NovelToon NovelToon
POCONG FAMILY

POCONG FAMILY

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Fantasi / Horor
Popularitas:77k
Nilai: 5
Nama Author: Jo doang

cerita ini hanya lucu lucuan saja. jangan pernah pakai logika untuk membaca cerita ini.

kisah Pocong yang jadi pakboy di dunia hantu. berjuang demi istri istrinya, yaitu Kuntilanak dan beberapa hantu cantik dari teror manusia

Rumah Kosong menjadi tempat hunian mereka. Namun semenjak kedatangan Bodong Family. Pocong Family mulai tidak tenang. Keributan mulai terjadi antara Pocong Family dan Bodong Family.

akan kah mereka bisa damai.

Baca Kisahnya...

WARNING...!

JANGAN GUNAKAN LOGIKA UNTUK MEMBACA CERITA INI. AGAR TIDAK MENIMBULKAN PRO DAN KONTRA DI JIWA KALIAN.

SELALU TERSENYUM DAN TERTAWA.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jo doang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Jika ada typo dan kalimat yang kurang pas.. kasih tau ya.. dukung terus keluarga Pocong agar harmonis dengan memberikan Like, bunga, vote. dan 🌟 5

selamat membaca

®®®®®®®®®®®

"Kau mau ngomong apa?" Tanya Kuntilanak sambil duduk di Sofa.

Uyut Encrot pun ikutan duduk di samping Kuntilanak dan menatap Kuntilanak dengan senyum bersahabat. Tidak ada tanda tanda keinginan untuk membuat keributan.

"Nak! Boleh kan aku panggil kamu Nak?" Suara Uyut Encrot terdengar begitu lembut dan bersahaja.

Kuntilanak merasa heran melihat sikap Uyut Encrot tersebut. Ia pun menatap mata Uyut Encrot penuh dengan selidik, karena ia takut ada bakwan di balik goreng pisang. Yang artinya tampang tak sesuai harapan.

Kuntilanak pun tersenyum dengan manis. Namun dalam hati berkata lain. "Hmm... Aku tidak akan terkecoh dengan sikap mu itu Uyut. Kau adalah maduku yang beracun"

"Nggak apa apa kan aku panggil kamu dengan Nak? Uyut Encrot mengulang kembali pertanyaannya.

"Jangan panggil aku Nak Tante. Namaku Kuntilanak... Kuntilanak!" Ujar Kuntilanak yang tanpa sadar telah menirukan nada bicara dari serial film kartun kesukaan Tuyul sebelum ia sakit.

Namun hal itu membuat Uyut Encrot sedikit jengkel. Ia sudah berusaha bersikap lembut, tapi Kuntilanak malah menyebutnya Tante.

"Sabar... sabar Uyut. kau harus sabar menghadapi sikap seorang istri tua"

Uyut Encrot berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri, ia masih terus memasang senyum termanisnya walau hatinya masih merasa sedikit dongkol.

"Kamu jangan sala paham dulu. Aku memanggil mu Nak, bukan berarti anak. Aku hanya mengambil tiga huruf dari belakangmu." Uyut Encrot menjelaskan.

"Tetap aja aku nggak suka!"

"Ya udah. kalau begitu aku panggil kamu Kunti aja" Ucap Uyut Encrot.

"Aku mau cerita sama kamu, agar kamu tidak salah paham sama aku karena mendahulukan mengobati Putra dibanding Tuyul, yang notabennya adalah anak ku juga setelah menikahi Pocong"

Kuntilanak menatap Uyut Encrot sejenak, kemudian ia kembali berpaling dan melihat Bu Bodong yang menuju ke dapur.

"Aku sudah tau alasan kamu nggak mau ngobati Tuyul, karena memang obatnya belum dapat. Tadi juga sudah dibahas kan? Jadi, untuk apa lagi kamu membahasnya!"

Di balik sebuah kamar. Tanpa mereka berdua sadari, Pocong sedang memperhatikan mereka berdua. Pocong tersenyum bahagia melihat mereka

"Sukur lah kedua istriku sudah akur. Sekarang tinggal istriku Dangdut, semoga dia bisa akur juga denga mereka" Gumam Pocong dan kembali masuk kedalam kamar untuk menghampiri Tuyul yang sedang berbaring.

Diruang tamu, Uyut Encrot menggenggam tangan Kuntilanak. Kuntilanak sontak terkejut, ia menatap dalam mata Uyut Encrot.

"Kamu pernah mencintai seseorang dengan begitu dalam?" Tanya Uyut Encrot.

"Pernah!" Kuntilanak menjawab dengan singkat.

"Begitu juga dengan aku. Aku dulu pernah mencintai seseorang yang bahkan aku sanggup mengorbankan apapun untuk dirinya. Dia adalah orang tuanya si Bodong, kakeknya si Putra. Namun kebersamaan kami begitu singkat. Waktu itu, aku baru meninggal dua hari. Aku kebingungan, tidak tau harus bagaimana dan kemana. Kemudian hantu pria itu bertemu denganku, dia memberi ku tempat hingga akhirnya kami tinggal bersama sampai waktunya tiba, ia di bawa ke langit dan tidak lagi gentayangan seperti kita!"

Uyut Encrot menyeka air matanya yang tidak keluar, rasa rindunya bercampur rasa sedih. Kuntilanak terharu, ia kemudian memegang bahu Uyut Encrot.

"Karena itu kamu ingin sekali menolong keluarga Bodong dan juga menyarankan agar kami berdamai dengan mereka?"

Cara bicara Kuntilanak tidak lagi ketus, tapi sudah berubah menjadi lembut. Uyut Encrot pun menjawab pertanyaan Kuntilanak dengan anggukan.

"Aku menghargai Cintamu itu. Dan aku pastikan, keluarga kecil Pocong tidak akan mengusik keluarga Bodong lagi" Ucap Kuntilanak memberi janji pada Uyut Encrot.

"Terima kasih Kunti"

Mereka berdua kemudian berpelukan.

"Kapan jatahku untuk bisa tinggal dengan Pocong?" Uyut Encrot bertanya dengan berbisik.

Kuntilanak langsung melepaskan pelukannya.

"Kamu masih menginginkannya? Bukan kah kamu tidak mencintai Pocong?"

"Aku memutuskan untuk membatalkan kontrak tersebut dan menjadi istri Bang Pocong sampai rohku ini menghilang!" Ujar Uyut Encrot dengan mantap.

Keduanya pun saling tatap.

"Aku harap kamu tidak ada masalah dengan keputusan aku ini?" Tanya Uyut Encrot kemudian.

Kuntilanak tersenyum. Baginya memang tidak ada masalah jika Uyut Encrot menghabiskan waktu bersama Pocong sebagai istrinya, toh mereka juga sudah sah menjadi suami istri didepan hukum dunia per-hantuan. Jadi tidak ada alasan bagi Kuntilanak untuk melarang mereka. Tapi satu hal yang membuat Kuntilanak merasa ragu, yaitu Cinta. Apakah Uyut Encrot ingin mengikat hubungan tersebut karena benar benar mencintai Pocong, atau hanya pelampiasan dari rasa sepinya.

"Kenapa kamu menatap ku seperti itu Kunti, apakah kamu keberatan dengan keputusanku itu?" Tanya Uyut Encrot penasaran, karena ia melihat tatapan mata Kuntilanak penuh dengan misteri.

Kuntilanak menggeleng.

"Bukan masalah aku setuju atau tidak. Tapi aku masih ragu dengan mu!" Ujar Kuntilanak.

Uyut Encrot menyipitkan matanya. "Ragu...! Maksudnya?"

"Terus terang aku sangat mencintai bang Pocong. Sama halnya seperti kamu, aku juga akan melakukan apapun untuknya, bahkan jika aku harus berbagi cinta dengan wanita lain!"

"Lalu...! Apa hubungannya dengan keraguanmu padaku?"

"Justru karena aku sangat mencintainya maka aku ragu padamu. Aku tidak ingin dia terluka karena hidup dengan seorang wanita yang selalu di bayang bayangi oleh masalalunya!"

Mereka berdua sejenak terdiam. Kuntilanak hanyut dengan pikirannya, begitu juga dengan Uyut Encrot yang sadar akan kebenaran ucapan Kuntilanak. Sejenak Uyut Encrot terlihat ragu, apakah dia benar benar mencintai Pocong sehingga ingin menjalin hubungan pernikahan untuk selamanya, atau hanya untuk mencari sebuah jalan agar terlepas dari masalalunya yang selalu menyiksa.

"Terlepas dia mencintaiku atau tidak, biarkanlah jika dia ingin menjalin pernikahan ini untuk selamanya. Aku tidak apa apa. Toh dia sudah banyak membantu kita"

Kuntilanak dan Uyut Encrot sontak terkejut dan menoleh kebelakang secara bersamaan, ketika mereka mendengar suara Pocong.

Pocong tersenyum dan melompat memutari sofa panjang untuk duduk ditengah tengah mereka.

"Abang nguling pembicaraan orang, itu tindakan kriminal loh!" Ucap Kuntilanak dengan wajah cemberut.

"Tindak kriminal bagaimana. Kalian itu istri istriku yang sah. Dan aku berhak untuk jika ingin menguping pembicaraan kalian. Tidak ada yang salah dengan hal itu!"

"Bang!"

Pocong tertawa kecil saat Uyut Encrot memanggilnya.

"Kok tertawa sih!" Wajah Uyut Encrot terlihat malu.

Entah apa yang dimalukannya.

"Nggak apa apa.! Kamu mau ngomong apa. Hmm?" Tanya Pocong dengan lembut, nada pertanyaannya penuh kasih sayang.

"Nggak jadi?" Uyut Encrot mengurungkan niatnya untuk bertanya.

"Tanya aja Encrot. Jika kamu malu bertanya karena keberadaan ku di sini. Aku akan pergi untuk memberi kalian ruang!" Ucap Kuntilanak yang merasa kalau sebenarnya Uyut Encrot merasa malu untuk mengutarakan niatnya karena keberadaan dirinya.

"Bukan... Kunti. Bukan begitu. Aku hanya merasa belum siap" Ucap Uyut Encrot, kemudian ia berdiri dan pamit pulang.

"Uyut!!. Lusa Bang Pocong akan menginap di rumah kamu dan akan melakukan kewajibannya sebagai seorang suami. Aku harap kamu berperilaku sebagai seorang Istri yang baik." Ujar Kuntilanak.

Uyut Encrot mengangguk dan tersenyum pada Kuntilanak. "Baik...! Terima kasih Kunti!"

Uyut Encrot pun pulang bersama dengan Sundel Bolong yang telah menunggunya di luar rumah.

"hmmm... begini rupanya punya istri banyak. Aku merasa seperi kue ulang tahun yang harus di bagi bagi!" Batin Pocong seraya menyandarkan punggungnya disandaran sofa.

1
Dede
andai ini november yang paling horor
lady daisy
lgi thorr....
lady daisy
kapan dong kuntilanak sama tuyul dijumpai oleh pocong...
White Snake
Bang Novelmu akan selalu aku kenang
Tyara Lantobelo Simal
Selamat jalan sob.. semoga amal ibadah mu di tempat Jannah....amin
Terakhir liat postingan engkau telah pergi 😭😭😭😭😭
Tyara Lantobelo Simal: Jo Doang
total 2 replies
Konglomerat Sejati
dipanggil papa pingsan si ocong🤣
Konglomerat Sejati
seru tor👻👻
Konglomerat Sejati
ngakak woi.🤣🤣
Senajudifa
kutukan cinta
mampir thor
Senajudifa
mw dipanggil gmnpun panggilannya tetap lucu...kutukan cinta hadir thor
Senajudifa
hai thor salken dr kutukan cinta y mampirlah jika betkenan
Santai Dyah
up dong thor
Santai Dyah
ayo up thor
Santai Dyah
lnjjut thor
Ahmad Chris Sevin
saran walaupun untuk lucuan tapi beri penjelasan kalau yg hantu/setan itu bukanlah Arwah melainkan dari Golongan Jin baik jin biasa atau Jin khorin.

yg biasa berperan menjadi hantu yg fenomenal seperti kunti pocong dllnya
🦊⃫⃟⃤Haryani_hiatGC𝕸y💞🎯™
weh.. pasti keliatan bokongnya
BANG Jo GANTENG🤭
ijin baca kak
Yen Lamour
Next bang 😊
Yen Lamour
Laku bgt sih 😂😂😂
Hai kak, aku mampir lg, msh dicicil bacanya, semangat terus ya kak💪
Salam dari silence 🤗
Yen Lamour
Ngakak sampe sakit perut🤣🤣🤣
Hai kak, aku mampir lagi nih kasih dukungan utk kakak. Masih di cicil dulu bacanya😊
Semangat terus ya💪salam dari silence🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!