NovelToon NovelToon
Kejar Daku Kau Kujerat

Kejar Daku Kau Kujerat

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

PLAK!!

Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Ervano. Pria itu memegangi pipinya yang terasa panas sambil melihat pada Naima. Gadis itulah yang sudah memberikan tamparan tadi. Mata gadis itu menatap nyalang pada Ervano. Dia sama sekali tidak menyangka pria yang dekat dengannya bisa melakukan hal yang melecehkan harga dirinya sebagai wanita.

“Ima, maafin aku.. aku..”

“Aku ngga nyangka, bang. Serendah itu pikiran abang sama aku!!”

“Ngga, Ima. Ngga begitu. Aku… ngga sengaja. Aku khilaf, maaf.”

“Laki-laki yang baik adalah laki-laki yang bisa menjaga pandangan dan tidak menyentuh yang bukan miliknya. Terima kasih, bang. Aku cukup tahu kelakuan abang seperti apa. Mulai sekarang, lebih baik kita ngga ketemu lagi. Aku tidak membenci abang, tapi bukan berarti aku bisa terus berteman dengan abang.”

Setelah mengatakan itu, Naima segera pergi meninggalkan Ervano dengan perasaan marah, kecewa sekaligus malu. Ervano hanya bisa memandangi kepergian Naima tanpa bisa melakukan apapun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehilangan

Naima mengetuk-ngetuk meja kerja di kamarnya. Sebelah tangannya menopang dagunya. Pikirannya berkelana jauh memikirkan seseorang yang tiba-tiba menghilang dari hidupnya. Sudah dua minggu ini Ervano tidak terlihat batang hidungnya. Padahal sebelumnya pria itu rajin sekali mendatanginya, di rumah atau di kantor.

Sebelumnya Ervano selalu datang tiap hari mengunjungi Naima. Pria itu tidak datang dengan tangan kosong. Ada saja barang yang dibawanya. Walau terkesan ogah-ogahan ketika Ervano memberikan barang-barang, namun nyatanya Naima menyimpan rapih pemberian pria itu.

Di samping meja kerjanya terdapat nakas kecil yang terbuat dari kaca. Di sana tersimpan semua barang pemberian Ervano. Tidak semua barang yang diberikan Ervano adalah barang mewah. Naima bangun dari duduknya, kemudian menuju nakas tempat penyimpanan merchandise ala Ervano.

Dibukanya pintu nakas. Di dalamnya terdapat bola salju, gantungan kunci, bros, jepit rambut, sapu tangan, miniature keajaiban dunia seperti menara Eiffel, patung Liberty, candi Borobudur, Taj Mahal dan masih banyak lagi. itu belum termasuk makanan yang diberikan pria itu. Bunga matahari pemberian Ervano pun masih dirawat dengan baik oleh Naima.

Naima kembali menutup pintu nakas. Dia berdiri kemudian menuju balkon kamarnya. Dia mengambil semprotan, lalu menyemprot bunga matahari yang ada dalam pot. Selesai menyemprot bunga, gadis itu kembali melamun. Matanya melihat ke bawah, menunggu mobil Ervano berhenti di depan kediamannya. Namun sia-sia, pria itu sepertinya tidak akan datang.

Lamunan Naima buyar ketika mendengar ketukan di pintu. Gadis itu segera beranjak untuk membukakan pintu. Ternyata asisten rumah tangganya yang mengetuk pintu. Wanita itu mengatakan Naima sudah ditunggu di ruang makan. Naima segera keluar lalu menuruni anak tangga.

Di meja makan nampak sudah ada kedua orang tuanya dan juga Nalendra dan Ayumi. Seperti biasa, setiap sebulan sekali kakak dan kakak iparnya itu akan datang menginap di kediaman Farel. Mata Naima tertuju pada perut Ayumi yang mulai membuncit. Kakak iparnya itu sedang mengandung anak pertama mereka. Kandungannya sekarang berusia enam bulan.

“Bang Nalen kapan datang?” tanya Naima seraya menarik kursi.

“Udah sejam kali.”

“Masa? Kok aku ngga tahu.”

“Mana kamu tahu kalau kamunya lagi asik bengong. Mikirin siapa sih?”

“Pasti mikirin yang biasa muncul tapi sekarang menghilang,” jawab Ara sambil tertawa kecil.

“Siapa juga yang mikirin bang Vano.”

“Idih kamunya aja kegeeran. Maksud mama tuh pelangi. Kan pelangi nongolnya sebentar habis itu hilang lagi.”

Wajah Naima langsung memerah. Mamanya ini memang sering kali menggodanya. Farel hanya tersenyum saja. Anak bungsunya ini sepertinya sudah mulai terpikat hatinya pada Ervano.

“Telepon aja kalau kangen,” seru Ayumi.

“Ngga. Siapa juga yang kangen,” jawab Naima seraya memalingkan wajahnya.

“Biasa aja jawabnya, ngga usah ngegas,” goda Nalendra.

Naima berusaha menulikan telinganya. Dia segera menyendokkan nasi ke dalam piring dan menambahkan lauk ke atasnya. Tidak banyak makanan yang diambilnya. Sesungguhnya gadis itu sedang kehilangan selera makan. Terbawa oleh sosok Ervano yang seperti menghilang ditelan bumi.

“Yumi.. kabarnya KiJo gimana?”

“Alhamdulillah sehat, ma.”

“Besok mama mau titip makanan buat KiJo.”

“Emang kamu mau masak apa?” tanya Farel.

Wajar saja kalau Farel bertanya. Pasalnya sejak gadis sampai sudah mau punya cucu, kemampuan memasak Ara masih di bawah standar. Setiap hari yang memasak makanan adalah asisten rumah tangganya. Kalau tidak, ada kiriman dari ayahnya, adiknya atau sepupunya, Azkia.

“Gavin yang buatin makanan, bukan aku,” jawab Ara santai.

“Sudah kuduga.”

Ara tidak menggubris ucapan suaminya. Sejak dulu dia memang malas kalau harus berkutat di dapur. Sudah menjadi rahasia umum kalau semua keturunan Dimas yang berjenis kelamin perempuan, tidak bisa memasak. Yang menuruni kemampuan memasaknya hanyalah anak lelakinya. Termasuk Gemma yang tidak menggeluti profesi sebagai chef, tapi kemampuan memasaknya juga cukup baik.

“Aku duluan, ma, pa,” ujar Naima setelah menyelesaikan makannya.

“Eh.. mau kemana?” tanya Ara.

“Ke kamar.”

“Beresin dulu meja makan. Cuci piring sama gelas kotornya. Dari pada kamu bengong di kamar mikirin Vano, mending kamu kerja.”

“Siapa juga yang mikirin bang Vano,” protes Naima.

Gadis itu segera mengambil piring dan gelas kotor, lalu membawanya ke dapur. Semua yang ada di meja makan hanya tersenyum saja melihat sikap Naima. Seain keras kepala, Naima termasuk gadis yang memiliki gengsi tinggi. Dia tidak akan mau mengakui kalau perasaannya sekarang sedang dibuat kacau balau oleh seorang Ervano.

Usai mencuci piring, Naima segera naik ke lantai atas, lalu masuk ke dalam kamarnya. Dia membaringkan tubuhnya di kasur. Matanya menatap langit-langit kamar. Kepalanya menggeleng ketika tiba-tiba saja melihat bayangan Ervano di sana. Gadis itu mengambil bantal lalu menutup wajahnya dengan bantal.

Sementara di bawah, Nalendra keluar dari dalam rumah lalu mendudukkan diri di teras. Tangannya merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel. Pria itu kemudian menghubungi Ervano. Tak butuh waktu lama, panggilannya langsung terjawab.

“Assalamu’alaikum.”

“Waalaikumsalam. Lagi di mana, Van?”

“Lagi di rumah. Ima mana?”

“Ada di kamarnya. Aku lagi di rumah papa. Itu adikku kamu apain sampai uring-uringan gitu?”

“Masa?”

“Iya. Mukanya bête udah kaya cucian yang belum disetrika, kusut, lecek.”

“Hahaha.. aku lagi nungguin momen ini sebenarnya.”

“Kok bisa?”

Dengan cepat Ervano menceritakan strategi yang diberikan Rena untuk sepupu dari Zar itu. Ketika tahu kalau itu adalah taktik yang diberikan oleh Rena, Nalendra langsung mendukungnya. Dia bahkan menyarankan Ervano membiarkan Naima sampai satu minggu lagi. Bisa dipastikan adiknya akan uring-uringan seperti wanita yang terkena PMS. Di datu sisi rindu, tapi di sisi lain gengsi.

🍄🍄🍄

Tak terasa satu minggu berlalu. Sesuai arahan Nalendra, Ervano masih belum menunjukkan batang hidungnya di hadapan Naima. Sebisa mungkin Naima menahan diri dan melarang dirinya menghubungi Ervano. Dia memilih menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan di L’amour.

“Ima.. sebentar lagi ada klien yang mau datang. Nanti kamu aja yang tangani ya,” seru Rain.

“Iya, ma.”

L’amour kembali mendapat kepercayaan untuk menyiapkan acara pernikahan. Yang menikah adalah salah satu anak konglomerat di Indonesia. Calon istrinya adalah orang Bandung asli, maka acara pernikahan akan digelar di kota kembang ini. Rain mempercayakan pekerjaan ini pada Naima. Dia yakin kalau gadis itu sudah mampu menanganinya.

Tepat pukul satu siang, klien yang dimaksud Rain tiba. Naima langsung menyambut klien tersebut. Ternyata yang datang adalah calon pengantin wanita. Dia datang seorang diri tanpa didampingi calon suaminya.

“Selamat, datang,” sambut Naima.

Gadis berwajah manis itu melemparkan senyumnya pada Naima, kemudian menjabat tangannya seraya menyebutkan namanya.

“Andin.”

“Naima, panggil aja Ima. Sendiri aja?”

“Calon saya masih di jalan. Sambil nunggu dia, gimana kalau kita mulai aja?”

“Boleh, mari.”

Naima mempersilahkan Andin menuju ruang yang selalu dijadikan tempat untuk membahas konsep pernikahan bersama klien. Naima mulai menerangkan konsep seperti apa saja yang bisa digunakan Andin untuk pernikahannya.

“Aduh aku bingung, nih. Bisa ngga kamu yang pilihin. Seandainya kamu yang nikah. Kamu mau konsep yang kaya gimana?”

“Kalau aku suka yang tradisional. Jadi buatku konsep wedding mengusung adat Sunda lebih menarik. Kan banyak upacara pernikahannya ya. Jadi menarik aja.”

“Oke deh.. aku ikut aja.”

“Nah ini model dekorasinya kalau mau pakai konsep adat Sunda.”

Kembali Andin dibuat bingung dan lagi-lagi meminta pendapat Naima. Gadis itu bingung sendiri. Sebenarnya yang mau menikah itu siapa, kenapa justru dirinya yang harus memilih. Namun demi kepuasan klien, Naima melakukannya. Dia memilihkan yang sesuai dengan seleranya.

Ketika sedang asik berdiskusi, telinga Naima menangkap salah satu pegawai L’amour memanggil nama Ervano. Jantung gadis itu langsung berdetak kencang. Fokusnya mulai hilang. Dia harap-harap cemas menunggu Ervano masuk ke dalam ruangan. Akhirnya yang ditunggunya tiba, Ervano benar-benar masuk ke dalam ruangan. Namun dia dibuat terkejut dengan pembicaraan Andin dan Ervano.

“Kok baru datang?”

“Iya, jalanan macet.”

“Ima.. kenalin ini calon suamiku, Ervano.”

🍄🍄🍄

GUBRAK!😂

1
Lina Suwanti
berharap Izabel selamat, mendapatkan kesempatan ke2 tuk menjadi orang yang lebih baik
Lina Suwanti
Abi pasti senang lah n bisa berbangga diri di depan Pandawa 4 klo cucunya bisa cari jodoh sendiri😄
Sopi Yani
sangat luar biasa
zen
⭐⭐⭐⭐⭐
Dicky Sugandi
keren
duoNaNa
disebelah apa sih mak???? sebelah kan banyak
P_nR
keren 👍🏻 pake banget😘
tini_evel
thor anaknya deski bukannya namanya shakira ya 🙄
Kas Mi
thor ank.y fahrul yg g d publish
loura cahya
sangat bagus tdk monoton keren pokoknya😍😍😍
ida wati
seruuu, ngocok perut bikin melek, karya2 mak author emang bukan kaleng2, keep going mak, suksess 😚🤗
ida wati
kejadian jugaa 🤣🤣🤣🤣 tapioka sekalian🤣
ida wati
dapeeett ajeee mak 🤣🤣🤣
ida wati
ajibbb Fabian dapet duo combo rese sekaligus, mantaff 🤣🤣🤣🤣
ida wati
🤣🤣🤣🤣
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
sekalian aja lahh wkwkwkwk aturan pake helm biar ga malu2 amat 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
sekalian ajah jabanin 🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
eleuhhhh 🤣🤣🤣🤣
ida wati
parah ih penghulunya udh bukan absurd lagi tapi omes 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!