NovelToon NovelToon
Adventure Of Lord Lausius

Adventure Of Lord Lausius

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Misteri / Dunia Lain / Penyeberangan Dunia Lain / Barat / Tamat
Popularitas:473.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Alfandi salam

Adventure of Lord Lausius.


Kisah Lausius yang sempurna. Di mana seorang remaja bernama Sean, tidak sengaja masuk kedalam kota kuno bernama SARANJANA.

Tanpa dia sadari, ternyata dirinya adalah Lausius. Putra cahaya yang di incar oleh para iblis dan makhluk lainnya.


Hingga suatu saat, tanda lahir di tubuh Sean memancarkan aura sinar yang mengundang banyak perhatian—membuat dirinya selalu dalam bayang-bayang ancaman.

Mampukah Sean mengatasi segala ancaman yang membahayakan dirinya. Dan mampukan juga Sean keluar dari kota peradaban ini bersama temannya, Edward dan Jessica?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfandi salam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35

PEDESAAN

"Tunggu!" herren menghentikan langkah mereka.

"Sebelum kita memasuki pemukiman penduduk, aku ingin bertanya pada anak-anak!" lanjut herren.

"Apa yang kalian lakukan di luar perbatasan! Bagaimana bisa kalian sampai di perbatasan dalam waktu singkat!" tanya herren pada anak-anak.

Sean awalnya ragu untuk bercerita, namun ia butuh bantuan untuk menemukan sahabatnya. Lalu dengan lantang mulut itu mulai mengeluarkan suaranya.

"Kami! sebenarnya kami kehilangan teman kami saat berlibur di pulau itu, tetapi aku tak sengaja membiarkannya bermain sendiri tanpa memberitahu dirinya bahwa hutan belakang resort yang ia kunjungi tak ada papan petunjuk.

Ya karena kecerobohan kami, dia akhirnya tersesat didalam hutan. Tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang. Aku sangat menyesal karena telah membiarkan pergi seorang diri!" ucap Sean dengan raut wajah sendu nan pilu.

Herren menarik nafas panjang. Ia tahu rasanya kehilangan salah satu orang terdekatnya.

Meskipun Sean menceritakan kisah pilunya, bukan berarti herren akan ikut berduka atas kehilangan sahabat Sean.

Sikap cueknya itu tak bisa di pungkiri, bahkan tak ayal ia adalah pemimpin paling dingin diantara kawanan asgart.

"Aku tak tahu apakah teman mu masih selamat atau tidak. Karena hutan di pulau atas sangat berbahaya. Hewan buas berkeliaran dimana-mana. Namun aku tidak mengatakan teman mu mati, mungkin saja kalian tidak akan bertemu dengan teman kalian itu untuk waktu yang cukup lama!" herren berujar ekspresif dengan sudut mata yang seakan memberitahu Sean bahwa ia telah mengalami apa yang Sean alami.

"Jadi maksud mu!" Ucap Sean tak percaya pada perkataan herren. Ia benar-benar merasa bersalah pada nyonya Lopez jika tak segera menemukan Edward.

"Itu hanya dugaan ku saja, pikirlah hal yang baik tentang teman mu. Semoga saja ia baik-baik saja!" herren menghibur, setidaknya ini akan membuat pikiran remaja itu sedikit lega.

"Ayo kita lanjutkan perjalanan ini!" tukas herren memulai kembali langkah kaki mereka.

Langkah kaki para asgart tidak ada lelah untuk berjalan, seakan mereka sudah terlatih dan ahli dalam berjalan jauh bagai unta musafir.

Mereka telah melintasi gurun salju yang amat luas. Pegunungan dan perbukitan yang terhampar salju sejauh mata memandang menjadi penghibur mata para asgart dalam menuntun perjalanan.

Jejak kaki kawanan asgart kini tertinggal bekasnya saja.

Semua akan hilang nanti ketika salju kembali melanda gurun itu.

Anak-anak yang menaiki punggung kawanan asgart, amat menikmati tumpangan gratis itu.

Tubuh driyad dan kawan-kawannya yang amat besar cukup menjadi alas tidur bagi Sean. Bulu-bulu lembut mereka amat enak untuk di sentuh. Hangat, dan sungguh mantel alami terbaik yang pernah ia rasakan. Di tambah bau khas aroma para asgart yang tidak busuk juga tidak masam.

Bau tubuh para asgart lebih mirip Eu De Perfume Perancis terbaik di kelasnya.

Kawanan serigala ini sangat ramah bahkan jauh dari kata buas.

Mereka bersahabat dan ajaib karena bisa bicara, seakan Sean dan sahabatnya memasuki dunia fantasi lebih tepatnya dunia dongeng.

"Hei anak manis, jangan bersedih!" driyad mulai bicara pada Sean yang duduk santai di punggungnya.

"Aku yakin sahabat mu itu pasti baik-baik saja sekarang, jadi kau tak perlu bersedih!" lanjut driyad bicara menghibur.

"Aku tidak akan bersedih tuan driyad. Aku pasti bisa menemukan teman ku dan aku percaya dia baik-baik saja seperti yang kau katakan. Terima kasih atas bantuan mu tuan driyad!" balas Sean senang.

Driyad ikut merasa lega karena anak itu sungguh tangguh dan kuat. Bahkan semangatnya luar biasa memberikan aura positif untuk orang-orang di sekitarnya.

Seakan dirinya di berkati sejak lahir oleh orang hebat.

"Kita sudah memasuki perbatasan, ingat jangan sampai salah satu di antara kalian ada yang berpencar dan tetap dalam satu rombongan!" teriak herren dari depan.

Semua makhluk itu memasuki perbatasan satu persatu. Suasana di dalam dan di luar perbatasan amat jauh berbeda.

Didalam perbatasan, udaranya maat sejuk dan hutan didalamnya amat beragam.

Sementara di luar perbatasan amat dingin dan yang nampak hanya hamparan salju putih , bebatuan, jejak kau hewan yang melintas dan beberapa pohon Cemara.

Meskipun diluar perbatasan terdapat hamparan pegunungan dan bukit salju yang luas, namun didalam perbatasan ini jauh lebih segar untuk disaksikan.

Tempat ini bagai di pisah oleh suatu dinding transparan, sehingga perbedaan kedua tempat amat mencolok. Tak bisa menyatu satu sama lain bagai air dan minyak. Perbedaan yang amat kontras.

Sean dan temannya turun dari punggung asgart seraya matanya terbelalak menyaksikan pepohonan yang berwarna warni. Seperti merah pohon mapel, hijau pohon Pinus dan bunga-bunga yang mekar berwarna warni.

Tak lupa di dalam perbatasan itu alunan irama musik menggema dengan indah dan membuat siapa pun terbuai akan indahnya melodi yang tercipta.

Cuitan burung juga tak kalah merdu. Kupu-kupu yang berwarna warni terbang kesana kemari menghisap sari bunga yang mekar dengan indah nan sempurna. Ukuran kupu-kupu di negeri itu sebesar nampan pramu saji. Daun-daun berguguran seakan menyambut orang penting yang sedang sidak disana.

"Wuah!" ucap Jessica takjub pada suasana tempat yang begitu hangat dan sejuk. Sepasang mata itu melihat rusa emas nan cantik sedang memakan rumput dengan lahap. Bahkan ia tak peduli jika ada serigala di hadapannya, ia terus saja mengunyah rumput tanpa henti. Ukuran rusa emas itu seukuran bayi gajah, mungkin saja dia memang baru lahir dari rahim ibunya tebak Jessica. Meskipun begitu Jessica sudah sangat jatuh hati pada rusa itu. Ingin rasanya ia memiliki hewan bermata bulat nan indah itu. Corak tubuhnya sangat cantik, sehingga mata Jessica terpana.

"Apakah ini sungguhan Sean?" tanya jessica pada Sean seakan dirinya sedang memasuki negeri dongeng. Jessica tak percaya jika dirinya bisa melihat tempat yang luar biasa tak bisa ia sebutkan dengan ucapan.

"Entahlah. Tempat ini amat cantik. Bahkan aku merasa kita sedang berada di taman surga!" bisik Sean pelan.

"Oh tidak. Aku akan jatuh cinta pada tempat ini!" Jessica amat mengagumi alam di hadapannya itu. Dirinya tak habis pikir sungguh semua itu di luar akal sehat untuk mencerna negeri yang mirip dongeng itu.

"Hei, apakah di Amerika ada hutan indah semacam ini!" goda Yudhar pada Jessica yang sedang terpana.

"Jangan pernah katakan Amerika. Bahkan Amerika tak ada artinya di banding tempat cantik ini!" Jessica menjawab ucapan yudhar, namun matanya tak bisa lepas dari beragam tanam tumbuh di hadapannya. Tak ada harapan untuknya kembali ke Amerika saat melihat negeri ini.

Dia sudah jatuh cinta pada tempat eksotis ini.

"Semuanya nampak tak normal!" ucap Jessica sembarangan.

"Tumbuhan, bunga, pohon, kupu-kupu, bahkan serangga kecil pun disini amat besar. Katakanlah jika aku sedang bermimpi Sean!"

"Kau tak bermimpi, ini nyata. Amat nyata!" jawab Sean ikut terpana.

Mata-mata itu tak bisa lepas dari apa yang mereka lihat. Bahkan rusa emas pun ada disini. Sungguh luar biasa.

"Hei, ini semua belum apa-apa. Kau akan lebih terkejut nanti jika telah masuk kedalam lagi!" driyad mulai memberitahu Sean dengan bisikan kecil.

"Apakah kau yakin itu?" jawab Sean semangat.

"Kau bahkan bisa melihat semua tempat yang indah lebih dari hutan ini!" tambah driyad memancing rasa ingin tahu sean.

Sean sudah membayangkan seperti apa tempat yang dimaksud oleh driyad.

Negeri Dongeng.

Herren berdiri di depan perbatasan yang seakan itu adalah pintu masuk menuju kota.

Ia menyaksikan semua kawanannya masuk satu persatu, tak ingin salah satu kawannya tertinggal dari rombongan.

"Jika semuanya sudah lengkap mari kita kembali melanjutkan perjalan!" teriak herren dengan suara lantang.

Wajah hewan itu terus di lirik oleh Sean. Ada sejuta pertanyaan yang ingin ia ketahui dari seekor herren. Wajah serius itu selalu berbeda dari kawanan asgart lainnya.

"Meskipun dia acuh, tetapi dia adalah yang paling pengertian!" bisik driyad pada sean. Ia tahu jika Sean ingin bertanya semacam itu namun ia enggan karena itu terlalu berlebihan baginya.

Perjalanan antara kawanan serigala dan manusia itu lebih mirip petualangan atau pendakian gunung. Mereka berjalan beriringan.

Melewati perbukitan dan Padang rumput yang luas. Terkadang anak-anak meminta para asgart untuk berhenti sejenak kala melihat tumpukan jerami.

Mereka tertidur diatas tumpukkan jerami itu. Sedangkan herren menahan kesalnya pada anak-anak yang bertingkah lucu itu. Namun ia tak bisa bertindak kasar karena mereka adalah pengobatan bagi kawanannya.

"Ini sangat empuk!" teriak Sean pada Jessica dan Yudhar bermain lompat-lompatan di tumpukan jerami.

Mereka melakukannya dengan girang.

"Amat empuk. Aku mencintainya Sean!" balas Jessica merasakannya.

Yudhar dengan senyum pahit, tak ingin ketinggalan menikmati genjotan jerami gatal itu.

Para asgart hanya menjadi penonton drama kecil para remaja yang menggemaskan itu.

Sesekali driyad ingin mencoba ikut andil dalam bermain lompat-lompatan itu.

Namun ia harus menjaga citranya di depan kawanan asgart lainnya.

Sungguh tak terbayangkan betapa asiknya bermain dengan anak-anak itu.

Bermandikan buluh alang-alang yang gatal, dan sedikit kotor.

Namun inilah petualangan.

BERSAMBUNG.

Terima kasih untuk pembaca yang tetap setia membaca novel ini.

Jangan lupa like, komen dan rate-nya ya.

Salam manis: Penulis.

1
Ro13
Lumayan
レインダ
Luar biasa
Raysonic Lans™
wow
Arman
menakjubkan
FOUNDATION
mampir Thor di karya saya Kehidupan sempurna sang naga
z for zaraa
bagus sih, tapi Jessica nya berlebihan, bosen jadinya
Nasir
Kak like balik dong...
кḙℏᾰՊ℘ᾰᾰℵ ∂ḙωᾰ
in
Naga Hitam
bertahun tahun sepi pengunjung
Naga Hitam
padahal karya ini bagus...
Ndoro Putra
jenius tp oon
Ndoro Putra
mcnya jenius tapi kok oon y?
IVORY
Story yg menarik.
😍
Love it
EMIYA ALL VERSION
saya mampir karena

saya milihat sampul nya make si angra mainyu

YANG DI TUDUH SEBAGAI PERWUJUDAN TRUE EVIL OF THE WORLD

YANG DI JADIKAN KAMBING HITAM

YANG KEBENCIAN NYA DI KABULKAN OLEH CAWAN SUCI

YANG MENGAMBIL GELAR TRUE EVIL OF THE WORLD
要钱💸
Wow bagus ceritanya, ada beberapa kalimat yang kurang relevan sih tapi overall uda bagus. Uda like sama rate 5stars nih ❤️ Semangatt!!

Jangan lupa feedback di cerita aku juga ya "Forced Climbing to Liang Mountain"

Mari saling support 🙏 and makin sukses hingga jadi author yg dikenal, thankyou💮💐
After.Story
Jangan inget mampir yuk dinovelku judulnya,

AKU HARUS JAHAT
Nuzul Aryati
pertama kali baca novel bertema fantasi,
Iin Indah
Saranjana berada di pulau kotabaru,tempat kelahiran ku thor
Airatna Ai
saya suka..saya suka..
tutup akun🙏🏻
terpaksa baca ulang akun lama gk bisa di buka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!