Tisha Silvalia gadis panti asuhan yang dibuang oleh orang tuanya.dan harus menerima kenyataan bahwa suami yang menemaninya selama tiga tahun ini mengucapkan kata cerai saat Tisha mengandung Buah hati pertama mereka,kehadiran orang ketiga memicu pertengkaran mereka dan dengan mudah Ardan suami Tisha mengucapkan talak.Hati Tisha hancur namun memilih menerima keputusan suaminya.selama pernikahan suami nya tidak pernah memperdulikan kebahagia Tisha.Ardan memilih tinggal menetap diluar negeri hanya sekali-kali pulang ke Indonesia saat ingin mengecek beberapa cabang bisnisnya.Dan kesalahan terbesar menurut Ardan adalah menerima Tisha sebagai istrinya yang tak dicintainya karena perjodohan yang direncanakan Orang tua Ardan dengan ancaman kalau menolak semua aset kekayaan akan papanya ambil alih.tentu Ardan tidak mau kehilangan semua itu ia tidak bisa hidup tanpa harta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Princes Annie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 34
"Aku ingin lihat kamu memakai itu Sha,"Ardan sengaja menggoda istrinya saat tau apa yang mama Cintya berikan pada istrinya.
"Emmm,,,,,Tisha gak terbiasa Mas,lagi pula Tisha malu".sekarang wajah Tisha memerah seperti tomat
Ardan mengerutkan keningnya dan menatap Tisha heran"Malu sama suami sendiri???Sha aku kok merasa kamu itu segan sama aku ya"Tanya Ardan penuh selidik
Tisha bingung harus menjawab apa karena ia memang masih rada ragu dan takut saat berdekatan dengan suaminya itu.bayangan kemarahan Ardan dan sikap kasarnya masih membekas dihati Tisha.
"Bu,,,kan gitu Mas,,,,hanya saja"Tisha tidak melanjutkan ucapannya dia masih bingung jawaban yang tepat untuk menjawab pertanyaan Ardan agar tidak menimbulkan kecurigaan suaminya.
"Emang berapa tahun kita menikah???"Tanya Ardan lagi ia ingin menggali lebih dalam tentang istrinya dan masa lalu yang ia lupakan.
"Tiga tahun Mas,,"
"Selama itu??? dan kamu masih canggung terhadapku"
"Mas Ardan mau aku gimana,jujur Mas aku bukan tipe Wanita romantise".ucapan Tisha asal saja.
"Aku gak peduli kamu romantise atau tidak,aku ingin kamu itu lebih terbuka padaku,mungkin aku banyak melupakan kenangan kita,Aku juga bingung harus memulai Awal yang seperti apa".Ardan meluapkan semua kejanggalan dihatinya.
"Saat aku sudah sadar tak satupun aku mengingat semua orang,bayangan dirimu juga rasanya gak ada.Tapi saat kebersamaan bersama papa dan mama juga Taufan aku bisa merasakan kedekatan pada mereka yang luar biasa,tapi maaf terhadapmu aku tak merasakan apapun".ucap Ardan jujur
Hati Tisha sakit mendengarnya "Memang aku tak pernah berarti di hidupmu Mas,Tak ada kenangan manis di hubungan kita,aku hanya wanita yang kisah cintanya bertepuk sebelah tangan"ingin rasanya Tisha mengungkapkan semua itu.Namun Tisha hanya memilih menyimpannya dihati.
"Mas Ardan tau gak kalo mas itu penggila kerja,waktu Mas lebih banyak dihabiskan dikantor dari pada bersamaku".
"Kenapa kamu gak melarang ku"Ardan terus saja memberikan pertanyaan pada Tisha.
"Mana Tisha berani Mas"Ucap Tisha pelan dan menundukkan arah matanya ke lantai tanpa berani memandang suaminya.
"Aku galak ya"
"Sedikit"Tisha menutup mulutnya yang keceplosan ngomong.
"Ya sudah lupakan pertanyaan gak penting dariku,ayo kita tidur".Ajak Ardan
"Eh,,,Iya......,besok juga Mas harus turun kerja lagi kan"Tisha merasa plong suaminya tidak melanjutkan berbagai pertanyaan yang sulit untuk Tisha jawab.
"Besok aku ingin pulang kerumah kita"sambung Ardan lagi
''Apa mama setuju,kita pulang".Tisha sedikit terkejut saat Ardan ingin pulang kerumah mereka.
"Mungkin disana banyak kenangan yang bisa aku ingat tentang kita,aku akan bilang sama mama besok,pasti dia setuju,sha aku ingin cepat pulih".Ardan pun mulai merebahkan Tubuhnya diatas kasur.
Tisha masih diam mematung banyak yang ia pikirkan di otaknya sekarang.
"Sha,,,ayo tidur,besok bersiap untuk kita pulang".suara Ardan membuat Tisha tersadar dari lamunannya.
Tisha meletakkan Paper bag nya di meja dan mendekati suaminya untuk tidur.
"Gimana kalo mas Ardan tau kami tidur di kamar berbeda,apa yang bisa aku jelaskan padanya".Tisha terus memikirkan nya sampai mata nya terasa lelah dan akhirnya ia pun tertidur disamping Ardan.
Ardan memandangi punggung Tisha lekat
"Aku tau kamu menyembunyikan Sesuatu Sha".