NovelToon NovelToon
Melahirkan Bayi Untuk Kakakku

Melahirkan Bayi Untuk Kakakku

Status: tamat
Genre:Obsesi / Angst / Pengganti / Poligami / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:252.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: ethaloona

Elin mengalami kecelakaan bersama kakak iparnya, Sinta yang sedang hamil besar. Tanpa ia duga, kecelakaan itu berakibat fatal bagi Sinta. Sinta harus kehilangan bayinya sekaligus rahimnya. Ariel, kakak angkat Elin pun menyalahkan hal ini pada Elin yang menyetir mobil.

Karena tak bisa lagi memiliki anak, Elin pun diminta untuk bertanggung jawab oleh sang kakak untuk mengganti bayinya yang telah tiada. Elin pun terpaksa menjalani pernikahan rahasia dengan Ariel.

.

Halo! Ini adalah novel pertamaku di Noveltoon, mohon support nya yaah
follow akun IG: etha.loona

deep bow!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ethaloona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Rasa Sedih Elin

Elin menghabiskan hari itu dengan meringkuk di atas ranjangnya. Ia merasa tidak enak badan setelah kehujanan, ia juga sangat sedih karena mulai hari ini ia tidak bisa bekerja lagi. Jadi, rasanya ia sudah tidak bersemangat.

Ketika masih sekolah, Elin selalu mendapatkan peringkat pas-pasan, sementara adiknya, Gladis, adalah gadis yang menonjol dalam segala aspek. Gladis selalu ikut aneka les, lomba dan bahkan kegiatan organisasi di sekolah, tetapi Gladis selalu mendapatkan juara kelas bahkan juara sekolah. Elin sudah cukup kenyang jika ia harus dibanding-bandingkan dengan Gladis.

Sekarang, ketika ia mulai bekerja selama satu tahun terakhir, ia mengira ia akan bisa membuat bangga orang tuanya. Namun, rasanya itu tak mungkin lagi. Gladis yang baru mulai kuliah sudah sering mendapatkan pekerjaan tambahan dari berbagai karya tulis yang ia buat. Rasanya, Elin seperti tenggelam dalam kepedihan sekarang.

"Neng, buburnya kok nggak dimakan?" tanya Budhe Sarti ketika ia mengecek Elin di kamarnya.

"Males. Nanti aja, Budhe," jawab Elin yang kini memejamkan matanya. Ia memeluk guling lebih erat.

"Ya ampun, Neng. Apa mau saya suapin? Ini udah mau dingin, nanti nggak enak lho," ujar Budhe Sarti.

"Iya, biar aja dingin, Budhe. Kalau panas suka mual baunya." Elin menelentangkan tubuhnya lalu menatap wanita setengah baya yang begitu ramah itu. "Mbak Sinta ngapain, Budhe?"

"Di bawah, Neng. Bikin kue. Kayaknya ada pesenan banyak," jawab Budhe Sarti. "Neng Elin butuh apa, Neng? Minum deh."

"Iya, Budhe. Aku makan aja sekarang," kata Elin seraya mendudukkan dirinya.

Budhe Sarti dengan telaten mengatur meja untuk Elin, lalu meletakkan mangkuk bubur ayam di sana. "Mau pakai bawang goreng nggak, Neng?"

"Nggak usah, gini aja udah enak kayaknya," ujar Elin. Ia mengaduk pelan bubur ayam tersebut lalu menyendok sesuap ke bibirnya. Ia mengangguk pelan ketika merasakan bubur lembut itu meluncur ke kerongkongan. Rasa pahit menjalari lidahnya sebagai pertanda bahwa ia tidak menyukai makanan itu.

"Gimana, Neng? Nggak enak ya? Apa mual?" tanya Budhe Sarti was-was.

Elin mengangguk. "Aku nggak suka."

"Ya udah mau makan apa, Neng? Biar saya bikinin."

Elin tampak berpikir sejenak. Ia tiba-tiba ingat Ariel pernah mengajaknya makan sop buntut yang tak jauh dari kantornya. "Aku mau sop buntut aja, Budhe. Tapi mau dibeliin Kakak."

"Pak Ariel kan masih nanti sore pulangnya, ini siang juga harus makan dong, Neng."

"Aku makannya nanti malam aja kalau Kakak udah pulang," ujar Elin seraya mencoba menyingkirkan meja di depannya.

"Nanti lemes kalau nggak makan sama sekali dong, Neng. Saya bawain buah mangga ya, itu di dapur masih ada. Sama roti mau?"

"Iya boleh, Budhe. Nanti kalau aku mau makan biar aku makan, aku mau telepon Kakak terus tidur aja dulu," ujar Elin.

Elin mengambil ponselnya yang tergeletak di atas nakas. Ia mengabaikan beberapa pesan dari ibunya, Gladis juga Mirna. Ia mencari kontak Ariel dan hendak meneleponnya, tetapi Elin begitu ragu untuk menekan tombol panggil. Setelah semalam ia mendengar obrolan itu, rasanya akan sangat aneh jika ia meminta perhatian dari Ariel.

'Untuk apa, Kak Ariel hanya peduli dengan janin di perut aku.' Elin membatin dalam hati dengan getir. Ia kembali membayangkan sop buntut itu ketika ia meletakkan ponselnya kembali. Elin tak menyerah, ia mencoba mengingat-ingat nama restoran tersebut lalu mencarinya di aplikasi pemesanan makanan, sayangnya restoran itu hanya melayani pemesanan di tempat.

'Sial banget sih. Ini yang pengen aku apa si bayi sih,' gerutunya dalam hati.

Elin masih meragu untuk telepon Ariel hingga Budhe Sarti kembali masuk ke kamarnya dengan 1 baki berisi 2 piring kecil serta 1 toples biskuit. 1 piring dengan potongan mangga muda dan 1 lagi berisi roti gandum dan kentang rebus.

"Neng, nanti dimakan ya. Tadi dipesenin Bu Sinta, Eneng harus makan dikit-dikit, kalau capek istirahat aja katanya."

"Iya, Budhe. Nanti aku makan kok," ujar Elin.

Elin memutuskan untuk menelepon Ariel setelah ia berbaring di atas ranjangnya selama lebih dari setengah jam. Ia sangat senang ketika mendengar suara Ariel di seberang.

"Halo, El?"

"Ehm, Kakak masih kerja?" tanyanya.

"Masih dong. Kenapa? Kamu perlu dijemput pulang?" tanya Ariel.

"Nggak," jawab Elin. Ia memainkan ujung bantalnya dengan jemari. "Aku udah pulang dari tadi, Kak. Aku ke kantor cuma ketemu Pak Galang doang buat ngasih surat pengunduran diri."

"Oh, kamu udah mantep?"

"Ya udahlah. Udah terlanjur kok. Lagian, aku juga lemes banget tiap kerja," jawab Elin dengan bibir bergetar.

"Ehm, sepertinya itu opsi yang terbaik buat kita. Bukannya kita udah sepakat sebelumnya. Kamu harus merahasiakan kehamilan kamu dari semua orang," kata Ariel mengingatkan.

Elin tidak berkomentar karena ini air matanya turun kembali tanpa permisi. Ia membuang napas panjang karena tak ingin Ariel mendengarnya menangis.

"Halo? El, kamu masih di sana?" tanya Ariel.

"Ya. Aku pengen sesuatu. Aku mau Kakak yang beliin," ujar Elin. Ia mengusap wajahnya yang basah.

"Apa? Kamu mau makan sesuatu?" tanya Ariel lagi.

"Aku mau sop buntut yang dijual di deket kantor Kakak itu," jawab Elin. "Aku pengen banget kayaknya seger anget-anget."

Ariel tertawa kecil di seberang. "Oke. Tunggu aja. Nanti aku beliin kalau aku pulang ya."

"Oke. Nggak sabar nunggu Kakak pulang," ujar Elin sungguh-sungguh. Ia terdiam selama beberapa saat. "Ya udah, aku mau tidur dulu, Kak. Aku ngantuk."

"Ya. Aku juga masih ada kerjaan," tukas Ariel.

Elin mematikan ponselnya setelah selesai bicara dengan Ariel. Ia tersenyum tipis seraya memeluk gulingnya dengan lembut. Ia memang kesal karena ucapan Ariel semalam, tetapi ia juga sangat merindukan Ariel.

***

"Kamu pulang telat, Mas," ujar Sinta ketika menyambut kepulangan Ariel. Ia sudah menunggu Ariel sejak tadi bahkan beberapa menelepon Ariel, tetapi panggilannya tidak tersambung.

"Iya, Sayang. Maaf ya. Tadi aku mampir beli sop buntut buat Elin. Antri banget jadi lama." Ariel merangkul bahu Sinta lalu berjalan bersama menuju ke dapur. "Ponsel aku mati baterainya. Charger ketinggalan di kantor."

"Padahal aku udah masak," tukas Sinta ketika memperhatikan tentengan Ariel yang cukup banyak.

"Maaf, aku mau telepon juga nggak bisa tadi. Aku mau tanya kamu dibeliin apa nggak, atau mau yang lain. Jadi aku beliin sekalian aja," kata Ariel menerangkan.

"Kapan Elin ngomong sama kamu, Mas?"

"Tadi dia telepon aku, katanya pengen makan itu jadi aku beliin." Ariel meletakkan sop buntut itu di atas meja makan. Ia menatap Sinta penuh makna. "Nanti aku aja yang bawa ke atas buat Elin. Kamu nggak usah repot-repot."

"Tapi ...."

"Nggak papa. Aku cuma mau nganter makanan aja, aku nggak bakal ngapa-ngapain sama Elin. Aku juga mau hibur dia, dia baru sedih pasti karena harus resign," kata Ariel meyakinkan.

"Ya udah, tapi kamu jangan lama-lama di kamar Elin."

"Nggak dong, Sayang. Kamu udah mandi belum?" tanya Ariel.

"Belum, aku ngerjain pesenan kue tadi. Baru banget kelar. Ini tadi sambil nungguin kamu, Mas, tapi nggak nongol-nongol!" gerutu Sinta.

Ariel mendaratkan kecupan di bibir cemberut Sinta. Ia tak ingin Sinta terus-terusan cemburu dengannya dan Elin. "Ya udah kita mandi bareng, Sayang."

Sinta tertawa kecil. Ia mengangguk lalu memeluk lengan Ariel. Keduanya menaiki anak tangga sambil bercanda ini dan itu. Kedua mata Ariel menyapu pintu kamar Elin ketika ia tiba di lantai 2. Ia penasaran apa yang sedang dilakukan Elin, ia ingin sekali menyapa Elin juga, tetapi Sinta sudah menarik lengannya.

"Ayo, Mas!" ajak Sinta.

"Iya. Iya, Sayang. Ayo."

1
Shakayla Habibi
galaaannng ...😭😭😭😭
Srirejeki Gabus
😀
Enung Samsiah
aahh,,, aril perhatian prrreeeetttt,,, bikin jengkel bacanya,mnding elin sama galang aja,, aril brengsekkk
ethaloona: 😁😁😁 egoisss kak
total 1 replies
Stanley Maweikere
bagus
Stanley Maweikere
makin seru
Enung Samsiah
aaahhh,,, siaril egois kauu
neuron ACtiv
exstra partt please kk
yunist
Keren banget...
Sivia
😡😡😡😡
ethaloona: kenapa kak??
total 1 replies
Reny Yunita
😭😭😭😭😭😭😭😭😭 aish nyesek bgt babang galang meninggal elin jahat bgt di lamar tapi slalu aja blm bsa ksih jawaban bner" menjengkelkan ga inget apa pengorbanan galang 😤 mna udh tamat aja lagi pdhal blm kelar ngomelin si elin bikin kesel aja si elin 😤
Reny Yunita
astaghfirullah knpa babnya bikin berlinang air darah eeh slah air mata 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 aah ga adil bgt si klw elin balik lagi masa blik kan sama Ariel dan galang gmna dong 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Reny Yunita
aish elin bodoh ngapain pake ngangguk bikin sebel aja Luna udh di ksih ke Ariel udh tanggung jawab mereka lah klw smpe Luna skit mereka bodoh ngurusnya 😤🤦🏻‍♀️
Reny Yunita
uuh akhirnya yg menemukan galang aah bahagianya aq smoga saja sedikit demi sedikit elin akan ada rasa ke galang dan menikah dan bahagia bersama galang 😍😍😍😍
Paulina Nurhadiati
kalo gak buat sesi ke dua please 🙈😭😭 masih mau tau pas kemo berhasil gak ini?? elin dan Ariel kudu bersatu menikah
Paulina Nurhadiati
ah belum rela kalo tamat masih ada yg kurang kasih Ektra part beberapa bab please kak 🤧🤧🤧
..
tragis amat ya nasib galang ini mau lamar elin eh malah kecelakaan dan meninggal 😭😭
Kisti
👍👍👍👍👍
Kisti
sebesar itu kesakitan kalian elin.luna.ariel.
Kisti
😭😭😭eliin jka kmu tau btp ariel juga cinta kmu 😭
Kisti
elin 😭😭😭
Deliz Diaz Dla FM B
Extra part dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!