NovelToon NovelToon
Kamu Tidak Sendiri

Kamu Tidak Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:88.8k
Nilai: 5
Nama Author: Indah Nurcahyawati

Namanya adalah Senja Putri Pratama. Seorang remaja perempuan yang menjadi tulang punggung bagi adik-adiknya.

Ayahnya sudah meninggal kala ia dan adiknya masih kecil, dan ibunya juga sudah meninggal beberapa bulan silam.

Almarhum ibunya pernah mengatakan bahwa tuhan akan mengirimkan malaikat tak bersayap yang akan selalu menemani hari-hari sulit Senja.

Arjuna Alexsa, seorang laki-laki yang tidak lain kekasih Senja yang selalu hadir menemani setiap hari-hari sulit Senja.

Namun, apa jadinya ketika laki-laki yang di anggap Senja sebagai malaikat tak bersayap itu justru membuat suatu masalah?

Apa yang akan di lakukan oleh Senja terhadap kekasihnya bernama Arjun?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indah Nurcahyawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rindu Yang Terobati

Malam Minggu pukul 18.30

Senja berjalan menuju alamat yang di berikan oleh si penulis. Ia berjalan sendiri menyusuri taman tersebut, banyak orang berpacaran dan bermesra-mesraan di tempat umum itu.

Kala itu Senja hanya menggunakan baju berwarna hitam polos dan celana jeans berwarna putih. Ia duduk di kursi taman itu sendirian. Sepertinya di bangku lain tidak ada yang duduk sendirian, dan Senja adalah satu dari sekian banyak orang yang duduk sendirian.

Ia duduk sendirian sambil mengamati kolam ikan di depannya, air mancur yang berada di tengah-tengah kolam itu semakin memperindah kolam ikan. Dengan lampu berwarna warni mmbuat taman itu sungguh terkesan mewah dan cantik.

Di tengah kesendiriannya, Senja di hampiri oleh seorang laki-laki dengan tubuh tinggi dan berkulit putih.

"Permisi boleh numpang duduk sebentar?" tanya laki-laki itu.

"Oh iya mas silahkan...."

Kalimat Senja terputus ketika melihat laki-laki di sampingnya.

"Oh kak Raja ya?" tanya Senja memastikan.

"Oh kamu to Senja. Saya duduk ya?"

"Silahkan duduk." Jawab Senja ramah.

Mereka kemudian duduk bersama dan mengobrol. Kali ini Senja sudah tidak duduk sendiri lagi, ya meski pun bukan sama pacarnya sendiri.

"Eh kok disini ada acara apa Sen?" tanya Raja.

"Enggak papa cuma lagi nunggu orang, ada yang ngasih aku alamat taman ini pas aku tunggu orangnya nggak datang-datang." Senja menghembuskan nafasnya kecewa.

"Memang kamu nggak takut kalau yang memberikan alamat itu ternyata orang jahat dan berniat menculik kamu?"

"Nggak lah, emang siapa juga yang mau nyulik aku." Senja terkekeh.

"Hahaha ya kan bisa jadi aja. Berarti disini sendiri kan? nggak sama pacarnya juga kan?" tanya Raja dengan penasaran.

"Enggak aku sendiri kok, aku juga nggak punya pacar tu." Jawab Senja sambil tersenyum tipis.

Mereka kemudian melanjutkan obrolan mereka, Sepertinya dari tadi Senja ada yang ingin di sampaikan tapi sama sekali tidak kesampaian.

Tidak terasa obrolan mereka sudah setengah jam sendiri, akhirnya Raja mengajak Senja untuk membeli minuman.

"Sen cari minum dulu yo, dari tadi ngobrol mulu sampe tenggorokan ku kering." Ujar Raja.

Laki-laki itu kemudian mengajak Senja mencari minuman. Sepertinya di taman itu banyak yang menjual minuman, tapi kenapa Raja mengajak Senja terlalu jauh hanya untuk mencari minuman. Mereka juga sudah tidak berada di area taman umum seperti tadi.

Senja mengurungkan niatnya untuk bertanya kepada Raja. Ia memilih diam dan mengikut saja.

"Kamu tunggu sini ya Sen, aku beli minuman dulu di toko itu. Oh iya kamu mau beli apa?" jelas Raja sambil menunjuk warung yang menjual minuman di pojok jalan.

"Terserah aja deh"." Kata Senja.

Setelah beberapa langkah kepergian Raja, seorang laki-laki dengan tubuh cungkring, berkacamata bulat, berkulit hitam dan berkumis tipis datang menghampiri Senja.

"Permisi, dengan mbak Senja ya?" tanya pria berumur 25 tahunan kepada Senja.

"Iya saya sendiri, ada yang bisa saya bantu?" tanya Senja sopan.

Senja sedikit mengamati gerak-gerik pria yang berdiri fi depannya. Sepertinya ini bukan penjahat, mungkin itu yang ada pada pikiran Senja.

' Kalau di lihat sih nggak mungkin banget seorang penjahat dengan ciri fisik dan sifat yang se sopan ini. Tutur bahasanya juga nggak kasar sama sekali ' (Senja)

Laki-laki itu kemudian menjelaskan sesuatu kepada Senja untuk mengajak ke sesuatu tempat yang hanya berjarak 50 meter dari tempatnya saat ini. Itu berarti tidak terlalu jauh dan pasti masih ramai dengan orang yang mondar mandir.

"Tapi saya sedang menunggu teman saya, dia sedang membeli es di tempat itu." Kata Senja menjelaskan.

"Baiklah kalau begitu tunggu temannya selesai dulu aja mbak."

Senja hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.

' Aku semakin yakin kalau orang ini nggak punya niat jahat sama sekali ' (Senja)

Namun waktu sudah berjalan cukup lama, dan Raja tak kunjung balik dari tempat itu.

"Mas sekarang saja temen saya belum balik juga, padahal udah dari tadi. Mungkin antrian cukup banyak, mas cuma ada perlu sebentar kan? kalau cuma sebentar saya bisa tinggal dulu teman saya." Jelas Senja.

"Iya mbak cuma sebentar doang"

"Kalau begitu sekarang aja mas."

Setelah itu Senja berdiri dan mengikuti langkah pria di depannya. Sepertinya arah tujuannya cukup membuat hati gundah, karna semakin lama jalan semakin gelap dan sangat sepi. Tidak ada satu orang pun di tempat itu.

Karna penerangan yang kurang memadai Senja terjatuh dari di jalan itu, laki-laki yang tadi ada di depannya sudah tidak ada. Kini hanya ada Senja di tempat gelap itu, tidak ada siapa pun disana dan tidak ada penerangan apa pun yang memadai.

"Aduh, tolong..... tolong." Senja takut berada di tempat gelap dan menakutkan itu. Latihan berteriak yang tadi ia lakukan tidak jadi di lakukan di tempat gelap itu. Ia takut ada hewan liar yang malah datang dan menerkamnya, meski pun itu tidak logis sama sekali.

"Tolong......" Senja berusaha berdiri dan meraba-raba jalan, berharap ia mempu menemukan jalan keluarnya.

Tiba-tiba saja seseorang datang dan menuntun Senja. Ia sama sekali tidak bertanya siapa namanya.

Pada saat mereka sudah melangkah cukup jauh cahaya mulai terlihat meski pun belum terlalu jelas. Dan tiba-tiba saja lampu menyala, seolah itu adalah kejadian yang mustahil dan mungkin dapat di sebut keajaiban bagi Senja.

Senja terkejut ketika melihat banyak bunga-bunga indah di sekeliling taman itu. Ia melihat kursi dan meja bundar yang terdapat pita di sekelilingnya.

Dengan gemerlap lampu warna warni, bunga di tengah-tengah meja, makanan di atas meja yang sudah komplit serta kue tart berwarna putih dengan tulisan Senja Putri Pratama.

Senja kemudian menutup mulutnya, ini pasti ada yang sudah merencanakan terlebih dahulu. Semua sungguh indah dan perfect, tidak ada satu pun yang tidak istimewa di sana.

Senja kemudian membalikkan badannya, berharap ia menemukan seseorang yang telah menuntun dirinya sampai tempat ini.

Betapa terkejutnya Senja ketika melihat sosok Arjun berdiri tegap di belakangnya.

"Mas......." Suara Senja terputus, ia kemudian menutup mulut dengan salah satu tangannya, sementara matanya mulai berkaca-kaca.

Arjun memeluk tubuh wanita yang berdiri di depannya. Ia memeluknya dengan kasih sayang dan penuh cinta. Sungguh, ini adalah pertemuan yang mengharukan.

Sekali lagi Arjun tidak melepaskan pelukan itu, ia membiarkan Senja menangis di pundaknya. Sesekali ia membelai rambut wanita yang selama ini selalu menggelitik nakal di pikirannya.

"Aku minta maaf ya sudah meninggalkan mu tanpa berpamitan terlebih dahulu." Kata Arjun masih sambil membelai lembut rambut Senja.

Tapi Senja tidak menjawab sama sekali. Ia hanya menangis dan menangis, betapa bahagianya ketika kita bertemu dengan sesorang yang kita rindu kan.

Senja berusaha melepaskan pelukannya dari tubuh Arjun.

"Katakan dahulu kau memaafkan ku."

"Aku minta maaf mas"

"Kenapa malah kau yang meminta maaf sayang?"

SAYANG? apa Arjun tidak salah mengucapkan? dan apakah Senja yang salah mendengar.

"Kau memanggil ku apa mas?" tanya senja sambil melepaskan pelukannya, ia menatap Arjun dengan mata yang masih berkaca-kaca.

Arjun mengambil kedua tangan Senja dan mengelusnya lembut, ia kemudian membisikkan kata Sayang di telinga Senja.

Setelah itu ia mengusap air mata yang sudah membasahi pipi Senja.

"Jangan pernah menangis lagi di depan ku, aku mencintai mu, dan aku ingin kau menjadi wanita utama dalam hidup ku. Ku mohon maafkanlah aku dan penuhi permintaan ku."

Arjun mencium pipi Senja yang masih basah oleh air matanya.

Tidak lama setelah itu Senja tersenyum dan mengangguk kan kepalanya. Bukan kah itu artinya ia setuju?.

"Sungguh?" tanya Arjun sekali lagi, dan Senja mengangguk kan kepalanya untuk kedua kalinya.

Arjun memeluk i tubuh Senja dengan erat dan mengelus-elus pundaknya. Ia mendengar isak tangis Senja, setelah itu Arjun melepaskan pelukannya. Ia menghapus air mata yang keluar dari mata orang yang di cintainya.

"Jangan menangis lagi di depan ku, aku tidak ingin melihatnya." Kata Arjun.

"Kau lihatlah bukankah kue itu cantik? apakah kau tidak ingin memotongnya bersama ku dan menikmati kue buatan ku?"

"Mau sekali mas." Jawab Senja.

Ia kemudian mengambil pisau roti di samping kue itu, Senja memotongnya dan menyuapinya ke mulut Arjun.

Setelah itu dengan sengaja Senja mencolek cream di roti dan mengusap-ngusap kan cream itu di pipi lembut Arjun. Namun Arjun sama sekali tidak marah, ia justru membiarkan Senja melakukan hal semaunya.

"Aku mencintai mu" kata Arjun dengan mengucapkannya di dekat telingan Senja.

1
Little Peony
Semangat selalu Thor ✨✨✨
Little Peony
Lanjut ya Thor ✨✨✨✨
Annisa Fazila
kerennn
Niswa mandailing
❤❤❤
Kazuky Alichia
hai kak, maaf baru mampir, yah ku taburi like dan rate bintang lima😉

semngat ya kak
Siha
like mendarat, semangatttt nulis nya tor🥰
di tunggu feedback-nya
Juleha2606
💪💪thor
Renna Mustika
like lagii😂
Renna Mustika
teruskan😍
Renna Mustika
like
APRILDA
Next thor....

owh ya thor fav karya ak juga ya. Saling support... 😊
Conny Radiansyah
ikut sedih...
Conny Radiansyah
umur manusia, hanya Allah SWT yang tahu....
Conny Radiansyah
siapa laki" tadi
Conny Radiansyah
kenapa pergi . .
Conny Radiansyah
Arjuna nich gak ngomong terus terang...
Conny Radiansyah
jangan membatin aja...
Conny Radiansyah
katakan terus terang Arjun..
Conny Radiansyah
bagus
Conny Radiansyah
pekerjaan apapun asal halal tidaklah memalukan...yg memalukan ketika berlagak kaya dan menghina orang yang gak punya, kenyataannya diapun kekurangan....gaya loe selangit Dini..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!