, Aluna Kim.
Aku akan segera menyatakan perasaanku, akan kupilih pada waktu yang tepat. Jika dia tidak menyukaiku, aku akan membuat dia menyukaiku dengan caraku.
Bersambung...