NovelToon NovelToon
Satu Arah

Satu Arah

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Tamat
Popularitas:289.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kacang Kulit

"Haiii, Ganteng. Lagi joging, ya?" sapa Agatha setelah berada di depan Elvano. Kepalanya mendongak karena perbedaan tinggi mereka. Senyuman lebar tersungging di bibir manisnya.

Elvano berdecak malas. "Menurut lo? Udah tahu, masih aja nanya."

Selain dingin dan tidak pandai berekspresi, mulut Elvano juga sedikit tajam, membuat siapa pun yang mendengar ucapannya merasa sakit hati.

"Galak banget," cibir Agatha.

***

Ketika secercah cahaya datang menghangatkan hati yang telah lama membeku, akankah mereka dapat bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacang Kulit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 - Mama Mertua

Elvano membawa Agatha menuju sebuah kursi panjang yang terletak di bawah pohon. Tempat ini cukup sepi karena terletak di belakang bangunan sekolah. Suasana yang sejuk membuat siapapun yang berada di tempat ini merasa nyaman.

"Duduk sini." Elvano menarik lengan Agatha agar duduk di sampingnya.

"Kita ngapain di sini?" tanya Agatha heran, dia tidak menyangka Elvano akan mengajaknya ke tempat ini.

"Gak papa."

Agatha tidak membalas, gadis itu diam sembari menyandarkan kepalanya pada pundak Elvano. Lama mereka saling diam, keduanya sama-sama menikmati semilir angin yang terasa menenangkan.

Sejujurnya Agatha sedang bingung. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Elvano sendiri memang tidak terlalu banyak bicara. Agatha heran, bagaimana pemuda itu sangat betah berdiam diri.

"Van."

"Hm?"

Lihatlah, rasanya Agatha ingin berteriak kesal karena jawaban Elvano yang selalu singkat. Tetapi gadis itu mencoba untuk menahan diri, bersama Elvano memang harus lebih bersabar.

"Pulang sekolah, jalan yuk."

"Kemana?"

"Terserah."

Elvano menatap Agatha dengan heran. Ternyata perempuan memang sedikit rumit. Sekarang, pemuda itu tengah berpikir akan membawa Agatha pergi kemana.

"Kamu maunya kemana?" tanya Elvano.

"Kemana aja, yang penting sama kamu," jawab Agatha sembari tersenyum lebar.

Elvano tersenyum tipis, secara reflek bibirnya mengecup puncak kepala Agatha dengan sayang.

"Ke rumah, mau?"

"Rumah siapa?" tanya Agatha terkejut. Gadis itu sampai menegakkan tubuhnya dan menatap Elvano penasaran.

"Rumah aku."

"Mauuu lah," ujar Agatha dengan semangat. Kapan lagi kan bisa pergi ke rumah Elvano?

Elvano tersenyum sembari mengusap kepala Agatha. Sepertinya ini akan menjadi hobi barunya.

"Di rumah ada siapa?" tanya Agatha. Sedikit gugup karena ini pertama kalinya dia akan mengunjungi rumah Elvano. Tentu saja pasti akan bertemu orang tuanya juga.

"Mama sama adek."

"Adek kamu cewek, kan? Kelas berapa?"

"3 SMP. Kamu tau?" tanya Elvano bingung karena Agatha tahu tentang adiknya. Selama ini, dia belum pernah bercerita tentang keluarganya pada Agatha.

"Tau dong," ujar Agatha sembari mengibaskan rambutnya yang panjang. Semilir angin membuat rambutnya yang tergerai tertiup menutupi matanya.

"Siapa namanya?" lanjut Agatha.

"Angel." Elvano meraih rambut Agatha dan merapikannya.

"Pasti dia cantik, secantik namanya."

"Hm."

Agatha kembali menyandarkan kepalanya di bahu Elvano. Rasanya sangat nyaman. Gadis itu tidak ingin waktu berlalu dengan cepat.

Elvano hanya diam membiarkan gadisnya melakukan apapun yang dia suka. Tangan Elvano terangkat untuk mengusap kepala Agatha.

"Jadi nanti aku bakalan ketemu sama mama mertua?" tanya Agatha menatap mata Elvano.

Elvano hanya mengangguk. Pemuda itu memang sangat kaku. Tetapi tidak dipungkiri, perlakuan Elvano terasa sangat manis bagi Agatha.

"Kenapa kamu suka aku?" tanya Agatha tiba-tiba. Dia bingung harus bertanya apa lagi. Salahkan saja Elvano yang terus menjawabnya dengan singkat.

"Kamu cerewet," ujar Elvano dengan santai. Sedangkan Agatha, melotot tak percaya dengan jawaban pemuda itu. Dia pikir, Elvano akan menjawabnya dengan jawaban yang manis dan romantis, ternyata tidak sama sekali.

"Ihhh, aku enggak cerewet ya."

"Iya." Elvano mencubit pelan hidung Agatha karena gemas.

Agatha yang tidak puas dengan jawaban Elvano, kembali mengulang pertanyaannya.

"Jawab jujur. Kenapa bisa suka sama aku? Bukannya dari dulu kamu benci sama aku?"

Elvano terdiam beberapa saat. Pertanyaan Agatha membuatnya teringat akan sikapnya yang selalu dingin pada gadis itu. Bagaimana kasarnya dia pada Agatha, begitu juga perkataan yang keluar dari mulutnya. Pasti terasa menyakitkan bagi Agatha.

"Cinta gak butuh alasan. Aku sendiri gak tau kenapa bisa suka sama kamu," jawab Elvano lembut. Matanya menatap Agatha seakan menunjukkan rasa cintanya lewat tatapan itu.

Agatha tersenyum tanpa menjawab perkataan Elvano. Memang benar, kita tidak akan pernah tahu kemana hati kita berlabuh. Cinta datang tanpa permisi, sekeras apapun kita menolaknya, ketika cinta itu datang, kita hanya bisa menerima dan berusaha untuk menikmatinya.

...***...

Agatha berdiri di sebelah motor Elvano yang terparkir rapi di halaman rumahnya. Gadis itu sedang menunggu Elvano yang masih membuka helmnya. Mendadak Agatha merasa gelisah. Dia sangat gugup bertemu dengan orang tua Elvano. Tangannya dingin sejak menginjakkan kaki di halaman depan rumah Elvano. Bagaimana jika keluarganya tidak mau menerima kehadirannya? Bagaimana jika mama Elvano tidak merestui hubungan mereka?

"Kamu ngelamun," ujar Elvano sembari menyentuh pundak Agatha, berusaha menyadarkan gadis itu dari lamunannya.

"Eh? Kenapa?" tanya Agatha terkejut.

"Ayo masuk," ajak Elvano. Pemuda itu mengusap dahi Agatha yang berkeringat. Ah, bahkan Agatha tidak menyadari sejak kapan dahinya berkeringat. Mungkin dia terlalu gugup.

"Ta-tapi ...."

"Kenapa, hm?" tanya Elvano menaikkan sebelah alisnya. Sebenarnya dia tahu gadisnya sedang gugup. Tetapi dia tidak ingin menenangkannya, biarkan saja Agatha seperti itu. Terlihat lucu di mata Elvano.

"Mama kamu gak galak, kan?" bisik Agatha, takut jika saja mama Elvano muncul secara tiba-tiba dan mendengar perkataannya.

"Galak," ujar Elvano sembari terkekeh geli.

"Pulang aja deh kalau gitu," ujar Agatha dengan wajah memelas. Dia belum siap. Gadis itu semakin panik ketika mendengar jawaban dari Elvano.

"Jangan, ayo masuk." Elvano menggandeng tangan Agatha, menuntunnya untuk masuk ke dalam rumah sederhana tempatnya tinggal.

Agatha menghela napas gugup. Gadis itu hanya bisa pasrah dan berjalan di belakang Elvano. Dia sengaja bersembunyi di belakang tubuh tegap Elvano untuk mengurangi sedikit rasa cemasnya. Semoga saja keluarga Elvano bisa menerima kehadirannya.

"Abaaang!" Teriakan seorang gadis yang berlari menuruni tangga membuat Agatha menoleh. Adik Elvano terlihat sangat manis dengan rambut yang di kepang dua.

"Kenapa teriak-teriak?" tanya Elvano datar. Kebiasaan adiknya itu suka sekali berteriak tidak kenal tempat.

Tanpa sadar, Agatha tertawa pelan. Perasaan gugupnya menguap digantikan dengan perasaan hangat.

"Eh, ada kakak cantik," sapa Angel dengan senyum ceria. Gadis itu berjalan menghampiri Agatha dengan semangat.

"Hai," balas Agatha, gadis itu sedikit canggung.

"Pacarnya Bang El, ya? Kok mau sih sama dia? Abang kan jelek banget," ujar Angel dengan santai, tidak mempedulikan Elvano yang sudah menatapnya tajam.

Agatha tertawa geli mendengar pertanyaan Angel. Ternyata gadis itu sangat ramah dan sedikit bawel. Berbeda jauh dengan kakaknya yang dingin dan cuek. Sepertinya dia harus berterimakasih pada Angel karena sudah meredakan kegugupannya.

Elvano menyentil kening Angel dengan pelan. Adiknya itu memang sangat sering mengejeknya.

"Apasih, Bang. Sakit tau, dasar nyebelin." Angel mengusap keningnya sembari mengerucutkan bibirnya kesal.

"El, jangan kasar, ihh." Agatha menegur Elvano saat melihat Angel yang kesakitan. Tidak tahu saja dia, gadis itu hanya berpura-pura kesakitan.

"Tuh dengerin, Abang ngeselin," ujar Angel tersenyum mengejek, merasa mendapat dukungan dari Agatha.

"Kamu yang ngeselin," ujar Elvano mendengus kesal.

"Ada apa ini rame-rame?"

Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat sangat muda itu berjalan menghampiri mereka. Tatapannya tertuju pada Agatha yang berdiri tegang di sebelah Elvano. Bibirnya tersenyum menyambut kedatangan gadis itu.

Agatha tersenyum kaku, mendadak kembali gugup melihat wanita paruh baya yang dia yakini sebagai mama Elvano.

"Abang tuh, Ma, ngeselin banget," ujar Angel mengadu.

Hana mengabaikan perkataan Angel. Wanita itu lebih tertarik menyapa Agatha saat ini.

"Ada tamu, ya?" ujar Hana dengan ramah. Senyuman khas seorang ibu tidak luntur dari wajahnya.

"Hallo, Tante." Agatha maju, mencium punggung tangan Hana.

"Hallo, kamu pacarnya Elvano ya pasti?" tembak Hana tanpa aba-aba, membuat Agatha semakin gugup.

"Aku... temennya kok, Tante." Pipi Agatha terasa panas, wajahnya memerah karena malu.

Hana terkekeh geli, "Udah gak usah malu-malu. Ayo duduk, kenapa malah pada berdiri di depan pintu gini? Kamu juga El, ada tamu kok gak bilang-bilang ke Mama," omel Hana sembari menarik Agatha untuk duduk di sofa ruang tengah.

Agatha hanya pasrah mengikuti tarikan Hana, disusul Elvano dan Angel di belakangnya.

"Namanya siapa?" tanya Hana ketika mereka sudah duduk di sofa.

"Agatha, Tante." Agatha tersenyum sopan. Mama Elvano ternyata sangat cantik meskipun usianya tidak lagi muda.

"Kamu punya pacar kok gak bilang Mama?" Kali ini wanita itu menatap Elvano dengan pandangan menyelidik.

"Enggak pacaran, Ma," jawab Elvano.

"Halah, boong tuh, Ma," sahut Angel tak mau kalah.

"Anak kecil diem." Elvano mengusap wajah Angel dengan pelan, membuat adiknya itu menjerit kesal.

"Udah-udah, kalian ini berantem terus. Gak malu ya sama Agatha?" Hana menggelengkan kepalanya heran. Anak-anaknya itu selalu berdebat ketika bersama.

Agatha tersenyum sendu.

Gue kangen mama.

Mata Agatha berkaca-kaca, dengan segera gadis itu menunduk, menyembunyikan matanya dari semua orang. Dia merindukan kehadiran mamanya, juga kehangatan keluarganya.

"Oh iya, Agatha udah makan?"

Agatha mendongak menatap Hana. Sebisa mungkin gadis itu tersenyum, tidak ingin mereka tahu apa yang kini hatinya rasakan, terutama Hana.

"Belum Tante. Agatha laper banget," ujar Agatha tanpa malu.

"Kebetulan, kita makan siang sama-sama ya? Tadi Tante buat nasi goreng."

"Yes!" ujar Angel dengan girang, gadis itu memang sangat menyukai nasi goreng, terutama buatan Hana.

"Buat Agatha, bukan kamu," ujar Elvano menggoda Angel.

"Dih, kalau gitu, punya Abang aku yang makan." Angel menjulurkan lidahnya ke arah Elvano. Pemuda itu mendengus kesal.

Hana tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.

"Ayo kita makan."

Agatha tersenyum tipis. Satu rahasia yang terungkap siang Indonesia. Sikap Elvano berbeda ketika berada di tengah-tengah keluarganya.

...***...

Hai, gimana kabarnya hari ini?

1
Dey Desuka
Alhamdulillah luar biasa bahagiaaa😄
Dey Desuka
woyy thorrr umurku tahun ini 38 tahun, tapi malem ini berasa balik lagi jadi 17 tahun karenamu..... nostalgia ku bayangin aku SMA si hantan🤣 gile gak tuh🤣🤣🤣
Ulfa Monalisa
Sandi
Ulfa Monalisa
jadi keinget sama nenekku🥹🥹
Ulfa Monalisa
👍👍👍👍
Ulfa Monalisa
Aku juga pengen 🤭🤭
Ulfa Monalisa
Oke guys...
daripada panjang2 bosan bacanya 🙏
Ulfa Monalisa
Awal yang kerennnn👍👍
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru🙂
udah tamat si tapi kok ngak sampai nikah 🙂
Aegis: kenapa gak sekalian sampe meninggal aja🥴
total 1 replies
Anna Andriani
cewe Bego, udah d tolak d kasih harepan malah Nerima aja
Anna Andriani
terlalu bertele bertele, cewe nya bego juga
Paon Nini
tim belajar yang bener biar g bego
Paon Nini
ya g tau wkwkwkw
lagian kamu beluk jadi pacarnya mau gimana lagi selain berenti. kamu mau diganggu terus sama cowok yang ngak kamu suka? cegil boleh berkelas harus 🥴
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕡𝕖𝕣𝕒𝕤𝕒𝕒𝕟 𝕕𝕒𝕣𝕚 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕜𝕖𝕝𝕦𝕒𝕣𝕘𝕒 𝕖𝕝𝕧𝕒𝕟𝕠 𝕔𝕦𝕞𝕒 𝕞𝕒𝕞𝕒𝕙𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕒𝕞𝕒 𝕒𝕕𝕚𝕜𝕟𝕪𝕒𝕟𝕕𝕠𝕒𝕟𝕘 𝕘𝕒 𝕡𝕖𝕣𝕟𝕒𝕙 𝕒𝕕𝕒 𝕡𝕖𝕞𝕖𝕣𝕒𝕙 𝕡𝕒𝕡𝕒𝕙𝕟𝕪𝕒.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕨𝕒𝕒𝕙𝕙 𝕤𝕒𝕟𝕕𝕚 𝕒𝕜𝕦 𝕓𝕒𝕝𝕚𝕜 𝕓𝕖𝕟𝕔𝕚 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕥𝕖𝕣𝕟𝕪𝕒𝕥𝕒 𝕘𝕒 𝕤𝕖𝕓𝕒𝕚𝕜 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕕𝕖𝕜𝕖𝕥𝕚𝕟 𝕒𝕘𝕒𝕥𝕙𝕒 𝕡𝕒𝕕𝕒𝕙𝕒𝕝 𝕚𝕓𝕝𝕚𝕤 𝕓𝕖𝕣𝕞𝕦𝕜𝕒 𝕕𝕦𝕒.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕠𝕨𝕙 𝕔𝕖𝕨𝕖𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕚 𝕞𝕖𝕝𝕒𝕥𝕚 𝕒𝕜𝕦 𝕚𝕟𝕘𝕖𝕥𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕦𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒/𝕥𝕚𝕒𝕣𝕒 𝕥𝕖𝕞𝕖𝕟 𝕤𝕖𝕜𝕠𝕝𝕒𝕙 𝕪𝕘 𝕜𝕒𝕥𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕔𝕒𝕟𝕥𝕚𝕜 𝕚𝕥𝕦 𝕨𝕒𝕜𝕥𝕦 𝕘𝕖𝕟𝕘𝕤 𝕖𝕝𝕧𝕒𝕟𝕠 𝕟𝕘𝕠𝕓𝕣𝕠𝕝 𝕕𝕚 𝕜𝕒𝕟𝕥𝕚𝕟, 𝕞𝕒𝕦 𝕟𝕪𝕖𝕓𝕦𝕥 𝕟𝕒𝕞𝕒 𝕡𝕖𝕝𝕒𝕜𝕦𝕟𝕪𝕒 𝕕𝕚𝕒 𝕒𝕛𝕒 𝕝𝕦𝕡𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕞𝕚𝕟𝕥𝕒 𝕒𝕞𝕡𝕦𝕦𝕟.🤣🤣
𝕞𝕒𝕒𝕗 𝕪𝕒 𝕖𝕝𝕚𝕤𝕒 𝕛𝕕 𝕜𝕒𝕞𝕦 𝕜𝕖𝕥𝕦𝕕𝕦𝕙 𝕤𝕒𝕞𝕒 𝕒𝕜𝕦.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕜𝕒𝕝𝕒𝕦 𝕓𝕖𝕟𝕖𝕣 𝕡𝕖𝕝𝕒𝕜𝕦𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕒𝕟𝕕𝕚 𝕥𝕣𝕤 𝕪𝕘 𝕔𝕖𝕨𝕖𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕤𝕚𝕒𝕡𝕒 𝕪𝕒... 𝕘𝕒 𝕞𝕦𝕟𝕘𝕜𝕚𝕟 𝕖𝕝𝕚𝕤𝕒 𝕜𝕒𝕟.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝕒𝕟𝕖𝕙 𝕡𝕖𝕞𝕖𝕣𝕒𝕟 𝕦𝕥𝕒𝕞𝕒𝕟𝕪𝕒 𝕜𝕠𝕜 𝕞𝕚𝕟 𝕓𝕒𝕟𝕘𝕖𝕥 𝕕𝕒𝕣𝕚 𝕒𝕨𝕒𝕝 𝕓𝕒𝕔𝕒, 𝕘𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕡𝕖𝕣𝕖𝕞𝕡𝕦𝕒𝕟𝕟𝕪𝕒 𝕘𝕒 𝕪𝕒𝕟𝕘 𝕔𝕠𝕨𝕠𝕜𝕟𝕪𝕒 𝕡𝕒𝕤𝕣𝕒𝕙 𝕤𝕒𝕛𝕒.👎👎
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙬𝙖𝙙𝙪𝙪𝙝 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝, 𝙨𝙖𝙣𝙙𝙞 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙞𝙖𝙥𝙖 𝙩𝙪𝙝?🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
𝙮𝙖 𝙧𝙚𝙨𝙞𝙠𝙤 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙖𝙜𝙖𝙩𝙝𝙖 𝙨𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙖𝙪 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙜𝙖𝙣𝙩𝙪𝙣𝙜 𝙜𝙖 𝙙𝙞 𝙥𝙚𝙧𝙘𝙖𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙚𝙡𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙩𝙖𝙥𝙞 𝙢𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙩𝙚𝙩𝙖𝙥 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙖𝙝𝙖𝙣 𝙟𝙖𝙙𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙢𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙩𝙞 𝙩𝙧𝙨𝙗𝙮𝙜 𝙖𝙙𝙖 𝙠𝙖𝙧𝙣𝙖𝙗𝙪𝙙𝙖𝙝 𝙟𝙚𝙡𝙖𝙨 𝙚𝙡𝙫𝙖𝙣𝙤 𝙜𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙚𝙧𝙟𝙪𝙖𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨𝙣𝙮𝙖 𝙠𝙖𝙢𝙪 𝙢𝙪𝙣𝙙𝙪𝙧
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!