Seorang gadis desa yang di Carikan jodoh oleh sang kakek,badan yang semakin lelah dan umur yang kian bertambah usia,membuat sang kakek mencari kan sang cucu jodoh,agar ada yang menemani cucu nya yang tidak punya siapa - siapa lagi,di saat kakek nanti sudah tiada. dan di pertemukan dengan 2 Pria kakak beradik yang sangat berbeda sikap nya membuat Reina sangat binggung saat di suruh oleh sahabat kakek nya memilih siapa yang akan Reina pilih sebagai suami.
hari - hari Reina di mulai di rumah itu untuk mengenal sebelum ia menjatuhkan pilihan.
Menurut kalian siapa yang akan di pilih Reina?,Yuk di simak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34 - Hari Pernikahan
Hari Pernikahan pun tiba.
Reina sedang bersiap - siap dan sedang di dandani oleh MUA di kamar nya di temani sang sahabat yang juga sudah datang sejak kemarin.
"Akhirnya kau akan menikah Ra,bentar lagi benar - benar jadi ratu,seperti yang kau mimpi kan.", Ucap Salsa saat MUA selesai mendandani Reina dan keluar dari kamar itu.
"Sal,jangan bikin malu dech." Ucap Reina malu ketika mengingat Salsa tahu apa yang menjadi mimpi nya.
Salsa pun tersenyum mendengar Sahabat nya yang terlihat malu.
.
.
.
.
.
Di Tempat Acara,semua para tamu sudah mulai berdatangan untuk menyaksikan Sang pengantin memasuki Altar pernikahan.
Gilang dengan Jas putih memasuki Tempat pernikahan dengan Reina yang berjalan sembari mengandeng Tangan Gilang.
Para tamu bertemu tangan menyambut kedatangan sang pengantin di iringi musik yang sangat indah membuat suasana tambah meriah.
Meski begitu ramai orang dan kebisingan terdengar di telinga Reina,Namun meski begitu,hati Reina terasa sunyi dan kosong,ketika ia akan memulai hidup baru,seperti ada yang hilang di dalam hidup nya yang sebelum nya.
Mata Reina tiba - tiba terfokus pada satu sosok pria yang tak lain adalah Elang,sedang memandangi nya dengan Gilang berjalan di karpet merah.
Sumpah pernikahan pun di mulai.
Sesekali Reina mengambil nafas dan membuang nya,mencoba menahan air mata nya yang akan segera membasahi wajah nya.
Bukan air mata ke bahagian seperti pengantin lain nya,tapi air mata kesedihan,dimana ia akan memulai hidup baru bersama Pria yang tidak ia cintai.
Terlihat kebahagian di wajah Kakek Josep karena akhir nya menemukan Pria yang akan menjaga cucu nya,jika sewaktu - waktu ia pergi.
•
•
•
•
Setelah Acara Selesai.
Semua para tamu sedang menikmati hidangan yang sedang di sedia kan,dan Reina sedang menemani Gilang mengajak para tamu yang hadir dan keluarga - keluarga dekat yang datang.
Tiba - tiba saja,di pojokan sana begitu heboh,semua mata tertuju pada kerumunan yang berkumpul karena sesuatu yang mengejutkan.
Reina dan Gilang pun dengan cepat melihat ke arah itu,entah apa yang terjadi,Reina dan Gilang pun mendekati untuk melihat apa yang sedang terjadi disana.
Reina dan Gilang mendekat,ia begitu syok ketika melihat Kakek Josep jatuh di lantai.
"Kakek...." Teriak Reina histeris dan lansung mendekati Kakek nya dan memeluk kakek nya.
"Paman Josep tiba - tiba saja pingsan." Ucap Bu Tari yang juga sangat terkejut.
"Cepat bawa kerumah sakit." Teriak kakek Irwan yang juga sangat terkejut melihat sahabat nya itu.
Dengan cepat Gilang dan Elang mengendong kakek Josep untuk di bawa ke rumah sakit.
"Kakek kenapa." Ucap Reina menangis sembari memeluk kakek nya di dalam mobil.
"Kakek jangan buat Reina takut,kek sadar kek." Ucap Reina.
Gilang yang menyetir pun melakukan kendaraan nya dengan cepat ke rumah sakit,sementara Elang yang duduk di samping Gilang yang menyetir ikut sedih melihat Reina yang begitu terpukul dengan apa yang terjadi pada Kakek nya.
•
•
•
•
Dokter memeriksa Kakek Josep.
sementara Reina dan yang lain menunggu di luar dengan penuh ke khawatiran.
Salsa mencoba menyemangati sahabat nya yang sedang sedih itu.
Tidak berapa lama Dokter keluar dan dengan cepat Reina mendekati Dokter.
"Dok,bagaimana keadaan Kakek saya?." Tanya Reina.
"Keadaan nya sangat lemah,untuk sementara di rawat dulu,dan lihat bagaimana perkembangan." Ucap dokter.
Reina yang mendengar kondisi kakek nya pun begitu terpukul,ia memeluk salsa dengan erat.
"Apa kami bisa melihat nya dok?." Tanya Kakek Irwan.
"Silakan Pak,tapi tolong jangan terlalu ramai." Jawab dokter.
Reina dan Gilang,Elang serta kakek Irwan pun masuk ke dalam dan melihat Kakek Josep masih terbaring tidak sadarkan diri.
Reina menangis tanpa suara,air mata terus membanjiri air mata nya. Elang yang melihat Reina begitu terpukul pun memegangi tangan Reina dengan jari kelingking ,ingin rasa nya mencoba menguatkan Reina,tapi ia menjaga jarak karena Reina kini istri dari Kakak nya.
gak suka tp nempel x