NovelToon NovelToon
Suami Bajinganku Tersayang

Suami Bajinganku Tersayang

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoevanca

Suami Bajinganku Tersayang.

Aku tak menyangka pertemuanku yang tak sengaja dengan Leon, lelaki romantis dan super tampan itu adalah awal dari kisah hidupku yang nelangsa.
Betapa tidak, di umurku yang baru menginjak 18 tahun aku sudah di tinggalkan kedua orang tuaku akibat kecelakaan tunggal dijalan tol.
Kedua orang tuaku hangus terbakar di dalam mobil, sedangkan aku bisa diselamatkan dari kecelakaan maut itu.
Dialah Leon Maleva, pahlawan yang menyelamatkan hidupku sekaligus menjadi suamiku kelak.
Dibalik sikapnya yang manis dan romantis tersimpan sejuta rahasia yang terpendam.
Bisakah aku hidup bahagia dengannya?

Karya ini kolaborasi dari Yoevanca, Fery Tamaki, Tiyan Wijayanti & Nenk triska Zeka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 35 - Kedatangan Frea

Cuaca yang cukup terik hari ini, dinginnya Ac bahkan hampir tak bisa menahan hawa panas dari matahari.

Ini sudah ketiga kalinya Ivanka kembali ke dapur dan meminta pelayan membuatkannya minuman dingin. Hari yang panas, ditambah kondisinya yang berbadan dua, membuatnya lebih cepat terkena dehidrasi.

"Aaahhhh panas banget sih hari ini." Ivanka menggerutu.

Leon yang tadi sempat mencari keberadaan Ivanka, akhirnya menemukan gadis itu di dapur. Ia menepuk punggung Ivanka, dan membuatnya agak terhenyak.

"Sayang, aku cari kamu kemana mana tapi ..."

Belum sempat Leon meneruskan kalimatnya, ia mendapat isyarat tangan dari Ivanka, Ivanka mengibas-ngibaskan tangannya meminta agar Leon menjauh, sementara tangan yang satunya menutup hidung. Leon mengambil jarak beberapa langkah ke belakang. Lalu bertanya

"Ada apa Vanka?" tanya Leon.

"Menjauhlah Kak! Aku nggak tahan sama baumu Kak." jawab Ivanka yang terdengar begitu kesal.

"Bau apa? Aku sudah mandi dan aku juga sudah menggunakan parfum Tama, seperti yang pernah kamu minta." ucap Leon keheranan dengan sikap aneh Ivanka.

"Aku nggak tahu, pokoknya aku nggak mau deket deket sama Kakak." seru Ivanka lagi.

"Iya tapi kenapa? Apa ini masalah parfum lagi, atau karena hal lain?" tanya Leon masih dengan muka kebingungan.

"Nggak tahu, pokoknya aku nggak mau deket deket Kakak. Cepat pergi kak!" Pinta Ivanka.

"Huuuhhhh"

Leon menarik nafas dengan lesu, ia kembali ke kamarnya, mengganti pakaian dan menggunakan parfum yang lain. Lalu dengan secepat kilat, ia kembali menghampiri, Ivanka.

"Bagaimana kalau sekarang." tanya Leon lagi.

Ivanka mulai mengendus ngendus dan tak menemukan wangi parfum yang membuat nya sempat mual tadi.

"Ahhh ini lebih baik. Tapi Kakak masih harus tetap jaga jarak." jawab Ivanka.

"Hah? Tapi kenapa?" tanya Leon dengan suara sedikit kencang.

"Kalau ku bilang jaga jarak ya jaga jarak Kak!" Ivanka menjawab dengan ketus.

Ia sudah hampir kehabisan akal,Leon menelan ludah karena untuk pertama kalinya ia benar benar kalah dari seorang wanita. Jika biasanya semua wanita malah yang mendekat kepadanya, kali ini Leon yang di minta menjauh.

"Tapi tunggu dulu, kenapa Kakak serapih ini, Emangnya mau kemana? Apa jangan jangan Kakak mau menemui gadis lain?" Ivanka bertanya dengan penuh nada selidik. Ia memicingkan mata dan dengan perasaan curiga.

"Astaga Ivanka, apa semua orang hamil seperti ini? Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu. Ya Tuhan, kemana Ivanka ku yang baik hati dan lembut?" ucap Leon sambil menggelengkan kepalanya.

"Ya mana ku tahu, bayi ini yang bilang." Ivanka menunjuk perutnya, dan membuat Leon geram. Bukan geram karena marah, pria itu menjadi gemas pada Ivanka.

Leon bingung dengan perubahan sikap Ivanka yang sedikit berubah menurutnya, apakah semua wanita hamil segitu menyebalkan? Leon masih bertanya-tanya dalam hati.

Tepat di saat pria itu tak mampu berkata kata lagi, suara cempreng wanita yang khas masuk ke telinganya.

"Kak Leon ..."

Leon dan Ivanka menoleh berbarengan. Seorang gadis berlari dan melompat begitu saja dalam pelukan Leon. Leon agak terkejut dengan serangan tiba tiba ini. Tapi ia sudah tahu betul siapa gadis ini.

Berbeda dengan Ivanka yang melebarkan kedua matanya, karena melihat seorang gadis yang tiba tiba saja memeluk calon suaminya.

"Frea. Ini kamu?" Leon membalas pelukan gadis itu.

"Tentu saja, siapa lagi ...?" ujar Frea sambil melepas pelukan Leon. Gadis itu melirik sebentar pada Ivanka, lalu kembali beralih pada Leon.

"Aku baru akan jemput kamu di bandara. Mana Papa?" tanya Leon.

"Papa akan menyusul entah kapan. Aku datang kesini duluan karena mendengar Kakak akan ..." kata-kata Frea berhenti karena menyadari kehadiran Ivanka.

Lagi lagi Frea melirik pada Ivanka, sepertinya Leon juga baru sadar bahwa pertemuan dengan adiknya ini, tengah disaksikan oleh Ivanka. Ia menarik tangan Frea lalu membawanya mendekat.

"Maaf aku hampir saja lupa. Frea, ini Ivanka calon kakak iparmu dan Vanka, ini Frea dia akan menjadi adik iparmu. Umur kalian seperti nya tak berbeda jauh."ucap Leon sambil memperkenalkan kedua wanita itu.

"Hallo." Frea mengulurkan tangannya lebih dulu pada Ivanka.

"Aku Frea, aku adik kesayangan Kak Leon." lanjut Frea kali ini selingi dengan senyuman pula.

Tapi rasanya ada atmosfir berbeda kali ini. Senyuman Frea agaknya kurang tulus, Ivanka jelas bisa merasakan itu.

Seorang ibu hamil biasanya akan lebih sensitif dan lebih peka dan kali ini firasat buruk sepertinya mulai menjalar di otaknya.

"Aku Ivanka, senang berkenalan denganmu Frea." jawab Ivanka dengan ramah.

Frea buru buru melepas tangannya dari Ivanka, lalu berpindah mengapit lengan Leon. Ia mengacuhkan Ivanka, ia menarik lengan Kakaknya untuk menjauh dari Ivanka sembari berseru.

"Ayo kak, antar aku ke kamar. Sepertinya aku masih merasa jet lag." Ucap Frea sedikit manja pada Leon.

Leon mengangguk, dan berjalan beriringan bersama Frea. Frea sempat berbalik sekilas sambil tersenyum sinis pada Ivanka.

Meski hanya sekilas, Ivanka bisa melihatnya dengan jelas, sesuatu yang buruk akan segera terjadi.

*****

"Vanka. Kamu udah tidur?" Leon bertanya setelah ia membuka pintu tanpa mengetuknya lebih dulu.

Ivanka sendiri, sedang berbaring telungkup sambil memainkan ponselnya. Ia pura pura tak mendengar kedatangan Leon.

"Vanka ..." panggil Leon sembari ikut berbaring di samping Ivanka.

Gadis itu masih diam dan asik memainkan game di ponselnya, bukan tanpa sebab Ivanka mendadak kesal hari ini.

Pasalnya kedatangan Frea membuatnyan tak tenang dan mood nya semakin berantakan. Belum genap dua puluh empat jam Frea ada disini dan ia sudah bisa membuat Leon menjauh dari Ivanka secara tidak langsung.

"Apa kamu marah karena seharian ini aku bersama Frea?" tanya Leon hati hati.

Takut kalau Ivanka akan mendadak moody lagi.

"Bukan marah, aku hanya nggak suka sama sikapnya." jawab Ivanka sedikit kesal.

"Jangan bilang kamu cemburu dengan calon adik iparmu sendiri?" Leon terkekeh kecil.

Sementara Ivanka mematikan ponselnya dan mengambil posisi duduk.

"Aku enggak cemburu, aku cuma minta kakak sedikit perhatian kepadaku. Kakak tahu enggak kalau wanita hamil itu butuh banyak perhatian." Ivanka menunduk, ada nada sedih terselip pada ucapannya.

"Sayang maaf, jangan ambil hati dengan sikap Frea ya. Dia sudah terbiasa dimanja sejak kecil, dia adikku satu satunya dan dia selalu bergantung padaku. Aku minta untuk kali ini aja, tolong kamu mengerti." pinta Leon dengan lembut.

Ivanka hanya memutar pandangannya. Leon mengusap lembut kepala Ivanka, lalu bermaksud mengecup kening gadis itu, namun tiba tiba saja.

Tok...tok...tok

Pintu kamar Ivanka berbunyi, Leon sudah akan berteriak memanggil nama Tama.

Ia mengira kalau kali ini Tama yang mengganggu seperti biasanya, namun sebelum itu terjadi suara Frea lebih dulu terdengar rupanya.

"Kak ... Kak Leon, apa Kakak di dalam?" teriak Frea dari luar.

Ivanka menatap sinis pada Leon.

"Lihat? Adik kesayanganmu itu nggak betah kalau kamu ada deket deket sama aku. Pergilah buka pintunya." seru Ivanka kesal.

Leon dilema sekarang, sepertinya mempertemukan Frea dan Ivanka bukanlah ide yang bagus. Leon beranjak dari tempat tidur lalu membuka pintu.

Terlihat Frea yang kini tersenyum manis berdiri di hadapannya.

"Kenapa Frea?" tanya Leon dengan malas.

"Kak kepalaku masih sakit, sepertinya efek jet lag tadi belom hilang. Aku nggak biasa tidur sendiri, kakak bisa temenin aku tidur?" Lagi-lagi terdengar ucapan manja Frea kepada Leon.

"Apa? Mana boleh Frea?" tanya balik Leon.

"Kak Vanka, bolehkan Kak Leon nemenin aku tidur?" Frea berteriak, sengaja agar Ivanka mendengarnya.

Sial, bagaimana ia bisa menolak. Ia akan terlihat seperti Kakak Ipar yang buruk jika tidak mengijinkannya.

"Tentu saja Leon adalah kakakmu dan sekarang Kak Leon tolong temenin Frea tidur," balas Ivanka walaupun hatinya setengah jengkel.

🌴🌴🌴🌴🌴🌴🌴

Jangan lupa kalian habis baca untuk memberi like, komen dan vote ya.

Sedikit dukungan kalian bisa membuat author semangat untuk cepat up.

1
Qillah julyan
bab ini gak asik..
Qillah julyan
lah curang pake ccrtv toh carinya😁
Misar Lakanting
lanjut
Misar Lakanting
lanjut cerita
Diana Susanti
nyimak kak
Meilan Kaluku
gassssd leonnnn
Ita Imus
suka
evayua
keknya nih ya nama Tama emang banyak yg somplak,karna Tama kenalan gw begitu juga,saat Tama ini dapat bonusan kerja dia bilang mau kasih gw kue,dan gw requestlah kue apa aja yg penting di kotak biar gak ribet dan bener sih kotak tapi yg dia kasih kue tart dong dengan krim putih pulak 🤦😆😆, aduhhh bener2 Tama yaa 😆😆😆
Salmah S
cemangat yaa thor😁
🦅HagiaShofia🦘
sumph suka q novel kek gni kocakk abisss,,, 😂🤣🤣🤣🤣
💕febhy ajah💕
""dia pasti sudah gila""
ya iyalah gila, kan kepalanya ngebentur, pasti geser dikit lah.
💕febhy ajah💕
mampir setelah sekian lama difavoritkan
Nani Susanti
invanka sangat anak2 se x...
g ada dewasa2 nya....
Dina A Noor: mood ibu hamil itu. apalagi masih abg plus dpt suami mantan casanova.
total 1 replies
uhuuuyyy
nesu maneeeh
uhuuuyyy
hmmm...jaaan tenan ogh mak juju kiii
uhuuuyyy
wakakakakqkak..tamaaa tamaa...kena dech loe
Nani Susanti
sama aq jg gt
Nani Susanti
ya ampun sampai segitu nya ya si Leon.....
kejam bngt......🤣🤣🤣🤣🤣😂😂
Nani Susanti
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Desy Puspita
Mommy😌
Aku kemari ngapain😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!