Kisah Islami
Cerita Melankolis
Kali ini saya persembahkan untuk kalian semua para pembaca setia saya, semoga kalian semua terhibur.
Siapa yang mau memilih kesedihan,kalau kita di suguhkan bahagia dan sedih, pastilah semua orang akan memilih bahagia.
Arafa, seorang gadis yang tumbuh dewasa dengan penuh lika liku kehidupan dan kepedihan, namun karena semua itu, dia menjadi wanita yang tegar dalam menghadapi kenyataan hidup yang memang harus ia jalani.
Ikuti terus kisah Arafa, sampai dia menemukan kebahagiaan dan sang pujaan hati.
SUDAH MASUK MUSIM 2..
Kesabaran Ara dan David musim 2 ini akan di uji, keinginan mereka untuk memiliki anak harus tertunda cukup lama. Bagaimana cara mereka melaluinya? 😊
Baca juga karyaku yg lain, bisa dilihat lewat sentuhan lembut ke avaku😁😁.. Terima kasih😘💕
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinayuni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Banyak sekali yang di obrolkan Afka dan Ara siang itu, hingga Afka mengingat ia belum melihat keberadaan David sedari tadi membuat ia penasaran dan bertanya kepada Ara.
"Dimana David? Sejak tadi aku di sini, namun tidak melihat sahabatmu itu."
"Ah, Mas David pulang ke rumahnya sudah beberapa hari, sepertinya hari ini juga belum ke sini" jawab Ara.
"Oh begitu. Kapan - kapan kita akan bawa ibu jalan - jalan kalau kau tidak keberatan, bersama David dan juga Sifa."
Wajah Arafa terlihat sumringah mendengar kata jalan - jalan, secara dia tidak pernah sekali pun jalan - jalan, apalagi ke tempat wisata.
"Apa kau mau?" imbuh Afka.
Karena begitu senang, Arafa segera menganggukkan kepalanya dengan tegas. Reaksi yang di berikan Arafa, membuat Afka tersenyum melihat kebahagian yang di tunjukkan Arafa.
'Kau terlalu sibuk dengan masa lalu dan juga hari - harimu, bahkan kau lupa dengan kebahagiaanmu sendiri Arafa' batin Afka.
"Baiklah, aku harus pulang dulu" Afka beranjak dari duduknya.
Melihat sekeliling rumah Arafa tidak ada motor Afka, membuat gadis itu bertanya kepada Afka,
"Bagaimana kau ke sini tadi?"
"Jalan kaki sambil olahraga" jawab Afka dengan senyuman khasnya.
"Afka, rumahmu dengan rumahku sangat jauh" Arafa mengambil ponselnya "Aku akan pesankan taksi untukmu,"
"Tidak perlu, aku bisa pesan sendiri nanti" ucap Afka memotong perkataan Ara yang belum selesai.
"Afka" panggil Ara dengan nada berharap agar Afka mau menerima tawarannya.
"Tidak apa-apa manis, aku ingin jalan santai saja, sudah kau masuk saja. Aku pulang dulu. Assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam, hati-hati Afka."
Afka berjalan santai meninggalkan halaman rumah Ara, sedang Ara masih terus menatap punggung Afka yang hampir menghilang itu.
'Apa tidak salah Afka akan berjalan kaki sampai rumah' Ara menghela napas panjang lalu masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rapat.
Afka masih melangkah dengan santai menjauhi daerah rumah Arafa, hingga ia masuk ke dalam sebuah mobil yang baru saja berhenti di sebelahnya.
"Kau mau kemana sekarang?" tanya Rian yang saat ini mulai menjalankan mobilnya kembali.
"Kembali ke rumah sakit lagi" kata Afka fokus menatap depan.
"Kakakmu menelponku berkali-kali untuk membawamu pulang. Apa kau tidak mau pulang sebentar saja?"
Afka menggeleng kepalanya dengan tegas. Melihat reaksi Afka, membuat Rian membuang napasnya dengan keras kemudian kembali fokus mengemudi.
'Apa sebenarnya yang di pikirkan anak muda ini?'
Karena tidak ingin berdebat, Rian membawa kembali Afka ke rumah sakit.
Bukan tanpa alasan, namun Afka tidak ingin membuat kakaknya merasa sedih kalau Afka berada di sampingnya. Dengan dirinya berada di rumah sakit, dia lebih dekat dengan dokter dan juga para perawat yang selalu siap sedia di sana, sehingga tidak merepotkan kakaknya.
**
Sepulang dari bengkel, David langsung masuk ke dalam rumah, lalu mandi dengan air dingin yang begitu menyegarkan.
Setelah selesai mandi, di mengalungkan handuk putihnya dan mengeringkan rambutnya yang basah karena baru saja keramas.
Tok tok tok
Suara ketukan pintu kamarnya, membuat ia segera bergegas memaki kaus untuk menutupi dada telanjangnya yang begitu bersih. Segera ia berjalan dan membukakan pintu kamarnya yang terkunci rapat.
"Oh Ibu, David baru saja mandi, ada apa?" tanya David sambil berjalan dan duduk di tepi tempat tidur.
Dewi menatap lekat wajah David yang masih sedikit basah itu. Melihat pandangan Ibunya yang tidak biasa, membuat David mengerutkan keningnya.
"Silahkan duduk Bu! Apa ada yang ingin Ibu bicarakan?"
Dewi mendudukkan tubuhnya di sebelah David.
"Ayahmu tadi tiba-tiba ke sini dan memintamu untuk menemuinya."
Mendengar apa yang di katakan Ibunya, membuat David tercengang tak berdaya.
Ingin sekali ia menemui pria yang ia sebut Ayah itu setelah begitu lamanya tidak ia temui. Namun mengingat kesedihan Ibunya, rasanya ada perasaan marah yang juga ikut terpendam di antara kerinduannya.
"Ada apa Bu? Apa yang penting sampai membuat Ayah datang ke sini?"
Dewi menggeleng. Bahkan Dewi tidak ingin berkata apapun saat mantan suaminya itu datang menemuinya.
"Ibu tidak perlu khawatir, David akan tetap bersama Ibu. Sekarang Ibu istirahat saja ya!" pinta David kepada Dewi seraya memeluk wanita yang begitu ia sayangi itu.
Melihat Ibunya sudah meninggalkan kamarnya, David memijat pelipisnya.
'Apa aku harus menemui Ayah? Memang ada urusan apa, bukankah kami tidak pernah bertemu' David berdiri di samping jendela sambil menatap keluar kamar.
'Apa Afka sudah menemui Arafa, kenapa aku tidak meminta nomor ponsel mereka' David kembali memijat pelipisnya, menyesal karena tidak berpikiran meminta nomor ponsel mereka berdua.
Pukul 19.00,masih belum terlalu malam untuk keluar rumah. David mendekati Ibunya yang masih menonton TV bersama Vivi.
"Apa Ayah sudah kembali ke rumah, atau masih di daerah sini?" tanya David memberanikan diri untuk bertanya kepada Ibunya.
Raut wajah Dewi datar, Vivi mengelus pundak kakak perempuannya itu, sebelum Dewi membuka suaranya.
"Dia bilang, dia menginap di hotel Bintang kamar 19,kau bisa menemuinya di sana."
Dewi mengambil kertas yang terlipat di atas meja.
"Dia meninggalkan nomor ponsel tadi" David menerima kertas putih itu dari tangan Ibunya lalu melihat nomor ponsel yang tertera di kertas tersebut.
Dengan cepat David mencatat nomor itu ke ponsel pipihnya.
"Aku akan menemui Ayah sebentar Bu, Ibu jangan khawatir." David mencium kening Ibunya dan pergi untuk mengambil motor tercintanya.
Saat di jalan, David masih berpikir tujuan sang Ayah mencarinya, namun percuma saja karena baru hari ini ia akan bertemu dengan Ayahnya setelah bertahun-tahun tidak bertemu.
Parkiran hotel Bintang yang begitu luas itu terlihat agak lenggang, sehingga David bisa segera mendapatkan tempat untuk memarkir motornya di tempat yang aman.
Dengan petunjuk resepsionis, ia bisa segera menuju ke kamar yang saat ini di tempati sang Ayah.
David mengambil napas dalam dan menghembuskannya, kemudian mengetuk pintu yang terlihat tertutup rapat itu.
Tak butuh waktu lama ia menunggu, kini pintu sudah terbuka dan memperlihatkan seorang pria berbadan tinggi besar dengan penampilan yang begitu rapi khas orang kaya. Rambutnya yang tebal dengan berewok tipis di dagunya, membuat pria itu terlihat sama dengan David. Ups, bukan pria itu yang sama, melainkan David yang sama dengan pria itu, karena pria itu adalah Ayah kandung David.
David sudah merasa yakin kalau pria di hadapannya saat ini adalah Ayahnya, namun pria yang terlihat sudah berusia itu belum tahu kalau pria muda di hadapannya adalah anak kandungnya, David.
"Kau siapa?" tanya pria itu kepada David dengan suara tegas.
"David" jawab David singkat.
Sejenak Ayah David terdiam dengan sedikit menahan napas, namun kemudian berkata.
"Masuklah!"
TERJEBAK PERNIKAHAN SMA
makasih 🙏🙏
keren namanya
kenapa klo bahas afka selalu sedih😭
Lanjut Thor...
NEXT ... ❤️❤️
lanjut baca part selanjutnya 👍🏻👍🏻❤️❤️
jadi ingat Almarhumah Ibu ...😭😭😭
Alfatihah yg Insya Allah tak pernah putus untukmu , Ibuku 🙏🏻🙏🏻😭😭
sungguh... tanpa terasa menetes saat baca flashback 😭😭
NEXT...
ceritanya menyayat hti 😭
NEXT ...
jd penasaran...
nyicil dulu ini thor..
ijin promo thor 🙏
jgn lupa baca novelku dg judul "AMBIVALENSI LOVE" 🍭🍭🍭
kisah cinta beda agama,
jgn lupa tinggalkan jejak dg like and comment ya 🙏😁
*SENYUM ANYA
*MAHABBAH RINDU
nama yang bagus
Salam mengundang like ke karya aku
I Love You Mr Mafia
Sky Blue Love