NovelToon NovelToon
Mutiara Hati

Mutiara Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:10.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mitha Rhaycha

Nidia seorang gadis yg cerdas dan mudah bergaul yang hidup disebuah kota kecil. dia juga ramah dan perhatian terhadap orang-orang yang ada disekitarnya. meski kecantikannya dianggap rata-rata, tp dia banyak disukai karena kepribadiannya.
suatu ketika, dia memilih meninggalkan kampung halaman karena pria yang bertunangan dengannya selama setahun, menghamili temannya sendiri.
orang tua Sopian tunangannya itu, memaksa Sopian untuk tetap menikahi Nidia dan hanya memberikan biaya saja kepada anak yg dikandung Sopian dr wanita lain. tapi Nidia menolak. dia tidak mau menikah lagi dengan pria yg nyata-nyata tidak setia bahkan sebelum menikah.
kisah hidupnya dimulai saat dikota besar, meski dia hanya berharap mampu menjalani hidup yang sederhana tp segalanya terasa menjadi rumit.
mulai dari pertemuannya dengan Bu Saraswati dan Putranya Haikal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mitha Rhaycha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehangatan Kata di tengah Malam 2

Nidia baru saja berjalan melewati ruang keluarga saat mendengar bunyi dari telpon rumah. keningnya berkerut siapa yang menelpon rumah disaat seperti ini? batinnya. dia mendekati telpon tapi belum mengangkatnya.

jika hanya bunyi sekali berarti orang iseng nidia menunggu apa masih ada panggilan lagi.

tuut....tuut

berbunyi untuk yang kedua kali. Nidia tiba-tiba teringat pada Haikal. apa yang menelpon pak haikal? tapi... bukankah dia bisa menelpon dengan ponsel? kenapa harus pakai telpon rumah? Nidia masih melamun hingga panggilan yang kedua pun lewat. dia hendak kembali ke kamar nya saat bunyi telpon yang ketiga kalinya.

di angkat.. ini pasti telpon penting, jika tidak. maka sipenelpon tidak akan mengulanginya berkali-kali.

"Hallo, Assalamu'alaikum" sapa Nidia dengan ramah.

"wa'alaikumsalam.."jawab suara berat diseberang. lho ini beneran pak haikal batin Nidia terkejut "mengapa belum tidur?"tanya Haikal terdengar datar.

"saya baru dari kamar Bu Saraswati"jawab Nidia agak gugup. Apakah dia curiga kalau aku berkeliaran dirumahnya saat tengah malam? pikir Nidia agak ngeri

"kenapa dengan mama? apa sesuatu terjadi?"tanya Haikal khawatir

"bukan.. bukan seperti itu. mama baik-baik saja.. saya hanya memeriksa apa mama butuh sesuatu "Nidia mengibaskan tangannya dengan cepat sambil bicara. tapi dia segera menurunkan tangannya setelah sadar bahwa Haikal bukan sedang berada dihadapannya. "malam minggu seperti ini, hanya ada saya dan mama dirumah, jadi biasanya saya akan mengecek keadaannya saat terbangun" Nidia berusaha menjelaskan dengan ringan.dia berusaha, setidaknya Haikal tidak akan salah paham padanya dan berfikir kalau dia sedang berkeliaran dirumahnya pada tengah malam.

"apa kamu selalu melakukan hal ini?"pertanyaan Haikal terdengar diselingi dengan nada tidak senang. jantung Nidia berdebar apa aku melakukan kesalahan? pikirnya

"maksud bapak?"tanya Nidia dengan was-was

"berapa kali ku katakan, jangan memanggil dengan embel-embel bapak didepan namaku"haaiisss... mengapa dia terdengar lebih marah? perasaan Nidia makin tak enak.

"i... iyaa.. maaf"Nidia meringis, lihatlah... dia dimarahi atasan sekarang.

"sekarang, katakan dengan jelas kepadaku, setiap malam, apakah kamu selalu seperti ini? tidak tidur nyenyak karena selalu memeriksa kondisi ibuku?"pertanyaan tegas Haikal dengan nada marah sejak tadi membuat nyali Nidia serasa menciut.

"tidak selalu. kalau aku ketiduran biasanya nggak sempat lagi mengecek kondisi mama. tapi kalau malam minggu, aku berusaha agar dapat memeriksanya sesering mungkin."ujarnya menjelaskan setelah mengisi paru-parunya yang terasa sesak terlebih dahulu. bagaimanapun, percakapan dengan Haikal malam ini, membuat jantungnya berpacu dua kali lebih cepat."karena malam minggu tidak ada bik sumi dan bis Asni dirumah "tambahnya setelah hening sesaat.

"hallo.."sapa Nidia setelah ditunggu tak ada respon dari Haikal. apakah dia sudah menutup telponnya? batin Nidia

"apa kamu merasa berat merawat ibuku?"Nidia terdiam mendengar pertanyaan Haikal, apakah dia marah? tapi karena apa?"aku akan mencari perawat baru untuk membantumu"

"tidak.. tidak perlu, ini sama sekali tidak berat seperti yang kamu bayangkan "sela Nidia cepat. bagaimana dia bisa menambah beban Haikal dengan mempekerjakan lagi perawat yang lain?" lagi pula aku melakukan ini dengan senang hati, tak ada hubungannya dengan pekerjaan."Bu Saraswati sangat baik padaku. apa yang aku lakukan untuknya tak pernah sebanding dengan kasih sayangnya padaku"

"baiklah.. tapi jika nanti kamu merasa lelah.. beritahu aku" desah Haikal. Nidia mengangguk setuju, tapi lagi-lagi dia sadar saat ini mereka tidak saling berhadapan.

"iyaa.. jangan khawatir, aku pasti akan mengatakannya padamu"jawab Nidia dengan lembut. tidak ada lagi suara diseberang. Nidia ingin mengatakan sesuatu untuk mencairkan suasana, tapi dia tidak tau apa yang mesti dikatakan.

"Bagaimana keadaanmu?"pertanyaan Haikal yang memecah kebisuan setelah sekian lama terasa dalam terdengar ditelinga Nidia. begitu lembut dan menenangkan membuat jantungnya berdebar.

"Alhamdulillah.. keadaanku sangat baik"jawab Nidia berusaha agar nada suara nya tidak berubah.

"Tidurlah... ini sudah hampir subuh"lagi-lagi suara itu terdengar lembut. *apakah aku sedang berhalusinasi?

"hmm*.. kamu juga tidurlah"jawab Nidia sambil tersenyum

"hmm.."haikalpun hanya bergumam

"aku tutup telponnya?"tanya Nidia

"iyaa"

"Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikumsalam"Nidia meletakkan gagang telpon di tempat nya semula. lama dia mematung disana dengan perasaan campur aduk. apakah dia sedang bermimpi? Nidia menarik nafas panjang dan menghempaskannya keluar. ternyata bangun ditengah malam ada manfaatnya juga. buktinya dia bahkan sempat ngobrol akrab dengan haikal seakan-akan mereka adalah teman dekat.

tunggu... bukankah Pak Haikal sekarang ada dikota B? bukankah dia pergi untuk ulangtahun kantor sekalian bertemu dengan Bela? wanita yang sangat dicintainya?. apakah ini efek bertemu orang tersayang sehingga suasana hatinya membaik?. ahh Nidia, sadarlah... sikap baiknya kali ini karena dia bertemu dengan wanita itu. mana mungkin pria sedingin Haikal dapat jadi penuh perhatian padanya tanpa sebab?

Bergelut dengan pikirannya sendiri, Nidia mengalah dan memilih kembali kekamar untuk melanjutkan tidur malamnya.

****

1
R7L0v3
👍
anita dyah
keren...sy baca dg serius bab pernikahan scr adat ini..sambil nebak² ini daerah mana sih??
Stlh baca komen²ny, baru tau klo ini adat Sulawesi Utara.
Thor, sedikit saran..utk nama kota/lokasi tdk perlu lah ditulis inisial kota A, daerah B dst...lebih baik ditulis lgsg dg jelas...agar kita sbg pembaca lebih paham..😄😄😄😄
rinny
karya ya luar biasa, walau sudah baca beberapa kali tetap tidak bosan aka ceritanya
TongTji Tea
ya apapun itu kalo benar ,Bapak nya Nidia itu Dajjal .sudah hamilin 2 orang wanita .Lalu seenaknya pergi begitu saja
TongTji Tea
ko jadi begini ya ceritanya? Dari awal ceritanya logis banget,plot nya,intrik nya ,walau lambat tapi masi mengalir ..lha kok tiba2 ...
rahel
Lumayan
Niar Zahniar
semangat brkarya
Memyr 67
ternyata banyak ular betina, di novel ini
Memyr 67
menurut bu saraswati, bela menabrak reyfan sampai reyfan mati. kenapa tidak ada tuntutan untuk bela?
Memyr 67
bela beneran tidak bisa hidup tanpa haikal? atau tanpa hartanya haikal?
Memyr 67
safira sebagai adik cerdas, analisanya tajam, kok kakaknya ceroboh, ngomong nggak liat kondisi
Memyr 67
hiks nyesek
Memyr 67
dah cocok haikal ma nidia. sama sama overthinking ke masinh masing.
Memyr 67
kok aq curiga kalau sopian dijebak teman wanitanya? teman wanitanya yg mungkin sudah hamil, tapi ingin menikmati rumahtangga dengan kekayaan sopian. kekayaan yg dianggapnya bisa mrmbahagiakan dia dan anaknya.
Divi Bilqis
bagus ceritanya
Fardiana Hamsah
Luar biasa
Fita Alfiany
airmata keluar sendiri pas baca proses nadia melahirkan....
masya Allaah....
orang baik maka akan d mudahkan oleh Allaah......
makasi umi.......
jd ingat cerita2 yg dikau buat dulu saat masih SMK.... menjadi penggemar setia yg selalu menunggu kelanjutan kisah dari novel yg d tulis d catatan buku akuntansi mu....
sayang dlu tidak seperti sekarang ya.../Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mitha Rhaycha: Iya, sekarang sdh lebih banyak peluang untuk menulis, sayang kesibukan membuat jadi jarang buka aplikasi ini lagi😇😇
total 2 replies
Fita Alfiany
keren...
syh 03
Luar biasa
Dewa Hang Kang
sweet 🥰😚
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!