Aku yang baru saja menginginkan kehidupan normal setelah bebas dari penjara tiba-tiba terbangun di tubuh seorang Duchess jahat yang selalu hidup berfoya-foya dan menindas yang lemah. Bahkan Duke suaminya sendiri pun ia tindas, hanya karena pernikahan mereka yang terjalin karena pernikahan politik.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon $MONEY, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35
Malam ini terasa begitu aneh, ada banyak kejanggalan yang kurasakan sejak tadi sore yang kulihat dari beberapa orang pelayan. Pelayan dikediaman ini sangat banyak dan aku tidak mengenal mereka semua secara menyeluruh. Akhir-akhir ini aku memang lebih banyak waspada dari biasanya, karena beberapa hari belakangan aku merasakan jika ada seseorang yang sedang mengawasi ku setiap harinya.
Entah itu di kediaman, di tempat pesta, bahkan ditempat-tempat umum seperti dipasar lokal yang biasanya kudatangi sepekan sekali. Aktivitas ku memang sangat padat, entah itu mengurus kediaman ataupun mengurus bisnis dan tempat pendidikan yang kini telah kembali dibangun dan sudah memiliki ratusan lebih siswa dan siswi dari kalangan rakyat biasa.
Sejak tadi aku masih merasa terusik dengan kehadiran nuansa seperti sedang diintip dari balik jendela kamar. Aku curiga jika sekarang ada seseorang yang sedang bersembunyi di balik rimbunnya pohon di depan jendela kamarku. Firasat ku selalu benar selama ini, dan anehnya aku merasakan sesuatu yang jahat akan segera datang menimpaku jika aku terus diam berbaring seperti sekarang.
"Apa ada pelayan diluar?" Kataku memanggil pelayan yang biasanya berjaga di luar kamar
"Heii, apa ada orang diluar..." Suaraku sedikit meninggi karena tidak terdengar jawaban
"Anda memanggil saya nyonya?" Sahut sebuah suara berat setelah beberapa saat hening
"Dimana para pelayan yang biasanya berjaga?"
"Mereka sedang pergi ke belakang nyonya, apakah anda perlu bantuan saya?"
"Panggilkan pelayan lainnya, cepat!"
"Baik nyonya..." Suara derap langkah prajurit itu semakin menjauh dari kamar
"Heii, apakah masih ada yang berjaga diluar?" Tanyaku yang hanya di balas oleh keheningan
Karena merasa semakin gelisah, aku segera beranjak bangun dan menyalakan beberapa lilin untuk menerangi kamar yang sangat remang-remang ini. Di saat aku berbalik hendak meletakkan satu lilin di dekat jendela, saat itu lah aku melihat 2 orang berpakaian serba hitam dengan penutup wajah sedang berusaha membuka jendela.
Mataku dan salah satu orang itu saling bertatapan, yang mana membuatku merasa takut melihat mereka berdua yang sedang berusaha membuka jendela. Tanpa pikir panjang aku segera berlari kearah pintu masih dengan memegang lilin.
"Siapapun cepat kemari...." Teriakku nyaring
Tanganku sudah memegang gagang pintu saat sebuah pukulan mendarat tepat dipunggung ku dengan cukup keras hingga membuat tubuhku menabrak pintu dan jatuh ke lantai dengan rasa nyeri di punggung dan kepala.
"Kau berani memukulku!" Geramku kesal setelah kembali menyeimbangkan tubuh walaupun masih bersandar di pintu
"Cepat berikan obat bius kepada Duchess..." Kata satunya yang masih menahan jendela agar tetap terbuka
"Baik!"
Rencana awal, sebenarnya aku ingin berguling ke samping dan mengambil pedang yang tergantung di dinding dekat pintu. Tapi ternyata tidak semudah itu melakukan gerakan di saat tubuh kita sudah terluka karena pukulan.
"Ada penyusup!!!" Teriakku sekencang mungkin saat kudengar suara langkah kaki di kejauhan
Otakku terus berputar memikirkan caranya bagaimana bisa lolos dari situasi ini, jika aku berbalik secara tiba-tiba untuk membuka pintu, dapat di pastikan penjahat ini akan memukulku lagi dari belakang. Tapi jika aku hanya diam saja dengan tubuh yang lemah ini, juga dapat dipastikan penjahat ini bisa membius diriku dalam sekejap.
Derap langkah kaki para prajurit semakin cepat temponya menghampiri kamarku. Kupikir situasi berbahaya ini akan segera terbalik pada mereka, namun sayangnya aku tidak bisa mengantisipasi jika mereka juga menggunakan sumpit yang sudah diberikan obat bius. Mereka yang menyadari suara langkah prajurit di luar kamar segera meniup sumpit yang jarumnya langsung tertancap di bahuku.
Reaksi obat biusnya memang sedikit lambat, akan tetapi reaksi kagetku lah yang memberikan celah pada penjahat di depanku untuk menangkap dan segera menggendong ku di bahunya. Bisa kurasakan jika penjahat ini saat menggendong ku dapat bergerak dengan mudah seperti hanya mengangkat sebuah bungkusan kain.
"Duchess!" Teriak para prajurit yang mendobrak masuk saat melihatku yang sedang di bopong para penjahat ini terjun kebawah dari jendela
"Pergilah bawa Duchess pada tuan itu, aku akan menangani para prajurit ini
"Baik!"
Para prajurit dan kesatria yang memang tidak terlalu banyak di dalam kediaman segera berkumpul mengepung kedua penjahat yang sedang membawaku kabur. Namun sayangnya kedua penjahat ini terlalu hebat, karena aku berhasil di bawa kabur oleh salah satu dari mereka dengan mudah melewati para kesatria dan prajurit. Aku yang semakin terkulai lemas oleh obat bius akhirnya hanya bisa pasrah dengan keadaan ini.
***
Aku terbangun dengan kepala dan punggung yang terasa sakit di ruangan yang terbilang lumayan layak untuk tinggali. Perabotan di ruangan ini juga terbilang cukup bagus dan ruangannya juga bersih, hanya satu yang menjadi kekurangan ruangan ini, disini tidak ada jendela jadi terasa pengap.
"Akgghhh... Sialan!" Geramku saat menyadari jika kaki dan tanganku terikat dengan cukup kencang
"Heiii... Apa ada orang diluar?" Teriakku sambil terus berusaha melonggarkan ikatan
"Krieettt..." Pintu terbuka perlahan
"Ada apa?" Tanya orang itu
"Aku ingin buang air kecil dan mengganti pembalut, cepat lepaskan ikatan ini..."
Dia terlihat berpikir sejenak dan balik badan kembali menutup pintu.
"Heiii... Sialan kau mendengarkan ucapan ku tidak!!!" Teriakku marah sambil menyumpah
Apa jangan-jangan mereka tahu jika aku sebenarnya hanya beralasan, saat aku memaksa untuk berpikir rasanya punggungku semakin nyeri dan sakit, apa jangan-jangan ada luka di punggung. Kulihat pakaianku masih sama seperti beberapa saat yang lalu, saat aku masih berada di kediaman jadi dapat dipastikan mereka tidak melakukan hal-hal aneh padaku saat aku pingsan barusan.
Tiba-tiba pintu kembali dibuka, dan seorang gadis belia melangkah masuk ke dalam kamar setelah diminta penjahat sangar di balik topeng aneh itu. Gadis belia itu hanya menunduk berjalan menghampiri tempat tidur dan membantuku untuk bangun duduk. Setelah pintu di tutup kembali, gadis belia itu meletakkan mangkok besar di bawah rok gaun tidurku.
"Ijinkan saya membantu anda mengangkat rok..."
"Tidak perlu! Ini hanya alasanku agar ikatan ini dilepaskan, tapi siapa yang mengira hal ini yang akan terjadi... Kau keluarlah, semua usaha yang kulakukan sepertinya akan sia-sia!" Aku kembali beringsut ketengah tempat tidur
"Ba,baiklah, jika anda memerlukan sesuatu panggil saja saya..."
"Sebentar, sekarang kita ada dimana?"
"Maaf nyonya..." Gadis belia itu berlalu bergi tanpa memberikan jawaban yang kumau
"Sialan... Haris berapa lama aku di tempat seperti ini!" Rasanya aku semakin geram dengan kasus ini
Mungkin ini lah satu-satunya cara takdir untuk membuat ku beristirahat dengan nyaman tanpa mempedulikan pekerjaan. Benar seperti nya inilah saatnya aku beristirahat dengan nyaman tanpa memikirkan apapun, karena saat ini kan aku sedang diculik, jadi jika bukan tentang keselamatan antara hidup dan mati aku tidak perlu memikirkan apapun lagi bukan? Saatnya aku kembali tidur.
padahal di tunggu2 update nya🙏🙏🙏
kapan up ?
ceritanya seru.
ku beri sekuntum mawar untkmu thor.