Sebelum baca cerita ini, ada baiknya baca sekuel Penyesalan Ayah Dari Anak-anak Ku terlebih dulu.
-_-
Prince Oscar Arnold tidak pernah menyangka kalau wanita dulu sering membully dirinya di kampus ternyata adalah wanita yang selama ini diincar oleh musuhnya di dunia bawah tanah. Namun, siapa yang akan menyangka jika wanita itu ternyata diam-diam menyimpan rasa padanya.
Dua tahun kemudian sejak lost contact. Mereka dipertemukan kembali dengan situasi yang berbeda. Tak ada angin tak ada hujan. Tiba-tiba Oscar mengajak Kimberly menikah tanpa sebab. Akankah Oscar benar-benar mencintai Kimberly dan membalas cinta Kimberly yang sudah tumbuh sejak beberapa tahun yang lalu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Di perusahaan
Kimberly tak henti-hentinya menguap selama mendengarkan laporan tahunan yang disampaikan bawahannya. Kedua matanya terlihat menghitam karena kurang tidur. Wajahnya juga terlihat pucat hingga membuat Stevani sedikit khawatir melihat wajah pucat atasannya.
"Nona. Lebih baik kita tunda rapat tahunan hari ini. Saya akan mengatur ulang jadwal rapat tahunan setelah keadaan anda lebih baik." ujar Stevani dengan wajah khawatir.
"Tidak perlu. Aku ingin memastikan bagaimana kinerja para karyawan tahun sebelumnya." ujar Kimberly kembali tegap fokus mendengarkan penjelasan dari manajer pemasaran perusahaannya.
Tak beberapa lama tiba manajer keuangan yang menyampaikan laporan keuangan perusahaan tahun sebelumnya. Awalnya Kimberly mendengarkan penjelasan manajer keuangan dengan wajah tenang. Hingga tak beberapa lama Ia merasa laporan yang dibacanya tidak sinkron dengan laporan yang selama ini Kimberly terima.
"Apa tim kalian sudah memastikan laporan itu dibuat secara transparan dan sesuai SOP perusahaan? Mengapa saya mendapatkan banyak perbedaan dari laporan keuangan tiap bulan yang saya terima?" ujar Kimberly dengan wajah tegas.
"Benar, Nona. Saya sudah mengumpulkan semua bukti dalam bentuk lampiran mengenai pengeluaran perusahaan. Anda bisa melihatnya pada pdf yang saya bagikan di grup perusahaan." ujar manajer keuangan membuat Kimberly bergerak cepat memeriksanya.
"Bagaimana bisa perusahaan mengalami kerugian sebesar ini! Sementara pendapatan tahunan lebih besar 25% ketimbang pendapatan tahun sebelumnya!" gumam Kimberly memeriksa laporan keuangan itu dengan teliti.
"Saya minta untuk masing-masing divisi agar segera menyerahkan rekap laporan pengeluaran yang sudah kalian serahkan ke divisi keuangan! Saya tidak akan mentolerir sebuah kecurangan!" tegas Kimberly membuat semua orang mulai resah.
"Rapat selanjutnya akan dijadwalkan ulang oleh sekertaris saya. Saya hanya memberikan kalian waktu 1 x 24 jam menyerahkan laporan pengeluaran dari masing-masing divisi selama satu tahun ini." lanjut Kimberly sebelum keluar dari ruangan meeting.
Stevani kemudian mengikuti Kimberly dari belakang melangkah menuju lift. "Serahkan padaku laporan keuangan dua tahun sebelumnya." ujar Kimberly menghentikan langkahnya dan melirik sekilas kearah Stevani .
"Baik, Nona." jawab Stevani dengan cepat.
"Dan cari tahu. Siapa saja karyawan yang melakukan korupsi dan mencoba bermain-main denganku!" tambah Kimberly sebelum berlalu masuk ke dalam lift.
Satu menit kemudian lift tiba di lantai paling atas. Kimberly masuk ke ruangannya. Sementara Stevani melangkah menuju meja sekertaris yang beberapa langkah dari pintu ruangan Kimberly.
Kimberly memijit pelipisnya merasa pening dengan masalah kerugian yang sedang dihadapinya. "Mengapa akhir-akhir ini aku kehilangan konsentrasi ku dalam bekerja." gumam Kimberly dengan wajah lelah.
Di Gultom group
Oscar terlihat sangat fresh dan bersemangat menyelesaikan pekerjaannya. Hingga membuat Mike bingung melihat tingkah laku tak biasa Oscar.
"Tuan muda. Sepertinya hari ini kita tidak memenangkan sebuah proyek besar seperti biasanya. Lalu mengapa wajah Anda terlihat sangat berseri-seri. Apa suasana hati Anda sedang bagus?" tanya Mike mengamati wajah Oscar dengan Intens.
Oscar berdehem pelan dan menatap Mike dengan tajam. "Mungkin hanya perasaanmu saja." ujar Oscar dengan wajah datar.
"Bagaimana dengan wanita itu? Apa dia masih berani mengusik istriku?" tanya Oscar mengubah topik pembicaraan mereka.
"Beberapa hari ini saya belum mendapatkan pergerakan dari mereka setelah kematian pria kemaren, Tuan muda. Namun, kita harus tetap berhati-hati. Aku takut mereka sedang menyusun rencana besar tanpa sepengetahuan kita." ujar Mike membuat Oscar terdiam beberapa saat sebelum menjawab perkataan Mike.
"Kau benar. Kita harus lebih berhati-hati lagi setelah ini. Akhir-akhir ini anggota Black Mamba terlalu fokus dengan pengiriman barang-barang ilegal ke luar negeri. Aku ingin kau menyiapkan beberapa anggota bayangan untuk melindungi istriku dari kejauhan."
"Sepertinya Anda mulai menyukainya dan mengkhawatirkan keadaan Nyonya muda." celetuk Mike membuat Oscar gelagapan.
"Anda bahkan menyiapkan hadiah valentine untuk Nyonya muda. Apakah Anda sudah mulai membuka hati Anda untuknya. Saya berharap Tuan kecil Gultom akan segera launching agar saya tidak kesepian melihat kemesraan kalian suatu saat nanti." lanjut Mike membuat Oscar tersenyum tipis memikirkan ucapan Mike.
"Anak..."
Satu kata yang mampu membuat hati Oscar berdesir hebat. Jika Tuhan menghadirkan seorang anak untuk melengkapi keluarga kecilnya. Bukankah hadiah itu merupakan hadiah terbaik yang akan Oscar dan Kimberly terima. Namun, Oscar juga belum siap berbagi perhatian Kimberly dengan anaknya.
hadir thor