Iblis berwajah tampan. Memiliki sifat kejam namun bisa juga membuat wanita terlena dengannya. Dia Al Deventer Stevenson, orang mengenalnya dengan sebutan Venter.
Pria yang mampu membuat banyak wanita mabuk kepayang namun takut untuk mendekat. Bukan karena mereka pengecut namun mendekati Venter, mereka harus siap menerima resiko.
Baik di permainkan, di perjual belikan bahkan di bunuh jika mereka mengganggu Venter.
Sampai di suatu malam, Venter melakukan hubungan dengan wanita asing namun dapat membuatnya terlena. Sentuhan wanita itu, wajahnya bahkan tubuhnya. Venter jatuh cinta untuk pertama kalinya.
Sialnya, setelah malam itu ia tidak melihat wanita yang sudah ia renggut barang berharga nya. Wanita itu seperti hilang tidak pernah hidup di sekitarnya.
Nama yang terngiang di telinganya yang ia ingat saat malam itu adalah Vee. Entahlah, mungkin nama samaran. Yang pasti Venter akan mendapatkan wanita itu kembali ke pelukannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sofy adisty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34.
Vee berjalan di belakang Zen yang sedang mengantarkannya ke ruangan kerja miliknya. Identitas Vee sebenarnya tidak ada yang tau selain Nick di perusahaan. Walaupun statusnya adalah istri billionaire namun tidak ada yang tau karena media tidak menayangkan sama sekali wajahnya dan nama lengkapnya.
Zen merupakan salah satu ketua divisi di atasnya yang mengurus bagian pegawai biasa. Walaupun penampilannya seperti laki laki namun Zen begitu lembut seperti perempuan lainnya.
"Vee, ini tempat kerjamu," ucap Zen sambil tersenyum.
Vee mengangguk dan membalas senyuman Zen. "Terima kasih," ucapnya.
"Jika membutuhkan bantuan jangan sungkan padaku," ucap Zen.
"Tentu. Terima kasih banyak," ucap Vee.
Zen tersenyum manis. "Kau cantik sekali. Ah ya," Zen berbisik pada Vee. "Jangan meladeni tamu tuan Venter jika salah satu dari mereka menggodamu," sambungnya.
Vee tersenyum maklum, memangnya ia mau meladeni apa? Jika ia meladeni orang yang menggodanya Venter akan memberinya hukuman.
"Aku tidak tertarik dengan itu Zen," balas Vee.
"Bagus sekali. Karena tuan Venter membenci wanita penggoda," bisik Zen. Ia pun berlalu pergi dari hadapan Vee setelah memberikan dokumen untuk di urus Vee.
Vee menatap dokumen di meja kerjanya. "Selamat datang di dunia pekerjaan kembali Vee," ucapnya pada dirinya sendiri.
...∆∆∆...
Venter menatap kamera cctv yang ada di ruangan Vee dengan serius, ia menyunggingkan senyuman nya saat melihat wajah serius Vee yang tengah mengerjakan dokumen perusahaan nya.
Cklek'
"Perusahaan milik Calvin mengajukan kerja sama," ucap Nick sambil membawa selembar kertas yang tengah ia baca.
Venter menoleh lalu mengerutkan keningnya. "Perusahaan minyak itu? kenapa tiba tiba?" tanyanya heran.
Nick mengangkat bahunya. "Aku juga tidak tau. Mungkin kita akan tau nanti jika bertemu dengan Calvin dan membicarakannya," ucapnya.
Venter mengangguk. "Kau urus saja. Aku malas bertemu dengan pria penggoda itu. Memuakkan," desisnya kesal.
Nick terkekeh kecil. "Aku hanya berharap dia tidak datang kesini, karena pegawaimu bisa habis di goda olehnya. Karena dia gila wanita," ucapnya.
Venter mendengus. apalagi istrinya ada disini. Jika itu terjadi ia akan menghancurkan Calvin sekalipun dengan perusahaan besarnya itu.
"Pergilah," ucap Venter pada Nick.
Nick akhirnya keluar dari ruangan Venter. Tak lama kemudian ponselnya berbunyi teryata ibunya menelfonnya.
"Ada apa?" tanya Venter pada Melyana, ibunya.
"Lihat ini," ucap Melyana sambil mengarahkan kameranya kearah dua pesawat terbang dengan nama kedua anaknya. Dan ia melihat kedua anaknya sangat senang mereka bahkan bertepuk tangan dengan antusias.
Venter menatap tidak percaya. "What the,"
...∆∆∆...
Vee tampak sibuk dengan pekerjaannya hingga lupa dengan waktu istirahat. Teman teman kerja nya sudah lebih dulu keluar untuk mengisi perut.
Zen datang menghampiri sambil memberikan sekotak kue untuk Vee. "Vee ini ada makanan atas nama dirimu. Tadi ada kurir yang mengantar," ucapnya.
Vee mengerutkan keningnya. "Dari siapa?" tanyanya heran.
"Aku lihat kertas yang ada di atasnya dari suamimu. Kau memiliki suami yang baik Vee," ucap Zen
Vee tersenyum manis. Yah memang siapa lagi yang mengirimkan nya makanan jika bukan suaminya sendiri.
"Terima kasih. Kau mau?" tanya Vee sambil membuka kotak makanan tersebut kepada Zen.
Zen menggelengkan kepalanya. "Aku sudah kenyang. Yang lain juga sudah makan hanya kau yang masih ada disini saat jam istirahat," ucapnya.
Vee tertawa kecil, memang pada dasarnya jika ia sibuk dengan pekerjaannya ia akan lupa waktu. "Maaf, aku kadang lupa dengan waktu," ucap nya.
Zen mengangguk paham, ia pun berlalu pergi dan Vee mengerjakan kembali pekerjaannya sambil memakan kue pemberian Venter.
Ponsel Vee berdering, teryata Venter menelfonnya. Ia pun mengangkatnya. "Halo?"
"Apa makanan dariku sudah sampai?" tanya Venter.
"Iya sudah, aku sedang memakannya. terima kasih," ucap Vee.
"Tidak usah berterima kasih padaku. Cukup berikan aku ciuman dan pelukan setiap harinya itu sudah lebih dari cukup untukku," ucap Venter.
"Atau kau bisa memakai pakaian seksi malam ini untukku sebagai ucapan terima kasih. Aku tidak akan menolaknya,"
...∆∆∆...
...TBC...
favorite
👍❤