elena pradipta gadis cantik dan pintar, mahasiswa semester 6 di universitas ternama di Indonesia hari-harinya sangat monoton kuliah pulang dan belajar.
namun kejadian naas menimpa elena,saat menyebrang jalan truk muatan menghantam elena hingga dia terpental jauh dan darah terus mengalir dari kepalanya.
"bunda maafin elena,elena harus pergi"lirih elena dalam hati setelah semua gelap
haiiiii ini cerita perdana di platform ini yaaa!!
aku mohon saran yang mebangun dari kaliann, plisss jangan jahat-jahat komennya okeee!!
dan cerita tipe konflik yang sedang, jadi gak ada konflik yang berat. makasihhhhh
#ceo
#fantasi
#tranmigrasi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pilooon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Transmigrasi Elena
Elena sekarang berlari kecil untuk masuk ke dalam perusahaan Steven, dia sekarang di kejar waktu karena memang sekarang sudah terlewat dari jam masuknya.
"sumpah ini semua gara-gara Ken sialan gue malah di tinggal di lobi apartemen sendirian"
Elena terus berbicara sendiri dengan menahan kesal pada kendrick, bagaimana bisa dia meninggalkan istrinya demi Medusa itu.
"awas aja Lo Medusa gue kick lama-lama Lo"
Elena terus berlari kecil berharap Steven tidak akan marah padanya nanti.
Brak
"maaf pak saya telat"
"hah untung saja aku yang jadi atasanmu jika orang lain kau sudah di pecat"
"kan saya cuma telat beberapa menit pak"
"iya dan sudah tau kau telat malah masuk ke ruangan bos mu tanpa mengetuk dulu, malah langsung nyelonong seenaknya"
"hehe kau tidak perlu marah-marah Steven ini masih pagi"
Elena menampakkan deretan giginya setidaknya pagi ini tidak terlalu buruk karena dia membuat Steven kesal tapi tak bisa marah dengannya.
"hah sudahlah cepat kerjakan saja tugasmu dan katakan jadwalku siang nanti"
"siap tuan"
Elena mengangkat tangannya hormat pada seperti seorang tentara yang dibalas dengusan oleh Steven, dia sudah malas meladeni elena saat ini.
*****************************************
Sedangkan di apartemen Sherly Kendrick sedang menunggu Sherly yang sedari tadi meringis karena sakit kepala, dia menemukan Sherly tadi lantai kamar mandi sampai sekarang masih duduk setia di samping Sherly yang menahannya.
"akan ku panggilkan dokter terlebih dulu"
"tidak perlu Ken, cukup kau disini saja nanti pusing ini akan hilang"
"jangan ngeyel Sherly dan juga agar kau bisa mendapat penanganan"
"aku sungguh tidak papa ken, maaf tadi merepotkan mu"
"kau sendirian disini dan kita adalah teman"
Sherly hanya menahan senyumnya sedari tadi bukankah ini adalah awal yang baik dia mendapat perhatian dari Kendrick tanpa harus melakukan hal yang berat hanya cukup berpura-pura seperti orang lemah saja.
"oh iya kau kesini sendiri tidak dengan asisten mu?"
Kendrick baru ingat sekarang dia kemari dengan elena dan tadi dia meninggalkan nya sendirian di dalam mobil.
"shit"
Tanpa memberi jawaban pada Sherly Kendrick langsung saja lari ke luar apartemen Sherly tanpa menghiraukan Sherly yang memangilnya sedari tadi dipikirannya sekarang hanya elena dan elena.
"bodoh kau Ken"
kendrick hanya bisa memakai dirinya sendiri dia sekarang merasa bahwa ini akan jadi Boomerang nya suatu saat nanti.
Kendrick sudah sampai di parkiran dia langsung saja membuka kasar pintu mobil samping kemudi.
"maaf elena tadi aku____"
Kosong. Sekarang yang terlihat di depan mata Kendrick hanya kursi kosong tanpa ada yang mendudukinya, kemana elena? Perasaan tadi dia meninggalkan nya disini.
Tak habis ide Kendrick langsung mengambil telpon genggam nya dan mencari nomor elena.
Panggilan pertama
Kedua
Ketiga
Keempat
Sampai seterusnya telponnya tidak diangkat oleh elena, tapi Kendrick tak pantang menyerah dia terus mengirim pesan pada elena tetapi tak ada balasan juga, apa mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaannya? Tetapi telponnya aktif atau dia memang sengaja tidak mengangkat teleponku.
"ah sungguh sial"
"ada apa Ken kenapa tadi kau langsung lari begitu"
Kendrick tidak tau jika Sherly ada dibelakangnya sangking fokusnya dia menghubungi elena sampai dia tak sadar kapan Sherly sudah ada di belakangnya.
"tidak apa-apa"
"oh syukurlah kalau begitu, sekarang ayo masuk kedalam kau pasti belum sarapan kan kita sarapan bersama"
"tidak perlu sher aku harus segera ke kantor sekarang, ada telpon mendadak dari kantor"
"ah begitu ya padahal aku masih ingin bercerita denganmu"
"mungkin lain kali saja, sebaiknya kau sekarang istirahat saja di dalam agar cepat sembuh"
"ya sudah kau berhati-hatilah sampai kantor"
"hm"
Kendrick langsung masuk kedalam mobil dan mengklakson mobilnya tanda pamit pada Sherly saat mobil kendrick sudah tak terlihat lagi Sherly langsung mengubah raut wajahnya yang tadinya seperti orang yang sangat lemah sekarang malah tersenyum miring.
"kau masuk dalam jebakanku Ken"