Soraya harus merasakan sakit yang luar biasa ketika mengetahui Mario yang tak lain calon suaminya menghamili wanita lain, padahal dia juga sedang mengandung anak Mario.
Soraya tidak punya alasan untuk mempertahankan hubungannya dengan Mario, dia memilih untuk melepaskan Mario dan menyuruh Mario untuk bertanggung jawab pada wanita itu.
Mario tentu tidak terima, karena dia tidur dengan wanita itu tanpa sengaja, dan dia kekeh ingin menikahi Soraya, tapi Soraya juga kekeh menolak.
karena tidak ingin Mario mengejar-ngejarnya lagi Soraya, nekad menikahi pria bayaran yang sudah memiliki kekasih, tentu saja Soraya melakukan ini demi status dari anak yang di kandung karena Mario belum tau bahwa dia mengandung dan selama bertahun-tahun pula, Soraya berhasil menyembunyikan fakta, bahwa anak yang dulu dia kandung adalah anak Mario.
Dan karena masih dendam dengan keputusan Soraya, Mario terus mengganggu Soraya dan menyakiti anak Soraya, yang juga tanpa dia sadari adalah anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Gengs aku update dua bab ya, dengan bab panjang. Jadi ayo gas komen sama gas like
“Kenapa?" Tanya Kelvin ketika melihat Soraya melamun. Soraya menoleh ke arah Kelvin, wanita cantik itu menatap Kelvin dengan intens.
“Apa kau tahu tentang ginjalku?” Soraya memberanikan diri bertanya, Entah kenapa dia merasa ada yang ganjil.
Ketika mendengar ucapan Soraya, Kelvin menelan Saliva, dia menyadari bahwa dia barusan keceplosan. Dengan cepat, lelaki itu memutar otak, mencari jawaban yang pas, agar Soraya tidak curiga.
“Saat kau dirawat di rumah sakit, aku mendengar Joseph berbicara dengan dokter, dan aku hanya mendengar bahwa ginjalmu sedikit bermasalah." Hanya itu yang bisa Kelvin ucapkan, hingga Soraya mengangguk-anggukkan kepalanya, seraya menghela nafas lega ternyata Kelvin hanya mengetahui bahwa ginjalnya sedikit bermasalah.
“Apa kau ingin memakan makanan berat?" tanya Kelvin lagi, wanita cantik itu dengan cepat menggeleng.
"Tidak, ini saja sudah cukup." Soraya pun langsung mengambil cemilan itu, kemudian dia langsung memakannya.
Setengah jam kemudian
Soraya dan Kelvin pun bangkit dari duduknya, karena Kelvin akan menunjukan bagian yang akan di renovasi.
"Kelvin, kau yakin ingin membangun ulang ini, tatanan ini, tatanan ini sudah sangat rapih dan sudah sangat pas," ucap Soraya ketika mereka sudah sampai di bagian yang akan di renovasi.
"Hmm, aku ingin merenovasi ini, aku ingin suasana baru," jawab Kelvin, dia mengatakan dengan serius karena dia melihat keraguan di dalam wajah Soraya,
"Apa kau ingin mengganti interiornya juga?"
"Hmm, aku ingin merombaknya, mungkin aku akan menyerahkan semua padamu."
Soraya mengangguka-anggukan kepalanya, walaupun sempat tidak yakin, tapi dia tetap harus menerima pekerjaan yang di berikan oleh Kelvin.
***
"Kelvin, terimakasih atas jamuannya, aku akan kerjakan desain Fila secepatnya," ucap Soraya ketika mereka keluar dari fila Kelvin, Saat ini Kelvin akan mengantar Soraya pulang. Rasanya, Kelvin tidak rela jika Soraya pergi, tapi dia tidak punya alasan untuk menahan Soraya lebih lama lagi.
"Hmm, Soraya, tidak usah terburu-buru, kau bisa membuat desain ini nanti setla pekerjaan kantormu sedikit longgar.”
Kelvin pun berjalan ke ara mobil dan seperti tadi, Kelvin langsung membukakan pintu untuk Soraya.
****
Cio menyenderkan tubuhnya kebelakang. Tatapan mata lelaki itu menatap lurus kedepan Rasa gusar terus menghantam Cio, terlebih lagi dia terus mengingat Kirea dan Soraya.
Ini sudah satu minggu berlalu semenjak Soraya di rawat dan setelah dia di hajar oleh Joseph, dan selama satu minggu ini pula, Cio belum menemui Soraya lagi dan dia juga tidak tahu bagaimana kabar Soraya. Sebenarnya saat ini, jiwa Cio meronta-ronta ingin menemui Soraya,. Tapi dia begitu malu untuk menemui wanita itu, tentu saja dia malu karena Marry.
Dan selama seminggu ini, Marry tidak pulang ke apartemen. Tapi, cio tidak terlalu memikirkan itu, karena yang sekarang yang berpusat di pikirannya adalah tentang Soraya dan Kirea.
Cio Juga merasakan perasaan yang aneh, biasanya dia akan khawatir pada Marry, karena Marry menderita penyakit autoimun. Tapi sekarang Cio bahkan tidak memikirkan lagi Marry.
Selama seminggu ini pula, Cio terus terus terpikirkan tentang masalah pernikahannya. Dan yang paling membuat dia gelisah, adalah Joseph dan semua sudah mengetahui pernikahannya dan Soraya yang hanya sandiwara.
Terlebih Lagi hajaran Joseph seminggu yang lalu membuat Cio sadar, bahwa dia benar-benar sudah tidak mempunyai kesempatan apapun lagi, dan entah kenapa Cio merasakan tidak rela ketika pernikahannya dan Soraya harus kandas.
Padahal selama ini, dia tidak pernah memikirkan pernikahannya dan selalu enjoy dengan hubungan yang dia jalani bersama Marry maupun dengan Soraya.
Cio mengusap wajah kasar, lelaki tampan itu bangkit dari duduknya. Rasanya, dia sudah tidak bisa menahan dirinya lagi, dan setelah banyak berpikir, Cio memutuskan untuk menemui Soraya sekarang, dia juga berharap Soraya ada di apartemennya.
***
Kelvin menghentikan mobilnya di depan apartemen Soraya, dia sengaja tidak memarkirkan mobilnya di basement karena dia akan langsung pergi setelah Soraya turun.
Saat dia menoleh ke arah samping, ternyata Soraya sedang tertidur. Sepertinya wanita cantik itu kelelahan, hingga tanpa sadar dia terlelap ketika dalam perjalan.
Kelvin tidak membangunkan Soraya, lelaki tampan itu malah merebahkan kepalanya disetir kemudi dengan posisi menatap ke arah Soraya, hati Kelvin berbunga-bunga ketika melihat Soraya dari dekat. Wajah Soraya terlihat damai ketika sedang memejamkan matanya.
“Soraya, bolehkah aku lelaki yang penuh dosa di masa lalu memilikimu." Kelvin membatin, lelaki tampan itu dalam sekejap merasakan kesedihan yang luar biasa, kala membayangkan bahwa Soraya akan menolaknya.
Soraya mengerjap, wanita cantik itu membuka matanya, dia menolehkan kepalanya ke arah Kelvin, di mana Kelvin sedang memainkan ponselnya. Barusan, ketika melihat pergerakan dari Soraya, Kelvin langsung menegakkan tubuhnya dan berpura-pura memainkan ponsel agar mereka tidak merasakan canggung.
“Kenapa kau tidak membangunkanku?” tanya Soraya, hingga Kelvin langsung menoleh, lelaki tampan itu tersenyum.
“Tidak masalah, lagian aku juga baru sampai," dusta Kelvin.
Soraya membuka sabuk pengamannya, hingga Kelvin terlebih dahulu turun. Lalu seperti biasa Kelvin membukakan pintu untuk Soraya, membuat Soraya menggigit bibirnya, sungguh perlakuan Kelvin saat ini benar-benar membuat Soraya sedikit aneh dengan perasaannya.
“Kelvin terima kasih sudah mengantarkan aku pulang," ucap Soraya ketika dia akan masuk ke dalam apartemennya. Hingga Kelvin mengangguk.
“Kalau begitu aku pergi.” Kelvin pun berbalik kemudian masuk ke dalam mobil, dan ketika mobil Kelvin sudah tidak terlihat, Soraya berbalik dan juga masuk ke dalam lobby apartemen.
Setelah di lantai atas, dan ketika akan berbelok ke unit apartemen miliknya. Soraya menghentikan langkahnya, ketika melihat Cio ada di depan unit apartemennya.
Cio Tidak bisa masuk ke dalam unit apartemen Soraya, karena Soraya yang mengubah kodenya hingga lelaki itu menunggu di luar. Dan ketika melihat Cio, rasa sesak langsung menghantam, Soraya tentu saja karena itu mengingatkannya pada kelakuan Marry.
Setelah berdiam dengan waktu yang cukup lama, Soraya pun melanjutkan langkahnya.
“untuk apa kau kemari?” tanya Soraya ketika sudah berada di depan Cio, tidak ada keramahan di dalam nada Soraya pada Cio. Soraya benar-benar sudah lelah dengan hubungannya pernikahannya dengan Cio, dia tidak ingin memberikan lagi ruang untuk suami palsunya.
Cio cukup tertegun dengan reaksi Soraya, untuk pertama kalinya Soraya bersikap seperti ini padanya. Tentu saja dia memaklumi karena memang ini kesalahan darinya Dan juga Marry.
“Soraya, ijinkan aku berbicara denganmu." Cio Bicara dengan nada memohon, berharap Soraya mau berbicara dengannya.
” Kita berbicara saja di pengadilan, dan juga jangan hubungi aku lagi urusan kita berhenti sampai di sini.”
”Aaa!" Tiba-tiba terdengar suara pekikan, hingga cio yang akan membalas ucapan Soraya langsung menoleh ke arah sumber suara begitupun dengan Soraya.
Dan tak lama, rahang Cio mengeras ketika melihat Siapa yang bersuara barusan, rupanya itu adalah Marry.
Sebenarnya selama seminggu ini Marry tidak pergi jauh, dia berada di sekitar Cio, dan tadi, dia mengikuti CiO sampai ke apartemen Soraya, dan naasnya, barusan dia tersandung oleh kakinya sendiri hingga tanpa sadar dia berteriak dan sekarang keberadaannya diketahui oleh Cio.
Ketika cio sedang menoleh ke arah Marry, Soraya lebih memilih untuk masuk kedalam apartemennya, sayangnya Cio tidak menyadari Soraya sudah tidak ada di depannya. Dan ketika sudah tersadar, Cio langsung menoleh, baru saja dia akan menekan bel, Cio mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk mengejar Marry.
Ingat dah kena strok