NovelToon NovelToon
365 Metode: Mengejar Istri Mata Duitan

365 Metode: Mengejar Istri Mata Duitan

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Cerai / Masuk ke dalam novel / Transmigrasi / Romansa Fantasi
Popularitas:78.1k
Nilai: 5
Nama Author: Chu Seldom

Kakak laki-lakinya disandera oleh bos gangster karena tidak bisa membayar hutang setelah kalah dalam pemainan judi. Adik perempuannya dijual untuk dinikahkan dengan pria yang sedang koma.

Seperti sebuah kutukan, dia menyebrang dan menjadi adik perempuan itu.

Dan di dalam kisah ini dia bukan protagonisnya. Setelah terbangun dari koma, suaminya mengajukan cerai.

Ketika dia melihat nominal tiga ratus juta yang menjadi harta gono-gini bagiannya. Tanpa nostalgia, dia menandatangani surat perceraian itu dalam satu tarikan nafas.

Saat dia hendak berbalik badan, suaminya yang akan segera menjadi mantan suami itu merobek surat cerai yang baru dia tandatangani dan berkata. "Tiga ratus juta setiap bulan selama kau masih menjadi istriku."

Dengan spontan dia berbalik badan, senyum ribuan watt di wajahnya. "Suamiku~~"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chu Seldom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mood Buruk Jiang Yi dan Kebakaran Jenggot

Lun Li mendapatkan tidur malam yang nyenyak meskipun dia tidur di ranjang asing, hal tersebut tidak mempengaruhi kualitas tidurnya. Pada pagi harinya dia dibangunkan oleh suara gemerincing dari dapur, seseorang sedang memasak sarapan. Dia tidak buru-buru bangun tapi bermalas-malasan di atas tempat tidur sampai ibunya memanggilnya untuk sarapan.

Dia melihat jam kecil yang diletakkan pada meja belajar di samping tempat tidur, tujuh lebih tiga puluh. Benar saja, di sini lebih nyaman, sarapan tiga puluh menit lebih siang dari pada di kediaman Jiang yang mengharuskan semua orang duduk di meja makan pada jam tujuh tepat. Lun Li keluar dari kamar, dan masih menguap dia berjalan menuju toilet untuk membersihkan diri.

Ketika dia keluar, kedua orang tuanya dan Lun Ying, kakaknya, sudah menunggunya di meja makan. Baru setelah dia duduk, sarapan pagi keluarga Lun di mulai.

Jika Lun Li memiliki pagi yang indah, Jiang Yi yang berada jauh di kediaman Jiang, pagi harinya dimulai dengan suasana hati yang tidak terlalu baik. Semalam dia tidak bisa tidur dan bangun setelah insomnia sepanjang malam.

"Kakak akan menjemput Lun Li sore nanti, kan?" pertanyaan Jiang Ran itu membuat mood Jiang Yi menjadi semakin tidak bagus. Wanita itu baru pergi satu hari dan semua orang sudah ribut mencarinya. Lalu, kenapa dia harus menjemputnya, bukankah wanita punya kaki dan bisa pulang sendiri. Tsk, Jiang Yi menjadi kesal. Tangannya memijat tulang hidungnya, merasa sakit kepala ketika mengingat wanita itu minggat dari rumah. Mau dia pulang atau tidak tidak ada urusan dengannya.

Jiang Ran tidak tahu jika sebenarnya Lun Li minggat dari rumah karena Jiang Yi menyembunyikan hal itu darinya. Sebenarnya dia tidak masalah jika Lun Li tinggal di rumah orang tuanya lebih lama, tapi, kakaknya lah yang sepertinya tidak baik-baik saja. Lihat saja, hanya satu malam dan wajahnya sangat buruk. Warna biru di bawah matanya muncul kembali, padahal sejak Lun Li berada di sisi kakaknya, kantung mata panda itu sudah menghilang. Dia tidak menyangka jika itu akan kembali hanya dalam waktu satu hari Lun Li absen.

"Kakak juga sebaiknya segera beritahu Lun Li kalau kaki kakak sudah sembuh. Kalau dia tahu kakak berbohong dia pasti akan marah, hiss, dia sangat merepotkan saat marah." Jiang Ran mengingat pengalaman pribadinya, tapi kalimatnya itu membuat Jiang Yi tertohok.

Jiang Yi melirik Jiang Ran dengan dingin, "Bangun lebih pagi, setiap hari terlambat. Mau jadi apa besar nanti." dia menyudahi sarapannya dengan kesal, berdiri lalu meninggalkan Jiang Ran yang keheranan.

Ada apa dengan kakaknya.

Jiang Ran mengikuti punggung kakaknya yang menghilang di balik pintu, mendengus lalu menggerutu. "Dasar aneh." bukan satu kali atau dua kali dia terlambat datang ke sekolah, keterlambatannya itu sudah berlangsung selama bertahun-tahunan, tapi baru hari ini dia dia mendapatkan teguran dari kakaknya.

Apakah matahari terbit dari barat? Siapa yang berkata akan menjadi sponsornya seumur hidup tidak peduli sekalipun dia menjadi manusia yang tidak berguna. Jiang Ran menoleh pada jendela di arah barat dan melihat matahari terbit dari sebelah sana, kemudian dia menggeleng. Tampaknya dia harus mulai memikirkan untuk mencari suaka baru, karena sepertinya janji kakaknya sudah tidak berlaku lagi.

Di kantor, yang bernasib buruk adalah para petinggi perusahaan yang mengikuti rapat laporan bulanan pagi ini. Rapat yang biasanya berlangsung paling lama satu jam itu molor hingga waktu makan siang. Semua orang dimarahi, tidak seorang pun yang selamat dari imbas mood buruk presdir Jiang. Tapi yang paling menderita adalah asisten Meng yang paling banyak menghabiskan waktu berada di dekat Jiang Yi, semua tindak tanduknya seperti diamati lewat kaca pembesar, sedikit saja dia melakukan kesalahan presdir Jiang akan menyerangnya, tidak ada satu pun yang luput.

"Puih! Manis sekali. Kau ingin membuatku terkena diabetes."

Seperti saat ini, asisten Meng sudah bolak-balik tiga menganti kopi presdir Jiang, tapi semuanya tidak ada yang sesuai dengan seleranya.

Racikan biasanya dengan seperempat gula, presdir Jiang berkata: "Apa kau ingin membunuhku, sekalian buatkan jus pare."

Ditambah seperempat gula lagi, presdir Jiang berkata: "Ck!" sambil melemparkan tatapan dingin kepadanya.

Asisten Meng kembali untuk yang keempat kalinya, kali ini presdir Jiang hanya mengangkat kelopak matanya lalu kembali membaca.

Asisten Meng menghela nafas lega setelah menutup pintu, kopi keempat itu adalah racikan yang biasanya. Huft, dia menggeleng, memang bukan seperempat gula atau setengah gula yang menjadi masalah, perubahan suasana hati presdir Jiang disebabkan oleh masalah lain. Masalah yang dia tidak bisa menebaknya.

Mood buruk presdir Jiang tidak berakhir dalam tiga hari, semua orang yang bertemu dengannya selama tiga hari itu merasa hendak gila.

"Asisten Meng lakukan sesuatu."

Banyak orang yang mencari asisten Meng dan mengadu, asisten Meng memutar matanya kepada mereka. Tidak perlu diberi tahu oleh mereka dia sudah melakukannya, tiga hari ini dia tidak kena marah lebih sedikit dari mereka. Tapi masalahnya dia tidak tahu apa yang menjadi penyebab mood buruk presdir Jiang.

"Aku tidak mempekerjakan kalian untuk mengobrol."

Mendengar nada hardikan yang dingin itu, dua orang yang sedang mengeluh di depan meja asisten Meng lari tunggang-langgang seperti tikus bertemu kucing.

"Direktur Dong, proyek yang kau pimpin terus menghabiskan uang tapi tidak ada yang kembali, daripada bergosip di sini lebih baik tuliskan surat pengunduran diri."

Kaki direktur Dong lemas dan keringat dingin membasahi punggungnya. Proyek itu bukannya tidak menghasilkan uang, tapi belum menghasilkan uang. Tiga tahun lagi baru investasi yang digunakan hari ini akan kembali dengan berlipat ganda, presdir Jiang pasti akan memujinya pada hari itu. Tapi untuk saat ini dia tidak berani membantah dan hanya menundukkan kepalanya untuk menerima omelan itu.

"Dan kau direktur He--"

"Jiang Yi."

Kakek Jiang menepuk pundak Jiang Yi, kemudian dia memberikan isyarat kepada direktur He dan direktur Dong untuk pergi.

"Pulanglah lebih awal dan jemput dia." ucap kakek Jiang begitu mereka sudah berada di dalam kantor Jiang Yi.

Melihat Jiang Yi tidak menggubris ucapannya, kakek Jiang mendesah. Dia pikir dia bisa kembali menikmati masa pensiunnya, tapi dia masih tertahan di sini dan menyaksikan cucunya terlambat puber. Apa-apaan.

Dia dengar dari Jiang Ran, Jiang Yi bertingkah seperti kebakaran jenggot karena Lun Li menginap di rumah orang tuanya. Hedeh... kakek Jiang menggeleng, dia menatap cucunya yang terus keras kepala. Apa untungnya menjaga image kalau diri sendiri yang rugi.

"Tidak ada amarah yang melebihi satu malam diantara suami dan istri. Lili hanya sedang menunggumu untuk menjemputnya, wanita suka bersikap manja dan minta diperhatikan." Aish, dia sudah tua dan masih harus membantu kehidupan percintaan cucunya.

"Siapa yang peduli dengannya."

Tidak ada yang peduli tapi kau membuat semua orang berada di tepi jurang. Kakek Jiang memberikan tatapan mencela.

1
Yan
Jgn2 lun ying ini bkn kakak nya asli..ataupun mmng sedri awl putra mahkota menyamar sbagai lun ying !!
Protocetus: jika berkenan mampir ya ke novelku Mercenary of El Dorado
total 1 replies
Yan
Benar saja kata ayh nya jiang yi bahwa kemungkinan besar yg harus dsingkirkan lebih dlu adalah jiang yi itulah knpa sblm nya lun li mati slama 24 khidupan sblm nya..itu krna tiada org dsekeliling nya agr dia mudah akhiri kematian nya dgn mudah. Dan itu benar sprti yg djangka kan olh tn besar jiang.
Yan
Slama 24khidupan yg lun li alami sblm nya smua angkara putra mahkota tuh !! Bukan kah dia sgt ingin lun li mati dsetiap kehidupan nya..dan kali ini dia tdk mau gagal katanya d ep sblm nya.
Yan
Jadi lun li musuh sbnar nya putra mahkota tuh tapi sblm nya dia gagal bkali2..hehh kalini ini pun dia akn gagal jga mmbunuh lun li 😏.
Yan
Oo..mungkin zhang bing slh satu bawahan putra mahkota yg ikut reinkarnasi bsma mreka jga bbroa kehidupan sblm nya. Dan plaing plot nya itu dendam apa kah yg mreka miliki hngga putra mahkota bahkan sgt ingin mmbunuh lun li dan jiang yi dkehidupan sblm nya dan kini jga. Bahkan skrg putra mahkota sdh atur sedari awl itu bmakna dia hidup kmbali tanpa kehilangan ingatan nya.
Yan
pasti lili mengingat kembali masa lalu mreka knpa dlu punca dia di tembak dan hilang nya mreka bdua brsmaan putra mahkota kali dia blm sadar dri tidur.
Yan
Lun li yg tidak peka nma manja nya yiyi ketahuan tuhh 😂
Iren Nursathi
seru nih kaya di negeri dongeng
Iren Nursathi
lanjuuuut
Iren Nursathi
up lagi thor makin seruù
Nikma: Permisi kakak Author ..

Halo kak reader, kalau berkenan boleh mampir novel aku juga ya 'Kesayangan Tuan Sempurna' ..
Terima kasih😊🙏
total 1 replies
Iren Nursathi
happy ending thor kasian
Iren Nursathi
dramatis syekalii thor
Iren Nursathi
seruuuuu....seruuuu seruuuuuu up banyak² thor
Iren Nursathi
waduuuh tegang banget
Iren Nursathi
makin penasaran
Iren Nursathi
makiiiiiin seruuuuuu thor
Iren Nursathi
wah misterius sekali menakutkan tapi bikin penasaran
Iren Nursathi
lagi thor up nya semangaaaat
Iren Nursathi
sangat menarik selalu bikin penasaran
Iren Nursathi
sangaaat menghibur bikin ngakak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!