NovelToon NovelToon
Permaisuri Modern

Permaisuri Modern

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / TimeTravel / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 4.8
Nama Author: Sisca Nasty

Shi Jin melewati lorong waktu. Dulu ia seorang permaisuri. Namun sekarang, ia sudah berubah menjadi wanita modern.

Berpura-pura menjadi wanita bernama Shu Qi.

Apa dia akan terus menutup identitas aslinya?

Apa yang terjadi, jika seorang permaisuri nyasar ke Dunia modern?

Apa dia akan kembali ke jaman kerajaan, atau. menetap di jaman Modern?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sisca Nasty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Beberapa saat kemudian, di meja makan.

Semua penghuni rumah sudah mengelilingi meja dan siap untuk sarapan. Chen Ming mulai menyantap sarapan paginya dengan wajah yang cuek. Vaula dan Dong Ming saling memandang saat melihat perubahan sikap Chen Ming pagi itu.

Apapun yang terjadi di antara Chen Ming dan Shu Qi, Chen Ming tidak akan pernah memasang wajah tidak peduli seperti pagi itu.

“Chen Ming, apa kau suka dengan sarapannya?” tanya Shi Jin pelan.

“Ya, ini sangat enak.” Chen Ming memasukkan telur mata sapi ke dalam mulutnya lagi.

“Siapa yang membuat semua ini?” tanya Chen Ming lagi.

“Kak Vaula,” jawab Shi Jin cepat.

Vaula mengerutkan dahi memandang wajah Shi Jin dengan penuh tanya.

Chen Ming hanya mengangguk cepat sebelum melanjukan sarapan paginya.

Dong Ming menatap wajah Vaula dengan serius. Vaula membalas tatapan Dong Ming dengan gelengan kepala. Dong Ming juga melanjutkan sarapan paginya tanpa ingin mengeluarkan banyak kata lagi.

Aku tahu kualitas masakan Vaula. Tapi kenapa Shu Qi tidak jujur kalau masakan ini dia yang memasak.

Dong Ming hanya bisa bertanya-tanya di dalam hati.

“Chen Ming, apa kau tidak bekerja?” Vaula memperhatikan setelan pagi Chen Ming saat itu.

“Gak, aku masih cuti,” jawab Chen Ming tanpa sadar dengan suasana hati Shi Jin saat ini.

Shi Jin melepaskan garpu dan pisau yang ada di tangannya. Hantinya terasa perih dan sangat sakit. Buliran air mata memenuh pelupuk matanya dan siap untuk jatuh.

Seharusnya aku tahu sejak awal, kalau kau mengajakku pulang bukan karena pekerjaan. Tapi karena dirimu sendiri yang sudah tidak ingin melanjutkan perjalanan bulan madu itu.

“Aku sudah selesai sarapan,” ucap Shi Jin dengan nada rendah.

Wanita itu berlari kencang ke arah kamar sambil menghapus buliran air matanya yang menetes.

“Chen Ming, apa yang kau inginkan sebenarnya.” Dong Ming meletakkan alat makannya kembali ke tempatnya. Nafsu makannya pagi itu tiba-tiba saja hilang saat melihat perlakuan Chen Ming terhadap SHu Qi.

Chen Ming menarik napas dalam, sebelum menyandarkan tubuhnya di kursi itu.

“Apa aku harus terus-terusan berpura-pura menyayangi wanita yang bukan istriku?” Wajah Chen Ming berubah merah karena menahan amarah.

“Apa maksudmu, Chen Ming? Shu Qi istrimu. Kami berdua juga tahu kalau kau sangat mencintai Shu Qi selama ini.” Sambung Vaula dengan wajah bingung.

“Ya, Kak. Aku memang sangat mencintai Shu Qi. Apapun akan aku lakukan untuknya. Tapi, wanita yang ada di dalam tubuh Shu Qi, bukan Shu Qi.” Chen Ming menunduk sedih.

“Aku hanya mencintai Shu Qi, aku tidak bisa mencintai wanita lain selain dirinya.”

“Apa maksud perkataanmu, Chen Ming? bagaimana mungkin Shu Qi bukan Shu Qi?” Wajah Dong Ming juga semakin serius saat mendengar perkataan Chen Ming.

“Aku gak tahu, dimana Shu Qi saat ini. Wanita itu pasti sudah melakukan sesuatu untuk menguasai tubuh Shu Qi saat ini.” Chen Ming menggenggam erat tangannya.

“Dari mana kau bisa menebak hal seperti itu? mereka sangat mirip.” Vaula masih belum mengerti dengan maksud perkataan Chen Ming saat itu.

“Sifat mereka berbeda. Aku seharusnya tahu, kalau sejak awal Shu Qi tidak akan mungkin semudah itu berubah menjadi lembut dan manis.” Chen Ming kembali mengingat perkataan lembut yang pernah diucapkan oleh Shi Jin.

“Perubahan sikaf Shu Qi memang terbilang mendadak. Wanita itu berubah menjadi orang lain dalam waktu satu malam.” Dong Ming menambah pernyataan yang dikatakan Chen Ming.

“Maksud kalian berdua, ada roh yang memasuki tubuh Shu Qi?” Vaula mengambil satu kesimpulan dari beberapa pernyataan yang dikatakan Dong Ming dan Chen Ming.

“Aku tidak tahu, apapun bentuknya itu. Yang terpenting saat ini, wanita itu harus segera mengembalikan tubuh Shu Qi.”

“Bagaimana caranya?” tanya Dong Ming penasaran.

“Aku akan memikirkan caranya nanti. Wanita itu harus mengembalikan Shu Qi, apapun caranya.” Mata Chen Ming dipenuhi amarah.

“Chen Ming, dia juga wanita jangan lakukan hal yang bisa membuatnya sakit hati.Saat ini dia berada di dalam tubuh Shu Qi. Jika kau terlalu melukai hatinya, dia juga bisa melukai tubuh Shu Qi.” Vaula tidak ingin Chen Ming melakukan perbuatan yang akan ia sesali sendiri nantinya.

“Tenang Kak, aku akan menyelidikinya secara perlahan. Aku punya ide cemerlang malam ini, untuk membuat wanita itu berkata jujur.” Wajah Chen Ming berubah licik.

“Katakan apa rencanamu? aku tidak akan membiarkanmu melakukan sesuatu malam ini sebelum kau mengatakan rencana licikmu itu.” Dong Ming melipat kedua tangannya.

“Bukankah Shu Qi sangat suka minum minuman beralkohol, wanita itu selalu mengatakan semua isi hatinya setiap kali ia mabuk.” Chen Ming kembali mengingat masa-masa buruknya bersama Shu Qi.

“Apa kau ingin menjebak wanita itu dengan membuatnya mabuk?” Wajah Vaula berubah serius.

“Ya, Kakak ipar benar. Wanita tidak akan lagi bisa berbohong saat sudah mabuk. Bukankah begitu Kak Dong Ming?” Chen Ming memandang wajah Dong Ming dengan senyuman penuh arti.

Dong Ming berubah menjadi salah tingkah, ia kembali mengingat saat Vaula mabuk dan mengungkapkan semua perasaan kesal yang selama ini dirasakan oleh Vaula.

“Aku rasa rencana itu tidak terlalu buruk, “ sambung Dong Ming dengan senyuman menyeringai.

“Kalian ini, sangat suka melihat wanita mabuk dan jatuh tidak berdaya di hadapan kalian.” Vaula beranjak dari duduknya, mengambil tas kecil miliknya.

“Aku harus segera pergi kerja, ceritakan padaku apa hasilnya setelah semua rencanamu berhasil.” Dong Ming juga berdiri dari duduknya, meneguk gelas berisi susu dan berjalan mengejar Vaula.

Chen Ming masih duduk di meja makan dengan senyuman licik.

“Wanita itu akan segera mengungkapkan identitas aslinya. Kau tidak akan lagi bisa menghindar dan menutupi semua kesalahanmu. Aku sudah tidak sabar untuk mengetahui dimana keberadaan Shu Qi, dan darimana kau berasal.”

***

Di dalam kamar.

Shi Jin menangis dengan satu bantal yang terkepal kuat. Air mata jatuh dengan derasnya saat ia kembali mengingat perkataan Chen Ming di meja makan.

“Kau pria yang jahat Chen Ming! aku sudah salah menilaimu selama ini. Kau tidak tulus mencintai Shu Qi, pantas saja Shu Qi ingin menjauh dari hidupmu.” Shi Jin menutupi wajahnya dengan bantal untuk meredam suara tangisannya yang hampir memenuhi isi kamar itu.

Bantal yang ada di genggaman Shi Jin di tarik oleh Chen Ming. Entah sejak kapan pria itu sudah duduk di atas tempat tidur yang sama dengan Shi Jin.

“Apa aku sejahat itu?” Chen Ming mengangakat satu alisnya dengan wajah penuh tanya.

“Aku … aku hanya.” Shi Jin tidak bisa lagi mengeluarkan kata, semua identitasnya sudah terbongkar saat ia mengucapkan kalimat terakhir.

Apa Chen Ming mendengar semua ucapanku? kenapa dia tidak memarahiku sekarang juga dan menanyakan keberadaanShu Qi saat ini.

“Ada yang ingin kau katakan?” Chen Ming menatap wajah Shi Jin dengan serius.

Shi Jin menggeleng kepalanya dengan penuh takut, “Tidak ada, Chen Ming. Maafkan aku,” ucap Shi Jin pelan.

“Untuk apa kau meminta maaf?” Chen Ming mengukir senyuman tipis.

“Karena sudah mengatakan, kalau kau pria yang jahat.” Shi Jin memberanikan diri untuk menatap wajah Chen Ming yang kini ada di hadapannya.

“Aku memang pria yang jahat. Satu-satunya wanita yang bisa membuatku menjadi pria yang baik adalah Shu Qi. Aku sangat suka mematahkan hati wanita hingga berkeping-keping.” Chen Ming beranjak dari tempat tidurnya.

“Aku harus pergi untuk menyiapkan sesuatu, jangan pergi kemanapun hari ini. Aku tidak menginjinkanmu meninggalkan rumah ini!” Chen Ming mengambil kunci mobil yang tergeletak di atas laci, lalu berjalan pergi meninggalkan kamar.

Shi Jin masih mematung memandang kepergian Chen Ming pagi itu, “Apa dia sudah mengetahui semuanya? apa dia sudah tahu kalau aku bukan Shu Qi?” Jantung Shi Jin berdetak cepat dengan penuh rasa takut.

1
Rumi Yati
Terima kasih thor
Nuer Aini Ramadhan
Luar biasa
nadira ST
kalau diajak tidur raja, angan mau sama shu qi, burung ipritnya bekas lubang para selir,, apa zaman dulu gak ada penyakit kelamin ya
honny_: bisa²nya kepikiran sampe situ...
total 1 replies
Sindy Sari
lanjut kak, cerita mu beda dari yg lain kak walaupun sedikit ada typo🙏semua alurnya juga saling berkaitan jadi lanjutin ya kak sampai cerita ini tamat🤗
L A
suka ....suka baca novel ini
L A
author, maafin readermu ini, aku baru ngulang baca novel ini 160224 🤩🙏
L A
Luar biasa
IndraAsya
jejak 🐾
Ayu Nick
ceritanya lumayan menarik, hanya saja pemeran wanitanya tidak tangguh
mama yuhu
bagus ceritanya
tetap semangat berkarya
mama yuhu
wooww..dlm keseharian..su qie ternyata jahat
wajar kl dia.mendapatkan fakta.kl Chen ming miskin
d luar ekspektasi ya
makanya kelakuan nya jd bar bar
g tau diri..dulunya jg berasal dr kelas bawah🙄🙄🤬
Shindi hatala
sangat bagus dan menarik
Moertini
dilanjutin yaaa season 2 penasaran niiii kehidupan Shu qi dikerajaan apa bisa membalas dendamnya Shi Jin semangat thor
Cha Sumuk
dih tamatan ya ga jls
fifid dwi ariani
trus sejahtra
Devi Lusi
behh udah mentok
Devi Lusi
aku nuggu aksi shu qi udah tamat ternyata
Devi Lusi
haduduh raja sama permasuri gimana tor...pdahal aku pgin liat raja menyesal
Sulati Cus
klu orang jmn old yg terlempar ke jmn now jd lucu soalnya kyk lola gitu😂
Sulati Cus
makanya jgn py selir ckp satu istri ae😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!