Persahabatan yang sudah terjalin selama 20 tahun antara Moetia dan Manda diambang kehancuran karena kehadiran seorang pria bernama Bagas.
Manda yang sudah mencintai Bagas sejak kuliah tidak mengetahui jika Bagas adalah atasan Moetia di kantor nya.
Dan saat Moetia mulai jatuh hati pada Bagas, dia baru tahu bahwa sahabatnya juga mencintainya
Lalu siapakah yang dicintai Bagas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kecurigaan Chairul
Moetia jadi semakin salah tingkah
' Benarkah hanya aku yang tahu apartemen Bagas? tapi kenapa disana sangat rapi? ' tanya Moetia dalam hati
Beruntung saat Chairul bertanya sekali lagi, dokter tiba-tiba keluar dari ruang ICU dan memanggilnya.
" Pak Chairul " panggil dokter Yudi
Chairul bergegas menghampirinya dokter Yudi bersama Bagas dan Roni.
" Bagaimana kondisi Belinda? " tanya Chairul
" Sudah membaik, dia hanya terlalu memikirkan suatu hal dan membuat kondisinya drop, baiklah dia sudah sadar kalian sudah bisa menemuinya setelah dipindahkan ke ruang rawat " ucap Yudi lalu pergi
Chairul dan Roni masuk ke dalam ruangan untuk melihat kondisi Belinda.
Sementara Bagas malah menarik Moetia ke ruangan sebelahnya yang kosong.
" Bagas, kenapa kita malah kesini? ibu mu di sebelah " seru Moetia
Bagas mendorong Moetia hingga tubuh Moetia bersandar di salah satu dinding ruangan.
" Kamu tadi panggil aku apa? " tanya Bagas tidak suka
" Bagas " jawab Moetia cepat
" Sebelumnya? " lanjut Bagas
Moetia menelan saliva nya sendiri dengan susah payah.
Tatapan Bagas sudah tidak bisa dia artikan.
" Maaf, tapi aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya kan? ibu mu saja sampai sakit memikirkan mu " terang Moetia
" Lalu apa kamu pikir bisa membohongi ayah ku? " seru Bagas
" Aku tidak berniat melakukan itu, tapi apakah yang di katakan ayah mu itu benar? mereka bahkan tidak kamu beritahu tentang apartemen itu? " tanya Moetia
Bagas mengelus lembut pipi Moetia
" Itu tempat ku menenangkan diri, jika mereka tahu mereka akan mengganggu ku " jelas Bagas
" Benarkah? lalu siapa saja yang pernah datang kesana? " tanya Moetia menyelidiki
" Tidak ada yang lain, hanya kamu " ucap Bagas lembut
Hati Moetia berbunga-bunga saat mendengar jawaban Bagas.
Dia mengulas senyum di wajahnya.
Bagas ikut tersenyum
" Kenapa? kamu senang mendengar hanya kamu yang tahu? " tanya Bagas
Moetia mengangguk perlahan
" Iya, sangat senang " sahut nya
Mereka berdua saling menatap satu sama lain.
Bagas merasa dada nya berdesir setiap kali menatap mata Moetia.
Dia selalu ingin mencurahkan seluruh perasaan dan rasa cinta nya.
Bagas meraih tengkuk Moetia dan mencium mesra bibir nya.
" Aku mencintaimu Moetia " sela Bagas
Moetia merasa jantungnya berdetak sangat cepat.
Bagas selalu membuatnya tak berdaya tapi tak bisa juga untuk menolak nya.
Bagas menjauh sejenak untuk memandang wajah Moetia yang sudah merah merona, lalu kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Moetia yang masih basah.
Moetia mencengkram erat punggung Bagas ketika Bagas mulai menyesap bibir nya.
Moetia mendorong Bagas pelan
" Hentikan, sudah cukup " seru Moetia
Bagas tersenyum
" Baiklah, tapi aku belum mendengar balasan dari pernyataan cinta ku " seru Bagas
Moetia masih mengatur nafasnya
" Haruskah aku mengatakan nya? apa kamu tidak tahu? " tanya Moetia
" Katakan, atau aku akan menyerang mu lagi " kekeh Bagas
Moetia menggeleng kan kepalanya berkali-kali dengan cepat
" Tidak, sudah cukup. Apa kamu mau membuatku pingsan? " protes Moetia
Bagas makin terkekeh
" Sayang tidak pernah aku dengar ada yang celaka hanya karena berciuman, alasan mu terlalu ambigu " sahut Bagas
Moetia pun hanya bisa berdecak kesal sambil merapikan rambutnya.
" Aku mencintaimu " jawab Moetia pelan
" Sayang, apa aku memintamu berbisik. Aku tidak mendengarnya ! " protes Bagas
Moetia mendekatkan wajahnya ke telinga Bagas.
" Aku mencintaimu " bisik Moetia lalu mengecup pipi Bagas sekilas.
Bagas tersenyum senang karena apa yang dilakukan oleh Moetia.
Moetia lalu bergegas melangkahkan kakinya dengan sangat cepat ke luar dari ruangan itu.
Dan betapa terkejutnya saat Moetia keluar ternyata dia sudah melihat Manda dan Malika berada di luar ruangan bersama Chairul.
Moetia merasa bingung harus bagaimana? dia tidak bisa membiarkan Manda melihat dia dan Bagas keluar dari ruangan yang sama.
Moetia sengaja memanggil Manda dengan suara yang tinggi agar Bagas mengetahuinya.
" Manda " teriak Moetia
Bagas yang tadinya sudah memegang handle pintu pun menyadari apa yang di isyaratkan oleh Moetia.
Bagas ingin sekali keluar agar semua orang tahu hubungannya dengan Moetia, tapi di urungkan nya karena tak ingin Moetia marah padanya dan membencinya.
Bagas hanya bisa mundur dan menjauh dari pintu.
Bagas memilih untuk duduk di salah satu kursi ruangan itu dan menunggu.
Sementara itu Manda yang mendengar teriakan Moetia pun berlari menghampiri Moetia dan memeluknya.
" Moetia, kamu ada disini " seru Manda senang
" Iya, kapan kamu sampai? " tanya Moetia
" Baru saja dan langsung kemari " jawab Manda
" Bagaimana kondisi mu? " tanya Moetia lagi
" Seperti yang kamu lihat, aku sangat sehat dan cantik tentunya " ucap Manda sambil memutar tubuhnya di depan Moetia
Mereka berdua lalu menghampiri Malika dan Chairul.
" Kalian saling kenal? " tanya Chairul
" Iya, om. Ini Moetia sahabat ku dari kecil " jawab Manda tersenyum sangat senang
" Iya mas, Moetia yang sudah berhasil membujuk Bagas agar mau menjenguk Manda waktu dia koma " sambung Malika
Moetia hanya tersenyum kikuk saat Chairul melihatnya dengan tatapan seperti ingin menginterogasi atau semacam itulah.
Setelah Belinda di pindahkan ke ruang rawat. Mereka berempat pergi ke ruangan rawat Belinda.
Moetia mengirim pesan pada Bagas di mana ruangan Belinda.
Bagas pun masuk ke ruangan Belinda.
Melihat Bagas, Manda sangat senang dan mendekatinya
" Hai Bagas, kamu darimana? " tanya Manda
" Dari toilet " jawab Bagas cuek dan melewati Manda begitu saja
Manda hanya bisa menghela nafas nya karena Bagas lagi-lagi mengabaikan nya.
Manda lalu mendekat ke Moetia, dan Moetia menyenggol bahu nya dan tersenyum padanya untuk menghiburnya.
Chairul menoleh sekilas pada Moetia, dia melihat Moetia sepertinya sedih melihat perlakuan Bagas pada Manda.
" Bagaimana kondisi ibu? " tanya Bagas sambil duduk di sebelah ranjang Belinda
Belinda memukul lengan Bagas
" Seperti mau mu kan, apa susahnya sekedar menelpon dan memberi kabar Bagas? " kesal Belinda
" Maaf Bu, Bagas sibuk! " jawab Bagas santai
" Setidaknya jika tidak pulang ke rumah bisakah jika meluangkan waktu sepuluh menit saja untuk menelpon? " protes Belinda
" Sabar mbak, Bagas kan sudah minta maaf " ucap Malika lembut sambil mengusap lengan Belinda
" Gak bisa gitu Malika, takut nya nanti kalau dia sudah menikah dan masih seperti ini kan kasian istrinya kesepian! " keluh Belinda
Manda tersipu karena Belinda melihat ke arahnya, sementara Bagas malah berdecak kesal mendengar ucapan Belinda.
Sementara Chairul memperhatikan Bagas yang lebih banyak melirik ke Moetia daripada ke Manda.
Moetia bisa merasakan bahwa dia dan Bagas dari tadi di perhatikan oleh Chairul.
Moetia memutuskan untuk pergi saja dari sana.
" Tante, om semuanya. Moetia pamit dulu ya " ucap Moetia ramah
Belinda tersenyum dan merentangkan kedua tangannya pada Moetia.
Moetia pun menghampiri Belinda dan memeluk nya.
" Terimakasih sudah membawa anak nakal ini kemari " ucap Belinda
" Bu, Bagas bukan anak-anak lagi... " protes Bagas
" Diam " seru Belinda memukul lengan Bagas
Moetia lalu keluar di antarkan oleh Manda
" Kamu dan Tante Malika menginap di rumah kan? " tanya Moetia
Manda mengangguk
" Iya, sebelum datang aku sudah menghubungi Tante Soraya, kamu hati-hati di jalan ya " ucap Manda dengan ekspresi wajah yang sedih
" Ada apa? " tanya Moetia cemas
" Menurut mu apa aku sudah tidak menarik? " tanya Manda
" Kenapa bicara seperti itu? bukannya banyak sekali pria tampan yang mengejar mu" balas Moetia
" Aku tidak ingin mereka Moetia, aku hanya mau Bagas " seru Manda yang sudah berkaca-kaca
Moetia memeluk Manda yang sudah menangis dan mengelus punggung nya.
" Bersabarlah, berusahalah mendapatkan cintanya, kamu pasti bisa " ucap Moetia menenangkan Manda
" Kamu akan membantu ku kan? " tanya Manda penuh harap sambil menghapus air matanya
Moetia hanya bisa tersenyum getir dan menganggukkan kepalanya.
...★★★★★★★...
Jangan lupa tinggalkan jejak like, komentar dan favorit nya ya....
Think u ❤️❤️❤️
Smga jg bagus sprti ke 3 novel yg sdh ak baca 😊
♥️
⭐⭐⭐⭐⭐