NovelToon NovelToon
M.U.A Modern Di Zaman Kuno

M.U.A Modern Di Zaman Kuno

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Sistem / Tamat
Popularitas:51.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Aurielle Veyra (25 tahun), seorang Make Up Artist kelas dunia, dikenal mampu mengubah wajah biasa menjadi sebuah 'Mahakarya'.

Namun setelah tertidur usai bekerja tanpa henti, dia terbangun … bukan di Apartemen mewahnya.

Melainkan di raga seorang gadis yatim piatu miskin di desa terpencil dalam Kekaisaran Shang Agung, yang bernama Lin Yue. Yang meninggal karena menyerah menjalani kehidupan di dunia itu.

Di dunia tanpa kosmetik modern, Aurielle terikat dengan sebuah ruang dimensi misterius berisi resep kecantikan kuno yang telah lama hilang dari sejarah.

Dari bunga liar, mutiara, hingga ramuan rahasia, dia menciptakan kosmetik yang mampu membuat siapa pun terlihat memukau.

Namun, di balik kecantikan yang dia ciptakan …
tersembunyi rahasia racun halus, dan permainan kekuasaan yang mematikan.

Karena di dalam dunia Kekaisaran~

Sebuah wajah yang sempurna bisa menjadi sebuah 'senjata' yang mematikan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 44 dan 45.

***

Langkah kaki Lin Yue terdengar pelan, saat dia masuk ke dalam Paviliun Orchid Bulan.

Jubahnya masih dipenuhi bercak da-rah yang tidak terlihat, begitu pula dengan Yuexue yang berjalan di belakangnya sambil memainkan kipasnya.

Bau anyir da-rah tercium pekat di udara, ketika Lin Yue sudah mendekati sebuah ruangan, dimana Han Guang berada di sana.

"Bagaimana keadaan adikku di dalam sana, Aling?" tanya Lin Yue.

"Nona Fang masih berusaha untuk membangunkan Tuan Muda, Nona ... Namun sepertinya masih belum berhasil," jawab Aling sambil menundukkan kepalanya.

"Tsk! Apa dia lupa, jika kita mempunyai pil 'Kaisar'? Sedih boleh, tapi jangan sampai bo-doh begini! Nyawa manusia sedang dipertaruhkan!" ujar Lin Yue sambil berdecak kesal.

Krieet!

Ketika pintu terbuka, dia melihat Mei Fang masih terisak.

Matanya sudah membengkak, sementara ayah dan ibunya berada tidak jauh dari samping ranjang Han Guang berada.

Saat mereka melihat kedatangan Lin Yue, mereka langsung menyambutnya dengan wajah khawatir.

"Apakah kamu terluka, Nak? Ayah mencium bau da-rah dari tubuhmu," tanya Paman Han dengan wajah panik.

"Tenang saja, Ayah ... Ini bukan da-rahku. Aku baik-baik saja," jawab Lin Yue sambil membuka cadarnya.

Setelah itu dia berjalan ke arah tubuh Han Guang, lalu duduk di sampingnya.

Dia memejamkan matanya sejenak, mengalirkan kekuatan penyembuh miliknya ke dalam telapak tangannya, lalu dia menyentuh da-da Han Guang untuk mengalirkan ke dalam tubuhnya.

Dia membuka matanya, lalu memandang wajah Mei Fang yang terlihat bengkak karena terlalu banyak menangis.

"Wajahmu terlihat jelek sekali, Fang'er! Bersihkan wajah dan tubuhmu sana! Aku akan menyembuhkan dan membangunkan Guang'er ..." ujar Lin Yue dengan nada bercanda.

"Jangna begitu, Yue'er! Aku hanya takut kehilangan dia ..." sahut Mei Fang dengan nada merajuk.

"Aku tahu itu ... Saking takutnya, kamu sampai lupa, jika kita masih punya pil Kaisar di Paviliun ini! Kalau kamu langsung memberinya tadi, kemungkinan dia sudah bisa bangun dan berlari sekarang ..." ujar Lin Yue, terselip nada kesal di ucapannya.

Mei Fang terkesiap sejenak, lalu dia menepuk dahinya sendiri dengan wajah bo-doh.

"Astaga! Kamu benar! Aku benar-benar melupakannya!"

"Apakah kamu bisa menyelamatkan dia, Yue'er?" tanya Mei Fang dengan wajah penuh harapan.

"Aku sudah memeriksanya, dan selama nyawanya belum jauh melayang, maka aku bisa menariknya kembali ..." jawab Lin Yue sambil tersenyum tipis.

Tangannya masih berada di atas da-da Han Guang, karena dia masih memperbaiki kerusakan organ dan tulang di dalam tubuhnya.

"Aku sedang memperbaiki kerusakan organ dan tulangnya, serta memperbaiki aliran spiritualnya yang sempat kacau. Dantiannya retak, namun aku akan memperbaikinya perlahan. Jangan khawatir, oke?!" lanjut Lin Yue dengan nada menenangkan.

"Ayah dan Ibu sebaiknya beristirahat sekarang, nanti malam Guang'er pasti sudah bangun ..." ujar Lin Yue kepada kedua orangtua angkatnya itu.

"Baiklah, Yue'er ... Ayah dan Ibu pamit ..." ujar Tuan Han dengan nada lega.

"Baik, Ayah. Beristirahatlah dengan baik, jangan mengkhawatirkan apapun juga. Ada aku di sini ..." sahut Lin Yue sambil menganggukkan kepalanya.

Sementara Yuexue tertawa, saat melihat wajah Mei Fang lucu karena masih menangis.

"Hahahahaha! Berhentilah menangis, Nona Fang! Wajahmu sudah membengkak seperti bhabi sekarang. Jika Nona sudah bicara seperti itu, berarti Tuan Muda Han belum diperbolehkan masuk ke dalam alam baka! Hahahaha!" ujar Yuexue sambil terus terbahak.

Mei Fang langsung menghapus airmatanya, lalu dia mengambil bantal dan langsung menghajar Yuexue dengan kencang.

Bugh! ... Bugh! .. Bugh!

"Diam kamu! Dasar Beast sia-lan! Bisa-bisanya menertawakan kesedihanku!" teriak Mei Fang dengan nada kesal.

"Hahahahahahaha!"

--

Lin Yue hanya melihat 'drama' itu sambil menggelengkan kepalanya.

Saat merasakan bahwa organ dalam dan tulang Han Guang sudah berhasil meregenerasi, dia menghentikan aliran spiritualnya.

Lalu dia mulai mengeluarkan energi spiritual penyembuh utamanya yang berwarna emas dari telapak tangannya.

Wusssh!

Seluruh ruangan itu langsung dipenuhi oleh aroma herbal yang menenangkan, membuat Mei Fang dan Yuexue menghentikan pertengkarannya.

"A-apaa?!! Ini adalah tekhnik penyembuh tingkat Kaisar!" seru Mei Fang dengan suara tertahan.

"Benar! Nona sudah berada di tingkat Kaisar-Puncak sekarang. Itulah sebabnya, dia menjadi Kultivator terkuat sekarang di wilayah bebas ini ..." sahut Yuexue dengan nada bangga.

Lin Yue mengabaikan suara-suara itu, lalu dia meletakkan tangannya kembali secara perlahan di atas da-da Han Guang.

Dan~

Blaash! ... Boom!

Energi spiritual berwarna emas itu langsung masuk ke dalam tubuh pemuda berusia lima belas tahun itu, membuat tubuh Han Guang bergetar kencang.

"Uggghhh ..."

Luka-luka yang ada di luar tubuhnya mulai sembuh dengan kecepatan yang dapat terlihat oleh mata manusia.

Mei Fang langsung menjatuhkan bantal yang dia pegang, lalu menutup mulutnya yang terbuka karena terkejut.

"I-ini ... proses penyembuhan yang sangat cepat ..." gumamnya pelan.

Lalu dia berlari keluar kamar itu untuk membersihkan dirinya dengan cepat, agar saat Han Guang bangun nanti, dia bisa berada di sana.

"YUYU! BANTU AKU BERSIHKAN TUBUH DENGAN CEPAT SEKARANG!" teriaknya kepada pelayan pribadinya.

"Baik, Nona!"

Tidak sampai satu batang dupa sedang habis, Mei Fang sudah kembali ke dalam kamar Han Guang dalam keadaan bersih.

Dia melihat Lin Yue sudah mengeluarkan keringat tipis di dahinya, dan dia bergegas menyekanya dengan gerakan lembut, agar tidak mengganggu konsentrasi saudaranya itu.

Walaupun dirinya kuat, namun saat menyembuhkan luka separah itu dalam keadaan habis bertarung, tetap saja membutuhkan tenaga dan konsentrasi yang sangat besar.

Yuexue menyipitkan matanya, saat melihat wajah Lin Yue yang memucat.

"Jangan terlalu memaksakan diri Anda, Nona ..." ujar Yuexue dengan suara pelan.

"Aku tahu ..." jawab Lin Yue.

Setelah menghabiskan waktu sekitar satu batang dupa besar (sekitar hampir dua jam), Lin Yue menarik kembali energi spiritual miliknya dari dalam tubuh Han Guang.

Wajah pucat Han Guang sebelumnya kini sudah memiliki warna, napasnya juga jauh lebih stabil.

Tidak lama kemudian~

Kelopak matanya mulai bergerak pelan, tanda ingin terbuka.

Dan~

"Kakak ..."

Suara parau pemuda itu mengubah suasana di dalam kamar itu, membuat Mei Fang langsung menangis lega.

"Huhuhuhu! Guang'er! Akhirnya kamu bangun juga! Kamu bikin Kakak dan Kak Lin Yue khawatir, tahu tidak, hah?!" sahut Mei Fang sambil terisak di samping Han Guang.

Dia memeluk tubuh adiknya dengan gerakan pelan.

Lin Yue bangkit dari sana, dan langsung duduk di salah satu kursi yang ada di sana, membiarkan kedua saudara kandung itu melepaskan kerinduan.

"Dasar bo-doh! Kenapa kamu melawan mereka sendirian, hah?! Sudah tahu kultivasi kamu masih sangat rendah, tapi berani-beraninya melawan mereka!" hardik Mei Fang dengan nada penuh kasih-sayang.

Han Guang tersenyum lemah, saat dia mendengar Kakaknya mengomel.

"Maaf, Kak ... aku tidak bisa membiarkan mereka menyentuh gadis itu ..." jawab Han Guang dengan nada penuh penyesalan.

Lin Yue menghela napas pelan sambil menyandarkan tubuhnya ke belakang, ketika mendengar alasan Han Guang.

"Kamu bertindak sangat gegabah, Guang'er! Jika jiwa menolongmu sangat kuat, maka berlatihlah dengan benar! Agar tidak membuat khawatir orang-orang yang menyayangi kamu!" ujar Lin Yue dengan nada tegas.

Han Guang yang sudah bisa duduk itu langsung menundukkan kepalanya, ketika dia mendengar ucapan Kakak angkatnya.

"Maafkan aku, Kak Yue ..."

"Namun aku tidak menyesal sama sekali, karena gadis itu selamat dari pele-cehan mereka ..." lanjutnya sambil tersenyum tipis.

"Dasar kepala batu!" kesal Mei Fang, sambil menoyor pelan kepala adiknya itu.

Sementara Yuexue, dia langsung tertawa saat mendengar ucapan terakhir pemuda itu.

"Hahahahaha! Ternyata bocah ini nyalinya cukup besar juga, ya?!"

Lin Yue hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, namun tatapan matanya berubah menjadi lembut.

Hatinya menghangat ...

Inilah keluarga yang dia impikan selama hidupnya, keluarga yang hangat, bisa diandalkan, dan keluarga yang saling mendukung satu dengan lainnya, tanpa menyalahkan.

"Walau hanya keluarga angkat, namun aku merasa sangat nyaman berada di tengah-tengah mereka. Terima kasih atas kehidupan kedua ini, Tuhan ... Aku harap, mereka semua mendapatkan kebahagiaan yang hakiki kedepannya ..."

--

Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu, wilayah Han kembali tenang, dan Lin Yue sudah membangun kembali bangunan yang rusak kemarin.

Nama Lin Yue semakin dihormati oleh semua warga, bukan hanya karena dia kuat, namun juga karena dia sangat ramah dan baik hati.

Bahkan, beberapa wilayah kecil di sekitar Angsa Awan mulai mendengar nama julukan yang berikan beberapa orang kepada Lin Yue, yaitu 'Wanita Emas dari Wilayah Han', seorang wanita terkuat yang ada di dalam wilayah bebas Angsa Awan.

Bahkan lebih kuat dari sang penguasa wilayah, membuat sang penguasa menyerah saat mengadu kekuatan beberapa hari yang lalu.

Siang itu, sebuah kereta kuda berwarna biru gelap berhenti di depan Paviliun Orchid Bulan.

Beberapa pengawal yang mengawal kereta itu langsung membuka jalan untuk seorang pria tampan berjubah biru gelap, yang baru saja turun dari atas kereta itu.

Pria itu adalah Jiang Joseph, si penguasa wilayah Angsa Awan.

"Selamat datang di Paviliun Orchid Bulan, Tuan Penguasa!"

Jiang Joseph hanya menganggukkan kepalanya pelan, tanda dia menerima salam mereka.

"Saya ingin bertemu dengan Nona Han Lin Yue," ujarnya kepada salah satu pelayan yang ada di depan pintu masuk.

"Baik, Tuan. Silahkan ikuti saya untuk menemui Nona Yue ..." jawab pelayan itu dengan sopan.

Jiang Joseph merasa heran dengan para pelayan wanita di tempat ini, kenapa mereka tidak terpesona dengan wajah tampannya?

Apakah ketampanannya sudah berkurang?

Author: "Mereka robot, bukan manusia! Jadi gak akan terpesona dengan wajah kamu, Joseph! Huh, gue gedik juga lo! Narsis amat! 😤

Pelayan itu terus berjalan di depan, membawa Jiang Joseph ke halaman belakang Paviliun, dimana Lin Yue sedang duduk santai di sebuah taman bunga bersama Yuexue, sambil menikmati secangkir teh herbal 'Embun Suci' racikan barunya.

Angin siang itu meniup lembut rambut indahnya, membuat sosoknya terlihat sangat cantik.

Jiang Joseph menghentikan langkahnya saat melihat sosoknya, dia terpana untuk beberapa saat, ketika melihat keindahan nyata di depan matanya.

Benar-benar terlalu indah!

Tanpa cadar yang menutupi wajah cantiknya, sosok Lin Yue terlihat dingin dan elegan, membuat banyak mata sangat sulit mengalihkan pandangannya.

"Apakah Anda datang hanya untuk terpaku saja di sana, Tuan Joseph?" tegur Lin Yue, tanpa menoleh ke arahnya.

Jiang Joseph langsung tersadar dari keterpakuannya, lalu dia tersenyum tipis.

"Maafkan tindakkan saya, Nona. Saya datang untuk membicarakan hal penting dengan Anda ..." ujar Jiang Joseph, menutupi kegugupannya karena ketahuan memandang.

Yuexue duduk di sebuah batu sambil membuka kipasnya, dia menatap malas pria yang baru datang itu.

"Feeling aku, dia mau ngomong masalah yang sedkit membosankan, deh! Ganggu suasana santai kita aja, hmmp!" sungutnya kesal.

Jiang Joseph mengabaikan ocehan pemuda itu, membuat Yuexue merasa semakin kesal.

"Saya ingin menyerahkan hak pengelolaan wilayah Angsa Awan kepada Anda, Nona Yue ..." ujar Jiang Joseph sambil memandang wajah Lin Yue.

Lin Yue menghentikan gerakan menyesap tehnya, saat mendengar ucapan pria itu.

Lalu dia menolehkan wajahnya ke arah Jiang Joseph.

"Apa alasan Anda, sampai membuat keputusan seperti itu?" tanya Lin Yue.

"Karena saya tahu batas kekuatan saya. Di wilayah ini ada sebuah aturan, dimana yang kuat akan menjadi penguasa selanjutnya. Dan orang itu adalah ... Anda," jawab Jiang Joseph sambil tersenyum.

Tak!

Lin Yue meletakkan cangkirnya di atas meja dengan gerakan anggun, lalu dia menatap Jiang Joseph dengan tatapan tajam.

"Kekuatan saya memang lebih tinggi dari orang-orang yang ada di sini, tapi ..."

"Saya tidak cukup bijak untuk memimpin wilayah besar ini di masa depan, Tuan. Saya masih harus bepergian dan melakukan banyak hal, yang sudah saya ucapkan kepada diri saya sendiri ..." ujar Lin Yue dengan nada tegas yang lembut.

Tatapan Jiang Joseph menjadi serius, saat mendengar ucapan Lin Yue.

"Tapi saya yakin, jika Anda bisa, Nona Yue. Anda wanita yang berbeda, dimana Anda memiliki kekuatan, kecerdasan, dan wibawa seorang pemimpin sejati," ujarnya sedikit memaksa.

Yuexue hanya memutar bola matanya dengan malas, ketika dia mendengar kata-kata itu.

"Cih! Baru bertemu beberapa hari yang lalu saja, dia sudah pandai 'menjilat' seperti ini! Dasar pria tidak tahu malu!" gumamnya sambil berdecih kesal.

Jiang Joseph mengabaikan gumaman sindiran yang di arahkan Yuexue kepadanya, membuat Lin Yue terkikik geli.

"Maaf, Tuan Jiang ... Saya tidak tertarik!" tolak Lin Yue, tegas.

Jawaban itu membuat Jiang Joseph terdiam lama.

Apakah gadis ini waras?

Kenapa ditawari menjadi penguasa wilayah malah menolak?

Bukankah dengan menjadi penguasa, dia bisa berbuat bebas dalam mengatur ulang rakyat wilayah bebas ini?

"Kenapa Anda tidak tertarik?" tanya Jiang Joseph penasaran.

"Karena saya sudah merasa nyaman dengan mengurus wilayah kecil saya ini, Tuan. Saya tidak ingin menjadi orang yang 'serakah', karena Tuhan tidak menyukai hal yang berlebihan. Saya tidak ingin Tuhan mencabut semua nikmat hidup yang telah 'DIA' berikan kepada saya ..." jawab Lin Yue dengan nada santai.

"Lagi pula ... Saya tidak menyukai hal-hal yang akan merepotkan saya kedepannya," lanjut Lin yue.

Jiang Joseph sepertinya tidak mau menyerah, dia terus memaksa Lin Yue untuk menerimanya.

"Tapi jika wilayah Angsa Awan dipimpin oleh Anda~"

"Itu tetap akan merepotkan saya kedepannya, Tuan Jiang! Jangan memaksa saya lagi, mengerti?!" potong Lin Yue dengan nada dingin.

Jiang Joseph langsung berhenti berkata-kata, saat merasakan aura menekan disekitarnya.

Yuexue langsung 'Ngabrut' sambil memegangi perutnya, saat melihat wajah cemas Jiang Joseph.

"Buahahahaha! Mampooos kau! Apa kamu tidak paham kata-kata Nonaku dari awal, hm? Nonaku tidak tertarik dengan tawaranmu itu! Nonaku adalah wanita bebas dan Tabib Ajaib yang hebat, jadi dia tidak bisa 'diikat' oleh sebuah jabatan!" ujar Yuexue setelah puas tertawa.

"Haaaah ...!" Jiang Joseph menghela napas pasrah.

"Setidaknya Anda pikirkan dulu tawaran saya, baru Anda bisa menolaknya ..." ujarnya dengan nada rendah.

"Buat apa saya berpikir lama-lama, jika hasilnya tetap penolakan dari saya, kan? Saya adalah wanita yang realistis, Tuan ... jika saya mampu, saya pasti akan menerimanya tanpa sungkan," sahut Lin Yue.

"Namun saya menolaknya, karena saya tahu batas kesabaran saya yang setipis rambut dibelah dua puluh ini ..." lanjutnya sambil tersenyum tidak berdaya.

"Saya memang kuat dan cerdas, namun saya tidak mempunyai kesabaran yang besar dalam memimpin rakyat Angsa Awan ini, yang pastinya mempunyai banyak keluhan kedepannya.

Jiang Joseph menatap Lin Yue dengan penuh ketertarikan, sejak awal dia menolak sebuah kekuasaan besar ini.

Tatapan matanya perlahan melembut.

"Nona Yue ..." panggilnya dengan nada lembut.

"Hmm?" sahut Lin Yue sambil menyesap tehnya.

"Saya ingin mengenal Anda lebih jauh lagi ..." ujar Jiang Joseph.

Yuexue langsung tersedak air liurnya sendiri, saat mendengar ucapan berani pria disamping majikan cantiknya itu.

"Gluk! Uhuuuk ... Uhuuuk!"

Matanya langsung menatap tajam pria itu, seolah-olah dia hendak mencabiknya tanpa sisa.

"Jangan mimpi kamu! Selera Nonaku bukan pria sepertimu! Cih!" seru Yuexue, tidak terima.

"Saya serius!" tegas Jiang Joseph sambil menatap ke arah Lin Yue.

"Saya belum pernah bertemu wanita sepeti Anda ... Yang kuat, mandiri, dan tidak serakah," lanjutnya dengan nada mantap.

Lin Yue hanya mengangkat sebelah alisnya, saat mendengar pikiran licik pria di depannya ini.

"Jangan berharap terlalu tinggi, Tuan ... karena jika suatu saat nanti jatuh, sakitnya tidak akan pernah hilang ..." ujar Lin Yue dengan nada dingin.

"Saya sangat serius, Nona Yue! Jika memungkinkan, saya akan melamar Anda untuk menjadi istri saya secepatnya."

CRACK!

Cangkir teh yang berada digenggaman tangan Yuexue pecah, dan aura membunuh samar langsung keluar dari dalam tubuh Beast tampan itu.

Dia langsung berjalan perlahan ke arah Jiang Joseph, dengan tatapan tajamnya.

"Apakah kamu sadar dengan ucapanmu itu, hm?" tanya Yuexue dengan nada dingin yang berbahaya.

"Ya. Saya sadar, kenapa memangnya?" tanya Jiang Joseph tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Tatapan malas Yuexue langsung menghilang, saat mendengar nada serius pria itu.

"Keluarga Jiang tidak pantas mendekati Nona saya, paham?!" ujar Yuexue.

"Apa maksudmu?" tanya Jiang Joseph sambil menyipitkan matanya.

"Jangan berpura-pura tidak tahu kamu! Hahahaha!" sahut Yuexue sambil tertawa meremehkan.

"Klan Jiang adalah Klan yang terkenal 'serakah' terhadap kekuasaan. Mereka selalu mendekati orang-orang kuat demi keuntungan politik! Dan aku sangat benci manusia tamak seperti itu!"

BLAR!

Aura Beast Agung langsung keluar dari dalam tubuhnya, membuat tekanan di halaman belakang itu menjadi sangat berat.

"Dan aku tidak akan membiarkan Nonaku masuk ke dalam Klan Jiang, dan kalian memanfaatkan semua yang menjadi milik Nonaku ini!" ujar Yuexue dengan nada penuh penekanan.

"Saya tidak mempunyai niat seperti itu! Saya tulus menyukai Anda, Nona Yue!" sanggah Jiang Joseph dengan wajah mengeras.

"Omong kosong!" teriak Yuexue kesal.

Lin Yue, yang sudah membaca pikiran licik Jiang Joseph pun langsung bangkit dari duduknya, dan berjalan ke arah samping Yuexue.

"Kalian para Bangsawan selalu sama ..."

"Manis diawal, lalu kalian mencabik-cabik dari belakang!" ujar Lin Yue dengan nada rendah penuh tekanan.

"Sekarang pergilah! Silahkan Anda keluar dari Paviliun kami, Tuan ..." lanjut Lin Yue, mengusir Jiang Joseph.

"Tapi saya serius, Nona! Saya menyukai Anda!" ujar Jiang Joseph.

"Keluarlah, Tuan! Jangan menguji batas kesabaran saya! Saya menghargai ketulusan Anda, namu saya tidak bisa menerimanya!" ujar Lin Yue, yang langsung menolak keinginan Jiang Joseph.

Jiang Joseph menatapnya lama, lalu dia tersenyum pahit.

"Saya mengerti."

Dia berdiri perlahan, dan sebelum berjalan keluar dari halaman itu dia berkata ...

"Penolakan ini tidak berlaku untuk saya. Saya diam kali ini, namun saya tidak akan menyerah secepat itu untuk bisa mendapatkan kepercayaan Anda, Nona Yue!"

Setelah itu dia berjalan keluar dari sana dengan perasaan yang campur aduk, karena penolakan seorang wanita.

Yuexue terlihat misuh-misuh sendiri, saat mendengar ucapan pria itu kepada Nonanya.

"Cih! Dasar kepala batu! Enak saja ingin mendapatkan Nonaku untuk menjadi 'pajangan' di rumahnya! Tidak akan aku biarkan, huh!"

"Nona! Aku tidak menyukai pria itu! Jagan dekat-dekat sama dia! Berteman pun jangan, oke?!" ujar Yuexue yang sedang dalam mode merajuk.

Lin Yue terkikik geli mendengarnya.

"Baiklah, aku mengerti ..."

⚛⚛⚛

1
Henda Wini
wah mulai rame nih
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Iya, Kak Henda. Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Henda Wini ... 😊🙏🏻🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Burhanuddin S Pd
mgkn dia bkn org miskin beneran, mgkn keluarganya diasingkan kedesa
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Beneran miskin, kok Kak Burhan ...😁. Terima kasih atas dukungannya, Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Meigha
tak terasa akhirnya kelar jg bacax selama 2 hari🤭🤭
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Alhamdulillah ... Terima kasih, Bund ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚💚
total 1 replies
Meigha
tak teeasa akhirnya kelar jg bacax selamam 2 hari🤭🤭
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Alhamdulillah ... Terima kasih dukungannya, Bunda Meigha ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Meigha
kan yue minum obat cepat hamil knp tdk hamil2
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Langsung diblokir sama Yue pakai obat dari sistemnya, Bund ... 😁😁😁. Terima kasih sudah memberi dukungan kepada cerita ini, Bunda Meigha ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Lismawati
cerita yg sangat bagus dan happy ending , trimakasih thor karya yg sangaat indah ❤️❤️❤️
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih atas respon positifnya, Kak Lismawati ... Dan terima kasih atas dukungannya 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Lismawati
aku mampir thor semoga ceritanya sesuai harapanku semangaaaat thor 💪💪💪
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Lismawati ... 😊🙏🏻🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Yuyun Zampiet
aku juga bingung thor, istilah2 tingkat kekuatan kultivasi, yg penting dpt menghibur pembaca👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Sama, Kak Yun ... Aku mikirnya sampai ngebul otak mungilku ini ... 🤣🤣🤣🤣🤣. Terima kasih apresiasinya Kak Yun ... 🙏🏻🤗💚💚💚💚💚💚
total 1 replies
Yuyun Zampiet
belum apa2 sdh diincar untuk disingkirkan, tetap semangat rielle, singkirkan racun hareem istana 🤭😄
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Sudah pasti itu mah .... 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Yuyun Zampiet
awal yg baguz, sekalinya ada sistem 👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih untuk dukungannya, Kak Yun ... 🙏🏻🤗🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
yetiku86
maturnuwun kak Aurora🙏🙏🙏
ceritanya keren 👍👍👍👍
semoga tambah sukses dan sehat selalu🤲
ngga ada bonchap neh??? 🤭
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Sami-sami, Kak Yeti ... doa yang sama untuk Kk disana, ya 🤗. Terima kasih atas dukungannya dan semangatnya dari awal sampai akhir. Mana sempat buat bonchap Kak? Otaknya udah penuh dengan masalah soalnya ... 😁. Next novel aku buat boncengan deh ... 😁🙏🏻🫰🏻🤗💚💚💚💚💚.
total 1 replies
yetiku86
kereennn 😍... luar biasa👍👍👍👍
yetiku86: kembali kasih Kak Aurora...🤗
mau liat iklan buat othor tapi iklan lagi tdk tersedia mulu neh ngga tau kenapa.
total 2 replies
yetiku86
bukan bibi... tapi paman... 😅
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Ada typo lagi sepertinya ... 🤣🤣🤣🤣. Maklumlah, otaknya dah malas gerak untuk mikir ... 🤭🤭🤭🤭🤭. Makasih koreksinya, Kak Yeti ... 🙏🏻🤗💚💚💚💚💚
total 1 replies
yetiku86
express neh othor...
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Iya Kak, sudah tidak semangat mikir soalnya ... Banyak sekali masalah yang datang kemarin, bikin aku down ... 🥹🙏🏻.
total 1 replies
yetiku86
😱
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: 😆😆😆😆😆😆😆
total 1 replies
yetiku86
awas timbilen kalian.... ngintip mulu.. 😅
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Untung mata mereka gak dicolok sama Lin Yue, ya Kak ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
yetiku86
aamiin🤲. turut berduka thor 🙏
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih doa dan ucapannya, Kak Yeti ... 🥹🙏🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
yetiku86
udah cantik dan imut tapi kok panggilannya... Gogo... 😭😭😭
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Biar gmpang ingat, Kak ... 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
yetiku86
kenapa ngga diganti sekalian xialannya sih thor kan kasihan sial mulu entar dia, setiap hari di doakan sialan🤭
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Hanya sampai situ aja dia xialnya Kak, kesananya lagi udah gak ada ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
yetiku86
Agus... biar othor ngga lupa 🤭
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Gus ... Gus ... 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!