Warning ya!!!
Anget-anget kuku, bikin gerah, ketawa, dan menangis.
Harap baca 'My Sexy Old Man' agar mengenal karakter protagonis prianya.
Emanuel adalah pria yang gemulai yang mempunyai sifat yang lembut bagaikan kapas.
Sedangkan Afika larasati adalah gadis kecil yang baru berusia 17 tahun itu mempunyai sifat yang keras, tomboi dan jago bela diri.
Bagaimana jika dua manusia berbeda karakter itu di satukan dalam ikatan pernikahan?
Bagaimana kisah selanjutnya?
Penasaran? Yuk simak terus kelanjutannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lena linol, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sabar... Sabar...
Bocil minggir!! Yang jomblo gigit jari aja. 😜
"Makan kamu boleh ya?" Ucap Ema dengan suara seraknya dan menatap istrinya sayu, dan Fika mengangguk malu saja disana karena ia juga menginginkannya.
Ema tersenyum senang, kemudian ia segera melepaskan boxernya dan juga pakaian istrinya lalu Ema menggendong istrinya dan merebahkannya di atas tempat tidur dengan pelan.
"Sayang, tapi itu pengamannya?" Tanya Fika, yang sudah berada di bawah kungkungan Ema. Bukannya menjawab, Ema malah mencumbu istrinya dengan penuh gairah.
"Ah, sayang." Racau Fika, ketika ciuman nakal itu turun keleher dan turun lagi hingga sampai ke dua bulatan kenyal miliknya. Fika meremat rambut suaminya ketika pucuk bulatan kenyal itu di hisap bergantian. Rasa nikmat itu semakin menjalar keseluruh tubuhnya ketika salah satu tangan Ema bermain di bagian intinya.
"Ugh, Nue...." Fika memejamkan matanya dan mengangkat sedikit bokongnya, saat jari-jari nakal suaminya semakin aktif di bawah sana.
Ema mendongak menatap wajah istrinya yang terlihat merona karena bergairah.
"Nue a aku ahhh...." Fika melenguh panjang ketika gelombang kenikmatan itu menghantamnya. Nafas Fika terengah, dadanya naik turun dan seluruh persendiannya terasa lemas saat ia mencapai pelepasan pertamanya.
Ema tersenyum puas, kemudian ia membuka kedua kaki istrinya dengan lebar dan mulai mengungkung tubuh istrinya lagi yang sudah terkulai lemas itu.
"I love you, My Wife." Bisik Ema, kemudian ia mencium bibir istrinya itu dengan sangat bergairah dan menuntut, bersamaan dengan ia memasukan senjatanya ke dalam sangkarnya.
"Ughh." Pekik Fika tertahan, ketika senjata tumpul itu mulai menerobos bagian intinya. Dan tangannya mencengkram bahu Ema dengan kuat, saat rasa sakit itu masih mendera.
"Masih sakit ya?" Tanya Ema, saat senjatanya itu sudah masuk sepenuhnya kedalam sangkarnya.
"Sedikit." Jawab Fika, pelan. Ema tersenyum lembut kemudian ia menciumi seluruh wajah istrinya dengan penuh kasih sayang. Kemudian Ema mulai menggerakan pinggulnya pelan tapi pasti membuat Fika mendessah tak karuan.
"Ssttt, jangan keras-keras sayang nanti Ayah mendengarnya." Ucap Ema, langsung membungkam bibir istrinya dengan lembut agar tidak mengeluarkan dessahan keras.
"Owhh, Ini sangat nikmat." Racau Ema tertahan, saat ia merasakan kenikmatan yang luar biasa di bawah sana.
"Nue, ah ah." Dessah Fika tertahan, di setiap hentakan yang di berikan oleh suaminya.
*
*
*
Sedangkan Bondan kini sudah rapi karena ia ingin berangkat ke bengkel. Ia memang membuka bengkelnya siang tepatnya jam 11 siang. Bondan berniat untuk berpamitan dengan Anak dan menantunya, tapi baru saja akan mengetuk pintu kamar Fika, ia mendengar suara aneh dari dalam kamar putrinya.
"Dasar edan!!! Apa tidak panas siang-siang begini bergelut!" Gerutu Bondan kesal, lalu ia mengurungkan niatnya untuk berpamitan dengan Anak dan menantunya.
"Sepertinya beberapa hari kedepan, telingaku akan ternodai dengan suara-suara astral mereka. Sabar... Sabar..." Gumam Bondan, sembari melangkahkan kakinya keluar rumah lalu memesan ojek online untuk pergi kebengkel.
Sementara yang ada di dalam kamar itu masih asyik berbagi kenikmatan dan berbagi peluh hingga keduanya sampai pelepasan bersama. Dan tidak lupa Ema membuang pasukan kecebongnya lagi diatas perut istrinya.
"Terimakasih Sayang." Ucap Ema, mengecup bibir istrinya berulangkali, kemudian ia menggulingkan tubuhnya di samping istrinya.
"Iya, sayang." Jawab Fika, tersenyum.
"Sepertinya aku harus memasang peredam suara di kamar ini, agar suara kenikmatan kita tidak terdengar oleh Ayah." Ucap Ema kepada istrinya.
"Iya, terserah kamu saja." Jawab Fika, kemudian beranjak dari tempat tidur.
"Mau kemana, Yank?" Tanya Ema, mendudukan diri dan mencekal tangan istrinya.
"Mandi, lengket begini badannya." Jawab Fika.
"Mandi bareng ya." Ajak Ema dan diangguki Fika.
"Asyikkk." Ucap Ema girang, lalu menggendong istrinya menuju kamar mandi.
Udah Hott banget sih menurutku, tapi kalau kalian masih bilang kurang Hot berarti bacanya harus sambil makan mie pedas level sepuluh😜😜
Kasih Dukungan seikhlasnya ya.😘😘