"Jangan paksa Humaira Mi... Aku itu Humaira, Humaira bukan Kak Asyifa yang bisa tahan menutup diri pakai jilbab."
Seluruh keluarganya selalu memaksanya menjadi seperti kakaknya yang muslimah namun Humaira merasa belum siap dan sikapnya tidak pantas untuk di jilbapin.
Dunia Humaira yang damai berubah 180 derajat setelah bertemu Bang Ashraf, lelaki yang membuat semua orang salah paham terhadapnya hingga mengikat keduanya di ikatan pernikahan.
Akankah Humaira menemukan cintanya dan bisa bahagia????
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shakila kanza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pagi hari
Hari ini dadaku bergetar
Terguncang memilu dan mengerang
Ku yakin ku tak salah
Karna hatiku tak pernah dan takkan berdusta
Cinta cinta cinta
Aku jatuh cinta
Esoknya ku pikir rasa itu
Akan menghilang dengan seiring waktu
Namun ternyata tak berubah
Aku makin tergiur pada dirimu
Cinta cinta cinta
Aku jatuh cinta
Dan seterusnya rasa ini selalu terjadi
Dan tak pernah berkurang
Hatiku hanya untuk dirimu
Aku bahagia hanya bila kamu bahagia
Esoknya ku pikir rasa itu
Akan menghilang dengan seiring waktu
Namun ternyata tak berubah
Aku makin tergiur pada dirimu
Cinta cinta cinta
Aku jatuh cinta
Dan seterusnya rasa ini selalu terjadi
Dan tak pernah berkurang
Hatiku hanya untuk dirimu
Aku bahagia hanya bila kau bahagia
Dan seterusnya rasa ini selalu terjadi
Dan tak pernah berkurang
Hatiku hanya untuk dirimu
Aku bahagia hanya bila kamu bahagia
Pagi hari rumah Bang Ashraf sudah bergetar dengan alunan musik di handphone miliknya yang tersambung ke speaker, teman-temannya yang masing tidur pun jadi terbangun tak percaya jam setengah enam rumah ini sudah sibuk berurusan dan bermusik keras sekali.
Hanan dan Hendy terbangun sambil menggosok telinganya yang terasa gatal, sedang Hary sudah berlari ke kamar mandi karena panggilan alam. Sedang di luar Bang Ashraf sedang sibuk menyapu lantai sambil berkonser.
"Ya Allah Gusti... Jam segini tu Bang Ash udah konser aja..." Kata Hanan geleng-geleng kepala.
"Iya... Parah tu bucin nya..." Hendy ikut menimpali.
Hany dan Hilda sudah bangun dari subuh karena Humaira membangunkannya dan mengajak shalat subuh berjamaah bersama Bang Ashraf, sementara yang laki-laki karena sampai malam baru tidur jadi susah di bangunkannya sehingga baru subuh saat ini.
Saat ini Humaira tengah memotong sayuran untuk di masak pecel, sedangkan Hilda sedang membuat sambel pecelnya, Hany sedang menggores ikannya. Mereka bertiga berkolaborasi membuat masakan, sementara Bang Ashraf sibuk menyapu karena cemilan yang berserakan akibat ulang para lelaki yang masih mengerjakan shalat subuh di saat matahari sudah keluar malu-malu.
"Humayyy, tiap pagi susana rumah Lo kaya gini??? Elo masak Bang Ashraf yang bersih-bersih rumah gitu???" Hilda penasaran.
Humaira hanya mengangguk sembari memotong sayurannya. Hilda dan Hany langsung saling pandang dan menggeleng berjamaah karena tidak percaya.
"Astaga apa dari subuh kamu gak tidur lagi kaya dulu-dulu???" Tanya Hany yang ng hafal betul kebiasaan Humaira karena sering menginap di rumah Humaira sebelum Humaira menikah.
Humaira menggeleng jujur, sebenarnya ngantuk namun melihat Bang Ashraf aja semangat membantunya masa iya dirinya justru mau bersantai-santai, pikir Humaira dalam diamnya.
"Ya ampun... Kalian banyak berubahnya ya..."kata Hilda sambil memindah sambal ke tempatnya, sementara Humaira sendiri hanya bisa tersenyum entak kenapa dirinya bisa jatuh cinta pada akhirnya.
Bang Ashraf menghampiri Humaira yang sedang memotong lalu memeluknya dari belakang membuat Humaira terkejut sekaligus malu. Hida dan Hany langsung menyisih dan pura-pura tidak lihat.
"Astaga Bang... Ada Hilda sama Hany itu loh... Malu tau..."Protes Humaira pada Bang Ashraf yang masih setia memeluk perutnya dan menyandarkan kepalanya.
"Ckkkk salah sendiri masih di sini... Yang kangen... Semalam kita terpisah loh..."Keluh Bang Ashraf.
"Ckkk Astagfirullah... Baru juga pisah ⅞ Bang... Pinjam kali Humayy nya sebentar aja..."Kata Hilda merasa tidak terima.
"Iya tu Bang... Sebelum jadi istri Abang Humaira itu, Tan hidup kita... jadi jangan protes karena kita justru yang merasa di rampas sahabat kita..."Protes Hany tak mau kalah.
Bang Ashraf gak peduli itu karena yang paling penting sekarang, Humaira punya suami yang lebih penting urusannya dari pada sahabat-sahabat perempuan. Bang Ashraf tetap memeluk tubuh Humaira sembari memegang tangan Humaira yang memotong sayurannya.
"Motong kacang panjang buat pecel rada panjangan dikit Yang... kata gitu mah bikin oseng..."Tutur Bang Ashraf.
"Nah Wortel juga rada besar sama panjangan, kalau kecil tipis gitu buat soto..." Bang Ashraf sembari memegang tangan Humaira yang memegang pisau itu lalu mengajarinya memotong dengan ukuran yang benar.
Hilda dan Hany sampai berhenti melakukan aktivitasnya justru melihat film romantis rumah tangga di dunia nyata di hadapan mereka pula.
"Han... Elo ngerasa gak sih kita tu kaya hantu di sini..." Kata Hilda sambil bertopang dagu memandang Humaira dan Bang Ashraf yang sedang asik berdua memotong sayur.
"Iya kita di sini kagak terlihat... Bisa-bisanya mereka romantis-romantisan gitu di hadapan kita yang jomblo... Astagfirullah..."Tutur Hany sambil mengangkat ikan yang sudah selesai semua di goreng.
Bang Ashraf dan Humaira justru tergelak berdua lalu menoleh pada teman-temannya. "Mangkanya nikah sama biar gak iri..."Kata Bang Ashraf lalu mencuri cium di pipi Humaira.
"Astaga... Abang....!!!" Humaira terkejut namun Bang Ashraf sudah kabur mengambil minum putih di dispenser lalu duduk dan meminumnya.
Hilda dan Hany sampai memegangi jantungnya masing-masing. "Suami Lo bucin parah ya Humayyy..." Kata Hilda lalu mengambil sayur yang sudah di potong Humaira dan di masukan ke panci berisi air mendidih untuk di rebus.
Humaira hanya tersenyum lalu mengangguk, Humaira lalu mengambil susu coklat untuk di buat dan di sajikan ke suaminya, karena kebiasaan suaminya meminum susu coklat di pagi hari.
Setelah jadi Humaira membawa susu coklat itu ke hadapan Bang Ashraf yang bergabung dengan teman-teman laki-laki. Humaira cuma membuat satu untuk Suaminya teman-temannya sengaja tidak di buatkan.
"Lah... Saru aja Humayyy kita kagak di kasih???" Protes Hanan.
"Kagak... Emang situ siapa???"Jawab Humaira seenaknya membuat Bang Ashraf tertawa.
"Wis... Kita tamu loh di sini... Masa suaminya doang yang di buatin..." Protes Hary.
"Ogah... Sono buat aja sendiri... Biasanya juga kalian gak minum susu coklat... tapi minum teh..."Kata Humaira lalu berlalu kembali ke dapur.
"Wah... Parah..." Kata Hendy sambil geleng-geleng kepala, namun tak lama kemudian Hany datang dengan membawa nampan berisi lemon tea dan di berikan kepada teman-temannya.
"Wah... Ini baru cocok..."Kata Hanan langsung meminum lemon tea di hadapannya begitu juga Hary dan Hendy.
Setelah para gadis menyiapkan makan di meja makan, semuanya pun berkumpul di meja makan untuk sarapan, seperti biasa Bang Ashraf makan sepiring berdua dengan Humaira sesekali Bang ashraf menyuapi Humaira dengan ikan di tangannya, membuat teman-teman perempuan baper di buatnya.
"Sumpah... Aku kepingin segera nikah kalau lihat pagi-pagi udah ada yang romantis begitu terus tiap pagi... Ya ampun... Kalian tu dosa tau, umbar kemesraan di depan kita semua yang jomblo..." Protes Hilda sambil makan ikannya.
"Udah... Sana nikah semua biar kagak numpang tidur di rumah orang terus... Enakan nikah muda gini mau apa-apa halal dan indah... Makannya Soni buruan nikah..."Bang Ashraf justru makin besar kepala.
Semua teman-teman pun jadi merasa kesal langsung menambah sambel dan sayurnya." Enakan makan gini kenyang, emang cukup makan cinta, jadi jomblo juga bisa bahagia.. "Bela diri Hanan.
"Huuuu itu mah Kamu... yang penting perut kamu terisi..."Protes Hany yang di sambut gelak tawa teman-teman yang lain.
Setelah semua selesai sarapan Bang Ashraf langsung mengusir teman-teman Humaira untuk pulang semua. Teman-teman Humaira pun pamit pulang dan berjanji akan sering-sering nginap lagi, yang langsung di jawab oleh Bang Ashraf.
"Tak Boleh!!! Kalian tidak boleh menginap di sini... Cukup semalam tidak ada malam yang lain...!! Kata Bang Ashraf yang langsung mendapat tepukan dari Humaira karena merasa tidak enak dengan teman-temannya, namun teman-temannya bukannya tersinggung namun malah tergelak menertawakan ke posesifan Bang Ashraf.
dosen kok sumbu pendek..
menantu kocak...