NovelToon NovelToon
QUEEN'S STORY

QUEEN'S STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Action / Petualangan / Cintapertama / Mafia / CEO
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: nona manies

"aku harus mendapatkan pria dingin itu!" tekad seorang gadis sembari menyeringai.

Dia adalah Queensha Karren Bramantyo yang tergila gila dan terobsesi pada seorang pria bernama Darren Austin Keith yang memiliki paras tampan dan menawan tapi memiliki sifat dingin dan sulit untuk didekati.

Semakin dalam gadis itu menggali informasi tentang pria itu, dia semakin tahu karakter dan latar belakangnya yang menarik.

Bagaimana kisah cinta mereka berdua? apakah Queen berhasil mendapatkan cinta pria pujaannya?

Ini adalah squeel novel DOKTER CANTIK ISTRI KETUA MAFIA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona manies, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sekolah lagi

Keesokan harinya Queen berangkat kesekolah seperti biasa, dia menyampirkan almamater dilengannya.

Menghela nafas dengan kesal saat sebuah mobil sudah standbye menunggunya didepan.

Sebelum berangkat mom Valey telah memberinya ultimatum terlebih dahulu dengan segala perintah dan larangan.

Seorang supir membukakan pintu untuk Queen "pak.. aku mau membawa mobil sendiri"

"maaf nona tidak bisa, ini atas perintah nyonya agar anda diantar oleh saya"

Queen mendes*h lalu masuk kedalam mobil dengan wajah yang ditekuk "menyebalkan sekali, gara gara pejalan kaki yang nyebrang sembarangan aku jadi kena imbasnya begini" gerutunya.

Sepanjang perjalanan Queen hanya diam sembari memperhatikan jalanan yang lumayan padat, sampai mobil berhenti didepan gerbangpun Queen masih saja diam.

Queen melangkah masuk kedalam area sekolah, wajahnya yang cantik rupawan selalu membuatnya menjadi pusat perhatian.

Meski wajahnya sedikit memberengut tapi sungguh tak mengurangi kecantikan Queen sama sekali, mata gadis itu menajam sepanjang jalan.

"ehem"

Queen menoleh kesamping, dimana ada seorang pemuda yang berjalan mensejajari langkahnya.

"kemarin nggak berangkat? kenapa?"

Queen kembali fokus kelangkah kakinya "bukan urusanmu!" jawabnya ketus, lalu berjalan cepat meninggalkan pemuda itu.

"tunggu"

Pemuda itu mencekal lengan Queen membuat langkah kakinya terhenti, gadis itu menoleh dan menatap tajam pemuda itu "lepaskan tanganmu itu atau kupatahkan?!"

Pemuda itu melepaskan tangan Queen, tapi fokusnya sekarang kearah siku gadis itu yang terlihat ada perban "tanganmu kenapa?" tanyanya, dia mengabaikan ucapan datar dan tatapan mengintimidasi gadis itu.

Queen memakai alamamaternya sehingga perban yang tadi kelihatan tertutup sempurna karena lengan alamamater itu panjang "ck.. kenapa kau itu kepo sekali?"

"aku hanya bertanya saja, kalau tak mau menjawab ya sudah.. kenapa kamu jadi sewot begini?"

Queen menghela nafasnya dengan kasar lalu melipat tangannya didepan dada "moodku jelek sedari pagi, jadi jangan menggangguku---" ucapnya menggantung dan dia tampak berfikir sejenak "namamu siapa?"

Pemuda itu menjatuhkan rahangnya sampai membuat mulutnya menganga "kau lupa? yang benar saja Karren! aku Bara"

"oh iya Bara Bere" ucapnya acuh lalu berbalik badan dan pergi meninggalkan pemuda yang tengah berdiri dengan wajah cengo.

Bara menggeleng melihat punggung Karren yang semakin menjauh, susah sekali mendekati gadis itu padahal dia adalah salah satu pria populer disekolah karena prestrasi dan juga ketampanannya.

Bara merasa tak suka saat gadis itu cuek dan tak membuat masalah seperti biasanya, dengan menghela nafas kasar Bara pergi kedepan pintu gerbang, untuk menunggu siswa yang tak mematuhi aturan.

**

Queen duduk dengan sedikit kasar dikursinya membuat Danzel yang sedang membaca buku sedikit heran "kau kenapa?" tanya Danzel penasaran.

Queen yang sedang merebahkan kepalanya diatas meja menoleh "aku sedang kesal"

"aku tahu! maksudku apa yang membuatmu kesal?"

"bukan apa apa" ucap Queen sedikit malas.

"dia kesal karena motor kesayangannya disita lalu harus diantar jemput supir selama lukanya belum sembuh"

Danzel yang tadi sedang menatap Queen mendongak saat mendengar Gerrell yang duduk didepannya menjawab pertanyaannya.

"iya, mom itu lebay sekali padahal ini hanya luka kecil saja" gerutu Queen.

"kekanakan" ucap Danzel.

"iya benar Zel, mommy memang sangat kekanakan" ucap Queen semangat saat merasa ada yang membelanya.

"bukan aunty yang kekanakan, tapi kau!" kecam Danzel tanpa perasaan membuat Queen melotot tak terima "aunty melakukan itu untuk kebaikanmu, jadi berhentilah menggerutu"

prok prok prok

Gerrell bertepuk tangan sembari teryawa "aku suka gayamu Bastian!"

"mau mati kau ya?!" pekik Danzel tak terima.

"hahaha" tawa Gerrell pecah begitupun dengan Queen.

Obrolan terus berlangsung sampai pelajaran hampir dimulai, mereka ngobrol seru karena Asya yang juga ikut menimbrung.

**

Bell pulang sekolah berbunyi, menandakan berakhirnya sekolah hari ini.

Seperti biasa Queen memilih pulang paling akhir, dia baru keluar dari kelas setelah sekitar setengah jam lamanya bell sudah berbunyi, suara anak anak semakin lirih karena tinggal beberapa yang belum pulang.

Gadis itu membereskan bukunya lalu memasukan kedalam tas, dan setelah itu Queen pergi keluar kelas.

Queen berjalan melewati pintu pintu kelas yang sudah tertutup, dia menoleh kearah lapangan yang ternyata ada tim basket yang sedang berlatih "ck.. panas panas begini main basket! menurutku mending ngadem dicafe jauh lebih nyaman" gumamnya mengomentari.

"Karreeen"

Queen menoleh kelapangan saat namanya dipanggil, lalu saat tahu siapa yang memanggil namanya gadis itu melengos dan pergi begitu saja.

Terdengar suara tawa menggelegar dilapangan tersebut dan menyoraki pemuda yang tak lain adalah Bara itu.

"hahaha kasihan sekali dikacangin"

"ada juga yang menolak pesonamu Bar"

"besok kau jangan mandi Bar! sepertinya pesonamu mulai luntur"

Suara teman teman Bara saling saut untuk menggoda, dan pemuda itu hanya berdiri dengan wajah kecut memandang gadis yang sudah hampir tak terlihat itu.

**

"stoop"

Queen berhenti saat langkahnya dihadang oleh tiga orang gadis, dia menyernyit karena merasa dejavu kejadian beberap hari yang lalu, kejadian dimana dia hampir dibully dan diselamatkan oleh Darren.

"mau apa kalian bertiga?" tanya Queen dengan wajah yang malas.

"urusan kita belum selesai Karren!" ucap siketua dengan gaya angkuh, Iren.

"bukankah kau sudah diperingatkan agar tak boleh menggangguku lagi? apa kau mau lehermu patah?"

Ketiga gadis itu secara spontan memegang lehernya dan bergidig ngeri saat membayangkan ancaman pria yang sangat menakutkan itu.

Iren menggeleng lalu menatap tajam Queen "ck.. hanya ancaman kecil saja, kita tak takut!"

"lalu kau mau apa?" tanya Queen menantang.

"girls.. pegang tangan jala*g itu!" ucap Iren sembari menunjuk Queen.

Queen menghela nafas kasar saat tangannya kembali dipegang oleh kedua teman Iren "ck.. kau suka sekali main kroyokan begini"

"sebenarnya aku bisa saja menghabisimu sendiri, tapi aku takut kau kabut terbirit!"

Queen terkekeh "jelas aku lari terbirit karena takut melihat wajahmu yang jelek itu"

Iren mengepalkan tangannya "kau!" berjalan mendekat dan segera melayangkan tangannya diudara, dia akan menampar pipi Karren.

duaag..

Belum sampai tangan itu menyentuh wajah cantik Queen, Queen terlebih dahulu menendang tangan itu "kemarin aku belum sempat melawan karena ada yang menyelamatkanku! tapi kali ini jangan harap kau bisa selamat!"

Iren tertawa mendengar ucapan Karren barusan "hahaha kau percaya diri sekali jala*g!"

Kembali mencoba menampar Karren tapi lagi lagi tangannya ditendang, Iren meringis karena tangannya terasa sakit.

"ck padahal tanganku dipegang oleh pembantumu! tapi kau sama sekali tak bisa menyentuhku sama sekali! bodoh!" kecam Queen mencemooh.

Kedua teman Iren mendengus saat mendengar Karren menghina mereka "sialan sekali mulutmu! cepat hajar dia ren!"

Iren berjalan mendekat lagi, dia akan meninju perut gadis itu saja.

buaag

"ahhk" pekik Iren saat perutnya ditendang oleh Karren sampai dia terjengkang kebelakang.

"hahaha.. apa sakit?"

Queen menyeringai melihat Iren kesakitan, kemudian gadis itu mengayunkan tangannya sampai tangan kedua tangan teman Iren terlepas lalu dia tendang perut kedua gadis itu sampai terjatuh kelantai.

"kalian mau membully ku? cuih.. mimpi saja sana!"

Ketiga gadis itu berdiri, mereka memegang perutnya yang terasa sakit "ayo serang secara bersamaan!"

"hiyaaaa" pekik ketiganya berlari kearah Queen.

Queen tersenyum miring lalu

duag dug dug

Ketiganya terpental kebelakang saat Queen menendang mereka lagi , mereka merasa kesakitan "hahahaha .. menyenangkan sekali memukuli kalian bertiga, kalau aku sedang badmood kalian temui aku saja! agar aku bisa melampiaskannya pada kalian"

"dasar gadis gila!!" pekik Iren lalu mengajak kedua temannya untuk pergi dari sana saat merasa kalah telak.

"hey jangan pergi dulu! aku belum menampar wajah kalian!" pekik Queen saat melihat ketiga gadis itu lari dengan tergopoh dan memegang perut mereka.

Ketiga gadis itu mengabaikan ucapan Queen dan memilih kabur saja.

"isshh.. belum puas rasanya memukul mereka!" keluh Queen, dia berjalan santai keluar dari sekolah seolah tak pernah terjadi apapun.

1
mayang
lanjut dong kak
Siti Setiawati
kok gak up up sih
liya nurliya
bagus
Yuni Yuningsih
thor kpn up ny
Siti Setiawati
kapan up nya kk
Siti Setiawati
menunggu mu thor
Atik Marwati
kak queen udah ada yang punya danzel
Atik Marwati
😅😅😅😅
Ayu Dia💖💖💖💖
sangat keren banget
Ari Mulyati
sabar dad arsen sabar ,,, skrg queen udah ada suami nya,,, hahahahaha
Danzel Danzel,,,, kamu salah ngomong di depan mereka yg jaillll hahahahahaha
Haryati
wkwkw...dad arsen masih gak rela queen nikah.....🤦😂
Siti Setiawati
samawa ya quen
Yunita Widiastuti
🌹💗🌹
Rini Setiyowati
😄😄😄
Ari Mulyati
sah sah sah,,,,,
otw malam pertama
Aulia
selamat buat Queen ma Darren,bahagia selalu hingga maut memisahkan🥰🥰
ꪶꫝ🥀⃞oktavia ariani🔮S⃟M•
akhirnya sah
Haryati
ye.. akhirnya sah... selamat Queen...
Cantika
lanjut atuh
Ayu Dia💖💖💖💖
akhirnya up juga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!