Merubah kisa lama setelah penglihatan nya di dalam mimpi.
Perselingkuhan tunangannya dengan kaka iparnya membuat kaka laki - lakinya terpukul.
Kaka laki - lakinya menjadi pendiam dan dingin.
Gracia Randolph sangat sedih melihat kaka laki - lakinya menjadi seperti itu, tanpa dia sadari bahwa dia juga adalah korban.
kebenciannya terhadap mantan tunangnnya dan mantan kaka iparnya membuat dia ingin membalas dendam atas apa yang mereka lakukan terhadap kaka laki - lakinya.
Dia seorang putri Jendral dari Keluarga Randolph harus membersihkan orang - orang yang mengotori nama keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Harefa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34
Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju ibukota. Di sepanjang jalan mereka tidak ada menghadapi kendala yang berarti.
"Tuan, ketika anda sampai di ibu kota. Apakah anda akan tinggal di kediaman Jendral atau ingin menginap di penginapan?" Tanya Gracia.
Dia tidak ingin kedua orang itu merasa terbebani nantinya. Karena dia ingin mereka merasa seperti kampung halaman sendiri, jadi tidak merasa shock kultur.
"Kalau menurut nona sendiri, bagaimana baiknya?" Dankerius juga belum mengambil keputusan. Apakah dia akan tinggal di kediaman Jendral, atau tempat lainnya.
"Hmm, bagaimana kalau kalian berdua tinggal di kediaman Jendral terlebih dahulu. Jika nanti aku menemukan rumah yang layak untuk kalian tempati." Karena dia tahu, bahwa tidak akan bisa bebas jika masih menumpang di rumah orang lain.
"Baik." Dankerius dan Brandon hanya bisa mengangguk menyetujui. Karena mereka percaya dengan Gracia, bahwa wanita itu tidak akan berniat merugikan mereka.
Selama dalam perjalanan, Gracia dan Elen banyak membantu warga miskin yang mereka lewati.
Tapi, biasanya mereka membantu di dalam segi kesehatan. Dan juga pendidikan mengenai pertanian. Karena kebanyakan orang yang dia temui adalah seorang petani.
Elen yang mengerti tentang tanaman herbal, dengan senang hati memberikan resep kepada warga desa. Sehingga, para warga tidak perlu jauh-jauh ke kota untuk mencari Tabib.
Memakan waktu hampir tiga bulan, barulah mereka sampai di ibu kota.
Saat ini para pelayan di kediaman Jendral, mengantar Dankerius dan Brandon ke kamar mereka masing-masing.
Gracia merebahkan tubuhnya di atas kasur. Dia merasa sangat lelah.
"Nona, apakah anda mandi sekarang?" Tanya Elen. Dia berjalan ke arah kamar mandi untuk menyediakan air bagi Gracia.
"Elen, panggil pelayan lain. Biarkan mereka yang menyediakan air untuk mandi ku. Kamu, pergilah ke kamarmu. Kamu juga pasti lelah bukan? Sebaiknya bersihkan dirimu, dan beristirahatlah. Nanti, ketika makan malam, pelayan akan memanggilmu." Ucap Gracia yang masih berbaring di atas kasurnya.
"Anda tidak apa-apa nona?" Elen yang berdiri di sisi ranjang, sedikit membungkuk untuk melihat ke arah nona-nya yang ada di atas tempat tidur. Dia kuatir telah membuat kesalahan, yang mengakibatkan nona-nya tidak mau lagi di layani oleh Elen.
"Elen, aku tidak apa-apa. Aku tahu kamu lelah, sama seperti aku. Jadi saat ini, kamu tidak perlu melayani ku. Biar mereka, yang sudah bersantai selama kita tidak ada di rumah, untuk mulai bekerja kembali." Gracia menjelaskan dengan menatap ke arah Elen dengan mata yang sedikit sayu, karena lelah. Agar Elen tidak salah faham atas permintaannya barusan.
"Baiklah Nona."
Elen keluar dari kamar Gracia, dan memanggil beberapa pelayan, untuk melayani Gracia mandi dan berganti pakaian.
Sementara dia masuk ke kamarnya. Elen tidak memiliki pelayan untuk membantunya menyediakan air mandinya. Dia melakukannya sendiri.
Selesai mereka membersihkan diri, tanpa makan apapun, mereka berdua langsung tidur di kamar masing-masing.
Begitu juga dengan kedua pemuda itu. Gracia sudah menugaskan pelayan lelaki, untuk membantu mereka menyediakan air mandi dan juga cemilan. Karena belum saatnya untuk makan malam.
Hanya saja, setelah kedua pria itu selesai membersihkan diri. Mereka tidak langsung tidur seperti dua wanita itu.
Dankerius masih sibuk mengutak-atik peralatan yang ada di kamarnya. Karena dia tidak biasa menggunakan barang-barang seperti itu.
Karena di kediaman Jendral, selalu mendekorasi kamar tamu, dengan barang-barang yang berkualitas sangat baik.