NovelToon NovelToon
Pertemuan Diatas Luka

Pertemuan Diatas Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ersy 07

Dihianati oleh kekasih yang dicintai memang begitu menyakitkan, apalagi kekasih yang ia percaya akan membuat dirinya bahagia ternyata diam diam menjalin hubungan dengan sepupunya. Namaku Alisha Azura inilah kisah cintaku dan perjalanan hidupku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ersy 07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Mengejutkan

   Siang itu Laras sedang ada acara arisan bersama teman sosialitanya. Mereka mengadakan arisan disebuah restoran mewah karena pemilik restoran tersebut juga salah satu teman Laras. "Ayo jeng Laras segera kocok arisannya dong, saya sudah tidak sabar lagi ingin tau siapa yang dapat arisan Minggu ini" ucap nyonya Riyanti salah satu teman arisan Laras dan di angguk i oleh semua orang. Laras tersenyum kecil lalu segera mengocok botol kecil yang berisi nama nama anggota arisan tersebut.

Esrek...

Esrek...

Puk..

Tiba tiba salah satu kertas gulungan kecil keluar dari dalam botol tersebut. Mereka berlima tersenyum bercampur deg degan berharap diantara mereka ada yang mendapatkan giliran arisan Minggu ini. "Ayo jeng silahkan diambil kertasnya, siapa yang mau buka gulungan kertasnya" ucap Laras mempersilahkan salah satu temannya membuka gulungan tersebut. Nyonya Riyanti yang sudah tidak sabar langsung mengambil kertas gulungan tersebut "Biar saya saja ya jeng yang buka gulungannya, biar cepat tau siapa yang dapat uang arisan Minggu ini" sahut nyonya Riyanti sambil tersenyum kecil. Saat gulungan kertasnya dibuka ternyata tertulis nama **Siska Raharja** ( Mama Fandi ). "Wah... ternyata yang dapat uang arisannya Minggu ini adalah jeng Siska. Selamat ya jeng, berarti rezeki anda hari ini dapat jatah arisannya jangan lupa traktiran loh.." ucap nyonya Riyanti seraya tersenyum menatap Siska mamanya Fandi juga ikut senang karena hari ini ia dapat gilirannya.

  "Alhamdulillah jeng, iya pasti dong saya yang traktir makan siang hari ini" jawab nyonya Siska tersenyum tipis.

"Wah hari ini kita makan gratis dong jeng, makan sepuasnya kan jeng.." goda Laras Mama Vania.

  "Hehehe...iya jeng, silahkan kalau mau pesan lagi. Menu apapun bebas kok, tenang saya yang bayarin" jawab nyonya Siska tersenyum.

  "Ayo jeng kita rayakan rezeki nyonya Siska hari ini dengan makan sepuasnya" ajak nyonya Riyanti heboh dan di angguk i oleh mereka semua. Siang itu 7 wanita paruh baya yang masih terlihat cantik meskipun sudah tidak muda lagi sedang menikmati makan siang mereka dengan diselingi canda tawa.

  Namun saat mereka sedang menikmati makanannya tiba tiba ponsel milik nyonya Laras dan nyonya Siska berdering secara bersamaan. Saat dilihatnya ternyata nomor putra putri mereka masing-masing. Nyonya Laras berpamitan sebentar untuk menerima panggilan dari putrinya.

  "Halo Vania ada apa sayang..?" ucapnya saat panggilan tersambung. Namun yang terdengar bukan suara putrinya melainkan suara lembut seolah suster dari rumah sakit tempat Vania dirawat.

"Halo nyonya, apa benar ini dengan keluarga nona Vania Larissa" terdengar suara lembut seolah perempuan.

"Iya betul mbak, dengan saya sendiri mamanya Vania. Ada apa ya mbak dengan putri saya?" tanya nyonya Laras dengan perasaan mulai tak menentu.

"Begini nyonya saat ini putri anda nona Vania sedang dirawat dirumah sakit karena barusan mengalami kecelakaan. Dan saat ini masih diruang IGD untuk mendapatkan perawatan intensif karena kondisi nona Vania cukup parah. Dimohon pihak keluarga segera datang kesini secepatnya karena nona Vania harus segera dioperasi namun menunggu persetujuan dari pihak keluarganya"

"Apa...??!! anak saya kecelakaan sus, baiklah suster, saya akan segera kesana sekarang juga" setelah itu panggilan berakhir. Nyonya Laras langsung segera berpamitan kepada tekan temannya sebelum pergi ke rumah sakit. Wanita paruh baya tersebut langsung menghubungi nomor suaminya.

Tut

Tut

Tut

Setelah panggilan ke tiga barulah panggilan terhubung. "Halo ada apa sih ma, papa lagi ada rapat penting!" cetus Ronny dari sebrang telfon.

  "Pa, putri kita pa, putri kita kecelakaan dan sekarang dirawat dirumah sakit" ucap nyonya Laras suaranya terdengar parau menahan tangisnya.

"Apa..! Vania kecelakaan..!! kamu enggak lagi bercanda kan ma!" tanya Roni terkejut sekaligus tidak percaya.

"Ya Allah pa, dalam keadaan kayak gini mana mungkin aku bercanda apalagi menyangkut nyawa putri kita sendiri. Pokoknya papa harus segera nyusul ke rumah sakit Citra Medika" tut tut panggilan diakhiri sepihak oleh Laras.

Sedangkan diposisi Roni papa Vania pria paruh baya tersebut berdiri mematung setelah mendapat kabar tentang putrinya. Jantungnya berdegup kencang napasnya terasa tercekat "Semoga kamu baik baik saja nak, kalau sampai terjadi sesuatu kepadamu papa enggak akan maafin diri papa sendiri nak" gumamnya pelan seraya melangkah menuju ruangan untuk mengambil kunci mobilnya.

         >>>>>>>>

Sedangkan dirumah sakit Vania masih dalam penanganan beberapa dokter. "Dokter sepertinya pasien sedang mengandung Dok, sejak tadi darah terus keluar dari organ kewanitaannya" ucap salah satu dokter wanita tersebut. "Pasien juga mengalami pendarahan hebat, denyut nadinya semakin melemah" ucap dokter tersebut. "Segera hubungi pihak keluarga agar pasien segera mendapatkan penanganan lebih intensif secepatnya" ucap salah satu dokter senior dengan expresi wajah begitu serius. "Barusan saya sudah memberi kabar pihak keluarga pasien Dok" jawab salah satu suster. "Semoga dia masih dapat diselamatkan, namun untuk calon bayinya kemungkinan besar tidak dapat diselamatkan" ucapnya sekali lagi.

   Sedangkan Fandi kondisinya juga cukup parah namun tidak separah Vania. Fandi masih ditangani oleh dokter untuk membersihkan beberapa luka ditubuhnya. Tak lama datanglah seseorang wanita paruh baya yang tak lain nyonya Siska orang tua Fandi. "Suster pasien atas nama Fandi Erlangga Raharja dirawat di ruangan mana sus?" tanya nyonya Siska dengan nafas ngos-ngosan.

  "Sebentar ya Bu saya cek dulu. Pasien atas nama Fandi Erlangga Raharja masih ditangani di ruang IGD Bu, anda bisa langsung kesana ya Bu" ucap suster sopan. Siska langsung berjalan dengan langkah cepat agar segera sampai diruang IGD.

Saat sampai didepan ruang IGD nyonya Siska kaget melihat nyonya Laras juga berada dirumah sakit. "Loh jeng Laras, siapa yang sakit jeng..?" sapa nyonya Siska penasaran dengan keberadaannya temannya dirumah sakit yang sama dengan dirinya.

  "Jeng Siska, anda disini juga..?" tanya nyonya Laras juga sama sama kaget. "Putriku barusan mengalami kecelakaan dan sekarang masih dirawat di IGD jeng" ucapnya berubah sendu.

 "Loh sama jeng putraku Fandi juga baru saja mengalami kecelakaan barusan dan sekarang masih dirawat di IGD" jawab nyonya Siska seraya menatap pintu ruang IGD.

Pada akhirnya 2 wanita paruh baya tersebut sama-sama duduk di kursi tunggu yang ada didepan ruang IGD. Mereka berdua menunggu dengan perasaan kawatir bercampur sedih. "Semoga anak anak kita baik baik saja ya jeng, jujur perasaan saya benar-benar tidak tenang takut terjadi sesuatu dengan putri saya" ucap nyonya Laras dengan mata berkaca-kaca.

"Amin...kita sama sama berdoa ya jeng semoga anak kita baik baik saja" jawab nyonya Siska mengelus punggung nyonya Laras.

Tak berapa lama terdengar suara langkah kaki seseorang. Dan ternyata dia adalah Ronny ayah Vania. "Ma, bagaimana keadaan Vania" tanya Roni setelah sampai didepan pintu ruang IGD. Nyonya Laras langsung berdiri dan memeluk suaminya, tangis yang ia tahan sejak tadi pecah saat itu juga. "Pa, Vania pa... mama takut terjadi sesuatu terhadap putri kita pa. Mama enggak mau kehilangan Vania pa, dia putri kita satu satunya" ucap nyonya Laras dengan suara bergetar hebat di pelukan suaminya. Roni memeluk istrinya seraya mengelus punggung istrinya "Mama tenang dulu ya, kita tunggu kabar dari dokter dulu. Semoga Vania baik baik saja tidak akan terjadi sesuatu terhadap putri kita" bisik Roni lembut memberikan ketenangan kepada istrinya.

Ceklek..

Pintu IGD terbuka keluar seorang suster tersenyum ramah "Apakah disini ada keluarga dari nona Vania?" tanya suster ramah.

Laras dan Roni langsung menjawab "Kami kedua orang tua Vania, sus" jawab Laras dan Roni hampir bersamaan.

"Baiklah silahkan masuk Tuan dan nyonya ada yang akan disampaikan oleh dokter" ucap suster mempersilahkan kedua orang tua Vania masuk kedalam ruang IGD. Tanpa banyak kata mereka berdua mengikuti suster masuk kedalam ruang IGD dengan perasaan tidak menentu.

"Permisi dokter, kami adalah orang tua Vania" ucap Roni sopan saat melihat seseorang dokter masih fokus memeriksa kondisi Vania. Dapat mereka lihat kondisi putri mereka sangat memprihatinkan. Laras begitu terenyuh hatinya melihat kondisi putrinya. "Anakku Vania" ucapnya pelan dengan air mata menetes.

Seorang dokter paruh baya yang bernama Dokter Abbas, menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan. "Mari ikut ke ruangan saya bapak ibu" ajaknya sopan.

Saat ini mereka berdua sudah duduk di kursi yang ada diruangan dokter Abbas.

"Jadi begini bapak ibu, kondisi putri kalian cukup parah dan mohon maaf kami tidak bisa menyelamatkan kandungannya karena putri anda mengalami pendarahan hebat" ucap dokter Abbas.

Kedua mata Roni dan Laras langsung membola sangking terkejutnya mendengar kabar tersebut. "Apa Dok..!! Putri saya mengalami keguguran..!!?? kok bisa Dok, sedangkan putri saya masih belum menikah dia masih kuliah..??" tanya Roni dengan suara bergetar. Dokter Abbas nampak ikut kaget namun segera mengubah expresi wajahnya kembali tenang.

Roni dan Laras saling tatap dan expresi wajah mereka nampak begitu kecewa setelah mendengar kabar tersebut. "Terus sekarang bagaimana kondisi putri kami Dok?" tanya Laras. Dokter Abbas menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan tersebut. "Maaf Pak Bu, dengan sangat menyesal kami harus menyampaikan bahwa nona Vania kemungkinan selamat hanya 50 persen. Karena akibat benturan keras yang mengenai otaknya cukup parah ditambah nona Vania mengalami pendarahan hebat. Kami juga membutuhkan transfusi darah yang cocok untuk nona Vania. Nona Vania harus segera dioperasi secepatnya namun untuk hasil operasi kami tidak bisa menjamin keselamatan hingga 100 persen karena kondisinya saat ini. Untuk surat persetujuannya setelah ini suster akan membawa kesini anda tinggal menandatangani surat persetujuan untuk jalannya operasi nanti" ucap Dokter Abbas. Dan tak lama masuklah seorang suster membawa beberapa lembar surat persetujuan jalan operasi yang akan dijalani Vania.

Roni langsung menandatangani surat persetujuan tersebut dengan tangan bergetar. "Ambil darah saya Dok, saya ayahnya darahnya sama dengan saya" ucap Roni tegas. "Baik pak, mari ikut saya untuk keruangan untuk pengambilan darah" ucap suster dan Roni mengikuti suster tersebut dari belakang.

1
Erny Ersy07
alamat palsu 😄
Ahmad Muzayyin
duuuh alamat ini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!