Laura yang diusir oleh ibu kandungnya atas permintaan anak tiri ibunya ini... Dirinya harus bertahan hidup agar dapat membiayai hidupnya di dunia yang kejam ini, Laura harus berjuang sendiri.
Leon Gunawan seorang CEO di mana dirinya jatuh cinta pada baby sister yang merawat ponakannya itu.
Mari kita baca kisah Leon dan Laura.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kienli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cerita 33
Seorang Dokter yang terlihat berusia tiga puluhan datang memeriksa Rachel ia dokter yang di tugaskan oleh dr. Budi yang menangani Rachel karena ada jadwal operasi makan dokter Budi menyuruh dokte Stev untuk memeriksa Rachel.
"Laura..." ucap dokter Stev..
"Kak Stev." ucap Laura terkejut bukan Laia aja Leon juga terkejut Laura istrinya mengenal dokter yang merupakan sahabatnya.
"Apa kaba kamu.?" ucap dokte Stev.
"Saya baik dok, bagaimana dengan anda." ucap Laura.
"Hei dia kan dokter dan kalau dia sakit dia tidak akan praktek." ucap Leon yang langsung menyambar saja.
"Ooh... iya juga ya." ucap Laura.
"Om dokter apa Rachel Uda boleh pulang.?" ucap Rachel yang lagi duduk di ranjangnya.
"Ooh iya hari ini kamu boleh pulang, om piksa dulu ya." ucap Stev.
Rachel sudah selesai di periksa oleh Steven...
"Laura ini kartu nama saya, hubungi saya." ucap Stev sambil menyerahkan sebuah kartu nama.
Laura mengambilnya dan menaruhnya di tas Leon yang melihatnya merasa sangat kesal dan marah sekali tubuh nya seperti kebakaran.
Kenapa aku merasa sangat kesal.? gumam Leon dalam hati.
Selesai beres beres Laura dan Rachel keluar dari ruangannya... Leon menggendong Rachel Laura membawa tas miliknya dan milik Rachel.
"Dari mana kamu kenal stev.?" tanya Leon.
"Waktu itu kak Stev jadi dokter di desa saya tuan, lalu saya di tawarkan kerja di rumahnya..." ucap Laura.
"Kenapa kamu tidak bekerja Disana lagi.?" tanya Leon..
"Mmmmm...ka...karena." tiba- tiba terpotong ucapan Laura.
"Hallo sayang, eeh Rachel sembuh Tante sengaja kesini." ucap Viona, karena Viona ucapan Laura terhenti.
Laura berjalan terus hati nya sakit melihat Viona menggandeng lengan Leon. " Bodoh kenapa si harus sedih, apa pantas aku cembur, apa hak aku untuk marah memang siapa aku ini.? " batin Laura berbicara sambil jalan.
"Untuk apa kamu kesini.?" tanya Leon pada Viona sambil matanya melihat Laura yang berjalan terus meninggalkan mereka.
"Aku kangen sama kamu, sayang kita liburan aku ada tempat yang ingin aku datangi." ucap Viona.
"Heh... Saya tegaskan pada kamu, lebih baik kamu jangan ganggu saya lagi." ucap Leon ya g sudah tidak tahan sama sikap Viona.
"Leon kamu kenapa berubah, apa karena wanita itu.?" ucap Viona meninggi.
"Paman Rachel takut." ucap Rachel memeluk leher Leon.
" Kamu pergi, VIONA." Ucap Leon penuh penekanan pada Viona.
"Baikla aku akan pergi." ucap Viona yang sangat kesal.
Di parkiran Viona bertemu Laura yang lag berdiri di mobil Leon, menatap Laura dengan sangat kesal sekali. " Aku akan buat perhitungan padanya.." ucap Laura di dalam mobil dengan pelan sambil memukul setir mobil.
"Tante Laura..." ucap Rachel berteriak melihat Laura berdiri.
"Kenapa kamu berdiri di luar.?" tanya Leon.
"Saya menunggu anda tuan." ucap Laura.
Leon membuka pintu mobilnya akhirnya Laura masuk duduk di belakang Rachel duduk di kursi depan sebelah Leon. Mobil Leon keluar dari perkarangan rumah sakit menuju rumahnya sesekali Leon melirik Laura dari kaca sepion yang ada di depannya...
Sedangkan Laura melihat ke arah jalan.... Entah apa yang di pikirkan oleh Laura saat ini.
"Rachel mau pergi liburan tidak.?" ucap Leon.
"Paman mau ajak Rachel ikot liburan bersama Tante tadi.?" ucap Rachel... Membuat Laura menoleh ke mereka yang duduk di depan.
peran utamanya lembek ky ga punya hati,sebakk baiknya orang ada keselnya,ini mah datar bgt bikin males bacanya.
buat laura pergi kakk