NovelToon NovelToon
Rahasia Chen Xi(Jiwa Yang Terjebak Di Tubuh Budak)

Rahasia Chen Xi(Jiwa Yang Terjebak Di Tubuh Budak)

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Pengganti / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Reinkarnasi
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Anastasia

Di malam yang sama, Yu Xuan dan Chen Xi meregang nyawa. Namun takdir bermain jiwa Yu Xuan terbangun dalam tubuh Chen Xi, seorang budak di rumah bordil. Tak ada yang tahu, Chen Xi sejatinya adalah putri bangsawan Perdana Menteri, yang ditukar oleh selir ayahnya dengan anak sepupunya yang lahir dihari yang sama, lalu bayi itu di titipkan pada wanita penghibur, yang sudah seperti saudara dengan memerintahkan untuk melenyapkan bayi tersebut. Dan kini, Yu Xuan harus mengungkap kebenaran yang terkubur… sambil bertahan di dunia penuh tipu daya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastasia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34.Angin perubahan.

Siang itu matahari menyinari halaman besar keluarga Shen, namun suasananya jauh dari hangat. Para pelayan berbisik-bisik, kepala keluarga dan para tetua duduk berjajar dengan wajah serius, sementara beberapa menantu keluarga Shen saling bertukar pandang penuh rasa ingin tahu.

Aula utama keluarga Shen yang bangunan megah dengan pilar merah dan ukiran awan keemasan dipenuhi anggota keluarga yang dipanggil sejak pagi. Namun, sudah hampir setengah jam lamanya, Nyonya Shen belum muncul.

Nyonya tua Shen, kepala keluarga, menyeruput teh hangat di cangkirnya dengan gelisah.

“Ada apa sebenarnya dengan istrimu?” tanya nyonya tua Shen sambil menatap ke arah Tuan Shen. “Memanggil seluruh keluarga di siang bolong begini… pasti ada sesuatu yang penting.”

Tuan Shen mengerutkan kening, namun ia sendiri tak mendapat penjelasan. “Aku juga tidak tahu ibu, bibi Chan setelah aku kembali dari istana menyampaikan perintahnya.”

Nyonya tua mendecak pelan. “Jangan-jangan… ini tentang rencana upacara kedewasaan Yun xin? Atau ada masalah dengan keluarga Zhu?” bisiknya.

Beberapa orang langsung menatap satu sama lain, suasana menegang.

Selir Wu lalu diam-diam menyuruh pelayanannya untuk menyelidiki nyonya Shen, ia seakan menyembunyikan ekspresi cemasnya didepan keluarga Shen.

Mereka menunggu dengan cemas dan hanya diam dalam tegang, selir Wu berusaha membuat suaminya dan nyonya tua kesal karena permintaan nyonya Shen.

“Suamiku, ibu sebaiknya kita kembali saja. kita juga terlalu lama menunggu nyonya datang. ”

“Jika dirinya menyuruh kita tunggu maka harus tunggu, karena nyonya besar bukan orang yang mempermainkan keluarga. ”jawab tegas nyonya tua Shen.

“Benar, yang dikatakan ibu. Bersabarlah sebentar lagi dia akan datang. ”

“Baik suamiku. ”

Tapi suasana berbeda pada anak mereka.

Huan Xuan menggoyang-goyangkan kakinya sejak lima belas menit lalu, jelas tidak betah berada di tengah suasana tegang keluarga besar Shen. Ia melirik ke arah pintu aula, lalu menggumam kesal.

“Aku benar-benar tidak mengerti kenapa kita harus menunggu selama ini,” bisiknya pada Yun Xin. “Kalau ibu ingin bicara soal keluarga Zhu, bukankah itu bisa ditunda setelah makan malam? Aku sudah janji dengan teman-teman sekolah untuk latihan panahan.”

Yun Xin menghela napas panjang. Ia sendiri sudah gelisah sejak awal, jarinya mengetuk meja tanpa henti.

“Ibu terlalu lama…” gumamnya pelan. “Padahal beliau tahu hari ini aku ingin memilih pakaian untuk upacara kedewasaanku. Kenapa malah membuat kita semua menunggu seperti ini?”

Tatapan Nyonya Tua Shen melesat tajam ke arah dua cucunya itu.

“Kalian berdua—duduk tenang,” tegurnya dingin.

Namun begitu wanita tua itu mengalihkan pandangan, Huan Xuan memutar bola mata.

“Aku tidak tahan. Aku pergi saja,” gumamnya sambil bangkit.

Yun Xin pun berdiri pelan, mendekati Huan Xuan.

“Aku ikut. Aku juga ingin keluar. Toh Ibu tidak memberi kabar apa pun.” Nada suaranya jelas penuh kekesalan.

Untuk pertama kali mereka berdua kompak, dan tidak ada perdebatan antara mereka.

Beberapa menantu Shen saling menatap,menyadari bahwa kedua anak utama keluarga Shen itu tidak menghormati formalitas keluarga.

“Sebaiknya kalian berdua—” Tuan Shen hendak menegur, tapi terlambat.

Huan Xuan sudah melangkah menuju pintu aula dengan angkuh, Yun Xin mengikutinya.

Namun begitu mereka hanya berjarak beberapa langkah dari pintu—

Tirai besar aula tiba-tiba terdorong terbuka dengan keras.

Suara kain berat berdesir menggema, membuat semua orang spontan berdiri.

Huan Xuan terhenti.

Yun Xin berhenti dengan wajah masam… yang berubah menjadi kaku seketika.

Di ambang pintu berdiri Nyonya Shen.

Ia memakai jubah resmi berwarna agate merah gelap, rambut disanggul tinggi dengan hiasan giok ruby dengan penampilan yang hanya ia kenakan saat membuat keputusan besar keluarga. Di belakangnya, Bibi Chan mengikuti dengan kedua tangan tertangkup.

Aura yang dibawa Nyonya Shen begitu kuat, seolah ia bukan sekadar nyonya utama… tapi seorang ibu yang siap menantang seluruh keluarga.

Ketika ia melangkah masuk, pelayan-pelayan di sisi aula langsung menunduk serentak.

Tok—tok—tok.

Suara langkah Nyonya Shen menggema di lantai batu giok.

Tuan Shen berdiri dari kursinya.

“Istriku, ada apa sebenarnya—”

Sebelum ia selesai, Nyonya Shen mengangkat tangan, menghentikan suaminya.

“Semua orang, tetap di tempat masing-masing,” ucapnya tegas.

Nafas mereka jadi menahan.

Tatapan pertama Nyonya Shen jatuh pada Huan Xuan dan Yun Xin.

Kedua anak itu, yang tadi hendak keluar aula, kini terjebak tepat di tengah lorong. Ekspresi mereka beku, tidak dapat melangkah mundur maupun maju.

Suara Nyonya Shen tenang, namun dingin menusuk.

“Kalian mau ke mana?”

Huan Xuan menelan ludah, berusaha bersikap santai. “Aku… ada latihan. Teman-teman sudah menunggu.”

“Dan aku ingin menunggu Ibu di kamarku saja,” tambah Yun Xin dengan nada merajuk.

Nyonya Shen tersenyum tipis.

Senyum yang membuat bulu kuduk semua orang berdiri.

“Bagus. Karena yang akan kubicarakan… berkaitan langsung dengan kalian.”

Huan Xuan memandang Yun Xin, bingung dan frustrasi.

Yun Xin memandang ibunya… dan untuk pertama kalinya, ia merasa tidak mengenali ekspresi itu.

Nyonya Shen lalu berjalan masuk ke tengah aula.

Semua keluarga Shen menahan napas.

Bibi Chan mengikutinya, membawa sebuah gulungan dokumen bersulam merah.

Dan begitu Nyonya Shen berhenti di sisi tengah aula, ia mengucapkan kalimat yang langsung membuat seluruh ruangan berhenti bernapas.

“Hari ini, aku mengungkapkan sesuatu yang sengaja kusimpan lima belas tahun.”

Aula langsung sunyi.

Yun Xin perlahan memucat.

Huan Xuan mengerutkan alis, bingung.

Nyonya Tua Shen menyandarkan tubuhnya ke kursi, seolah bersiap menghadapi badai.

Nyonya Shen kemudian mengulurkan tangan ke Bibi Chan.

Bibi Chan membuka gulungan dokumen itu.

Sebelum ada yang sempat bertanya, Nyonya Shen berkata:

“Ini tentang anakku.”

“Kami! ”Seru Huan xuan dan Yun xin dengan sontak terkejut.

Suasana aula langsung kacau dalam keheningan.

Dan saat semua orang menatap dengan campuran penasaran dan ketakutan…

Nyonya Shen menatap seluruh keluarga Shen satu per satu, seakan memastikan tidak ada satu pun yang berani mengalihkan pandangan. Ketegangan di aula semakin menggantung saat Bibi Chan menggulung surat merah itu setengah, menunggu perintah selanjutnya.

Nyonya Shen mengangguk pada Bibi Chan.

“Bi Chan, panggil dia masuk.”

Semua orang menatap pintu dengan napas tertahan.

Huan Xuan menatap Yun Xin dengan bingung.

Yun Xin menggenggam ujung pakaiannya, tiba-tiba merasa takut tanpa alasan jelas.

Selir Wu…

yang sejak tadi duduk dengan anggun di sisi Tuan Shen

tiba-tiba menegang. Jemarinya mencengkeram sisi rok dengan kuat, hingga buku-buku jarinya memutih.

Dia tahu siapa yang akan datang.

Dan itu adalah orang terakhir yang diharapkannya muncul di hadapan keluarga Shen.

Pelayan menggeser pintu besar aula.

Suara langkah pelan tapi mantap terdengar.

Seorang wanita paruh baya masuk.

Tubuhnya agak membungkuk karena usia, namun langkahnya stabil. Wajahnya tegas meski penuh keriput. Rambutnya disanggul sederhana, dan ia mengenakan pakaian biru tua yang menunjukkan status lamanya sebagai seorang bidan.

“Nyonya Shen…” ia membungkuk dalam, suaranya sedikit bergetar.

Hening.

Total.

Semua mata menatap wanita itu, tak mengenalinya.

Tapi selir Wu orang langsung membeku begitu melihatnya. Bagaimana bisa bidan itu ada disini?.

Disusul oleh nyonya Heng berjalan masuk kedalam, ia berjalan anggun dan memberikan hormat kepada para tetua dan tuan Shen.

Dan—

Selir Wu, yang ekspresi cantiknya hancur seketika.

Matanya melebar. Napasnya tercekat. Mulutnya sedikit terbuka, tapi tak ada suara keluar.

Karena dua wanita itu adalah…

Bidan Jiang

bidan yang membantu Nyonya Shen melahirkan Chen Xi dan Huan Xuan, dan juga sepupunya yang ia suruh membawa putri nyonya Shen pergi.

Kedua orang itu adalah kunci pertukaran anak mereka.

“B-Bidan Jiang…” Selir Wu berbisik tanpa sadar.

Namun suaranya cukup keras untuk didengar semua orang.

Nyonya tua Shen menoleh, menatap menantunya itu.

“Wu’er? Kau mengenal wanita ini?”

Selir Wu tersentak.

“Saya… saya hanya…” ia kehilangan kata-kata.

Huan Xuan memandang ibunya. “Ibu, siapa wanita ini?”

Yun Xin menatap selir Wu, hatinya anehnya mulai tercekat tanpa alasan.

Nyonya Shen melangkah maju, berdiri tepat di samping bidan Jiang.

“Dia adalah bidan Jiang yang membantu persalinanku, yang juga mencurigai Yun xin bukan putriku. dan disebelahnya adalah nyonya Heng sepupu selir Wu pemilik rumah bordil Yue zhi, dia adalah orang yang membawa putri kandungku pergi malam itu. ”

Semua orang diruangan itu terkejut tidak, mereka seakan tidak percaya dengan yang didengar dari mulut nyonya Shen.

Suasana ruangan itu menjadi hening, hanya muncul ekspresi terkejut dari wajah mereka.

1
RiNdaNi Poetrie
Thor kalau update jangan lah 1 halaman. coba 3 halaman kali-kali kan🤭
Iin Wahyuni
lanjut thor💪
SecretS
Sungguh kisah tragis, tapi kakak apa boleh kasih saran buat cerita kakak ini menjadi yang lebih menarik seperti akhir tak selalu harus menikah terkadang kembali merasakan hidup damai itu yang terpenting kak. Tolong buat yang berbeda dari punya tetangga ya karena kebanyakan sih selalu berakhir dengan fulgar atau menikah itu membosankan kak, tapi cerita kakak ini sudah menarik kok lanjutkan terus ya 💪💪 semangat 👍👍👍
Kitty: boleh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!