NovelToon NovelToon
Cinta Bersemi Diujung Musim

Cinta Bersemi Diujung Musim

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:604.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitri Rahayu

Mengisahkan tentang seorang gadis bernama Fatimah yang biasa di panggil Fatim berasal dari keluarga yang cukup berada namun sangat tomboy dia anak semata wayang yang tak pernah menyukai laki - laki karena menganggap semua lelaki adalah sama seperti ayahnya yang menurutnya berengsek karena tega meninggalkannya dan ibunya sewaktu ia masih kecil.

Akankah semuanya berubah sejak ia mengenal sosok Abas lelaki sederhana murid pindahan yang sekarang sekelas dengannya.

Apakah Fatim akhirnya akan merasakan jatuh cinta dimasa SMA nya???
Siapakah lelaki yang dapat memenangkan hatinya??? ikuti kisah selanjutnya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitri Rahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MUHASABAH DIRI

Terimakasih Nak Fatim, akhirnya mimpi Bapak dan Ibu untuk punya rumah baru terwujud...."Sambil sujud syukur.

Fatim ikut tersenyum bahagia bisa mewujudkan mimpi kedua orangtua sahabatnya.

*Alhamdulillah ya Allah, turut senang Rasanya melihat mereka tersenyum, terimakasih Ya Allah, terimakasih Mama Nadya, semoga kita bisa menjadi orang yang selalu bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, aamiin, batin Fatim.*

Akhirnya setelah menyampaikan pesan Mama Nadya untuk keluarga Yati, sekarang Fatim permisi undur diri.

"Yati ... Bapak dan Ibu, hari sudah semakin sore, Fatim permisi pulang ya, soalnya kasihan Mama pasti udah nungguin dirumah," ucap Fatim lembut.

"Iya Fren, gue ngucapin terimakasih banyak ya telah membantu keluarga gue, besok akan gue kabari masalah kontrakan itu ...." Memeluk Fatim haru.

"Sama - sama Fren ...." Menepuk pundak Yati lembut.

"Assalamualaikum ...." Melambaikan tangan.

"Waalaikumussalam ...." Tersenyum sambil melambaikan tangan juga.

Kini Fatim telah meningglkan kediaman Yati, sebelum pulang Fatim menyempatkan diri untuk ke mampir lagi ke Cafe karena hari ini jadwal pengecekan pembukuan My Cafe bersama kak Wawan.

Tidak membutuhkan waktu yang lama, Fatim telah sampai di My Cafe, namun saat masuk kedalam Cafe mata Fatim tak senggaja menangkap sosok pemuda yang pernah menolongnya di Lembang.

*Bukannya itu cowok yang waktu itu ya, tapi gue lupa namanya siapa, tapi ngapain ya dia ada disini, mana pake baju aneh gitu, kayak mau sholat aja, ehmmm banyak lagi temannya, udah ah biarain aja, batin Fatim.*

Fatim segera berlalu masuk keruang kak Wawan, tanpa menghiraukan Abas bersama rombongannya yang lagi mampir untuk makan setelah mengisi pengajian di Masjid sekitaran Cafe.

"Tok ... tok ... Kak! Ini Fatim! Apa boleh gue masuk?" Sambil masuk keruangan Wawan.

"Kok sepi sih, kakak Wawan kemana ya?"

Karena tidak menemukan kak Wawan di ruang kantor My Cafe akhirnya Fatim memutuskan untuk keluar dan hendak pulang saja, karena masih ada tugas sekolah yang harus diselesaikannya yaitu pelajaran Bahasa Indonesia yang tadi dikasih ibu Silvi saat sebelum meninggalkan kelas yang harus dikumpul besok jam tujuh pagi.

Karena sedang tidak konsentrasi Fatim berjalan asal saja keluar dari kantor My Cafe dan tidak sengaja menabrak seseorang.

"Brukk ...."

"Auww .... " Ucap seseorang yang Fatim tabrak.

"Sory ... sory ... gue nggak sengaja, maaf ya .... "

Berangkat dari jatuhnya Fatim mengulurkan tangannya untuk membantu seseorang yang tadi terjatuh.

Seseorang yang jatuhpun menyambut uluran tangan Fatim karena ia belum melihat siapa yang membantunya.

Saat akan bangun dan keduanya saling bertatapan, dengan reflek Fatim dan orang itu saling melepaskan tangannya dan keduanya kembali jatuh.

"Bukhh .... "

"Akhh .... " Erang keduanya .

"Eloee ...! Menunjuk seseorang itu.

"Kamu ...! Kok bisa?"

"Loe kok bisa disini sih bukannya loe tadi makan disana?" Menunjuk meja diruang cafe.

"Iya aku tadi izin ke toilet, tahu - tahu aja kamu nabrak keluar dari pintu itu ...." Menunjuk kantor cafe.

"Iya deh maaf gue nggak konsen soalnya, maaf ya ...." Menyodorkan tangannya.

"Iya aku maafin ...." Menangkupkan tangan didepan dadanya.

"Eh ... anu ...." Menarik tangannya karena dia nggurin dan ikut menangkupkan tangannya didepan dada.

"Maaf gue lupa loe nggak mau salaman ...." Tersenyum.

*Astagfirullah, ya Allah jantungku, semoga gadis ini nggak dengar kuatnya detak jantungku, aku merasa ingin segera cepat tamat sekolah agar bisa menghalalkan gadis ini, ya Allah semoga saja berjodoh ya bidadari syurgaku, aamiin, batin Abas.*

"Kamu ngapain disini? Kerja?" Atau lagi berkunjung juga?" Tanya Abas.

"Eh iya gue kerja dimari tadi keluar dari ruangan bos, mau bahas masalah laporan keuangan ini Cafe ...."

"Oh ...." Segera berangkat dari posisi jatuhnya, dan membenarkan baju kokonya.

*Nih cowok aneh deh, nggak mau salaman, tapi tadi sempet pegangan tangan bentar, tangannya halus, lembut, nggak pernah kerja kayaknya nih anak, wajahnya enak dipandang teduhhh rasanya hati, nggak bikin marah, tapi dianya yang marah kalau gue lihat wajahnya kelamaan, he ... he ... dasar cowok aneh, batin Fatim.*

Fatimpun sudah berangkat dari posisi jatuhnya, karena ia memakai baju Yati yang memang agak pas dibadannya membuat bagian bahu bajunya sobek karena terjatuh tadi sedikit nyangkut diujung meja kasir.

"Kamu nggak apa - apa kan?" Tanya Abas.

" Eh iya nggak apa - apa kok, gue baik - baik saja ...." Ucap Fatim Grogi.

*Ih kok gue grogi sih,batin Fatim.*

"Sepertinya baju kamu sobek deh ...." Menunjuk bahu Fatim.

"Eh iya ...." Tersenyum sambil memegang bahunya.

Dengan reflek Abas membuka syalnya dan memakaikannya pada Fatim.

"Nih pakai saja buat menutupi baju kamu yang sobek ...." Melepaskan syalnya dan memakainya ke bahu Fati.

Fatim terdiam, seumur hidupnya baru Abaslah pria yang memperlakukannya seperti ini, dan ia membayangkan jika yang seharusnya melindunginya adalah seorang ayah, sosok yang sebenarnya sangat dirindukan seorang Fatim meskipun ia membenci sosok ayah yang telah membuat hidup ibunya tersiksa.

Tak terasa bulir bening mengalir dari sudut matanya, air mata haru atas perlakuan Abas.

"Ya Allah, mengapa hatiku sakit melihat air mata itu jatuh disudut matanya, apa yang terjadi pada bidadari syurgaku? Mengapa dia diam terpaku? Apa yang sebenarnya yang kau sembunyikan bidadariku? Batin Abas ikut sedih.*

"Fatim ...!

"Kamu baik - baik saja kan?" Atau kamu lagi ada masalah?"

"Ah ... Maaf ...." Menghapus air matanya dengan kasar.

"Gue nggak apa - apa kok, permisi ...." Segera berlari keluar Cafe.

Abas diam mematung melihat kepergian Fatim yang tiba - tiba, padahal dalam benaknya ia masih ingin mengobrol dengan Fatim, banyak yang ingin dia tanyakan.

*Mengapa gadis ini terasa sangat tidak asing bagiku, tapi dimana aku mengenalnya? Apa kami pernah bertemu ya tapi kapan, yang aku ingat hanya bertemu saat dia mengalami pecah ban saja waktu itu, batin Abas.

Fatim segera menyeka air matanya, lama dia berdiri memandang Abas dari kejauhan.

*Mengapa gue merasa nyaman saat berada didekatnya, mengapa gue merasa ada getaran aneh saat menatapnya wajah yang teduh ... wajah teduh itu serasa milik seseorang yang dulu sering melindungi gue waktu masih kecil ... kak Pop, kenapa tiba - tiba gue merindukan sosok kak Pop, batin Fatim.*

Setelah merasa tenang kini Fatim memilih pulang, namun sebelumnya ia segera meminta salah seorang pegawai Cafenya untuk membungkus makanan yang akan dia bawa ke bawah jembatan karena searah dengan jalan pulangnya, kalau untuk panti mungkin besok saja karena ini sudah terlalu malam buat Fatim.

Sambil menunggu pesananya, Fatim duduk diatas motor sportnya. Dia tidak menyadari rombongan Abas sudah keluar Cafe dan sekarang sedang diparkiran.

Dari jarak yang tidak terlaku jauh Abas dapat melihat Fatim diatas motor sportnya.

"Akhi ...sedang melihat apa?" Tanya salah seorang santri yang juga ikut rombongan, yang melihat Abas melihat ke arah seorang gadis yang duduk diatas motor sport.

"Eh ... aku sedang melihat gadis itu ...." Menunjuk kearah Fatim.

"Loh itu bukannya bidadari yang kita lihat waktu itu, benar Akhi Abas?" Tanya Akhi Basyit.

" Iya ...." Jawab Abas singkat.

"Akhi mau kita ikuti gadis itu?"

"Jika kalian tidak keberatan iya, ini sudah malam soalnya, nggak bagus juga anak gadis pulang sendiri ...." Ucap Abas khawatir.

"Baiklah kita ikuti gadis itu sampai dia bisa mencapai tempat yang ramai ...." Ucap Akhi Fajar kali ini.

Setelah menerima banyak bungkusan makanan Fatim segera menaiki motornya dan mulai melaju.

Melihat Fatim mulai bergerak rombonganpun mengikuti Fatim, dan tak lama kemudian.

"Akhi Abas coba lihat, kenapa gadis itu sengaja menuju kearah yang sepi?" Menunjuk arah bawah jembatan.

"Saya juga tidak tahu, kita ikuti saja takutnya dia dalam bahaya ...." Menatap lurus kedepan.

Melihat Fatim mulai menepi, kendaraan Abaspun ikut menepi dari jauh.

"Lihat !" Teriak Akhi Fajar dan Akhi Basyit bersamaan.

Semua melihat kearah Fatim karena banyak preman yang mulai mendekati begitu juga dengan anak - anak jalanan. Dan mereka terkejut mendapati pemandangan yang sangat langka. Dari kejauhan mereka masih dapat mendengar percakapan Fatim dengan para preman itu.

"Assalamualaikum semuanya ...."

"Waalaikumussalam dek Fatim ...." Jawab kak Jo dan Jefry.

"Hei adek - adek kakak semuanya ayo sini, nih buat kalian.." Sambil memeluk anak - anak jalanan itu.

Fatim tampak asyik mengobrol dengan mereka, tertawa bersama dengan orang - orang jalanan yang sering dipandang sebelah mata oleh orang - orang.

"Dek ini uang hasil bengkel bulan ini, lumayan banyak ...." Ucap Jefri menyerahkan amplop coklat pada Fatim.

Fatim menerimanya dan memberikan kembali penghasilan itu untuk gaji semua preman yang kerja dibengkelnya, dan juga untuk biaya sekolah adek - adek jalanan itu serta untuk operasional bengkel. Barulah sisanya untuk panti serta ditabung untuk keperluan anggota bengkelnya, dan semua dipercayakan Fatim pada Jo dan Jefri.

"Nih kak Jef kelola aja seperti biasanya ya, untuk gaji, sekolah adek - adek, untuk operasional bengkel, sisanya nanti baru untuk panti dan tabung ...." Menyerahkan kembali amplop yang tadi diterimanya.

"Terimakasih banyak dek Fatim, semoga adek selalu sehat dan dilindungi Allah ...." Ucap Jefri haru.

"Aamiiin terimakasih doanya kak Jef ...."

"Oke semuanya kakak pamit ya, da.. da.. Assalamualaikum ...." Melambaikan tangan.

"Da ... Da ... kak Waalaikumussalam, hati - hati ..." Teriak adek - adek jalanan itu dengan senyum mengembang.

Tak terasa air mata para santri yang tadi mengikuti Fatim berderai.

"Ya Allah sungguh mulia hati bidadari syurgaku ...." Ucap Abas haru.

"Aku malu, merasa selama ini aku sudah cukup baik dan mulia, hari ini aku menyaksinkan betapa aku tidak ada apa - apanya dibandingan gadismu itu Abas, perbuatannya sungguh sangat mulia, aku saja sedekah masih pandang bulu ...." Akhi Basyit menangis.

"Aku juga malu tadinya sempat suudzon pada gadis itu ternyata semua yang dia lakukan sangat luar biasa ...."Menyeka air matanya.

Asyik dengan bermuhasabah diri mereka melupakan Fatim sesaat, dan saat sadar mereka telah kehilangan bidadari syurga itu.

"Hei ... kemana gadis itu ...?" Ucap Akhi Fajar yang baru sadar.

"Iya dia sudah menghilang dikegelapan malam, semoga Allah melindunginya dimanapun dia berada.." Ucap Abas sedih merasa kehilangan Fatim.

"Aamiin ...." Ucap semua jamaah.

Bersambung....

Terimakasih ya sudah membaca karyaku ,jika suka tinggalkan jejakmu berupa like dan komen karena itu sangat berarti untuk Author, semoga readers lovers sehat dan bahagia selalu.

Jangan lupa Mampir juga ke Karyaku Nyanyian Takdir Aisyah dan novel favoritku Arsitek Cantik juga Cinta Untuk Dokter Nisa. Aku tunggu ya 😍

1
Andi Fitri
bagus banget karya kmu Thor..tpi ko udh ga ada up nya
Bu Fit: insyaaAllah ini mau segera dilanjut setelah lama hiatus. maaf membuat kalian menunggu
total 1 replies
Andi Fitri
Yati tiap lht cowok ganteng lgsg jatuh kecentilan..😁
Andi Fitri
pak dokter alasan aja anggap adek padahal lain di bibir lain di hati
Andi Fitri
pak dokter jgn terlalu pede fatim tdk suka sama laki2 yg terlalu pede Krn dia sudah jdi calon istri lelaki Sholeh..
Andi Fitri
pasti putra atau gladis...
Andi Fitri
lah pak Komar pamer anakx hafalan 30 jus tau agama tpi ko maksa..tau agama tdk suka pamer dan memaksakan kehendak..🤭
Andi Fitri
sdh aku duga pelakunya putra sengaja dia rusak motor agar bisa mengajak Fatim di mobilnya..
Andi Fitri
ya Rabb msh ada kh manusia tulus seperti Nadya dan fatim di dunia nyata..
Andi Fitri
gladis baru jdi anak kepsek aja udh belagu blm tau siapa fatim..
Andi Fitri
author bikin air mata meluncur dgn sendirinya..😭😭
Andi Fitri
Yati jgn terlalu pede jual mahal dikit sm cowok dong..
Andi Fitri
karya2 author mmg sllu bikin hati tertampar tpi bikin adem dgn pesan2 agamanya ..👍👍👍
Andi Fitri
karya author memang sllu bikin terharu dan byk pelajaran yg bisa kita ambil..👍👍👍
Nata
thor saya SDH nunggu hampir 2 tahunan lohhh....

semangat Thor,, sehat selalu
Bu Fit: insyaaAllah aku udah kembali, izin melanjutkan kisah yang terlerai
total 1 replies
Ila Lain
kapan dilanjutin Thor???
Qina Zahra
jangan lama thor aq suka banget segera temukan lagi abas ma fatim
Agus Rachmad Riduwan
moga tetap semangat berkarya
Rasni 01
mampir kesini Krn rekomendasi dr KK fit.(cinta untuk dokter nisa)
maura shi
layangan putus nih
Hidayati Rizkia
up tiap hari dong......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!