NovelToon NovelToon
Rela Berpisah Karena Orang Ketiga

Rela Berpisah Karena Orang Ketiga

Status: tamat
Genre:Cerai / Selingkuh / Tamat
Popularitas:605.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: salsabilaimuet

hubungan Selama tiga tahun tak bisa bertahan karena orang ketiga, sahabat baik suamiku datang dengan dalih pertemanan, awalnya aku menanggapi biasa saja hingga suatu hari aku tak sengaja ingin memberikan kejutan malah aku yang di berikan kejutan oleh suamiku,, perih dan pedih rasanya hingga aku tak mampu bertahan, Bahkan kaki seakan lemas tak bertulang... menyaksikan suamiku membawa sahabatnya dan memperkenalkan sebagai adik maduku.aku yang tak rela di madu memilih mundur..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salsabilaimuet, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hancurnya hati Rendra

Setelah sampai di rumah ibunya Rendra langsung masuk kedalam rumah tampa sepatah kata, ia juga gak ingin ibunya melihat Rendra dalam keadaan yang sangat mengenaskan seperti sekarang ini. Rendra merenung sampai pagi hari ia tidak dapat memejamkan matanya.

Tok

Tok

Tok

"Nak kamu sudah pulang, kok ibu gak tau," ibu Wati mengetuk pintu kamar putranya.

"Hemb... Bu maaf Rendra bu." hanya itu yang di ucapakan Rendra.

"Kamu gak kerja nak." tanya ibu Wati masih di depan pintu.

"Kerja Bu, sebentar lagi?"

Rendra langsung bangun dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan badannya, ibu Wati yang masih mengendong baby Rania menunggu putranya di depan meja makan, ia hanya menyiapkan sarapan berupa sayur lontong saja, karena ibu Wati sekarang repot mengurus cucunya.

Ceklek

Rendra keluar dengan wajah yang sudah segar, ia keluar untuk berangkat bekerja, Bu Wati yang melihat mata putranya yang sedikit menghitam seperti mata panda itu bertanya-tanya.

"Nak kamu tidak tidur semalaman, kok kayak mata panda, oh ya kapan kamu bawa anak kamu pulang, ibu kualahan jika rania menangis." ibu Wati mulai protes karena harusnya yang mengurus adalah Vanesa.

"Emb. bu sebelumnya aku minta maaf ya, mungkin aku akan titipkan Rania sama ibu, karena aku sudah men talak Vanesa bu," Rendra berkata jujur.

"Apa yang kamu katakan Rendra, meminta masalah apa sehingga kamu menceraikan istrimu itu, bukanya istrimu itu sudah baik dan cocok bersanding denganmu." ibu Wati merasa tak terima jika anaknya menceraikan Vanesa mantu idamannya.

"Vanesa udah hianati aku bu, dan aku juga gak mau anakku punya ibu yang gak bertanggung jawab, bahkan dia sering mengabaikan Rania bu, dia bukan istri yang baik bu," keluh Rendra sambil sarapan lotong sayur,

"Jika sehari dua hari kamu menitipkan Rania sama ibu, ibu masih sanggup Rendra, tapi jika selamanya ibu juga gak sanggup, ibu ini sudah tua nak, pikirkan lagi ucapan kamu itu nak, " ibu Wati masih kekeh agar Rendra mengurungkan bercerai dengan Vanesa.

"Ibu apa yang ada di otak ibu itu, anak ibu itu aku bukan Vanesa kenapa selalu ibu yang nyalahin aku, bahkan dulu saat aku bersama ayu ibu Selalu merendahkan Ayu, aku diam bahkan ibu selalu menyuruh aku untuk mencari istri agar mempunyai keturunan aku ikuti, tapi apa yang aku dapat Bu, kehancuran rumah tanggaku bahkan hancur karena ulah ibu." Rendra mengambil Rania dan langsung pergi dari rumah ibunya ia sudah tidak tahan dengan ucapan ibunya yang selalu menyalahkan dirinya.

Ibu Wati hanya diam mematung saat putra satu-satunya marah, ia juga bersalah sudah menyuruh agar kembali dengan Vanesa yang jelas-jelas sudah menghianati anaknya sedemikian rupa, tapi ibu Wati juga masih sayang kepada Vanesa yang selama ini baik kepadanya, bahkan ia juga sering di beri uang oleh nya. Ibu Wati mengusap wajah kasar, ia juga bertekat nanti akan menemui anaknya yang masih marah kepadanya.

"Maafkan ibu nak, jika perkataan ibu menyakiti kamu, ibu egois, tapi ibu juga masih sayang dengan menantu ibu itu yang lebih baik dari pada Ayu mungkin Vanesa masuk kejalan yang salah atau hanya salah faham saja" monolog ibu Wati yang melihat mobil Rendra sudah menjauh dari rumahnya.

Rendra mengendarai mobil dengan sangat pelan ia juga membawa baby Rania pergi dari rumah ibunya dengan membawa tas kecil yang biasa ia berikan ketika ia titipkan baby Rania ke rumah ibunya.

"Maafkan ayah ya nak, ayah belum bisa membahagiakan kamu, ibuku sudah tak perduli denganmu, hanya ada ayah yang sayang kepadamu, ayah janji akan selalu ada bersamamu, aku harus mencari seseorang yang bisa merawat baby Rania ia juga tak selamanya bekerja dengan membawa bayi, apa kata semua temanya jika ia tahu mempunyai anak tapi tidak ada ibunya yang mengurus."

Rendra hari ini izin lagi, ia juga akan mencari seorang pembantu atau baby sitter yang bisa merawat anaknya walaupun ia banyak tanggungan ia juga tak akan melupakan tanggung jawab kepada putrinya. Rendra juga kembali ke rumah lama dimana ia dan Ayu tinggali dulu,

"Semua kenangan kamu masih ada disini Ayu, bahkan sulit untukku melupakan kenangan kita bersama, maaf atas keegoisanku aku meninggal permata demi batu kerikil yang tak layak, sekarang aku sadar Ayu penyesalan datang di akhir. Maaf aku kembali ke rumah kita, tapi aku gak akan pernah mengusik isi rumah ini juga, karena ini adalah rumahmu, karena aku sudah memberikan rumah ini kepadamu, dan untuk sementara aku akan tinggal disini bersama putriku, apa kamu mengizinkannya Ayu." guman Rendra yang sudah sampai di dalam rumahnya bersama Ayu dulu,

Rendra meletakan baby Rania di atas ranjang dan baby Rania mengeliat.

"Jika kamu tidak hadir karena kesalahan ayah juga tidak akan mengkhianati istri ayah, tapi apa daya ayah yang aduhai gelap mata hingga menghadirkan kamu dengan cara yang salah, jika kamu besar nanti jangan pernah membenci ayah ya nak, hanya kamu yang ayah punya." Rendra mengelus pipi putrinya yang sedikit berisi itu.

Di lain tempat Vanesa pulang dengan keadaan kacau bagiamana tidak Rian melakukan dengan brutal dan tampa ampun hingga bagian bawah Vanesa terasa sakit,

"Awas kamu Rian, kamus sekarang boleh menang, gara-gara kamu hidupku hancur, kamu yang susah membuat aku seperti ini, jika aku hancur maka kamu juga harus sama, aku tak rela kamu menang diatas penderitaan ku, sekarang aku akan kemana.." Vanesa bingung ia mau pulang dan menjelaskan ke Rendra, mungkin Rendra sudah tak mau mendengarkan pembelaannya lagi,

"Apa aku kerumah ibu saja ya, bukanya ibu mertuaku sangat menyayangi aku." monolog Vanesa.

Vanesa langsung menyetop taksi dan langsung minta diantarkan kerumah ibu mertuanya.

Ayu sedangan beberes baju yang akan ia bawa ke kontrakan baru, karena ia akan pindah dari rumah bapaknya,

"Nak apa tidak kamu pikirkan lagi." tanya pak Mardi yang melihat anaknya mengemas pakaian.

"Pak Ayu sudah pikirkan jauh-jauh hari, ayu juga gak mau bapak jadi bahan gunjingan tetangga karena ayu pak jadi mohon doanya saja pak doain Ayu supaya Ayu tetap sehat dan bisa menjenguk bapak setiap hari,"

"Nak bapak gak tega nak, kamu hamil besar nak, bagaimana jika sewaktu-waktu kamu mau melahirkan dan tidak ada bapak di samping mu." pak Mardi sangat sayang dengan putrinya yang ingin tinggal sendiri.

"Percaya pak, Ayu juga ingin mandiri, bapak sudah tua, dan ayu gak mau merepotkan bapak terus," Ayu merasa bersalah menunggu bapaknya sendiri tapi setiap hari ayu selalu mendapatkan perlindungan dari warga karena janda tapi hamil membuat warga menjadi was-was kepadanya. dan menuduh yang tidak-tidak.

Ayu hanya ingin tenang mencari kontrakan di kota yang berbeda dengan mantan suaminya, karena ia juga ingin menyembunyikan kehamilannya jika sewaktu-waktu Rendra datang dan mengetahui tentang kehamilannya akan berakibat fatal. Ia juga tak ingin kebahagiaannya nanti terusik.

1
Lisa Santia
lah betul itu, banyak salah kata2 nya
Sunarmi Narmi
Itu kmu Pham Ren ..sok sok an mau berbuat ADIL...DARI MANA ADILNYA..GAJI SAJA KAMU SABOTASE 😡😡😡😡😡
Sunarmi Narmi
Vanesa..kmu akan menuai karma.. ketahuan anakmu bukan anak Rendy tpi anak Rian dn cacat...anak Ayu akan tumbuh sehat dn baik krn diasuh dgn hati tulus dn baik.
Sunarmi Narmi
Suka karakter Ayu yg kuat tidak menye menye berani ambil keputusan..Thor bikin Rendra menyesal
Mule Maskurie
Luar biasa
Heriyani Lawi
entah typo atau otornya nih yg ga bisa bhs inggris, ejaan Inggrisnya byk salah tor
Nani Te'ne
suka
Lucia Utami
/Drool/
Dewi Dama
parah bangat salah ketik nya jadi di ketikknya janda...
Dewi Dama
banyak salah ketik dan susah di pahami
mamay arif
rendra melepaskan batu permata demi mendapatkan batu kerikil jgn sampai menyesal aja apa yg kau tanam itulah yg kan kau tuai
Fransisca Henny Kuswondo
ceritanya Aditya gmn nih ..
gempi
g
Lestari Ning
bukan mutilasi ke kantor pusat tapi mutasi. hanya masukan banyak yg tipo
Sri Wahyuni
banyak tipo jd nyoba nyambung kata yg pas
Rismawati Damhoeri
nggak kapok kasih suprise lkehamilan terus, nanti di suprisein lagi kek dulu
Rismawati Damhoeri
kok banyak kali yg tabrakan yaaa..
Rismawati Damhoeri
kirain apalah live2, rupanya lift toh?, sama beed mood, bad mood kah thor?
Rismawati Damhoeri
ih setiap baca muff one, kok terbayang kue yaa...
Rismawati Damhoeri
ah...selalu ada adegan tabrakan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!