"Mutiara Ayunda. Maukah kamu menikah denganku, Menjadi istriku pendamping hidupku sampai kita menua bersama, Menjadi ibu untuk anak-anak ku, " Begitu manis setiap kata yang keluar dari mulut pria itu, Sehingga Aku terbuai akan pesonanya, Melupakan sejenak perbedaan kami yang bagaikan langit dan bumi, Pesona yang sangat luar biasa membuatku lupa siapa diriku,
"Mutiara Ayunda. Aku Regan Darmawan Mengatakan jika MULAI SAAT INI KAMU BUKAN LAGI ISTRIKU!!, " Kata-kata itu menyadarkan aku akan perbedaan kami, Kata-kata itu menyeretku dengan paksa untuk kembali ke alam nyata, Dimana perbedaan kasta sangat terlihat jelas,
Hallo bestie kuy kepoin karya baru akohh, semoga tidak mengecewakan ya bestie🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon QueenShafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Nek Dila menyambut kedatangan Ayah Bagas dengan ramah. Saat ini Baby Shanum tengah tidur sejak setengah jam yang lalu. Maka dari itulah Nek Diah bisa menyambut Tamu nya dengan leluasa. Sebelum nya Nek Diah sudah mendapat kabar dari Tiara akan kedatangan Ayah Bagas.
"Silahkan duduk Pak. Maafkan keadaan rumah nya yang sangat amat sederhana ini. " Tukas wanita tua itu dengan sungkan. Sembari mengarahkan Ayah Bagas dan Bintang untuk duduk di sofa sederhana ayang sudah mulai menipis busa nya. Warnanya pus sudah pudar termakan usia.
"Terimakasih Bu Diah, jangan seperti itu Bu. Biar sederhana yang penting milik sendiri. Itu akan jauh lebih Nyaman daripada mewah tapi ngontrak. "Ucap Bagas berkelakar.
Ayah Bagas duduk satu sofa bersisian dengan Bintang. Matanya tak sengaja melihat potret seorang bayi yang tersenyum lucu menggemaskan. Bayi itu sedikit mirip dengan Putri nya.
"Itu foto cucu saya. Putri nya Ara. Dia sedang tidur siang belum bangun." Ucap Nek Diah yang mengerti arti tatapan Mata Bagas. Tiara pamit ke kamar nya untuk berganti pakaian.
"Milla. Tolong tawarin Minum dulu ke Ayah. Aku mau ganti baju udah gerah nih, Tiara meminta tolong kepada Milla yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Oke Ra. Beres pokonya, " Setuju Milla, kemudian gadis itu berjalan ke arah ruang Tamu dimana Nek Diah Ayah Bagas dan juga Manusia batu itu berada.
Begitu tiba di ruang tamu kecil itu. Tatapan horor Bintang langsung menyambut nya. Namun bukan Milla jika akan ciut dengan tatapan tajam itu.
."Om mau minum apa? Kopi apa teh, atau air mineral? " Tanya Milla lugas. Tanpa memperdulikan tatapan sebel Bintang padanya.
"Air mineral saja Nak. Tadi pagi sudah cukup minum kopi nya. Sudah tua harus perbanyak minum yang sehat-sehat. " Jawab Bagas kepada Milla.
"Betul sekali Om. Biar tetap awet muda. " Milla sudah berbaik badan hendak ke dapur. Namun suara Nek Diah membuat langkah kaki gadis itu urung di lanjutkan.
"Mill. Kenapa mas nya itu tidak di tawari minum? Masa Bapak ini saja yang di tawari! " Ucap Nek Diah sembari menyipitkan matanya memandang Milla yang nyengir kuda, seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.
"Eh! Om Batu... em maksudnya Om Bintang mau minum apa? Maaf aku terlalu fokus sama Om Bagas. Jadi nggak perhatiin yang lain hehe. " Milla bertanya sekaligus juga menjelaskan alasan mengapa tidak menawarkan minum kepada Bintang.
Namun kalimat yang lolos dari bibir mungil gadis itu sukses membuat Bintang mengeram kesal dalam hatinya. Ingin sekali rasanya menjawil bibir mungil yang kurang ajar itu.
"Hahaha! Jangan di panggil Om. Dia ini masih muda. Usia nya beberapa tahun di atas kalian. " Bagas meledak kan tawanya saat mendengar panggilan Milla kepada sang Asisten.
Milla hanya menanggapi ucapan Bagas dengan menyengir kuda. Bukannya ia tak bisa memperkirakan Usia Bintang. Hanya saja dirinya sengaja memanggil nya dengan sebutan Om. Milla masih kesal saat Bintang mengira dirinya Bisulan saat di Hotel tadi.
Tak berselang lama Tiara keluar dari kamar nya bersama Baby Shanum dalam gendongannya. Bayi montok itu sudah bangun ternyata. Tiara duduk di samping kanan Ayah Bagas yang menyambut ria sang cucu yang baru pertama kali berjumpa itu.
"Ayah ini Anak Ara. Nama nya Shanum, Usianya baru 3 bulan. Sayang ini Opa. Shanum sekarang punya Opa dan juga Uyut " Tiara memperkenalkan Putrinya kepada Bagas. Sembari menuntun tangan mungil Shanum untuk menyalim tangan
sang Ayah.
Bagas menyambut nya dengan Bahagia. Pria paru baya itu segera mengambil alih Baby Shanum dari tangan Tiara kemudian memangku nya.
"Halo sayang. Cucu Opa cantik sekali. Sama seperti Bunda. " Puji Bagas sembari melirik Ara di samping nya yang tersipu malu mendapat pujian tulus dari sang Ayah.
"Silahkan di minum Om. Maaf hanya ini yang ada." Tukas Milla mempersilahkan, Tangan nya cekatan menyimpan beberapa gelas air mineral di atas meja.
"Terimakasih. Ucap Bagas, "
Setelah nya perbincangan serius itupun terjadi. Dimana Bagas mengutarakan maksudnya untuk membawa Putri nya pulang ke kota J. Mendengar itu Nek Diah sedikit murung dan sedih akan di tinggalkan oleh Tiara.
Namun Nek Diah berusaha menutupi nya dengan senyuman di wajah keriput nya. Bukan dirinya tidak bahagia saat Tiara bisa berkumpul bersama keluarga nya. Nek Diah sangat bahagia. Namun tidak bisa di pungkiri di sudut hatinya juga sedih akan berpisah dengan Tiara dan Shanum yang sudah ia anggap sebagai Cucu nya.
NEXT....
Jangan lupa dong tinggalin komen mya
rindu tiara