Ini hanya cerita ya.. Fiktif belaka, jadi jangan ditiru ya guys.
Ini adalah season ke 3 dari Istri Manja Tuan Kusuma
Chevania Sayna Krisnajaya adalah putri cantik dari pasangan Jingga Riani Putri Kusuma dan Edward Joseph Krisnajaya. Dia gadis cantik yg sangat baik hati ( jika tidak memiliki masalah dengannya). Setiap yg melihatnya akan luluh dengan kecantikan dan tingkah menggemaskannya.
Chevania dikelilingi orang - orang yg sangat menyayanginya. Chevania adalah anak dari keluarga bangsawan. Apakah dia akan hidup sombong dengan segala fasilitas yg dimiliki ataukah dia akan jadi gadis cantik yg penuh dengan kesederhanaan?
Ardiaz Sailendra Kusuma adalah putra dari pasangan Biru Anggara Putra Kusuma dan Emiliana Andara. Dia adalah remaja tampan dan cerdas yg menjadi incaran para gadis. Dia dikelilingi orang - orang yang berusaha mengambil keuntungan darinya dan juga mengambil hatinya. Bagaimanakah caranya bersikap? Apakah dia akan membiarkan para gadis memanfaatkannya atau menjauhi para gadis yg mendekatinya?
Cari tahu kisah keluarga Kusuma selanjutnya disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mana mungkin ada wanita lain yang lebih baik darimu
Diaz menatap ketiga orang itu dengan wajah yang terlihat menyeramkan. Suasana diruanganpun terasa sangat mencekam. Sharena, ayahnya dan juga pria suruhan itu begitu terkejut mendengar apa yang perintahkan oleh DIaz
" Diaz tolong maafkan ayahku, dia tidka bersalah. Aku yang memintanya untuk memberikan pelajaran pada Cheva. Tapi tolong jangan hukum dia! "
Sharena dengan derai air mata bersimpuh dikaki DIaz
" kamu baru menyadarinya sekarang? Aku sudah peringatkan padamu sebelumnya, jangan mencoba mengganggu Cheva, tapi kamu malah meminta orang lain untuk mencelakainya "
" Aku minta maaf DIaz. Cheva tolong ampuni ayahku hiks,,, hiks,, hiks,,, "
" Ayahmu membuat kak Lian masuk rumah sakit. Dia baru saja sadarkan diri karena kejadian itu, kak apa hadiah yang pantas untuk mereka?"
" Tentu saja hadiah yang setimpal. Menurutku membuatnya gegar otak, patah tangan dan kaki. Adalah hadiah yang pantas mereka dapatkan, kerena Lian juga mengalami itu, jadi biarkan mereka merasakan apa yang Lian rasakan! "
Sorot mata Diaz memancarkan kebencian
" Aku tidak ingin mengotori tanganku sendiri , kalian urus sisanya! Setelah mereka membayarnya barulah masukkan ke dalam penjara! "
" Tunggu, karena Sharena seorang perempuan,,,, kalian harus sedikit berbelas kasihan! Ayo kak! "
Adel dan Alex saling menatap seakan saling berkata
" Kedua anak ini benar - benar menyeramkan, padahal mereka masih duduk dibangku SMA. Bagaimana jika mereka lebih besar nanti! "
"Aaaaaacchhhh!!! "
" Aaaaaccchhh!!! "
Cheva dan Diaz meninggalkan bangunan itu dan Alex juga Adel yang menyelesaikan urusan disana. Bangunan yang sebelumnya terasa damai. Kini disana terdengar suara teriakan, jeritan, tangisan serta erangan kesakitan dari dalam ruangannya. Setelah para pengawal merasa bayarannya cukuo setimpal. mereka melaporkannya kepada polisi, namun karena kondisi mereka yang cukup mengenaskan, sehingga polisi menjadikan mereka tahanan rumah sakit
" Ini aneh, bagaimana bisa mereka mengalami luka yang sama? Patah pada sebelah bagian kaki dan tangan juga gegar otak ringan. Tapi hanya yang perempuan saya yang mengalami gegar otak ringan. Bagaimana bisa mereka mendapatkan luka ini? "
" Entahlah. Aku hanya menerima laporan pengaduan dari seseorang disertai bukti yang lengkap ada disekitar mereka. Tapi mereka sudah terluka seperti ini. Ketika aku datang. Sepertinya mereka dipukuli terlebih dahulu sebelum dilaporkan. Tapi tidak ada sidik jari atau apapun yang ditemukan sebagai bukti kejahatan. jadi kita tidak bisa melakukan apa - apa "
" Sudahlah kita tidak perlu memperumit masalah ini! "
\========
Setelah beberapa hari di negara A, Vio dan Leo seperti biasa berangkat ke kantor bersama, namun hari ini ketika mereka sampai tiba - tiba Veronika datang secara pribadi menemui Leo
" Selamat pagi pak Leo, kebetulan saya lewat sini jadi saya mampir ke kantor bapak. Apa bapak sudah sarapan? Saya membawa beberapa makanan untuk bapak "
Senyum lembut tersungging di wajah Veronika, dan Vio menatap tajam pada Leo
" Terimakasih sudah repot - repot tapi maaf, saya sudah sarapan bersama dengan istri dan saya "
" Tapi kan bapak belum sarapan sama saya "
" Maaf tapi saya memiliki banyak pekerjaan. Permisi sepertinya saya harus meninggalkan anda sendiri disini "
Leo menolak dengan keras tawan Veronika dan kembali melangkahkan kaki menuju Vio yang telah menunggunya didepan pintu lift
" Kenapa dia selalu menolak ku?Sebenarnya apa yang kurang dariku? "
Veronika berpikir sambil melihat ke tubuhnya sendiri
" Sayang jangan marah padaku! Aku tidak memintanya datang kemari. Kamu lihat sendiri kan dia yang datang kesini dengan sengaja? "
Leo berusaha membujuk sang istri yang sepertinya suasana hatinya menjadi rusak setelah melihat kedatangan Veronika untuk memintanya sarapan bersama
" Aku tidak mungkin marah pada kak Leo karena aku tahu kak Leo adalah suami yang setia. Tapi aku hanya kesal pada perempuan itu. Perawan tua sok cantik, berani - beraninya berniat merebut kakak dariku.. eeeuuuuhhh rasanya ingin aku jambak rambutnya dan aku tampar wajahnya berkali - kali. Dia sungguh menyebalkan! "
Vio terus saja menggerutu begitu mereka tiba diruangan. Leo tak kuasa menahan tawa melihat reaksi istrinya ketika cemburu
" Hahahah,,, sayang,, kamu lihat ekspresi mu sekarang. Kamu terlihat lucu dan menggemaskan. Mana mungkin aku bisa berpaling darimu "
Leo memegang kedua pipi Vio dan saling bertatapan mata
" Kak,, aku sangat mencintai kak Leo. Aku tidak bisa bayangkan apa yang terjadi padaku jika kakak mengkhianatiku "
Wajah Vio berubah sendu ketika mengatakannya
" Violetta Indriani Putri Kusuma dengarkan aku baik - baik. Aku begitu beruntung menjadi pendampingmu.. Wanita yang cantik, pandai, berani, baik hati dan dari keluarga yang begitu terpandang. Mana mungkin ada wanita lain yang lebih baik darimu. Aku sangat bodoh jika melepasmu demi wanita lain. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah memberikan kesempatan untukmu jauh dari sisiku "
Tatapan Leo begitu lembut, seakan bunga - bunga mengelilinginya dan matahari menyinarinya dengan sinar yang paaaaling terang. Vio terhanyut dengan kata manis yang diucapkan Leo. DIapun tersenyum dengan mata yang berkaca - kaca
" Terimakasih kak Leo. Aku pun begitu beruntung menjadi istrimu. Kamu sangat baik dan mengerti aku, aku yakin aku tidak salah pilih dan itu terbukti karena kamu begitu melindungiku "
" My wife, my little girl,,, bagaimanapun caranya aku akan selalu melindungimu, meskipun nyawa taruhannya aku akan melakukan apa saja untukmu. Takkan aku biarkan seorangpun menyakitimu "
Leopun memberikan pelukan penuh kasih sayang dengan sebuah kecupan mendarat di pucuk kepala Vio
\=======
Ji telah mendengar apa yang dilakukan Cheva dari Adel. DIapun langsung bicara pada Cheva
" Mami telah mendengar apa yang kamu dan Diaz lakukan.Bagaimana kamu bisa memberikan hukuman sekejam itu pada mereka? "
Ji menatap tajam pada putrinya
" Mami, aku dan kak DIaz hanya memberikan apa yang pantas mereka dapatkan. Bukankah kita harus adil? Dia menabrak kak Lian hingga kak kaki dan tangannya patah dan diatidak sadarkan diri selama dua hari karena gegar otak. Jadi itu hukuman yang cocok supaya mereka merasakan sendiri akibatnya "
Cheva yang biasa bersikap manja, pada saat tertentu dia akan bersikap tegas
" Mami sudah memberitahukan semuanya pada kakekmu. DIa akan kesini untuk mengunjungi kalian "
" Kakek? Mami menceritakannya pada kakek? Bagaimana jika kakek marah? kenapa mami melaporkannya pada kakek? Kapan kakek akan tiba disini? "
Cheva terlihat panik, daripada Ji dan Ed, dia lebih takut pada Yudha
\========
Sementara itu di waktu yang sama dirumah Diaz, Birupun telah mendengar apa yang telah Diaz lakukan dari Alex
" Papi tahu apa yang telah kamu dan Cheva lakukan. Papi tidak akn banyak bicara, tapi papi sudah melaporkannya pada kakekmu. Dia akan kemari dan bicara langsung dengan kalian "
" Papi melaporkannya pada kakek? Pih kalau tidka suka, papi kan bisa mengatakannya padaku! Kenapa papi melapor pada kakek? "
" Kamu tunggu saja bagaimana sikap kakek nanti padamu! "
" Aahh papi, kenapa kakek sampai datang kemari?Aku kan hanya memberi mereka pelajaran seperti apa yang telah mereka lakukan pada Lian. Lagipula sasaran mereka yang pertama adalah Cheva, aku tidak bisa terima kalau mereka ingin melukainya. Seperti papi yang selalu melindungi tante Ji, aku juga ingin selalu melindungi Cheva seperti adikku sendiri"
" Tunggu saja kakekmu nanti! "
istri manja tuan kusuma
4x ku baca berulang2
bagus sekali