Baca season pertama juga ya judulnya Akhir Yang Bahagia.
Cyra Alesia Wijaya gadis manis berjilbab yang cukup ceria, punya keluarga yang semuanya baik membuat Cyra merasa hidupnya sempurna.
Tapi suatu kejadian membuatnya berubah jadi gadis murung, kejadian yang gak bisa diceritakannya pada siapapun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Karyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 35
Hari berikutnya, Geral yang sedang sendirian di kamar rawat mencoba menggerakkan tangannya kembali, Geral tersenyum karna tangannya bisa bergerak lebih baik dari kemarin.
Geral ingin mengambil ponsel milik Cyra di meja, tangan Geral bisa menjangkaunya walau sakit tapi Ia tetap mengangkat ponsel itu.
Zahra melihat dari luar seperti biasa dan terlihat ingin membantu, saat Zahra ingin masuk matanya tertuju pada Cyra yang lagi berjalan ke arahnya.
Zahra buru-buru pergi takut terlihat oleh Cyra, padahal Cyra memang sudah melihatnya.
Cyra langsung masuk ke ruang rawat suaminya.
Geral tersenyum ke arahnya, Cyra langsung mendekat.
"Apa tadi Zahra ke sini?" tanya Cyra
Geral menggeleng, "Ini ponselnya,"
Geral mengunjukkan ponsel Cyra yang dipegangnya.
"Kak Geral ngambil sendiri?" tanya Cyra
"Iya, tadi nyoba ngambil sendiri, ternyata tamgan ini sudah bisa digunakan lagi walau masih sakit," ucap Geral
"Ya kan kata Dokter tangan ini akan kembali bertenaga setelah beberapa hari," kata Cyra
"Mendekat sebentar," ucap Geral
"Ini sudah dekat," kata Cyra
"Lebih dekat lagi," ucap Geral sambil memegang tangan Cyra.
Cyra semakin mendekat, "Kenapa?"
Geral langsung mendekatkan wajahnya ke wajah Cyra, mulai deh Cyra cegukan karna grogi.
Geral tersenyum karna memang sengaja ingin membuat Cyra cegukan.
Geral mengecup pipi Cyra yang masih tertutup cadar.
Cyra buru-buru menjauh dan langsung mengambil air putih, Cyra menyibak sedikit cadarnya supaya bisa minum.
"Memang selalu seperti itu ya?" tanya Geral
"Dulu gak kok," kata Cyra
"Kalau seandainya setiap hari kita melakukannya apa mungkin setiap hari juga cegukannya?" tanya Geral sedikit menggoda.
Cyra malu mendengar perkataan Geral.
Cyra langsung duduk di dekat suaminya.
"Gak mungkin juga setiap hari kan,"
"Kita ini masih sama muda, laki-laki normal pasti gak bisa menahan nafsunya melihat istrinya yang cantik ada di sampingnya," kata Geral masih sedikit menggoda sambil bercanda.
"Berarti dulu saat pernikahan pertama kita gak normal?" tanya Cyra polos
"Kan kita gak sekamar," ucap Geral yang mulai salah tingkah.
"Tapi kata Dinda saat Cyra sudah tidur, Kak Geral selalu datang menemani Cyra tidur," ucap Cyra
Geral langsung terlihat malu karna Cyra mengetahuinya.
"Ah ternyata Cyra sudah tau, waktu dulu bukan gak normal tapi karna rasa bersalah cukup besar jadi bisa nahan nafsu, ditambah kan kita harus saling mencintai juga baru bisa melakukannya," ucap Geral
Cyra hanya mangguk-mangguk mendengarnya.
Cyra menggenggam erat tangan kiri suaminya.
"Cepat sembuh, biar kita bisa segera pulang," ucap Cyra
"Iya bosan juga di sini padahal baru beberapa hari," kata Geral
Kinanti datang lagi dan kali ini datangnya sendiri, Ia membawa laptop, berkas dan kertas kosong.
Ia berjalan mengetuk pintu sambil mengucap salam.
Cyra langsung membukakan pintu setelah menjawab salam ."Ayo masuk,"
Cyra menutup pintu setelah Kinanti masuk.
Mereka duduk di sofa.
Geral ingin berdiri saat melihat barang kantornya yang dibawa Kinanti.
Cyra buru-buru mendekat dan menahan suaminya yang mau turun dari ranjang.
"Kak Geral istirahat saja, biar Cyra yang mengurus semuanya," ucap Cyra
Geral langsung merasa sedih karna sekarang harus istrinya yang bekerja.
Cyra membenarkan posisi Geral di tempat tidur, setelahnya baru Ia kembali ke sofa.
Cyra melihat ke arah Geral yang hanya diam.
Cyra tau apa yang dipikirkan Geral.
Saat Kinanti pergi, Cyra langsung mendekati suaminya itu.
"Pak Rinto kan minta Kak Geral sendiri yang mendesain untuknya, karna tangan Kak Geral masih sakit biar Cyra yang gambar, tapi idenya Kak Geral sendiri karna kan Cyra gak pernah melihat tempatnya," ucap Cyra
Geral mengangguk.
Cyra mulai menggambar seperti yang Geral katakan.
Geral melihat gambar yang dibuat Cyra sama seperti imajinasinya.
"Besok Cyra akan ketemu Pak Rinto, diizinin gak?" tanya Cyra
Geral mengangguk, "Tapi jangan terpesona sama wajah kerennya Pak Rinto ya," ucap Geral
Cyra langsung menatap Geral dan langsung membuka cadarnya, Cyra memanyunkan bibirnya karna kesal saat suaminya bicara seperti itu.
"Apa yang salah?” tanya Geral
Cyra menopang dagunya dengan tangan kirinya.
"Cyra gak mungkin terpesona sama laki-laki lain, yang di sini sudah paling keren, wajahnya putih bersih, matanya sipit, rambutnya lurus, ada jenggotnya walau gak terlalu panjang, badannya kekar dan tinggi pula," ucap Cyra memuji.
Geral hanya tersenyum tipis, "Ya, ya, ya percaya, Cyra gak mungkin seperti itu, buktinya saja beberapa tahun kita pisah, Cyra tetap sendiri,"
"Besok Dinda akan ke sini, jadi saat Cyra pergi ada yang menemani Kak Geral," ucap Cyra
Geral mengangguk.
*
Malam hari
Cyra sedang memainkan laptop di samping Geral, mereka duduk menyandar di ranjang pasien. Cyra menyandarkan kepalanya ke pundak kiri Geral, tapi tangan dan matanya tertuju pada laptop.
"Maaf ya jadi harus Cyra yang ngerjain semuanya," ucap Geral
"Gak apa-apa, kan dibantu juga sama Kak Geral," kata Cyra
"Nanti setelah Kakak benar-benar pulih, Cyra resign saja dan fokus pada kesehatan," ucap Geral
"Hemmm...tapi Cyra senang kerja ini, apalagi bosnya suami sendiri, kan jadi bisa sama-sama terus," kata Cyra
"Benar juga," kata Geral
Cyra menutup laptop karna sudah selesai.
Cyra langsung membenarkan duduknya, Ia menatap ke arah Geral.
Tangan kiri Cyra memegang tangan kanan Geral, lalu tangan kanannya mengambil kalung dari saku gamisnya.
Cyra memperlihatkan kalung itu dan berharap Ger memasangkan cincin yang ada di kalung itu padanya.
Geral menatap ke arah kalung itu sambil sedikit melamun.
Ini cincin dan kalung untuk Cyra jika kami menikah secara hukum, tapi tangan dan kaki ini belum sepenuhnya pulih, jika sesuatu terjadi pada tangan ini Cyra akan menderita jadi lebih baik ditunda saja batin Geral
"Apa ini untuk pernikahan kita nanti?" tanya Cyra
"Maaf karna untuk saat ini aku belum siap menikah secara hukum," ucap Geral
Seketika itu juga dada Cyra seperti ditusuk.
"Kenapa?" tanya Cyra yang mulai berkaca-kaca
"Kaki ini sangat lemah, jika terus seperti ini maka akan menyusahkan Cyra," ucap Geral
"Kak, Bang Rendy aja bisa mengurus Dinda, berarti Cyra juga bisa," kata Cyra
"Cyra seorang wanita sedangkan Rendy seorang pria, wanita jadi tulang punggung keluarga bukanlah hal wajar, jadi jika kaki dan tangan ini pulih sepenuhnya baru kita menikah," kata Geral
Cyra menitikkan air mata, karna Ia tau jika Geral gak sembuh maka Geral akan meminta pisah dengannya.
Geral mengambil kalung di tangan kiri Cyra dan melemparnya ke tempat sampah.
Cyra semakin sedih melihatnya, Ia langsung turun dari ranjang mengambil cadarnya dan berjalan keluar kamar.
Cyra menutup pintu dan langsung duduk sambil memakai cadarnya.
Cyra menunduk sambil masih terus menitikkan air mata.
Apa salah Alwi sampai ada musuh, penasaran🤔
like
sub
give
iklan
star
komen
paket lengkap tersemat
cya yo
😘😍😘😍😘😍
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
maka jadilah.
QS. al Baqoroh 216.
cha yo kk dwi nt k-2 mu stlh hana
😘😍😘😍😘😍😘😍😘😍